Terjerat Cinta Dua Mafia

Terjerat Cinta Dua Mafia
40


__ADS_3

...Hai hai hai...


...Sebelum membaca nex partnya, ayo lah jangan lupa Like, Komen dan Vote....


...Mamak Diyah tambah semangat kalau kalian senang 🤭...


...Selamat membaca...


...Terima kasih sudah mampir...





Dewa dan Cherry masih berdansa. Ardi mengamati mereka berdua namun dia juga tidak terfokus ke mereka. Dia tanpa sengaja melihat Nada teman Cherry dulu saat di club malam.


"Bukan kah dia teman sekolah Cherry?" Guman Ardi. Ardi melihat Nada memasukkan sesuatu ke dalam minuman. Lalu Nada membawa minuman itu ke arah Randi.


"Apa yang ingin dia lakukan?" Guman Ardi lagi.


Nada menghampiri Randi yang sedang berbincang dengan Loli.


"Halo kak Randi" Sapa Nada lembut.


"Halo Nada, kamu juga kuliah di sini?" Tanya Randi tersenyum ketika melihat Nada di sini juga.


"Iya kak, oh iya. Nih minum dulu" Ucap Nada memberikan minuman yang sudah ia kasih obat kepada Randi.


"Maaf ya tangan ku cuma 2 jadi aku hanya bisa membawakan minuman untuk kak Randi saja" Ucap Nada pada Loli


"Tidak apa apa, aku bisa ambil sendiri kok" Jawab Loli tersenyum.


"Ini buat kamu saja" Ucap Randiyang ingin memberikan minumannya pada Loli.


Nada seketika terbelalak karena Randi memberikan minumannya pada Loli. Dia mulai khawatir jika Loli menerima minuman itu.


"Ini untuk kamu kak, dia bisa kok ambil di sana sendiri" Ucap Nada.


"Tidak apa apa biar aku saja yang ambil di sana" Ucap Randi.


"Tidak usah kak, biar aku ke sana saja" Ucap Loli berjalan meninggalkan Randi dan Nada.


Nada tersenyum senang ketika Loli pergi menjauh dan menolak minuman yang di berikan Randi.


"Di minum kak" Ucap Nada tersenyum sopan.


"Minum lah kak, minum sampai habis agar malam ini kamu bisa menjadi milik ku" Guman Nada dalam hati.


Randi mulai mengangkat gelasnya, dia ingin minum minuman itu namun Ardi merampas minuman itu dari tangan Randi.


"Ardi, apa yang kamu lakukan?" Tanya Randi terkejut.


"Dia sudah memasukkan obat ke dalam minuman kamu itu" Ucap Ardi.


Semua orang berbalik lalu menatap ke arah mereka bertiga. Dewa dan Cherry menghentikan dansa mereka ketia mendengar keributan. Mereka menghampiri Ardi, Randi dan Nada yang sudah di kerumuni anak anak lain.


"Jangan asal bicara kamu" Ucap Nada mulai khawatir.


"Oh ya? Kakau begitu minum minuman ini" Ucap Ardi menyodorkan minuman yang ia rampas pada Nada.

__ADS_1


"Ayo ambil ini dan minum" Ucap Ardi.


Plack


Nada menepis minuman yang di pegang Ardi.


"Memangnya kenapa kalau aku memberinya obat. Apa urusan kamu? Memangnya kamu siapa?" Tanya Nada marah.


"Kamu tidak perlu tau siapa aku, yang harus kamu tau. Kamu sudah salah menyentuh orangku" Ucap Ardi.


"Kemari kalian" Ucap Ardi yang menyuruh anak buahnya.


"Ada apa tuan?" Tanya anak buah Ardi.


"Bawa dia pergi dari sini" Ucap Ardi.


"Baik tuan" Jawab anak buah Ardi.


Anak buah Ardi mendekati Nada. Mereka menyeret Nada keluar dari tempat acara.


"Lepaskan aku" Teriak Nada memberontak. Namun anak buah Ardi masik menyeret Nada pergi dari tampat acara.


Ardi ingin mengikuti anak buahnya. Namun dia terhenti ketika tangannya di cekal oleh Cherry.


"Ada apa? Kenapa Nada di bawa pergi?" Tanya Cherry.


"Dia ingin mencelakai Randi" Jawab Ardi.


"Itu tidak mungkin" Ucap Cherry terkejut.


