
...Nex partnya mau lagi nggak nih?...
...Kalau partnya ini suka nggak?...
...Harus komen ya.......
...Mamak mau minta maaf nih kalau ada typo banyak....
...Kalau suka dan seru dengan novelnya, jangan lupa ajak teman temannya buat baca juga 🤭...
...Salam sayang dari mamak Diyah...
...See you nex part ❤...
●
●
●
Dewa mengangguk pelan. Dia ingin menggendong Cherry namun karena tubuhnya yang gemetaran dia terjatuh lagi.
"Biar aku yang gendong" Ucap Ardi yang mengambil alih Cherry dari pelukan Dewa.
Dia menggendong Cherry ke arah kamar milik Dewa yang ada di dalam club. Dewa masih belum mamapu bangkit dari duduknya. Dia benar benar masih tidak percaya kalau dirinya telah memukul wajah Cherry hingga pingsan.
"Maafkan aku Cherry " Ucap Dewa menangis menyesal.
Dewa tidak berani menghampiri Cherry. Namun dia sangat penasaran dengan keadaan Cherry sekarang. Dia memberanikan diri untuk ke kamar melihat keadaan Cherry. Saat akan mambuka pintu kamar, dia mendengar suara tangisan Cherry.
"Aku tidak menemui kakak Ardi. Aku hanya ingin mengantar dia saja ke bandara. Kakak juga tidak tau jika aku mengikutinya" Ucap Cherry menangis.
"Aku memang berbohong tapi iru semua karena kau tidak mau melihat dia marah. Aku sudah janji tidak menemui kakak, tapi aku hanya ingin melihat kakak dari jauh. Itu saja" Ucap Cherry menangis.
"Iya aku tau apa yang kamu rasakan sekarang. Tapi kamu salah karena tidak jujur dengan Dewa. Harusnya kamu bisa bicara baik baik dengan dia. Dia tidak sekeras yang kamu pikirkan. Hanya saja dia memang paling benci dengan kebongan" Jelas Ardi.
"Untuk kedepannya cobalah bicara baik baik dengan dia. Lakukan apapun yang membuat dia bahagia. Dia pasti akan menuruti keinginan kamu." Ucap Ardi.
"Sekarang hapus air mata kamu. Aku akan panggil dia ke sini. Cobalah untuk bicara baik baik dengan dia" Ucap Ardi. Cherry pun mengangguk. Dia menghapus air mata perlahan.
"Aku keluar dulu ya" Pamit Ardi.
__ADS_1
"Iya" Jawab Cherry.
Mendengar Ardi mau keluar, Dewa segera kembali ke tempatnya tadi. Dia tidak ingin Ardi tau bahwa dia tadi beradadi sana dan mendengar semuanya.
"Masuk lah dan temui Cherry. Tapi untuk kali ini aku harap kamu tidak main tangan dengan Cherry. Jika kamu tidak ingin kehilangan dia" Ucap Ardi yang menghampiri Dewa.
"Aku tau" Jawab Dewa mendorong tubuh Ardi untuk ia berjalan ke kamar menemui Cherry.
Dewa berjalan ke arah kamar. Dia berhenti sejenak saat akan membuka pintu kamar yang di pakai Cherry. Dewa menghela nafasnya lalu membuka pintu kamar dan masuk ke dalam kamar.
Dewa duduk dipinggiran kasur dan melihat Cherry yang tertunduk sedih.
"Apa pipi mu sakit?" Tanya Dewa datar. Cherry mengangguk tanpa berani menatap mata Dewa.
"Apa kamu takut padaku?" Tanya Dewa lagi. Cherry menggelengkan kepalanya.
"Kemari lah" Ucap Dewa merentangkan tangannya. Cherry perlahan ke arah Dewa. Dewa meraih tubuh Cherry lalu memeluknya.
Di dalam pelukan Dewa, Cherry sudah tidak bisa membendung air matanya lagi. Dia menangis dalam pelukan Dewa. Dewa mengusap punggung Cherry lembut.
"Maaf karena aku tidak bisa mengontrol emosiku. Aku sungguh tidak sengaja memukul mu tadi" Ucap Dewa lirih.
"Maafkan aku" Ucap Dewa lembut.
"Aku janji tidak akan melukaimu lagi" Ucap Dewa.
