
...💥💥💥...
...Hai hai hai......
...Gimana seru nggak nih ceritanya. ...
...Masih ada kelanjutannya lho. Ayo lanjut baca terus sampai akhir....
...Untuk uang parkirnya jangan lupa. Hanya butuh Like, Komen, Vote dan klik tombol Favoritnya. ...
...Kalau di tambah bintang 5 juga boleh ya ......
...Selamat membaca dan terima kasih banyak 🙏😊...
●
●
●
"Kamu tidak keberatan kan sayang?" Tanya Aksa. Cherry mengangguk. Dia terus tersenyum melihat wajah Aksa yang terlihat sangat bahagia dengan kehamilannya itu.
"Awalnya mamah belum ingin mengandung, tapi setelah mengetahui kamu ada di dalam perut mamah, mamah merasa dunia mamah semakin berwarna sayang. Semoga dengan adanya kamu, mamah bisa menerima papah kamu dan menjadi istri yang lebih baik untuk papah kamu" Guman Cherry dalam hati.
"Silahkan ikut suster, suster akan mengantar anda ke ruang Obgyn" Ucap Dokter.
"Baik Dok, terima kasih" Ucap Aksa.
Aksa dan Cherry bangkit dari duduknya.
"Mari ikut saya" Ucap suster.
"Baik suster" Jawab Aksa. Aksa sangat bersemangat untuk melihat buah hatinya yang kini ada di dalam kandungan Cherry.
"Silahkan masuk" Ucap suster membuka pintu untuk Aksa dan Cherry.
Aksa dan Cherry masuk ke dalam ruangan. Cherry langsung di minta untuk berbaring di atas ranjang. Suster membantu Cherry menaikkan baju atasnya.
"Kita kasih jel dulu ya mam" Ucap Dokter.
"Iya Dokter" Jawab Cherry. Aksa berdiri di sebelah Cherry. Dia melihat Dokter yang mengoleskan jel ke perut Cherry dengan serius.
"Kita mulai ya" Ucap Dokter. Dokter mulai menggerak gerakkan alatnya di atas perut Cherry yang masih rata. Aksa terus menggenggam tangan Cherry dan tetap fokus le Dokter.
"Sikahkan lihat di layar depan" Ucap Dokter. Aksa seletika menoleh ke arah layar.
"Wah, janinnya ada dua, mamah sedang mengandung anak kembar ternyata" Ucap Dokter.
"Kembar Dok?" Tanya Aksa.
"Iya, ini ada dua janin. Janinnya sehat kok. Semuanya bagus" Ucap Dokter.
__ADS_1
"Saya coba lebih dekatkan lagi ya layarnya" Ucap Dokter.
Kini Aksa sudah bisa melihat ada dua butiran kecil di dalam kandungan Cherry.
"Halo permen jelly kembar" Ucap Aksa terharu.
Cherry menatap ke arah Aksa yang terus tampak bahagia. Namun saat ini Aksa lebih bahagia karena melihat janin yang ada di dalam perut Cherry.
Kembali ke vila.
Cherry keluar dari mobil dengan Aksa yang menggendongnya. Aksa semakin protektif terhadap Cherry setelah mendengar penjelasan Dokter bahwa Cherry di larang keras untuk kecapekan.
"Aku bisa jalan sendiri kak" Ucap Cherry lembut.
"Apa? Kamu panggil aku apa?" Tanya Aksa antuasias.
"Tunggu jangan jawab dulu, aku aka bawa kamu ke dalam kamar agar kamu istitahat" Ucap Aksa. Cherry hanya tersenyum dangan sikap Aksa.
Aksa menidurkan Cherry di atas ranjangnya. Dia menyelimuti Cherry lalu dia pun duduk di pinggiran kasur.
"Ingat kata Dokter, kamu tidak boleh kecapekan apa lagi setres. Kamu harus terus bahagia agar baby jelly kembar kita sehat" Ucap Aksa.
"Iya kak" Jawab Cherry tersenyum.
"Terima kasih sayang, karena kamu sudah mengandung anak ku. Walaupun kamu terpaksa mengandung anak ku tapi aku harap kamu bisa menjaganya baik baik" Ucap Aksa.
"Ini anak kita kak. Aku janji akan menjaga mereka dengan baik" Jawab Cherry.
Aksa meraih dagu Cherry lalu mencium bibir Cherry lembut.
"Aku sangat mencintai kamu Cherry. Aku sangat mencintai kamu" Ucap Aksa lembut.