"Tenang lah, aku akan urus semuanya. Nikmatilah pestanya dan jangan khawatir" Ucap Ardi mengusap wajah lembut.


Semua orang yang melihat Ardi yang begitu romantis pada Cherry membuat semua orang iri termasuk Loli yang senyum senyum tidak jelas melihat Cherry dan Ardi yang tampak serasi.


"Jangan sakiti dia" Ucap Dewa


"Pasti" Jawab Ardi.


Ardi mengusap kepala Cherry dan tersenyum lalu dia berjalan mengikuti anak buahnya.


Setelah kepergian Ardi, acara pun di lanjutkan kembali. Randi dan Cherry lebih memilih pergi dari keramaian karena mereka pasti aka di kerubuti anak anak lain.


"Cherry tunggu" Teriak Loli yang berlari menghampiri mereka. Karena sepatunya yang cukup tinggi, Loli hampir terjatuh. Randi dengan sigap menangkap Loli.


"Kamu tidak apa apa kan?" Tanya Randi yang masih memeluk tubuh Loli.


"Iya, aku tidak apa apa" Jawab Loli malu.


Randi membantu Loli berdiri.


"Kamu suka sekali menyakiti diri kamu sendiri. Kalau jalan hati hati dong" Ucap Cherry khawatir.


"Iya iya maaf" Ucap Loli cemberut.


"Untung ada kak Randi. Kakau tidak mungkin kakimu akan terluka" Ucap Cherry.


"Iya iya aku tau. Aku juga tidak sengaja kok" Ucap Loli.


"Sudah lah Cher, kasihan Loli kalau kamu marahi terus" Ucap Randi. Loli mengangguk menyetujui ucapan Randi.


"Kak ini sudah malam, kakak antar saja Loli pulang. Aku mau pulang sama Dewa" Ucap Cherry.

__ADS_1


"Iya" Jawab Randi.


"Kamu pulang dengan kakak ku. Jangan menolaknya" Ucap Cherry tegas.


"Iya" Jawab Loli.


"Aku duluan ya kak, titip kelinci ku" Ucap Cherry lalu berjalan pergi untuk menemui Dewa yang sudah menunggunya di mobil.


"Loli bukan kelinci" Ucap Loli. Randi tersenyum dengan tingkah imut Loli.


"Ayo aku antar pulang" Ucap Randi menggandeng tangan Loli berjalan ke arah mobil.


Loli tersenyum ketika Randi menggandeng tangannya. Dia melihat punggung Randi yang lebar dan tegap membuat jantungnya semakin berdebar.


"Kamu kenapa, kok senyum senyum begitu?" Tanya Randi.


"Tidak apa apa" Jawab Loli.


"Masuk lah, aku akan antar kamu pulang" Ucap Randi membukakan pintu mobil untuk Loli


"Terima kasih kak" Ucap Loli tersenyum.


Randi masuk juga ke dalam mobil. Dia mulai melajukan mobilnya meninggalkan area kampus.


Di rumah Loli.


Saat sampai di depan rumah Loli, hujan turun sangat deras. Terdengar suara petir yang menyambar nyambar dan itu membuat Loli takut.


Randi melihat Loli yang memegangi sabuk pengamannya dengan kuat setiap ia melihat petiryang menyambar .


"Jangan takut, ayo masuk" Ucap Randi lembut.


"Iya kak" Jawab Loli.


Randi melepas jasnya untuk memayungi Loli sampai ke rumahnya. Loli membuka kunci pintu rumahnya.


"Ahhh" Teriak Loli memeluk tubuh Randi ketika ia mendengar suara petiryang sangat kencang.


"Tidak apa apa, ada aku di sini" Ucap Randi mengusap punggung Loli.


"Ayo kita masuk dulu" Ucap Randi membuka pintu rumah Loli sambil memeluk Loli.


"Kamu di rumah sendiri?" Tanya Randi.


"Iya kak, kakak ku kerja ke luar negri dan belum pulang" Jawab Loli.




...Nex partnya mau lagi nggak nih?...


...Kalau partnya ini suka nggak?...


...Harus komen ya.......


...Mamak mau minta maaf nih kalau ada typo banyak....


...Kalau suka dan seru dengan novelnya, jangan lupa ajak teman temannya buat baca juga 🤭...


...Salam sayang dari mamak Diyah...

__ADS_1


...See you nex part ❤...


__ADS_2