Terjerat Cinta Dua Mafia

Terjerat Cinta Dua Mafia
66


__ADS_3

Dewa memilih keluar dari kamar. Dia mendengar keributan dari lantai bawah. Dia mihat ke bawah dan ternyata Fiona sedang memilah milah barang barang Cherry yang akan di buang oleh asisten rumahnya.


"Apa yang akan dia lakukan denganbaramg barang itu?" Guman Dewa.


"Nyonya yakin mau menjual barang barang ini?" Tanya asisten rumah.


"Tentu saja, barang barang ini sangat mahal. Jika aku jual dengan harga miring bisa laku keras" Ucap Fiona.


"Lalu uangnya kau kamu apakan?" Tanya Dewa yang sudah berdiri di tangga.


"Buat membelikan mainan anak anak panti" Jawab Fiona tanpa tau siapa yang sedang ia ajak bicara.


Fiona baru sadar setelah ia mendengar suara Dewa. Dia menoleh kenarah Dewa yang sudah bersandar di pegangan tangga dengan tangannya yang ia lipat di depan dada.


"Apa kamu kekurangan uang sampai harus menjual barang rongsokan ini?" Tanya Dewa


"Aku hanya sayang saja jika barang barang mahal ini di buang begitu saja." Jawab Fiona merasa bersalah.


"Hah, terserah kamu mau apakan barang barang ini. Aku mau makan" Ucap Dewa berjalan ke arah ruang makan.


"Tolong pilah pilah lagi, saya tinggal dulu" Ucap Fiona yang berlari mengikuti Dewa.


"Baik nyonya" Jawab asisten rumah.


Fiona mengikuti Dewa ke ruang makan. Dewa duduk di kursinya, dia ingin mengambil nasi namun sudah di dahului oleh Fiona.


"Ngapain kamu di sini?" Tanya Dewa.


"Bukan urusan kamu" Jawab Fiona mengambilkan makanan siang untuk Dewa.


Setelah mengambilkan makanan untuk Dewa, dia duduk di kursi laku memainkan ponselnya.


Dewa makan dengan lahap makanan yang ada di piringnya karena dia lapar. Pagi tadi dia tidak makan makanan yang penuh dengan sayuran sehat tadi karena dia kurang suka makan sayur.


Fiona melihat Dewa menyisihkan sayurnya lagi. Fiona semakin gemas karena Dewa sangat pemilih soal makanan. Fiona merampas sendok yang ada di tangan Dewa. Dia menaril piring Dewa kw hadapannya. Dewa bingung karena makanannya di rampas oleh Fiona.


"Ayo buka mulutnya" Ucap Fiona menyuapkan makanan pada Dewa. Dewa pasrah dan membuka mulutnya.


"Makan samua yang ada di dalam piringmu. Kamu sudah dewasa jangan suka memilah milah makanan. Sayur tidak akan membuat kamu mati. Jadi jangan di sisihkan" Ucap Fiona.


Ardi yang ternyata baru datang melihat pemandangan yang sangat langka. Dia mengabadikan moment di mana Dewa yang biasanya memarahi anak buahnya kini kena marah oleh sang istri.


Dewa yang seorang bos mafia kejam, kini seperti anak kelinci yang sedang di suapi induknya. Ardi tertawa bahagia melihat Dewa. Dewa yang mendengar tawa Ardi menoleh. Dan benar saja, dia melihat Ardi yang sedang tertawa bahagia.


Dewa ingin bangkit dari duduknya untuk menghampiri Ardi. Namun tangannya di cegah oleh Fiona.


"Mau ke mana? Habiskan dulu makanannya" Ucap Fiona tegas.

__ADS_1


Dewa kembali duduk di kursinya. Dia kembali memakan makanan yang di suapi Fiona padanya.


Tak lama Dewa selesai dengan makananya. Dia bangkit dari duduknya untuk memberi pelajaran pada Ardi yang berani mentertawakan dirinya.


Plack


Dewa memukul kepala Ardi yang kembali tertawa ketika melihat Dewa yang menghampirinya.


"Puas kan kamu tertawa?" Ucap Dewa marah.


"Hahahaha bagaimana aku tidak tertawa? Sang mafia kejam menjadi anak itik. Hahahaha" Tawa Ardi lepas.


