Terjerat Cinta Dua Mafia

Terjerat Cinta Dua Mafia
17


__ADS_3

"Iya tidak apa apa, menangis lah" Ucap Dewa yang mengusap punggung Cherry yang kini menangis dalam pelukannya.


"Aku tidak seperti yang mereka katakan. Aku tidak salah, aku tidak melakukannya" Ucap Cherry menangis.


"Iya, aku yang lebih tau siapa kamu dari pada siapapun" Ucap Dewa.


Tadi pagi Dewa yang baru saja istirahat mendapat telfon dari Ardi. Ardi bilang kalau dia sudah menemukan Cherry. Ardi bilang kalau Cherry sedang berada di sekolahnya.


Setelah mendengar kabar Cherry dari Ardi, Dewa segera keluar dari rumahnya. Dia segera datang ke sekolah untuk melihat sendiri keadaan Cherry. Namun saat dia sampai, dia melihat Cherry yang sedang bertengkar dengan gurunya.


"Kamu tenang saja, aku tidak akan diam melihat kamu di permalukan seperti ini" Ucap Dewa menatap tajam ke arah sekolah.


Wali kelas Cherry menghampiri Dewa. Dia bermaksud untuk bicara dengan Dewa.


"Maaf apa kita bisa bicara?" Tanya wali kelas Cherry.


"Apa yang ingin anda bicarakan?" Tanya Dewa tegas.


Wali kelas Cherry merasa takut dengan Dewa karena aura Dewa yang sangat dingin dan menakutkan.


"Sepertinya dia bukan orang yang bisa saya ganggu" Guman wali kelas Cherry.


"Cherry berniat berhenti dari sekolah. Jujur saya pribadi tidak percaya dengan kabar yang beredar. Saya yakin Cherry tidak pernah melakukan hal itu" Ucap wali kelas Cherry.


"Tapi sayangnya apa yang anda lihat itu lah kenyataannya. Cherry memang kekasih saya" Ucap Dewa.


"Jika Cherry ingin keluar dari sekolah ini, maka jangan halangi dia, karena dia bukan lagi bagian dari sekolah ini" Ucap Dewa tegas


"Tapi Cherry murid yang berprestasi di sini. Kami akan tetap mempertahankan Cherry di sekolah ini" Ucap wali kelas.


"Tidak pak, saya sudah bilang kalau saya akan keluar dari sini. Jangan halangi saya karena keputusan saya sudah bulat" Ucap Cherry.


"Bawa aku pergi Dewa, aku muak di sini" Pinta Cherry.


"Iya sayang" Jawab Dewa.


Dewa membawa Cherry masuk ke dalam mobilnya. Wali kelas Cherry ingin mencegah namun dia tidak bisa lagi memaksa Cherry.


"Semoga kamu bisa mendapatkan sekolah yang lebih baik lagi Cherry. Bapak yakin kamu pasti akan sukses nantinya" Guman wali kelas Cherry.


Cherry sudah mulai tenang, walaupun masih sesegukan namun Cherry tidak lagi menangis. Dewa membawa Cherry ke vila agar Cherry bisa istirahat.


Namun saat sampai di vila, Cherry langsung turun dari mobil. Dia berlari masuk ke dalam rumah dan langsung ke kamarnya. Dia mengunci pintu kamarnya dari dalam.

__ADS_1


"Cher, buka pintunya" Pinta Dewa yang mengetuk pintu kamarnya.


"Biarkan aku sendiri, jangan ganggu aku" Teriak Cherry dari dalam kamar.


"Ayo kita bicara dulu sayang" Bujuk Dewa.


"Pergi" Teriak Cherry


"Ayo lah Cher, jangan seperti anak kecil" Ucap Dewa yang sudah mulai terbawa emosi.


Brack.


Dewa terkejut karena Cherry melempar barang ke arah pintu.


"Cherry, jangan kira karena aku memanjakan kamu, kamu bisa kurang ajar padaku" Ucap Dewa marah.


Cherry membuka pintu kamarnya. Dia mentap tajam kenarah Dewa.


"Apa? Kamu mau marah denganku? Kamu mau pukul aku? Ayo pukul sini pukul aku" Ucap Cherry yang menantang Dewa dengan air matanya yang membasahi wajah cantiknya.


Melihat air mata Cherry, Dewa mulai merasa bersalah. Dia ingin menghapus air mata Cherry namun tangnya di tepis oleh Cherry.


