Terjerat Cinta Dua Mafia

Terjerat Cinta Dua Mafia
08


__ADS_3

Dewa tersenyum melihat tingkah manja Cherry. Dia merasa hidupnya lebih berwarna sejak kadatangan Cherry ke dalam hidupnya.


Dewa mulai melajukan mobilnya keluar dari area vila. Dia melajukan mobilnya ke area pusat kota untuk mencari makanan yang Cherry inginkan.


"Kamu mau keluar atau akuyang belikan?" Tanya Dewa.


"Ikut kaluar, tapi gendong" Ucap Cherry tersenyum.


"Hah, baik lah" Jawab Dewa. Dewa kembali menggendong Cherry di punggungnya.


Tanpa rasa malu Dewa terus menggendong Cherry untuk menuju ke tempat makan yang Cherry inginkan.


"Apa kamu tidak malu menggendong ku?" Tanya Cherry memeluk leher Dewa.


"Tidak, kenapa aku harus malu?" Tanya Dewa balik.


"Apa kamu tidak sadar, setiap orang yang kamu lewati menatap kamu dengan tatapan aneh" Ucap Cherry.


"Biarkan saja, mungkin mereka juga menginginkan hal yang sama tapi tidak mampu" Jawab Dewa mengejek.


"Itu, itu ada penjual nasi goreng" Ucap Cherry kegirangan.


"Iya iya tenang" Ucap Dewa.


Dewa mendudukkan Cherry di bangku lalu dia memesan nasi goreng yang di inginkan Cherry.


"Pak nasi gorengnya 1 ya yang spesial" Ucap Dewa.


"Siap den, silahkan duduk dulu" Ucap penjual.


Dewa duduk di sebelah Cherry. Dia mengambil botol air lalu membukakannya untuk Cherry.


"Den, nasi goreng yang buat anaknya pedes atau tidak?" Tanya penjual.


"A....anak?" Ucap Dewa terkejut. Cherry yang mendengar ucapan penjual cekikikan menahan tawanya.


"Pedas sekali" Ucap Dewa yang marah karena Cherry mentertawakannya.


"Eh kok pedes sih" Ucap Cherry.


"Itu hukuman untuk kamu karena berani mentertawakanku" Ucap Dewa tegas.


Cherry hanya cemberut dengan ucapan Dewa. Dia memang berencana memesan nasi goreng yang cukup pedas. Tapi dia belum pernah datang ke sini jadi dia tidak tau tingkatan pedas di sini.

__ADS_1


Tak lama nasi goreng pesanan Cherry sudah jadi. Penjual mengantarkan makanan Cherry di meja depan Cherry. Cherry tampak sangat senang melihat nasi goreng yang telihat sangat menggiurkan itu.


"Cepat makan, aku lelah ingin istirahat" Ucap Dewa.


"Iya, sabar. Ini masih panas" Ucap Cherry. Cherry mulai makan nasi gorengnya.


"Hah pedas panas" Ucap Cherry kepedasan. Cherry meminum air putih yang sudah di bukakan Dewa tadi untuknya. Lalu dia kembali makan dan minum lagi. Seperti itu terus yang di lakukan Cherry karena dia kepedasan tapi dia juga merasa sangat enak nasi goreng di tempat itu.


"Hentikan Cher, jika sudah kepedasan jangan di makan" Ucap Dewa.


"Pedas tapi enak kok" Jawab Cherry kembali menyuap nasi gorengnya.


Dewa melihat wajah Cherry yang memerah akibat kepedasan. Dia mulai merasa bersalah karena ulahnya Cherry kepedasan. Apa lagi seharian ini Cherry tidak makan apapun.


"Hentikan Cher, wajah kamu sudah memerah. Ini pasti sangat pedas" Ucap Dewa.


"Tapi aku masih lapar" Ucap Cherry merengek.


"Kita pesan lagi yang tidak sepedas ini" Ucap Dewa.


"Pak pesan satu lagi, tapi jangan terlalu pedas" Ucap Dewa.


"Baik den" Jawab penjual.


Dewa celingukan mencari minuman yang bisa meredakan kepedasan Cherry.


"Kamu tunggu di sini" Ucap Dewa dan Cherry mengangguk.


Dewa berjalan ke arah penjual jus. Dia membelikan jus mangga untuk menetralisir pedas pada Cherry.


