Terjerat Cinta Dua Mafia

Terjerat Cinta Dua Mafia
72


__ADS_3

"Iya, tapi dia jauh lebih baik karena anak anaknya yang membuatnya semangat menjalani hidup kedepannya" Ucap Dewa tersenyum.


Terlihat jelas dari senyuman Dewa yang Fiona lihat, Dewa tampak bahagia ketika membicarakan anak anak Cherry. Fiona kembali merasakan sakit di hatinya.


"Em, Dewa maaf. Aku harus pergi sekarang, aku ada kerjaan" Ucap Fiona mengepalkan jemarinya.


"Iya, maaf sudah mengganggu waktumu" Ucap Dewa.


"Tidak apa, kalau begitu aku duluan" Pamit Fiona memaksakan senyumnya.


Fiona segera berbalik untuk pergi, dia sudah tidak bisa menahan air matanya lagi saat ini karena dengan surat yang ia bawa sekarang, hubungan mereka sudah benar benar selesai.


Dewa pun kembali ke mobilnya. Dia melihat sekilas ke arah panti namun dia sudah tidak melihat Fiona di sana. Dewa mulai melajukan mobilnya meninggalkan area panti.


Fiona keluar dari balik pohon besar yabg ada di area panti. Dia menangis melihat mobil Dewa yang sudah pergi. Ibu panti yang melihat Fiona menangis segera menghampiri Fiona. Dia memeluk bahu Fiona lembut.


"Kamu harus kuat Fiona. Mungkin dia bukan jodoh kamu" Ucap ibu panti lirih.


"Iya bu, tapi hati ku sakit sekali" Ucap Fiona.


"Kamu pasti bisa melaluinya Fiona. Bersabar lah semua akan indah pada waktunya." Ucap ibu panti.


"Iya bu" Jawab Fiona.


"Selamat tinggal Dewa, terima kasih sudah pernah menjadi bagian dari hidup ku" Guman Fiona dalamhati.


Ke esokan harinya.


Dewa datang ke rumah Randi. Dia membawa beberapa hadiah untuk Cherry dan kedua bayi kembarnya.


"Dewa, kamu datang. Ayo masuk" Ucap Randi yang menyambut kedatangan Dewa.


"Iya terima kasih" Ucap Dewa. Dewa masuk ke dalam rumah Randi.


"Cherry ada di taman, kamu langsung ke sana saja" Ucap Randi.


"Iya" Jawab Dewa. Dewa berjalan ke arah taman yang berada di samping rumah Randi. Dia melihat Cherry yang sedang menjemur si kembar di taman.


"Apa mereka tidak silau?" Tanya Dewa yang menghampiri Cherry.


"Kak Dewa. Tidak lah kak, cuma sebentar saja kok" Jawab Cherry tersenyum.


"Aku bawa hadiah untuk Royyan dan Rayyan" Ucap Dewa.


"Kak Dewa tidak usah repot repot begitu. Setiap datang selalu bawa hadiah. Hadiah dari kak Dewa sudah sangat banyak" Ucap Cherry.


"Tidak apa apa. Oh iya Cherry, apa malam ini kamu bisa menemaniku makan malam?" Tanya Dewa.


"Ada acara apa kak?" Tanya Cherry.


"Hanya acara makan malam biasa. Aku tidak memiliki teman untuk aku ajak pergi" Ucap Dewa.


"Nanti coba aku bicara dulu dengan Loli dan kak Randi" Ucap Cherry.


"Iya" Jawab Dewa.


Dewa mendekati bayi kembar Cherry. Dia senang melihat kedua bayi Cherry yang tampak sehat. Dewa melihat kedua wajah si kembar mirip sekali dengan mendiang sang papah.

__ADS_1


"Kalian jangan pernah melupakan papah kandung kalian. Walaupun dia sudah tiada, tapi dia selalu ada di hati kalian" Ucap Dewa.


Cherry tersenyum senang mendengar ucapan Dewa. Dia senang karena Dewa dekat dengan kedua putranya. Walaupun si kembar anak dari mantan musuhnya, Dewa tetap sayang pada mereka.


Tak lama Dewa dan Cherry membawa masuk si kembar. Cherry menidurkan si kembar di kamarnya, sedangkan Dewa duduk di ruang tamu bersama Randi.


