
"Apa kamu tidak memiliki perasaan apapun pada ku Dewa? Dari apa yang telah kita lalui bersama, kamu selalu perhatian dengan ku dan kamu selalu ada untuk ku di saat yang tepat" Guman Cherry.
"Apakah pernah terlintas di benak kamu untuk berhubungan serius dengan ku? Apa kamu juga memiliki perasaan yang sama seperti apa yang aku rasakan sekarang?" Tanya Cherry.
"Tapi sepertinya itu tidak mungkin. Banyak wanita yang lebih baik dari aku yang selalu ada di sekeliling kamu. Bahkan mereka mampu melakukan apapun untuk bersama kamu. Sedangkan aku?"
"Aku hanya anak kecil yang sempat kamu tolong. Kita hanya sebuah timbal balik dalam urusan kerjaan. Aku hanya singgahan bagi kamu dan aku pun menyadarinya sekarang"
"Mulai sekarang aku akan menjauh dari kamu Dewa. Aku akan melupakan semuanya. Aku akan mengubur perasaan ini untukku sendiri" Guman Cherry.
Cherry mengangkat kepala Dewa perlahan. Dia menaruh bantal sofa untuk Dewa pakaia.
"Selamat tinggal Dewa, aku mencintai kamu" Guman Cherry dalam hati.
Cherry mencium kening Dewa pelan dan penuh perasaan.
"Aku pergi Dewa" Ucap Cherry tersenyum paksa.
Cherry keluar dari kamar Dewa, sebelum dia menutup pintu kamar Dewa, dia melihat Dewa yang tertidur lelap di atas sofa. Cherry menutup pintu kamar Dewa lalu pergi dari vila Dewa.
Sebelum keluar dari vila, Cherry menitipkan ponselnya pada pembantu Dewa. Dia tidak tega jika harus mengembalikan sendiri posel itu. Dia takut jika dia tidak mampu menjauh dari Dewa.
Cherry berjalan menyusuri jalanan yang sepi untuk menuju ke rumahnya. Sebelum kulang dia memilih untuk jalan jalan dulu agar suasana hatinya tenang. Setelah gelap, Cherry memutuskan untuk pulang.
"Aku pulang" Ucap Cherry yang masuk ke dalam rumahnya.
"Dari mana kamu?" Tanya Randi yang sudah menunggu kepulangan Cherry di ruang tamu.
"Pulang kerja lah, memangnya dari mana lagi?" Tanya balik Cherry.
"Di mana kamu kerja?" Tanya Randi tegas.
"Kakak kenapa sih? Kok mulai begitu lagi?" Tanya Cherry marah.
Brack
Randi melemparkan map besar ke arah Cherry. Map itu berisi tentang berkas berkas Cherry dari sekolahnya.
"Sejak kapan kamu keluar dari sekolah?" Tanya Randi.
"Kakak dapat ini dari mana?" Tanya Cherry.
"Jawab kakak Cherry" Bentak Randi marah. Cherry sampai takut ketika melihat Randi marah karena selama ini Randi tidak pernah semarah itu dengannya.
__ADS_1
"Kak, aku bisa jelaskan semuanya" Ucap Cherry menghampiri Randi.
"Apa benar yang mereka bilang Cherry?" Tanya Randi lirih.
"Kak..." Ucap Cherry.
"Apa benar barang barang yang kamu miliki semuanya asli dan mahal?" Tanya Randi.
"Apa benar kamu melakukan itu demi barang barang mewah itu?"
"Atau......."
"Atau demi kakak kamu menjual diri kamu?" Tanya Randi.
"Kak" Teriak Cherry.
Aku mohon hentikan" Ucap Cherry menangis.
"Jadi benar? Kamu melakukan hal memalukan itu karena kakak? Karena luka kakak ini kamu sampai melakukan itu" Ucap Randi pun menangis.
"Tidak kak, ini tidak seperti yang kakak pikirkan" Ucap Cherry menangis.
"Jadi ini semua salah kakak kan Cher? Gara gara kakak kamu harus kehilangan masa depan kamu? Gara gara ulah kakak kamu harus melaya.... arhgt" Teriak Randi menangis.
"Tidak seperti itu kak" Ucap Cherry menghampiri Randi. Dia berlutut di depan Randi yang duduk di sofa.
"Maafkan Cherry kak" Ucap Cherry menangis.
