
Ardi yang mendengar ucapan Dewa merasa merinding. Dewa pun merasa malu ketika Ardi mendengar ucapannya tadi.
"Ngapain ke sini lagi?" Tanya Dewa.
"Ambil ponsel" Jawab Ardi yang mengambil ponselnya yang tertinggal di sofa.
"Ingat umur" Celetuk Ardi lalu berlari keluar dari ruang privat.
Duack
Dewa melempar asbak rokoknya ke arah Ardi namun Ardi lebih cepat menurup pintu san asbak roko Dewa pun terkena pintu.
"Sia***n" Guman Dewa.
"Kamu mengumpatku?" Tanya Cherry marah.
"Tidak tidak sayang, tadi Ardi yang....." Ucapa Dewa terhenti karena Cherry marah.
"Yang apa? Sudah lah aku mau pulang" Ucap Cherry marah.
"Cherry tunggu.... halo...halo Cherry " Ucap Dewa yang seketika bangkit dari duduknya. Dia melihat panggilanya yang sudah di matikan Cherry.
"Arght sia***n" Teriak Dewa frustasi
Dewa segera keluar dari clubnya. Dia segera masuk ke dalam mobilnya dan mulai melajukan mobilnya kearah vilanya. Di perjalanan menuju ke vila, Dewa terus mencoba menghubungi Cehrry, namun Cherry sama sekali tidak mengangkat panggilan darinya.
"Kamu di mana sih Cher? Angkat dong sayang" Guman Dewa.
Saat akan di belokan yang menuju ke vila. Dia melihat Cherryyang sedang berjalan kaki. Dewa menghentikan mobilnya tepat di depan Cherry. Dewa keluar dari mobil untukmenghampiri Cherry.
"Kenapa tidak angkat telfonku?" Tanya Dewa.
Cherry melihat sudut bibir Dewa yang terluka. Dia memegang sudut bibir Dewa dengan lembut.
"Ah, sakit" Ucap Dewa yang merasa sakit saat lukanya di pegang oleh Cherry.
Plack
"Kamu habis bertengkar? Kenapa bisa sampai luka seperti ini?" Ucap Cherry memukul bahu Dewa
"Aduh sayang, sakit. Iya aku tadi kurang hati hati" Ucap Dewa lirih.
"Apa sangat sakit?" Tanya Cherry lembut.
__ADS_1
"Tidak apa apa kok, nanti juga sembuh sendiri" Ucap Dewa.
"Sembuh sendiri kepalamu, ayo pulang aku akan obati luka kamu itu" Ucap Cherry.
Dewa tersenyum karena Cherry yang selalu perhatian denganya. Walaupun marah tapi Cherry tetap memperhatikannya. Dewa meraih tubuh Cherry lalu memeluknya erat.
"Terima kasih, kamu selalu perhatian denganku" Ucap Dewa.
"Iya, sudah lepaskan aku. Ayo pulang, aku akan obati luka kamu itu" Ucap Cherry.
Dewa mengangguk lalu membukakan pintu mobil untuk Cherry. Dewa pun masuk juga ke dalam mobil. Dia melajukan mobilnya ke arah vila dengan perasaan yang bahagia. Dia terus tersenyum karena Cherry mau kembali ke vila dengannya.
Di vila.
Dewa dan Cherry keluar dari mobil. Mereka masuk ke dalam vila dengan Dewa yang menggandeng tangan Cherry.
"Kamu ke kamar saja dulu, aku mau ambil air hangat di dapur" Ucap Cherry.
"Iya" Jawab Dewa mengangguk.
Dewa berjalan menaiki tangga untuk menuju ke kamarnya. Sedangkan Cherry ke dapur untuk mengambil air hangat.
"Non Cherry sedang apa?" Tanya pembantu Dewa.
"Tuan sangat beruntung memiliki kekasih seperti non Cherry. Sudah cantik pintar baik juga. Embok sangat setuju jika tuan dengan non Cherry. Semoga saja tuan dan non Cherry berjodoh ya" Ucap pembantu Dewa semangat.
Mendengar ucapan pembantu Dewa membuat Cherry teringat akan surat perjanjian yang dulu pernah ia tanda tangni saat pertama kali dia datang ke sini.
"Saya naik dulu ya mbok" Pamit Cherry yang memakasakan senyumnya.