Saat sedang menunggu pesanan jus mangganya, Dewa mendengar kegaduhan di dekat Cherry. Dia melihat beberapa preman yang mabuk sedang mengancam penjual nasi goreng. Cherry ingin pergi dari tempat itu namun dia kurang cepat. Dia sudah di kepung oelh preman preman itu.


"Mau apa kalian?" Ucap Cherry ketakutan


Dewa sangat marah melihat Cherry yang di ganggu oleh preman preman itu. Dia melihat balok yang berada di samping penjual jus. Dia berjalan ke arah preman itu dengan balok kayu di tangannya.


Duack duack duack.


Dewa memukuli para preman dengan bakok itu. Cherry yang terkejut terkena darah dari para preman yang terkena pukulan dari Dewa.


Dewa tidak peduli dengan orang orang yang menatapnya takut. Sikap Dewa yang brutal dan tanpa balas kasih terus memukuli para preman hingga mereka babak belur.


"Dewa hentikan" Ucap Cherry. Namun Dewa tidak mendengar ucapan Cherry.

__ADS_1


"Dewa cukup" Teriak Cherry sangat keras dan barulah Dewa sadar dengan apa yang telah ia lakukan. Dia melempar balok kayu itu lalu berbalik menghampiri Cherry.


"Kamu tidak terluka kan? Mereka tidak menyakiti kamu kan?" Tanya Dewa khawatir memeluk erat tubuh Cherry.


"Aku tidak apa apa, ayo kita pulang" Ucap Cherry pelan.


"Iya" Jawab Dewa. Dewa melempar uang yang cukup banyak pada lara preman. Dia juga menaruh satu bedit uang di atas meja penjual nasi goreng. Lalu dia menggendong Cherry dan membawanya pergi dari tempat itu.


Cherry melihat wajah Dewa yang terkena darah dari para preman itu. Dia mengusap lembut wajah Dewa dengan lengan bajunya.


"Siapa kamu sebenarnya Dewa?" Guman Cherry.


"Aku Dewa, orang yang kamu kenal" Jawab Dewa. Dewa membuka pintu mobilnya lalu mendudukkan Cherry di bangku mobil.


Dewa bermari ke sisi lain dan dia masuk ke dalam mobil juga. Dia melajukan mobilnya pergi dari daerah itu. Cherry menatap Dewa yang sedang serius ke jalan raya.


"Siapa kamu sebenarnya Dewa? Jika melihat kamu bertarung seperti tadi, aku takut dengan kamu. Kami bahkan tidak bisa mengendalikan emosi kamu sendiri dan itu terlihat sangat jelas" Guman Cherry dalam hati.


Tak lama mereka sudah sampai di vila. Cherry turun dari mobil tanpa menunggu Dewa menggendongnya. Dia berjalan perlahan dengan menahan rasa sakit di bagian intimnya. Dewa menghela nafasnya, dia tau jika Cherry sedang menjaga jarak dengannya.


"Kelamaan" Ucap Dewa menggendong Cherry lalu membawa Cherry ke dalam kamarnya.


"Aku tau jika kamu takut dengan ku sekarang. Malam ini aku tidak tidur di kamar ini jadi kamu bisa tenang" Ucap Dewa setelah dia mendudukkan Cherry di ranjang.


Dewa kaluar dari kamar dan dia menuju ke ruang kerjanya. Dia memilih tidur di sofa dari lada harus bersama Cherry yang kini sedang menjauhinya.


"Kamu melihatku seperti itu saja sudah takut Cher. Lalu bagaimana jika kamu tau pekerjaanku yang sebenarnya? Mungkin kamu akan pergi dariku bahkan membenciku" Guman Dewa.


Ke esokan harinya.


Dewa bangun kesiangan. Dia berjalan ke kamar dan ternyata Cherry sudah berangkat ke sekolah.


"Cherry tadi berangkat ke sekolah naik apa?" Tanya Dewa pada pembantunya.


"Non Cherry jalan kaki tuan. Katanya mau naik bis saja" Jawab pembantu.


"Oh, ya sudah" Jawab Dewa.


Dewa masuk ke dalam kamrnya. Dia masuk ke dalam kamar mandi untuk membesihkan dirinya.


# Selamat membaca ya kak


# Terima kasih banyak kak

__ADS_1


🙏🙏🙏😊😊😊


__ADS_2