Tak lama Fiona datang menghanpiri Dewa dan Ardi. Melihat rokok yang ada di atas meja, Dewa segera menyembunyikan rokok Ardi ke bawah meja.


Fiona menaruh gelas berisi jus di depan Dewa dan Ardi.


"Aku mau kopi" Ucap Dewa.


"Tadi pagi kamu sudah minum kopi, sekarang minum jus" Ucap Fiona tegas.


"Aku tadi pagi belum minum kopi jadi sekarang aku ingin minum kopi" Ucap Ardi.


"Tidak bisa, Dewa akan menginginkannya juga jika anda minum kopi. Minum jus karena anda perokok" Ucap Fiona melihat ke bawah meja di mana Dewa menyembunyikan rokok Ardi.


"Itu milik Ardi bukan milik ku" Ucap Dewa.


"Jadi ini yang kamu maksud nyonya di rumah ini?" Tanya Ardi.


"Cherry saja tidak sebegitu ketatnya mengawasi makanan bahkan rokok pun dia tidak peduli. Tapi dia......? Dia bahkan menyuruhku minum jus" Ucap Ardi mengangkat gelas jusnya.


"Sekarang kamu tau kan apa yang aku rasakan sekarang? Dia memang berbeda dengan Cherry karena dia basicnya adalah perawat." Ucap Dewa.


"Sepertinya kamu menikahi orang yang salah" Ucap Ardi.


"Entah lah, aku pun sepemikiran yang sama dengan kamu" Jawab Dewa.


Dewa dan Ardi memilih untuk pindahke tempat kerja Dewa karena mereka ingin membicarakan hal serius.


"Malam ini akan ada barang datang dari pelabuhan. Kita sendiri yang harus datang memeriksa karena barang ini sangat berbahaya" Ucap Ardi.


"Kamu atur saja waktunya. Jangan biarkan orang yang mengincarnya mengetahui hal ini" Ucap Dewa.


"Tapi Dewa, mungkin dengan kedatangan barang ini bisa saja membuat kita dalam bahaya" Ucap Ardi.


"Aku tau, tapi jika sudah berada di tangan kita, kita bisa meraup cuan yang sangat banyak. Kita bisa membeli kapal pesiar lagi seperti yang kamu impikan" Ucap Dewa.


"Jadi kamu mempertaruhkan nyawa hanya karena keinginan bodoh ku?" Tanya Ardi.

__ADS_1


"Kita sudah sejalan cukup lama Ardi. Aku bahkan sudah menganggap kamu seperti adik ku sendiri. Aku akan lakukan apapun bahkan berbagi wanita pun kita sudah pernah kita lakukan" Ucap Dewa.


Ardi tersenyum mendengar ucapan Dewa. Dia merasa beruntung bisa memiliki teman sebaik Dewa.


Padahal Ardi dulu hanya anak laki-laki kampung yang bekerja kasar di pasar. Namun ketika bertemu dengan Dewa, hidupnya berubah. Dewa yang selalu membantu Ardi dan menemani Ardi hingga saat ini.


Sudah berulang kali Ardi ingin membalas budi pada Dewa. Tapi sebaliknya, dia selalu menerima kebaikan yang berlipat ganda dari Dewa.


"Terima kasih Dewa, aku tidak akan pernah melupakan jasa kamu untuk kehidupanku" Ucap Ardi tertunduk.


"Jangan memikirkan hal itu lagi Ardi. Kita keluarga sekarang dan aku tidak ingin kamu memikirkan hal yang bisa menyakiti perasaan ku atau pun perasaan kamu sendiri" Ucap Dewa.


"Baik lah" Jawab Ardi tersenyum.


"Ya sudah, lebih baik kamu siapkan helikopter saja karena akan lebih aman jika kita melalui jalur udara" Ucap Dewa.


"Baik, aku akan menyiapkannya" Jawab Ardi bangkit dari duduknya.





💥💥💥


Hai hai hai...


Gimana seru nggak nih ceritanya.


Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.


Uang parkirnya kaka, jangan lupa ya..😁


👍 Like


♥️ Favorit


💬 Komen


⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.


Selamat membaca ya kak


Terima kasih banyak


See you next part

__ADS_1


😊😊😊🙏🙏🙏


__ADS_2