Terjerat Cinta Dua Mafia

Terjerat Cinta Dua Mafia
48


__ADS_3

...Nex partnya mau lagi nggak nih?...


...Kalau partnya ini suka nggak?...


...Harus komen ya.......


...Mamak mau minta maaf nih kalau ada typo banyak....


...Kalau suka dan seru dengan novelnya, jangan lupa ajak teman temannya buat baca juga 🤭...


...Salam sayang dari mamak Diyah...


...See you nex part ❤...





"Maaf tuan, kami sudah berpencar di area kampus nona, tapi kami tidak menemukan nona di sana" Jawab anak buah Dewa.


Plack


Dewa memukul anak buahmya satu persatu.


"Buat apa kalian mendapat gaji, jika mencari Cherry saja tidak becus" Ucap Dewa marah.


"Cari lagi kemanapun terserah kalian, kalian harus segera menemukan dia" Ucap Dewa marah.


"Baik tuan" Jawab anak buah Dewa.


"Arght, di mana kamu Cherry?" Teriak Dewa marah.


"Hentikan Dewa, kita tidak akan segera menemukan Cherry jika kamu terus memakai kekerasan." Ucap Ardi.


"Lalu aku harus bagaimana? Ini sudah berapa hari Cherry menghilang entah ke mana" Ucap Dewa.


Di saat bersamaan, Randi dan Loli sampai di vila Dewa. Mereka datang ke Vila Dewa karena Cherry tidak bisa di hubungi beberapa hari ini. Namun saat mereka sampai, mereka mendengar bahwa Cherry menghilang.


"Cherry menghilang? Apa maksudnya?" Tanya Randi terkejut.


Dewa dan Ardi seketika menoleh ke arah pintu utama. Mereka terkejut dengan kedatangan Randi dan Loli di vila.


"Maaf Randi, tapi Cherry menghilang sejak beberapa hari yang lalu. Kami sudah mencarinya, namun sama sekali tidak menemukan petunjuk tentang keberadaan Cherry" Jawab Ardi.


"Bagaimana bisa? Kalian orang orang hebat, kenapa kalian tidak bisa menemukan adikku?" Tanya Randi marah.


"Kak tenang lah, mereka sudah berusaha mencarinya, kakak tenang ya" Ucap Loli.


Ponsel Dews berdering. Dia melihat nomer baru yang sedang menghubunginya.


"Hali, siapa ini?" Tanya Dewa.

__ADS_1


"Cherry ada si tangan ku sekarang, dia sungguh sangat cantik hingga aku tak mampu menahan untuk mencicipinya" Ucap Aksa yang ternyata menghubunginya.


"Di mana kamu?" Tanya Dewa yang mulai marah, dia mengepalkan tangannya menahan amarahnya.


"Bukan kah kalian sangat hebat? Bahkan kalian mampu menyelidik hal pribadi ku" Ucap Aksa.


"Jangan menyentuh Cherry, atau kamu akan tau akibatnya" Ucap Dewa penuh penekanan.


"Hahahaha, semakin kamu menggila aku semakin ingin menyentuhnya" Ucap Aksa tertawa lepas.


"Aku tunggu kalian berdua sampai tengah malam. Jika kalian tidak datang, aku pastikan Cherry akan tinggal nama" Ucap Aksa lagi.


"Ingat hanya kalian berdua. Jangan mencoba membodohi ku, karena aku sudah mengawasi kalian sejak lama. Jadi aku tau segalanya tentang kalian" Ucap Aksa lagi.


Aksa mematikan panggilannya. Dia mengirimkan foto Cherry saat pertama kali dia menculik Cherry. Dewa yang menerima pesan dan mulai membuka pesan tersebut. Dia melihat Cherry yang pingsan di sebuah kamar.


"Argh"


Brack


Dewa melempar ponselnya ke tembok. Dia sangat marah karena melihat Cherry yang lemah tidak berdaya.


"Aku sudah menemukan lokasinya" Ucap Ardi.


"Ayo pergi" Ucap Dewa berjalan kaluar dari rumahnya.


"Biarkan aku ikut" Ucap Randi yang mencekal tangan Dewa.


"Ini bukan hal yang bisa kamu selesaikan, tetap di sini dan jangan pernah ikut campur" Ucap Dewa tegas. Lalu dia berjalan ke arah mobilnya.


"Apa aku minta tolong pada kakak ku?" Tanya Loli khawatir.


