
"Ada apa?" Tanya Ardi yang ikut melihat bayi yang sedang tertidur pulas di box bayinya.
"Aku menginginkannya" Ucap Dewa.
"Jangan aneh aneh seha Wa, ini saja masalahnya belum selesai" Ucap Ardi lelah mengikuti kemauan Dewa.
"Tapi dia manis sekali" Ucap Dewa.
"Jangan gila deh. Menginginkan mereka bukan seperti membeli kucing. Jadi jangan seenaknya saja. Ada tanggung jawab besar yang harus kamu lakukan" Ucap Ardi.
"Ayu masuk ah" Ucap Ardi menarik Dewa masuk ke ruang tamu.
Di sisi lain, Fiona yang baru saja bangun langsung berlari masuk ke dalam kamar mandi. Tadi malam, ibu panti menghubunginya dan bicara soal panti asuhan yang akan di sita.
Tak lama, Fiona sudah selesai dengan urusan mandinya. Dia segera keluar dari kamar mandi untuk berganti pakaian.
"Kenapa tanah panti bermasalah lagi sih? Apa orang orang kaya itu tidak mempunyai hati. Mereka tega sekali mengusir anak anak panti" Guman Fiona yang kesal dengan pemilik tanah panti.
Fiona segera merapikan hijabnya. Dia mengambil tas serta kunci motor. Fiona berlari keluar rumahnya dan segera mengendarai motornya untuk menuju ke panti asuhan.
Perjalanan yang Fiona tempuh cukup jauh. Hampir 1 jam lamanya Fiona di jalan menuju panti. Selama perjalanan pikirannya terus tidak tenang memikirkan bagaimana kelanjutan hidup para penghuni panti, jika panti di sita.
Saat ini Fiona sudah sampai di panti. Dia melihat mobil mewah yang terparkir di area panti.
"Jadi mereka serius datangke sini. Dasar orang kaya tidak punya hati" Ucap Fiona marah.
Fiona masuk ke dalam panti. Saat sampai di ruang tamu, dia melihat orang yang pernah ia temui di rumah sakit, saat ini duduk angkuh di sofa ruang tamu panti.
"Jadi pria ini yang membuat masalah. Tidak heran, dia memang pria yang tidak punya hati" Guman Fiona dalam hati.
"Fifi, sedang apa kamu, ayo sini duduk" Ucap ibu panti.
Fiona duduk di sebelah ibu panti. Dia terus menatap tajam Dewa yang terlihat sombong dan angkuh.
"Apa yang anda mau?" Tanya Fiona.
"Tentu saja tempat ini. Di sini jauh dari pengisian bahan bakar, jadi aku berencana untuk membangunnya di sini" Jawab Dewa.
"Bisa kita bicara berdua?" Tanya Fiona datar.
"Tentu saja" Jawab Dewa.
Dewa dan Fiona bangkit dari duduknya. Mereka berjalan keluar lalu Dewa mengajak Fiona untuk masuk ke dalam mobilnya.
"Silahkan bicara" Ucap Dewa.
Fiona menghela nafas panjangnya. Dia menoleh kearah Dewa.
"Apa yang anda inginkan agar anda melapaskan panti kami?" Tanya Fiona.
__ADS_1
"Banyak anak anak yang menggantungkan hidup mereka di tempat ini. Jika anda menggusur tempat ini, di mana mereka akan tinggal?" Ucap Fiona.
"Tawaran apa yang akan kamu berikan jika aku melepaskan tempat ini?" Tanya Dewa tersenyum licik.
"Saya bisa bekerja dengan anda" Jawab Fiona.
"Aku akan melepaskan tempat ini tapi kamu harus mau menikah dengan ku" Ucap Dewa.
"Apa? Kenapa harus menikah?" Tanya Fiona terkejut.
"Jadi mau kamu, kamu mau aku meniduri mu tanpa ada ikatan? Itu juga bagus, jadi aku tidak usah khawatir untuk bertanggung jawab pada mu" Ucap Dewa.
Plack
Fiona menampar pipi Dewa. Dia sangat marah dengan ucapan Dewa yang merendahkan harga dirinya.