Cherry membawa mangkok yang berisi air hangat masuk ke dalam kamar Dewa. Dia membuka pintu kamar Dewa dan melihat Dewa yang sedang merokok di depan jendela balkon.
Cherry terdiam melihat sosok Dewa yang kini ia lihat. Dewa sangat berbeda jauh dengan apa yang ia pikirkan. Dia pikir Dewa bukan lah pria yang berniat serius denganya.
"Apa selama ini aku yang terbawa suasana hingga melupakan siapa diriku sebenarnya?" Guman Cherry dalam hati.
"Dewa, kenapa saat aku sadari sekarang ini kamu terlihat sangat jauh. Jarak kita benar benar jauh hingga aku tidak mampu menggapaimu" Guman Cherry dalam hati.
Dewa menoleh ke arah pintu. Dia mematikan rokoknya lalu berjalan menghampiri Cherry yang berdiri di depan pintu kamarnya.
"Cherry, ada apa?" Tanya Dewa yang membuyarkan lamunan Cherry.
"Eh....em ...tidak ada apa apa kok. Sini aku akan obati luka kamu" Ucap Cherry yang berjalan ke arah sofa.
__ADS_1
Dewa pun mengikuti Cherry dan duduk di sebelah Cherry. Dia merebahkan dirinya di atas sofa dan memekai paha Cherry sebagai bantalannya.
"Kamu cantik sekali" Ucap Dewa.
"Jangan menggombal terus, nanati aku bisa terbang" Ucap Cherry membersihkan luka Dewa dengan kain dan air hangat yang ia bawa.
"Jangan terbang terlalu jauh. Aku takut tidak bisa menggapaimu nanti" Ucap Dewa memegang tangan Cherry.
"Kamu kenapa sih, aneh tau nggak" Ucap Cherry yang memaksakan senyumnya.
Cherry mulai mengoleskan obat di sudut bibir Dewa. Dewa terus memandang Cherry yang tampak aneh kali ini. Dia tidak seperti biasanya hang suka tertawa dan ceria.
"Apa kamu ada masalah?" Tanya Dewa.
"Tidak, memangnya kenapa?" Tanya Cherry balik.
"Kamu aneh hari ini" Ucap Dewa.
"Kamu tidak seperti kamu yang biasanya" Ucap Dewa.
"Hanya perasaan kamu saja. Sudah selesai, sana istirahat di ranjang" Ucap Cherry.
"Kamu yakin, kamu tidak apa apa?" Tanya Dewa khawatir.
"Aku tidak apa apa kok. Aku baik baik saja yah mungkin hanya kelelahan saja" Ucap Cherry.
"Maafkan aku, karena aku egois membuat kamu kecapekkan setiap hari datang ke sini dan pulang pada malam harinya" Ucap Dewa menyentuhkan tangan Cherry ke pipinya. Dia mencium tangan Cherry lembut.
"Sudah tidur lah dulu" Ucap Cherry. Dewa mengangguk pelan. Dewa membalikkan badannya ke arah Cherry dia memuk pinggang Cherry dan mulai menutup matanya.
Cherry mengusap lembut kepala Dewa hingga Dewa tertidur pulas. Cherry masih terngiang iang ucapan pembantu Dewa. Dia meresa selama ini terbawa perasaan karena sikap Dewa yang selalu lembut dan perhatian dengan dia.
Cherry sudah merasa nyaman bersama Dewa, dia juga sudah mekiliki perasaan yang lebih pada Dewa. Dia ingin memiliki Dewa namun dia sadar jika dirinya hanya lah umpan untuk menarik perhatian pemilik club.
"Apa kamu tidak memiliki perasaan apapun pada ku Dewa? Dari apa yang telah kita lalui bersama, kamu selalu perhatian dengan ku dan kamu selalu ada untuk ku di saat yang tepat" Guman Cherry.
"Apakah pernah terlintas di benak kamu untuk berhubungan serius dengan ku? Apa kamu juga memiliki perasaan yang sama seperti apa yang aku rasakan sekarang?" Tanya Cherry.
"Tapi sepertinya itu tidak mungkin. Banyak wanita yang lebih baik dari aku yang selalu ada di sekeliling kamu. Bahkan mereka mampu melakukan apapun untuk bersama kamu. Sedangkan aku?"
# Selamat membaca ya kak
# Terima kasih banyak
__ADS_1
🙏🙏🙏😊😊😊