"Aku akan mencoba membuka hati untuk kamu kak, bersabar lah" Ucap Cherry.
"Kamu serius?" Tanya Aksa terkejut.
"Iya kak" Jawab Cherry tersenyum. Mendengar jawaban Cherry membuat Aksa sangat bahagia. Dia meraih tubuh Cherry dan memeluknya erat.
"Terima kasih sayang. Aku janji tidak akan mengecewakan kamu lagi" Ucap Aksa yang masih memeluk tubuh Cherry.
Di sisi lain, Dewa sudah kembali ke kantornya. Dia bersama Ardi berjalan masuk ke dalam kantor.
Penampilan Dewa berubah drastis karena rambut panjangnya kini sudah tidak ada lagi. Dia memotong rambutnya menjadi lebih rapi dan semakin terlihat tampan.
"Segera cari tau di mana keberadaan Cherry sekarang, aku tidak bisa menunggu lagi untuk menemuinya" Ucap Dewa.
"Baik lah" Jawab Ardi.
Dewa masuk ke dalam ruangannya. Dia duduk di kursi kerjanya dan melihat foto Cherry yang ia letakkan dulu di atas meja kerjanya. Dewa mengambil foto tersebut dan mengusapnya lembut.
"Aku sudah kembali sayang, aku akan merebut kembali kamu dari tangan baj***n itu" Ucap Dewa
__ADS_1
Ardi hanya diam saja mendengar ucapan Dewa. Dia ingin mengingatkan Dewa lagi tapi dia rasa percuma karena Dewa pasti akan tetap teguh dalam pendiriannya.
"Semoga Cherry bisa mengerti jika kamu melakukan kesalahan Dewa. Semoga saja dia tidak marah bahkan membenci kamu" Guman Ardi dalam hati.
Mendengar Dewa dan Ardi kembali, Randi datang ke kantor mereka. Dia ingin melihat keadaan mereka secara langsung.
Tok tok tok
Randi mnegetuk pintu ruangan Dewa.
"Masuk" Ucap Dewa.
Randi membuka pintu ruangan Dewa. Dia masuk ke dalam ruangan Dewa saat Dewa berdiri dari duduknya.
"Dari mana kamu tau aku kembali?" Tanya Dewa yang berjalan ke arah Randi dan mereka pun berpelukan.
"Dari Aksa, dia bilang kalian akan kembali" Jawab Randi.
"Sepertinya kamu jauh lebih dekat dengan dia" Ucap Dewa tersenyum paksa.
"Dia adik ipar ku, jadi wajar jika kami dekat" Jawab Randi.
Randi duduk di sebelah Ardi yang masih asik dengan leptopnya.
"Baru sampai langsung dapat kerjaan" Ucap Randi.
"Iya, Dewa minta cari keberadaan Cherry di mana sekarang" Jawab Ardi.
Randi menutup leptop Ardi. Ardi menatap Randi karena sudah menutup leptopnya.
"Ada aku kenapa harus susah susah mencarinya di situ. Lagian Aksa lebih hebat dari kamu, kamu tidak akan menemukannya" Ucap Randi.
Randi mengambil bolpoin dan berkas Dewa yang ada di meja. Dia menuliskan alamat rumah Aksa dan Cherry yang saat ini mereka tinggali.
"Nih, alamatnya. Tapi ingat jangan melakukan hal bodoh. Kalian harus datang dan tanya baik baik pada Cherry. Jangan main kekerasan" Ucap Randi.
Ardi mengangguk dengan penjelasan Randi. Namun berbeda dengan Dewa. Dia tampak emosi dan tidak sabaran.
Setelah membicarakan soal Cherry, mereka pun ganti membahas tentang pekerjaan. Randi dan Ardi serius fokus pada kerjaan, sedangkan Dewa fokus menatap alamat rumah yang kini di tempati Cherry.
"Tunggu aku sayang, aku akan membawa kamu kembali" Guman Dewa dalam hati.
Dewa bangkit dari duduknya. Dia berjalan ke arah kursi kerjanya untuk mengambil jasnya.
"Kamu mau ke mana?" Tanya Ardi.
"Ada urusan. Kalian selesaikan saja pekerjaan kalian" Ucap Dewa melangkah pergi keluar dari kantornya.
# Selamat membaca ya kak
# Terima kasih banyak
__ADS_1
🙏🙏🙏😊😊😊