"Kamu tidak kerja Ran?" Tanya Dewa.


"Kerja dari rumah saja. Sejak hamil besar ,Loli meminta aku sering di rumah. Apa lagi sebentar lagi dia sudah waktunya akan melahirkan" Ucap Randi.


"Iya juga, semoga lancar semua ya kelahirannya" Ucap Dewa.


"Terima kasih atas doanya." Ucap Randi.


"Kak, Loli di mana?" Tanya Cherry yang menghanpiri Randi dan Dewa.


"Ada di kamarnya, mungkin sedang tidur. Ada apa?" Tanya Randi.


"Aku mau mengajak Cherry makan malam acara kantor." Sahut Dewa.


"Oh, pergi saja tidak apa apa. Suster yang akan bantu kamu juga hari ini datang kok" Ucap Randi.


"Kamu menyewa baby suster?" Tanya Dewa pada Cherry.


"Iya kak, kalau hanya sendirian aku tidak bisa" Jawab Cherry.


"Ya sudah, aku akan carikan suster untuk kamu" Ucap Dewa.


"Tidak usah. Kami sudah dapat kok" Jawab Randi.


"Baik lah kalau begitu" Jawab Dewa.


"Maaf aku angkat telfon dulu" Ucap Dewa.


"Iya silahkan" Ucap Randi.


Dewa keluar dari rumah Randi. Dia menerima panggilan dari anak buahnya yang ada di kantor.


Setelah menerima telfon Dewa masuk kembali ke dalam rumah Cherry.


"Maaf aku harus pergi ke kantor sekarang" Pamit Dewa.


"Iya kak. Soal nanti malam, nanti aku telfon kamu saja kepastiannya" Ucap Cherry.


"Baik lah" Jawab Dewa.


Dewa keluar dari rumah Cherry, dia masuk ke dalam mobil dengan menghubungi anak buahnya lagi.


"Halo, bagimana situasi di sana?" Tanya Dewa.


"Di sini masih bisa di tangani tuan, tapi kita harus memblack out orang yang membuat keributan itu" Ucap Dewa.


"Iya, lakukan saja yang terbaik. Ingat jangan sampai ada masalah. Aku akan ke sana sekarang" Ucap Dewa.


"Baik tuan" Jawab anak buah Dewa.


Dewa mulai melajukan mobilnya ke arah pelabuhan. Semenjak Ardi meninggal, Dewa mengurus semua bisnisnya seorang diri. Dia belum bisa percaya dengan orang lain lagi selain Ardi.

__ADS_1


Di pelabuhan.


Dewa sudah sampai di pelabuhan, dia berjalan ke arah kapal pesiarnya dengan kaca mata hitamnya dan rambut yang tergarai.


"Selamat datang tuan" Sambut anak buah Dewa.


"Di mana orang yang membuat keributan itu?" Tanya Dewa.


"Mari sebelah sini tuan" Ucap anak buah Dewa.


Dewa mengikuti anak buahnya itu menuju ke ruangan yang khusus untuk anak buahnya.


Tak lama dia sudah sampai di ruangan itu. Dia melihat seorang sepasang suami istri yang tengah duduk di kursi dengan anak buahnya yang menjaga ketat ruangan itu.


Dewa duduk di kursi yang ada di depan sepasang suami istri itu. Dia menyalakan rokoknya dengan terus manatap ke meraka berdua.


"Apa yang mereka inginkan?" Tanya Dewa.


"Dia ingin mengambil kalung yang akan di lelang tuan" Jawab anak buah Dewa.


"Untuk apa kalian mencurinya?" Tanya Dewa.


"Maaf tuan, kami.....kami butuh uang tuan" Ucap suami.


"Anak kami sakit tuan, dia sedang di rawat sekarang di rumah sakit. Maafkan kami tuan" Sahut istri.


"Kalian mau mengobati anak kalian dengan uang hasil mencuri?" Tanya Dewa.





💥💥💥


Hai hai hai...


Gimana seru nggak nih ceritanya.


Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.


Uang parkirnya kaka, jangan lupa ya..😁


👍 Like


♥️ Favorit


💬 Komen


⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.


Selamat membaca ya kak


Terima kasih banyak


See you next part

__ADS_1


😊😊😊🙏🙏🙏


__ADS_2