Terjerat Cinta Dua Mafia

Terjerat Cinta Dua Mafia
43


__ADS_3

...Hai hai hai......


...Selamat pagi, siang, sore, malam......


...Untuk para pembaca setia, mamak Diyah mau mengucapkan terima kasih banyak atas dukungannya......


...Jangan bosan bosan untuk terus mendukung karya mamak Diyah ya.......


...Selamat membaca...😊...





Mendengar jawaban Dewa dan Ardi membuat Loli kebingungan. Randi mengusap kepala Loli karena gemas.


"Mereka kekasih Cherry. Cherry yang egois ini tidak rela melepaskan salah satu dari mereka. Jadi sebab itu juga mereka jadi kekasihnya" Jelas Randi.


"Tapi jangan pernah mengikuti jejaknya karena aku tidak akan pernah menyetujuinya" Imbuh Randi tegas.


"Bilang saja iri" Celetuk Cherry.


"Kamu serius Cher? Mereka pacar kamu?" Tanya Loli yang masih tidak percaya.


"Ya begitu lah" Jawab Cherry tersenyum.


"Hebat" Ucap Loli menggelengkan kepalanya.


Akhirnya mereka berbincang bincang sampai malam.


"Sudah malam, kita harus pulang" Ucap Randi


"Kok pulang?" Tanya Cherry yang tidak rela Loli pulang.


"Mereka pengantin baru, wajar jika mereka ingin pulang" Ucap Dewa.


"Ohhhhh bagitu" Ucap Cherry tersenyum dengan menaik turunkan alisnya menatap ke arah Randi.


"Seperti kamu tidak tau saja. Bakan kamu dua sekaligus" Ucap Randi yang kini menggoda Cherry.


Mendengar ucapan Randi membuat Cherry terbelalak. Dia menatap Loli yang tersenyum melihat tingkah Cherry dan Randi.


"Boleh juga itu di coba. Kita belumpernah main bertiga" Ucap Dewa sedangkan Ardi hanya tersenyum dengan ucapan Dewa.


Plack


Cherry memukul bahu Dewa.


"Jangan gila kamu" Ucap Cherry.


"Hei, istri ku masih polos" Ucap Randi yang menutup kedua telinga Loli. Loli tertawa dangan tingkah Randi itu.

__ADS_1


"Sudah sana pulang, kakak bisa gila jika di sini kelamaan" Ucap Cherry mendorong tubuh Randi keluar dari vila.


"Kami pulang dulu" Pamit Randi dan di angguki oleh Dewa serta Ardi.


Setelah kepergian Randi dan Loli, mereka kembali masuk ke dalam rumah.


"Sayang kamu tidak mau mencoba untuk main bertiga?" Tanya Dewa menyandarkan kepalanya ke bahu Cherry.


"Jangan harap, melayani satu saja sudah membuat ku tidak bisa turun dari ranjang apa lagi jika sampai kalian berdua" Ucap Cherry.


"Kita coba saja dulu" Ucap Ardi.


"Tidak akan. Malam ini tidur di kamar kalian sendiri" Ucap Cherry berlari naik tangga menuju kamarnya. Dia mengunci pintu kamar rapat agar Ardi dan Dewa tidak bisa masuk ke dalam kamarnya.


Hari berikutnya.


Cherry dan Dewa datang ke camp mereka. Cherry memaksa ikut untuk melihat keadaan Nada yang waktu itu di sekap oleh Ardi.


"Kamu yakin tidak apa apa?" Tanya Dewa khawatir.


"Aku ingin tau apa yang membuat dia lakukan itu kadahal aku sudah anggap dia seperti saudara ku sendiri" Ucap Cherry tegas.


"Baik lah jika kamu sudah memutuskannya. Aku akan bawa kamu ke sana" Ucap Dewa dan di angguki Cherry.


Cherry dan Dewa turun dari mobil, mereka berjalan masuk ke dalam camp untuk menemui Ardi yang sudah menunggu mereka di sana.


Saat Cherry masuk bersama Dewa, anak buah Dewa menatap Cherry kagum karena selama ini Cherry lah wanita pertama yang di ajak Dewa ke camp mereka.


"Kalian sudah datang" Ucap Ardi yang bangkit dari duduknya.


"Ikut aku" Ucap Ardi. Cherry mengikuti Ardi masuk ke sebuah ruangan yang pengap dan lembap. Di sana dia melihat Nada yang terikat tangan dan kakinya oleh tali yang cukup besar.