"Jangan dulu, kita lihat dulu keadaan selanjutnya" Ucap Randi.


"Semoga Cherry baik baik saja" Ucap Loki khawatir.


"Pasti, dia pasti baik baik saja" Ucap Randi untuk menguatkan dirinya sendiri.


Di vila Aksa.


Aksa menaruh obat tidur di dalam minuman Cherry. Dia ingin membawa Cherry untuk menghancurkan Dewa dan Ardi.


"Suruh Cherry habiskan minuman ini. Jangan sampai ada sisa" Ucap Aksa pada Juli asisten Cherry.


"Baik tuan" Jawab Juli. Dia sebenarnya berat hati untuk memberikan minuman itu pada Cherry. Namun jika dia tidak memberikannya, Aksa bisa lebih kejam pada Cherry agar Cherry minum obat itu


"Maafkan saya nona, tapi ini demi kebaikan anda" Guman Juli dalam hati.


Juli masuk ke dalam kamar Cherry. Dia menghentikan langkahnya ketika melihat Cherry yang sedang melamun menatap wajahnya di pantulan cermin.


"Hah, kamu harus bisa Juli" Guman Juli untuk menguatkan dirinya.


Juli berjalanke arah Cherry, dia menaruh minuman tang ia bawa di depan Cherry.

__ADS_1


"Silahlan di minum nona" Ucap Juli.


"Terima kasih Juli" Ucap Cherry tersenyum cantik.


Sejak kemarin, Cherry sudah mulai tersenyum lada Juli. Walaupun saat ada Aksa dia masih ketakutan dan tidak tersenyum, tapi itu sudah jauh lebih baik menurut Juli.


Cherry mulai meminum minuman yang di bawa Juli. Dia meminum minuman itu sampai habis.


"Terima kasih ya Juli" Ucap Cherry menaruh gelasnya di atas nampan yang Juli bawa.


"Iya nona" Jawab Juli.


Tak berselang lama, kepala Cherry mulai pusing. Pandangan matanya juga mulai kabur. Dia meraih lengan Juli dan melihat Juli yang menatapnya tanpa berekspresi.


"Kamu....." Ucap Cherry yang mulai kehilangan kesadarannya.


"Maafkan saya nona" Ucap Juli.


Cherry jatuh ke lantai karena saat itu dia duduk di kursi. Anak buah Aksa masuk ke dalam kamar Cherry setelah Juli memanggil mereka. Mereka menggendong Cherry keluardari Vila.


Di gudang.


Cherry mulai sadar. Dia melihat Aksa yang sedang duduk di depannya dan mengusap anak rambut yang menutup wajahnya.


"Mau apa kamu Aksa? Kenapa aku di ikat seperti ini?" Tanya Cherry yang mencoba melepaskan diri.


"Kamu akan tau nanti, aku akan mengabulkan 1 permintaan kamu. Tapi itu tidak akan gratis sayang" Ucap Aksa.


"Apa maksud kamu?" Tanya Cherry mulai khawatir.


"Sebentar lagi kamu akan tau" Jawab Aksa memegang dagu Cherry lalu mencium bibir Cherry lembut.


Brack.


Cherry terkejut dengan suara pintu terbuka yang cukup keras. Aksa tersenyum ketika dia tau bahwa Dewa dan Ardi sudah sampai di tempatnya. Bahkan hebatnya, mereka mampu menghabisi anak buah Aksa yang cukup banyak untuk berjaga di luar.


"Ini kejutan untuk kamu sayang. Cium aku maka aku akan memberimu kejutan lain" Ucap Aksa.


"Jangan pernah menyentuh mereka" Ucap Cherry tegas.


"Hahahaha, aku janji sayang, aku tidak akan pernah menyentuh mereka. Aku akan tetap di sini menemani kamu" Ucap Aksa.


"Lepaskan dia" Ucap Dewa marah. Cherry melihat tubuh Dewa dan Ardi yang penuh dengan bercak darah. Dia merasa khawatir dengan keadaan mereka berdua.


"Kenapa aku harus melepaskan dia? Kalau kamu bisa, datang ke sini dan lepaskan ikatanya sendiri" Ucap Aksa.


"Apa lagi yang ingin kamu lakukan Aksa" Ucap Cherry.


"Mengambil bayaran atas kejutan yang aku berikan" Jawab Aksa.


# Selamat membaca ya kak


# Terima kasih banyak

__ADS_1


🙏🙏🙏😊😊😊


__ADS_2