Terjerat Cinta Dua Mafia

Terjerat Cinta Dua Mafia
45


__ADS_3

...Nex partnya mau lagi nggak nih?...


...Kalau partnya ini suka nggak?...


...Harus komen ya.......


...Mamak mau minta maaf nih kalau ada typo banyak....


...Kalau suka dan seru dengan novelnya, jangan lupa ajak teman temannya buat baca juga 🤭...


...Salam sayang dari mamak Diyah...


...See you nex part ❤...





"Aku akan mengantar kamu dulu" Ucap Randi.


"Tidak apa apa kak biar aku beli sendiri saja" Ucap Loli.


"Memangnya apa yang ingin kamu beli?" Tanya Randi.


"Itu.. em .. pembalut iya aku mau beli pembalut dulu" Jawab Loli tersenyum.


"Jangan membohongi ku Loli. Kamu baru saja membelinya kemarin bersama ku" Ucap Randi.


"Katakan kenapa kamu ingin pergi?" Tanya Randi.


"Aku tidak ingin melihat kamu dengan dia" Jawab Loli tertunduk.


"Sudah ku duga" Ucap Randi.


"Loli ingat lah bahwa kamu sudah menikah dengan ku. Kamu adalah istri ku dan kamu berhak atas semua yang ada dalam diriku. Kamu istri ku Loli. Jika kamu tidak mengijinkan aku menemui dia maka aku tidak akan melakukannya" Ucap Randi.


"Apa aku boleh melakukan itu?" Tanya Loli


"Tentu saja sayang, karena kamu istri ku" Jawab Randi.


"Kalau begitu jangan temui dia. Aku tidak mau melihat kakak dengan dia lagi" Ucap Loli.


"Iya sayang. Begitu lah jika kamu tidak suka. Jangan kamu yang kabur tapi harusnya kamu yang mencegah" Ucap Randi lembut.


"Iya kak" Jawab Loli tersenyum.


"Ayo kita pulang, tidak usah hiraukan dia ya" Ucap Randi dan di angguki oleh Loli.


Randi dan Loli berjalan ke arah rumah mereka. Randi merangkul bahu Loli dan sampai lah mereka di depan gerbang rumah mereka.


"Randi, ini benar kamu?" Ucap Jihan.

__ADS_1


"Iya, tapi aku tidak ada urusan dengan kamu" Ucap Randi dingin.


"Randi tunggu, aku ingin kembali dengan kamu" Ucap Jihan.


"Maaf Jihan, tapi aku sudah menikah. Bahkan aku sudah memiliki istri yang sangat sempurna bagi ku" Ucap Randi.


"Ayo sayang kita masuk" Ucap Randi tersenyum lembut pada Loli.


Saat mereka masuk ke dalam rumah, Loli melihat ke arah Jihan. Dia merasa kasihan dengan Jihan yang terlihat ketakutan.


"Apa tidak sebaiknya kita menolongnya kak, dia terlihat ketakutan" Ucap Loli khawatir.


"Itu bukan urusan kita Loli. Jangan pikirkan dia" Ucap Randi.


"Tapi kak.."


"Cukup, ayo masuk dan makan makanan yang sudah kita beli, aku lapar sekarang" Ucap Randi.


"Iya kak" Jawab Loli.


Di luar rumah Jihan masih tampak ketakutan. Dia berjalan pergi dari rumah Randi karena Randi sudah tidak bisa ia bujuk.


Jihan kembali ke rumahnya dengan berjalan kaki. Cukup lama dia jalan dari rumah Randi ke rumahnya.


"Kenapa hidup ku seperti ini sekarang? Dewa membuangku dan sekarang Randi sudah menikah. Lalu aku bagaimana? Hutang ku menumpuk, aku di kejar kejar rentenir. Aku harus bayar hutang hutang itu pakai apa?" Guman Jihan yang kini berjalan di pinggir jalan.


"Hei Jihan, berhenti kamu" Teriak rentenir yang mengejar ngejar Jihan.


Namun saat sampai di sebuah jembatan, Jihan sudah terkepung. Di depannya sudah ada rentenir lain yang juga mengejar dia.


"Arght, kenapa hidup ku sesial ini sih" Ucap Jihan.


"Berhenti di sana kamu Jihan. Sudah cukup kamu kabur dari kami. Sekarang ikut dengan kami atau kami akan membuat mu semakin menderita" Ancam rentenir.