Cherry menghampiri Nada. Dia melihat keadaan Nada yang sudah lemas dan kucal.


"Ngapain kamu di sini? Apa kamu ingin mentertawakan aku?" Tanya Nada tersenyum licik.


"Kenapa harus kamu Nada? Kenapa kamu tega mengabarkan foto foto ku saat di sekolah dulu? Apa salah ku Nada?" Tanya Cherry.


Cherry sudah tau bahwa Nada lah yang mneybarkan foto fotonya saat hampir di perkosa oleh pemilik club waktu itu. Dia tidak menyangka bahwa Nada akan sekejam itu padanya.


"Bukan kah kamu tau kenapa aku melakukan itu Nada? Bukan kah demi kamu aku melakukan itu Nada. Kenapa kamu tega dengan ku" Teriak Cherry marah besar.


"Aku menyelamatkan kamu dari mereka Semua dengan cara menyerahkan tubuh ku Nada" Teriak Cherry.


"Kenapa kamu tega" Ucap Cherry yang sudah emosi dengan ulah Nada.


"Kamu ingin tau kenapa aku melakukanya bukan? Karena semua ini salah kamu Cherry " Ucap Nada.


"Aku sudah lama mengincar Aksa sejal pertama kali aki kerja di kafe itu. Tapi setelah kamu datang, dia tertarik dengan kamu. Padahal aku yang sudah lebih dulu mendekati dia. Tapi kenapa kamu yang dia sukai" Ucap Nada marah.


"Aksa?" Tanya Cherry


"Siapa dia?" Tanya Cherry lagi.

__ADS_1


"Nama pemilik club malam itu bernama Aksa. Dia masih dalam pencarian kami karena dia menyelundupkan barang terlarang ke dalam kapal pesiar kami hingga kami mengalami kerugian yang sangat besar" Jelas Ardi.


"Jadi pemilik club itu bernama Aksa?" Ucap Cherry.


"Iya, kami sudah menyelidikinya" Jawab Dewa.


"Kerena kerugian kapal kalian cukup besar, maka biarkan Nada saja yang bekerja di sana untuk menggantikan kerugiannya" Ucap Cherry berbalik dan berjalanke arah Dewa dan Ardi.


"Kamu yakin? Dia bisa saja di lecehkan di kapal itu" Ucap Dewa.


"Untuk apa aku kasihan dengan orang yang tidak bisa berterima kasih. Jika dia ingin menghancurkan aku maka aku akan menghancurkannya lebih dulu" Ucap Cherry duduk di kursi menatap Nada yang terikat.


"Kamu terima saja apa yang akan manjadi hukuman buat kamu. Karena hanya kematian yang bisa menolongmu. Bahkan kamu akan memilih lebih baik mati dari pada hidup" Ucap Cherry pada Nada.


Dewa dan Ardi tersenyum melihat Cherry yang bisa sekejam itu padahal orang yang ia hadapi adalah temannya sendiri.


"Baik lah jika itu yang kamu inginkan" Ucap Dewa.


"Lakukan apa yang di katakan Cherry. Minta anak buah mu untuk terus mengawasi dia saat di kapal. Jangan biarkan dia bunuh diri sampai hukumannya selesai" Ucap Dewa


"Baik" Jawab Ardi.


Cherry dan Dewa keluar dari ruangan itu. Mereka duduk di ruangan milik Dewa.


"Aku ingin lihat hasil penyelidikan kalian mengenai Aksa" Ucap Cherry.


"Bawakan berkasnya" Ucap Dewa pada anak buahnya.


"Baik tuan" Jawab anak buah Dewa.


Cherry merebahkan dirinya di atas sofa dengan paha Dewa sebagai bantalannya.


"Apa aku terlalu kejam dengan dia?" Tanya Cherry.


"Tidak, bahkan aku saja ingin menghabisinya saat itu juga" Ucap Dewa.


"Aku kasihan dengan dia, tapi dia sudah kejam padaku" Ucap Cherry.


"Jangan di pikirkan lagi. Semuanya akan segera selesai" Ucap Dewa mengusap lembut kepala Cherry.


"Ini berkasnya tuan" Ucap anak buah Dewa.


"Kamu boleh pergi" Ucap Dewa.


"Baik tuan" Jawan anak buah Dewa.


Dewa memberikan berkas tersebut kepada Cherry.


"Baca lah" Ucap Dewa.


# Selamat membaca ya kak


# Terima kasih banyak

__ADS_1


😊😊😊🙏🙏🙏


__ADS_2