Terjerat Cinta Dua Mafia

Terjerat Cinta Dua Mafia
15


__ADS_3

Seharian penuh mereka di tempat itu. Malamnya mereka berganti ke club malam milik Dewa yang tidak jauh dari kafe tersebut.


Cherry menunggu Dewa di halte bis sampai matahari tenggelam. Namun Dewa tidak kunjung datang. Karena sudah lelah menunggu Cherry memilih untuk pulang ke rumahnya. Dari yang di bicarakan Nada, hari ini Randi keluar dari rumah sakit.


Cherry sampai di rumahnya sudah cukup gelap. Dia masuk ke dalam rumah dan melihat Rendi yang sedang makan malam di meja makan.


"Dari mana kamu?" Tanya Randi.


"Kerja paruh waktu" Jawab Cherry berbohong. Dia menjatuhkan dirinya ke atas sofa.


"Hah" Cherry menghela nafasnya. Dia merebahkan dirinya di atas sofa dan melihat langit langit dinding rumahnya.


Randi menghampiri Cherry, walaupun kakinya masih terluka namun dengan bantuan tongkat dia bisa berjalan sendiri. Randi menggampiri Cherry dan melihat wajah Cherry yang berbekas luka. Dia juga melihat kepala Cherry yang masih di perban.


"Kamu terluka?" Tanya Randi khawatir.


"Oh ini, sudah mau sembuh kok" Jawab Cherry menyentuh perban di kepalanya.


"Apa gara gara ini kamu beberapa hari tidak ke rumah sakit menemui kakak?" Tanya Randi.


"Maaf ya kak, ponsel ku rusak jadi aku tidak bisa menghubungi kakak kemarin. Kakak pasti sangat khawatir padaku" Ucap Cherry sedih.


Randi duduk di sebelah Cherry. Dia mengusap kepala Cherry yang masih tiduran di atas sofa.


"Maafkan kakak ya Cher, harusnya kakak bisa menjaga kamu, merawat kamu, memenuhi kebutuhan kamu. Tapi karena ulah kakak, kakak tidak bisa melakukan semua itu" Ucap Randi.


"Kak, aku tidak apa apa kok. Jangan merasa bersalah seperti itu pada ku. Aku bisa menjaga diriku sendiri kok" Ucap Cherry.


"Iya, Cherry kakak memang sudah besar sekarang" Ucap Randi tersenyum.


Cherry bangun lalu dia memeluk erat tubuh kakaknya itu.


"Maafkan Cherry ya kak" Ucap Cherry.


"Kamu tidak salah apa apa Cher" Ucap Randi.


"Tidak kak, aku banyak salah ke kakak. Bahkan aku sudah banyak berbohong dengan kakak. Maafkan aku kak" Guman Cherry dalam hati.


"Ya sudah, sudah malam. Kamu mandi dulu sana, bau matahari" Ucap Randi.

__ADS_1


"Enggak lah, aku harum kok" Ucap Cherry membela diri.


"Iya iya, sudah sana mandi dulu" Ucap Randi.


"Iya, aku ke kamar dulu ya kak" Pamit Cherry. Randi mengangguk dan tersenyum.


Cherry masuk ke dalam kamarnya. Randi sedih mihat adik kecilnya yang harus bekerja sampai larut malam hanya untuk membayar biaya rumah sakitnya.


"Maafkan kakak Cherry. Kakak sudah menyusahkan kamu, bahkan untuk makan saja kakak harus bergantung pada kamu" Guman Randi lirih.


Di club malam, Dewa sudah mulai mabuk. Dia mengajak gadis yang baru ia kenal ke kamar yang ada di club miliknya itu.


"Siapa nama kamu?" Tanya Dewa.


"Vira" Jawab gadis yang bernama Vira.


"Mau ikut denganku?" Tanya Dewa lagi.


"Ke mana?" Tanya Vira balik.


"Bersenang senang" Jawab Dewa tersenyum.


"Dia pasti orang kaya, aku pasti akan sangat senang jika bisa bersamanya" Guman Vira dalam hati.