"Aku belum punya uang" Ucap Jihan.


"Kalau begitu kamu ikut dengan ku" Ucap rentenir.


"Tidak akan, aku sudah banyak membayar mu. Kenapa kalian terus mengajar ku?" Teriak Jihan.


"Kamu yang meminjam uang pada kami, tapi kamu tidak membayarnya. Kamu pikir kami orang tua kamu yang bisa menghidupi kamu" Ucap rentenir.


"Aku benar benar tidak punya uang" Ucap Jihan.


"Kalau begitu ikut dengan kami. Kamu bisa membayarnya dengan menjual tubuh mu itu" Ucap rentenir lagi.


"Tidak akan" Teriak Jihan. Jihan melihat ke belakang tubuhnya. Dia melihat sungai yang sangat deras dan terlihat berbahaya.


"Jangan coba coba untuk melompat Jihan. Kamu akan mati jika kamu melonpat ke sana"


"Ayo ke mari dan ikut aku" Ucap rentenir melambaikan tangannya.


"Jangan mendekat atau aku akan melompat ke sungai itu" Ancam Jihan.

__ADS_1


"Jangan gila deh Jihan. Jika kamu mati, kamu masih membawa dosa besar karena berhutang. Tuhan kamu tidak akan menerima kamu. Cepatlah kemari" Ucap rentenir.


"Tidak" Teriak Jihan. Para rentenir otu semakin maju melangkahkan kaki mereka. Jihan naik ke pembatas jembatan lalu terjun ke dalam sungai yang deras.


Para rentenir hanya melihat dari atas. Tak lama badan Jihan mulai mengapung di permukaan sungai.


"Hilang sudah uang kita" Ucap rentenir. Lalu para rentenir pun pergi begitu saja dari jembatan meninggalkan mayat Jihan yang terapung menyusuri sungai terbawa arus yang cukup deras.


Hari berikutnya. Randi dan Loli sedang menonton tv. Mereka melihat siaran berita yang memberitak penemuan mayat di sungai yang tidak jauh dari rumah mereka.


"Sungai itu kan sangat deras airnya" Ucap Loli.


"Iya, memangpas jika untuk bunuh diri" Ucap Randi.


"Ih kak Randi kok begitu bicaranya. Tidak baik tau bicara seperti itu" Ucap Loli.


"Iya iya sayang maaf" Ucap Randi lembut.


Randi menarik tubuh Loli lalu membawanya ke dalam pelukannya.


"Aku mau makan" Ucap Randi.


"Kamu lapar lagi? Lepaskan kalau begitu, biar aku masakkan makanan untuk kamu" Ucap Loli.


"Mau makan kamu" Ucap Randi.


"Kak Randi jangan begitu ah" Ucap Loli malu.


"Kenapa? Malu?" Tanya Randi yang menggoda Loli


Randi menidurkan Loli di atas sofa yang ia duduki tadi. Dia mulai mencium bibir mungil Loli dan mulai melancarkan aksinya.


"Di ketahui identitas dari mayat tersebut adalah Jihan Audina. Seroang wanita muda yang di duga terlilit hutang hingga tidak mampu memebayarnya."


"Kak hentikan, itu mayat Jihan mantan kamu kan?" Tanya Loli yang mendorong tubuh Randi.


"Kalau iya memangnya kenapa? Lagian kita tidak ada urusannya dengan dia" Ucap Randi


"Ayo lanjutkan lagi" Ucap Randi.


"Tapi kak.....ummmh" Ucapan Loli terhenti ketika Randi mencium bibirnya lagi. Loli melingkarkan tangannya ke leher Randi dan mulai menikmati permainan Randi.


Di tempat lain, Aksa sedang berada di kamarnya. Dia sedang mencetak foto terbaru Cherry dari ponsel Cherry yang ia retas.


"Kamu sangat cantik Cherry. Aku sudah tidak sabar bertemu dan memiliki kamu" Ucap Aksa tersenyum.


Aksa sudah benar benar tergila gila dengan Cherry. Sejak ia melihat Cherry di clubnya, dia sudah jatuh hati pada Cherry. Dia sengaja menangkap Cherry dengan alasan membuat keributan. Namun sebenarnya dia ingin memiliki Cherry dengan berbagai cara.


# Selamat membaca ya kak


# Terima kasih banyak


🙏🙏🙏😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2