"Aku akan minta orang untuk mengambil mengompres agar bengkaknya tidak membesar" Ucap Dewa yang ingin bangkit dari duduknya. Namun ia urungkan ketika Cherry menahan tangannya.
"Jangan pergi" Ucap Cherry lirih. Dewa kembali duduk di depan Cherry. Cherry masih takut menatap mata Dewa jadi dia terus menunduk.
"Bicaralah, jangan menunduk terus" Ucap Dewa.
"Aku memang bohong, aku tau aku salah. Aku minta maaf" Ucap Cherry kembali menangis.
"Aku hanya melihat kakak dari jauh. Aku tidak menemuinya" Imbuh Cherry menangis.
"Aku tidak akan semarah ini jika kamu bicara jujur dengan ku. Aku tidak membenci kakak kamu. Tapi aku masih kecewa dengan dia karena masalah dulu." Ucap Dewa.
"Seharusnya aku bicara alasan aku melarang kamu menemui kakak kamu agar kamu tidak salah paham padaku" Ucap Dewa.
"Dia sudah berselingkuh dengan mantan kekasihku, bahkan dia juga tau jika mantan kekasihku itu masih memiliki hubungan dengan ku. Sebab itu aku masih belum bisa memaafkan dia" Ucap Dewa.
__ADS_1
"Aku takut jika saat bersama kamu dan bertemu dengan dia, aku tidak bisa menahan amarah ku. Makannya aku melarang kamu bertemu dengan kakak kamu. Maafkan aku karena tidak bicara sejak awal ke kamu" Ucap Dewa.
Dewa menyentuh wajah Cherry lembut. Dia menarik wajah Cherry agar Cherry mematapnya.
"Jangan menangis lagi, aku tidak ingin mihat air matamu keluar" Ucap Dewa menghapus air mataCherry.
"Tunggu di sini, aku ambil kompresan dulu untuk kamu" Ucap Dewa dan di angguki oleh Cherry.
Dewa berjalan keluar dari kamar. Dia memgambil es batu dan juga handuk untuk mengompres luka Cherry. Setelah mendapatkan apa yang ia perlukan, Dewa kembali ke kamar. Dia menaruh mangkuk di atas meja lalu menempelkan handuk yang sudah ia isi dengan es batu untuk mengompres luka lebam Cherry.
"Tidur lah, aku akan di sini menemani kamu" Ucap Dewa.
"Iya" Jawab Cherry. Dewa membantu Cherry untuk merebahkan diri. Dia berbaring di sebelah Cherry dan memeluk tubuh Cherry.
Ke esokan harinya.
Cherry di ajak oleh Dewa ke kantornya, dia memang sengaja mengajak Cherry karena dia ingin selalu bersama Cherry. Saat Cherry dan Dewa masuk ke dalam ruangan Dewa, Ardi bangkit dari duduknya.
"Cherry, bagaimana keadaan kamu? Apa lukanya masih sakit?" Tanya Ardi.
"Dia sudah baik baik saja. Sana kembali ke tempat kamu" Ucap Dewa.
"Hei Cherry, jika dia melukai mu lagi. Kamu bisa mencariku" Ucap Ardi.
"Tidak akan pernah jadi simpan saja mimpimu itu" Ucap Dewa.
Ardi tersenyum lalu berjalan keluar dari ruangan Dewa. Dewa berbalik dan melihat Cherry yang sudah duduk di kursi kerjanya.
"Lakukan apa yang kamu suka. Jika ingin sesuatu bilang saja" Ucap Dewa.
"Iya" Jawab Cherry. Luka lebam di wajah Cherry kini ia tutupi dengan perban. Walaupun terlihat aneh namun dia tetap menutupinya agar tidak ada yang tau luka yang ia dapat itu dari Dewa.
"Ya sudah, aku ke ruang rapat dulu" Pamit Dewa. Cherry mengangguk, lalu Dewa mencium kening Cherry dan keluar dari ruangannya meninggalkan Cherry.
Dewa dan Ardi melakukan rapat penting di ruang rapat. Sedangkan Cherry berada di ruangan Dewa, dia kebosanan karena tidak melakukan apa apa. Cherry mulai beranjak dari kursi kerja Dewa. Dia berjalan jalan melihat lihat isi ruangan Dewa.
# Selamat membaca ya kak
# Terima kasih banyak
🙏🙏🙏😊😊😊
__ADS_1