"Jangan sentuh aku, kamu juga sama seperti mereka. Kamu hanya baik saat kamu butuh. Aki benci kamu Dewa" Teriak Cherry menangis.


"Aku bilang jangan sentuh aku. Aku sudah muak dengan semuanya. Aku hanya ingin sendiri, kenapa kamu tidak mengertikan ku. Aku hanya ingin sendiri" Ucap Cherry menangis.


Cherry berjongkok di depan Dewa, dia menangis dengan menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Cherry maafkan aku, aku......" Ucapan Dewa terhenti. Dia tidak tega melihat Cherry yang menderita seperti sekarang ini.


Dewa pun ikut berjongkok di depan Cherry, dia meraih tubuh Cherry lalu memeluknya. Cherry mencengkram kemeja Dewa dan menangis keras.


"Kenapa kamu tidak pernah mendengarkanku? Kenapa? Aku tidak ingin di sentuh kamu" Ucap Cherry menangis dan memukul mukul dada bidang Dewa.


"Marah lah sepuas kamu, menangis lah sekeras yang kamu mau, pukul aku sesuka kamu. Tapi jangan suruh aku untuk menjauhi mu Cherry. Jangan suruh aku pergi dari kamu karena kau tidak akan sanggup jika melakukan itu. Aku tidak bisa jauh dari kamu" Ucap Dewa lembut.


Cherry semakin menangis dalam pelukan Dewa. Dia meluapkan semua yang ia rasakan dalam air matanya.


Malam harinya.


Cherry sudah lebih tenang. Dia saat ini di atas ranjang dengan Dewa yang terus memeluknya.


"Aku harus pulang sekarang" Ucap Cherry lirih bangun dan duduk di pinggiran kasur.

__ADS_1


"Mau pulang ke mana kamu? Ini rumah kamu juga, bukan kah aku sudah bilang kalau kamu harus tinggal di sini" Ucap Dewa.


"Kakak ku sudah keluar dari rumah sakit. Aku harus pulang sekarang, kamu tidak usah khwatir, aku akan datang ke sini setiap pagi dan pulang di malam harinya." Ucap Cherry.


"Tapi aku tidak mengijinkan kamu pulang" Ucap Dewa tagas.


"Tapi aku harus pulang, walau kamu tidak mengijinkan pun aku tetap pulang" Ucap Cherry yang berjalan keluar dari kamar.


"Berhenti di sana Cherry" Ucap Dewa tegas.


"Maaf Dewa, tapi aku tidak bisa di sini, aku harus pulang sekarang" Ucap Cherry kembali berjalan keluar dari kamar. Dia berjalan menuruni tangga untuk keluar dari rumah Dewa.


"Ok jika memang kamu pulang aku akan ijinkan kamu, tapi dengan satu syarat" Teriak Dewa dari lantai atas karena saat ini Cherry sudah berada di lantai 1 rumah Dewa.


"Kembali lah ke sini setiap pagi, aku akan menunggu kamu sampai kamu datang" Ucap Dewa.


Cherry berbalik dan melihat ke arah Dewa. Dia tersenyum ke arah Dewa dengan sangat cantik.


"Aku akan kembali" Jawab Cherry.


"Aku akan menunggu kamu" Ucap Dewa. Cherry mengangguk dan tersenyum. Dia berbalik lagi dan berjalan keluar dari rumah Dewa.


Di rumah Cherry.


Cherry baru sampai di rumahnya saat malam sudah larut. Dia masuk ke dalam rumah dan mihat Randi yang duduk di sofa menunggu kepulangannya.


"Kakak belum tidur?" Tanya Cherry yang melepas sepatunya.


"Dari mana kamu?" Tanya Randi.


"Baru pulang kerja" Jawab Cherry berbohong lagi.


"Di mana kamu kerja?" Tanya Randi lagi.


"Kakak kenapa sih? Kakak tidak percaya dengan ku?" Ucap Cherry marah.


"Bukannya kakak tidak percaya sama kamu Cher, kakak hanya khawatir dengan kamu" Ucap Randi.


...Next? Udah vote dan spam komen belum?...


... Yuk ges semangatin aku biar aku rajin up setiap hari....


...Votenya jangan pelit2 ya!!!!😊😊😊😊...

__ADS_1


...See u next part ❤...


__ADS_2