Randi pun menangis, dia menyesal dengan apa yang telah ia lakukan hingga membuat adik satu satunya harus merelakan masa depannya demi kesembuhan dirinya.
"Cherry adikku, maafkan kakak" Ucap Randi menangis. Dia memeluk tubuh Cherry erat.
"Maafkan kakak Cherry" Ucap Randi menangis. Cherry juga menangis dalam pelukan Randi.
Ke esokan harinya.
Cherry hari ini akan mulai mencari kerja. Dia sudah meyakinkan dirinya kalau dia akan melepaskan Dewa dan mulai hidup mandiri.
"Kamu yakin mau mencari kerja? Apa tidak sebaiknya kamu sekolah lagi saja?" Tanya Randi khawatir.
"Tidak apa apa kak. Aku mau cari kerja saja. Walaupun nanyinya gajinya tidak banyak tapi lebih baik dari lada harus ke sekolah itu lagi" Ucap Cherry.
"Tapi mereka masih memberi kamu satu kesempatan lagi Cherry. Jika kamu mau kembali, mereka akan mengembalikan beasiswa mu lagi" Ucap Randi.
__ADS_1
"Bohong jika aku bilang tidak ingin sekolah kak, tapi jika kembali ke sekolah itu aku tidak ingin lagi kak. Maafkan aku kak tapi tolong mengertilah" Ucap Cherry.
"Baik lah jika memang itu yang kamu putuskan. Kakak tidak akan memaksa kamu lagi" Ucap Randi.
"Terima kasih kak" Ucap Cherry tersenyum dan memeluk Randi. Randi mengangguk pelan.
Cherry melepaskan pelukannya. Dia mencium pipi Randi lalu berjalan keluar dari rumahnya untuk mencari kerja.
Cherry berjalan ke arah pertokoan yang ada di pinggir jalan raya. Dengan penampilannya yang menarik dengan sekali datang ke toko dia sudah di terima kerja.
Cherry tampak bahagia ketika keluar dari toko. Dia selalu tersenyum dan berjalan pulang. Mulai besuk dia sudah bisa bekerja di toko.
"Cherry" Ucap Randi yang melihat senyuman bahagia dari Cherry.
Randi baru saja akan berangkat ke warung makan. Dia melihat wajah Cherry yang habagia dari kejauhan.
Namun senyuman Cherry menghilang ketika sebuah mobil mewah menghampirinya.
"Siapa yang menghampiri Cherry?" Guman Randi.
Tak lama seorang pria yang cukup tampan keluar dari mobilnya. Dia memakai kaca mata hitam dan mengajak Cherry masuk ke dalam mobilnya.
"Siapa dia, apa Cherry mengenalnya? Kenapa Cherry masuk ke dalam mobilnya?" Guman Randi.
Randi ingin mengejar Cherry namun mobil mewah itu lebih dulu melaju sebelum Randi mendekat ke sana.
Di mobil, Cherry diam melihat keluar jendela. Dia saat ini berada di dalam mobil Ardi. Cherry tau pasti Dewa yang menyuruh Ardi untuk menjemputnya.
"Kenapa kamu pergi tanpa pamit pada Dewa, apa kamu tau jika apa yang kamu lakukan itu bisa mambuatnya menggila" Ucap Ardi.
"Memangnya aku bisa pergi ke mana lagi jika ada orang hebat yang selalu menemukan aku di mana pun" Ucap Cherry.
"Maka dari itu jangan membuatku susah Cherry, aku sudah sangat banyak mempunyai pekerjaan jadi jangan tambah pekerjaan ku dengan ulah kamu itu yang kekanak kanakan" Ucap Ardi.
"Memangnya aku harus bagaimana lagi? Ini lah diri ku, aku memang masih anak anak. Umurku saja baru 18 tahun, lalu kamu mau aku bagaimana?" Tanya Cherry marah.
"Hah, aku malas berdebat dengan kamu. Nanti kamu sendiri yang bicara dengan bayi besarmu itu. Aku sudah lelah sejak pagi ini dia terus marah marah tidak jelas" Ucap Ardi. Ardi menghentikan mobilnya tepat di depan kantor Dewa. Cherry turun dari mobil Ardi.
# Selamat membaca ya kak
# Terima kasih banyak
😊😊😊🙏🙏🙏
__ADS_1