"Saya memang orang miskin yang memohon pada anda untuk melepaskan tempat ini. Tapi aku tidak bisa kami hina seperti itu" Ucap Fiona.
"Kamu berani memukul ku" Ucap Dewa marah. Dia mencekal tangan Fiona dan kenatap tajam kedua mata Fiona.
"Asal kamu tau, jika saja wajah mu itu tidak mirip dengan dia, aku tidak akan sudi menikahi kamu" Ucap Dewa marah.
Dewa menghempaskan tangan Fiona. Wajahnya yang merah manahan amarahmya saat ini.
"Semua keputusan ada di tangan kamu. Jika kamu menolaknya, aku tidak peduli." Ucap Dewa.
"Temui aku di kantor jika kamu sudah memiliki jawabannya. Ingat waktu kamu hanya 3 hari" Ucap Dewa.
Fiona turun dari mobil Dewa. Dia melihat Ardi yang sudah berdiri di sebelah mobil.
"Kami akan menunggu kamu di kantor kami" Ucap Ardi. Ardi masuk ke dalam mobil. Dia duduk di tempat Fiona duduk tadi.
Fiona mengepalkan jemarinya. Dewa sudah membuatnya sangat marah. Bahkan Dewa mau menikahinya hanya karema wajahnya yang mirip dengan orang lain.
"Fiona" Panggil ibu panti. Fiona menoleh ke ibu panti dengan memperlihatkansenyumannya. Dia berjalan menghampiri ibu panti.
"Ayo bu kita masuk" Ucap Fiona.
"Tunggu Fiona, apa yang kalian bicarakan tadi? Apa mereka meminta yang aneh aneh pada mu?" Tanya ibu panti khawatir.
"Jangan khawatir bu. Merek hanya ingin meminta ku untuk menjadi perawat di rumah pemilik tanah. Ibu jangan khawatir, semuanya akan baik baik saja" Ucap Fiona tersenyum.
"Kamu tidak bohongkan dengan ibu?" Tanya ibu panti.
"Tidak bu" Jawab Fiona.
"Jika mereka mintayang aneh aneh tolak saja. Kami pasti akan menemukan jalan lain. Kamu jangan memikirkan kami lagi. Kamu sudah dewasa dan bukan bagian dari kami" Ucap ibu panti.
"Bu, sampai kapanpun aku akan tetap jadi anak ibu. Aku akan menjaga panti ini karena ini lah rumah ku" Ucap Fiona.
__ADS_1
"Maafkan ibu Fiona. Kami sudah sangat menyusahkan kamu" Ucap ibu panti.
"Tidak usah khwatir bu. Lagian jadi perawat di rumahs akit ataupun di rumah pemilik tanah juga sama saja. Mungkin gajinya malah lebih banyak dari pada di rumah sakit" Ucap Fiona tersenyum.
"Ya sudah kalau begitu. Kamu makan malam di sini kan?" Tanya ibu panti.
"Iya bu, aku juga ingin menginap di sini malam ini" Ucap Fiona.
"Ya sudah kalau begitu, ayo masuk dulu" Ucap ibu panti.
Fiona dan ibu panti pun berjalan masuk ke dalam panti. Fiona memikirkan kembali ucapan Dewa
Sore harinya.
Fiona sedang berada di samping rumah panti. Dia sedang melihat anak anak panti lain yang sedang bermain. Mereka bermain tertawa ceria penuh dengan kebahagiaan yang sederhana.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang? Apa aku tega melihat tawa mereka hilang karena harus pergi dari tempat ini?" Guman Fiona dalam hati.
"Mereka mau tinggal di mana lagi jika harus pergi?"
"Tidak, aku tidak boleh membuat mereka sedih. Aku akan mencoba bicara lagi dengan pria itu. Aku tidak boleh berdiam diri melihat tempat ini di bongkar" Guman Fiona.
●
●
●
...💥💥💥...
...Hai hai hai......
...Gimana seru nggak nih ceritanya....
...Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi....
...Uang parkirnya kaka, jangan lupa ya..😁...
...👍 Like...
...♥️ Favorit...
...💬 Komen...
...⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga....
...Selamat membaca ya kak...
...Terima kasih banyak...
__ADS_1
...See you next part...
...😊😊😊🙏🙏🙏...