"Tentu saja" Ucap Vira mengiyakan ajakan Dewa.


Dewa dan Vira kekur dari ruang privasi. Mereka berjalan ke arah lift untuk menuju ke kamar khusus yang di pakai oleh Dewa saat berada di club itu.


Sebelum mengenal Cherry, Dewa memang sering bergonta ganti wanita. Dia sudah banyak merasakan wanita cantik yang menarik perhatiannya. Namun berbeda dengan Jihan, dia memang sengaja tidak menyentuh Jihan karena dia pikir Jihan lah pelabuhan akhir dalam hidupnya. Tapi karena ulahnya sendiri dia kehilangan Dewa dan semua fasilitas yang Dewa berikan padanya.


Saat sampai di kamar, Dewa langsung menyerang Vira. Dia mencium bibir Vira dan membawa Vira ke arah ranjang. Dia membuka semua pakaian yang di kenakan Vira.


"Cherry" Guman Dewa yang tersenyum melihat Vera yang berganti wajah Cherry.


"Cherry? Siapa dia?" Tanya Vera tersinggung.


Dewa kembali tersadar dengan apa yang telah dia lakukan. Dia bangkit dari atas tubuh Vera lalu duduk di sofa dengan memijat keningnya yang terasa berat.


"Keluar kamu" Ucap Dewa.

__ADS_1


"Apa? Keluar. Kamu pikir kamu bisa mempermainkan aku." Ucap Vera marah.


Dewa mengeluarkan kartu namanya dan beberapa lembar uang pada Vera.


"Jika masih kurang kamu bisa menghubungiku" Ucap Dewa.


Vera tersenyum ketika melihat uang yang di berikan Dewa padanya. Dia mengambil pakaiannya dan uang pemberian Dewa. Tidak lupa dia juga membawa kartu nama Dewa lalu kaluar dari kamar dengan memakai pakaian dalamnya saja.


"Sia***n kenapa aku tidak bisa menyentuh wanita lain selain Cherry?" Guman Dewa. Dewa teringat ucapannya tadi pagi pada Cherry. Dia meminta Cherry menunggunya sampai dia datang.


"Arght aku lupa" Ucap Dewa gelagapan. Dia melihat jam yang ada di ponselnya dan ternyata sudah lewat tengah malam.


"Jangan sampai dia melakukan hal bodoh dengan masih menungguku di sekolahnya" Guman Dewa.


Dewa keluar dari kamar lalu berlari ke arah lift. Dia memencet tombol lift ke lantai dasar untuk keluar dari club malamnya.


Di perjalanan, Dewa mencoba menghubungi ponsel Cherry yang baru. Namun sudah beberapa kali dia mencoba menelfon Cherry tapi Cherry tidak kunjung mengangkatnya.


"Kamu di mana sih Cher?" Guman Dewa.


Dewa kembali menghubungi ponsel Cherry dan dia lega ketika panggilannya di angkat.


"Halo Cher, kamu di mana? Kamu di rumah kan? Kamu tidak menunggu ku di sekolah kan?" Tanya Dewa yang khawatir.


"Halo tuam, maaf ponsel non Cherry tertinggal di kamar. Non Cherry juga belum pulang sampai sekarang. Saya saja masih menunggu non Cherry pulang karena ini jadwalnya mengganti perban di kelapa non Cherry" Jelas pembantu Dewa.


"Belum pulang? Ya sudah biar aku cari dulu dia" Ucap Dewa lalu mematikan ponselnya. Dewa melempar ponselnya ke samping tempat duduknya.


"Semoga kamu tidak kenapa kenapa Cherry" Guman Dewa cemas. Dewa melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dia sangat cemas dengan Cherry saat ini.


Tak lama Dewa sudah sampai di sekolah Cherry. Dia bertanya pada penjaga sekolah namun penjaga sekolah bilang kalau sudah tidak ada murid di sekolah. Dewa semakin cemas, dia mencoba berjalan ke arah halte bis namun tidak juga menemukan Cherry.


"Kamu di mana Cher?" Guman Dewa kebingungan.


Dewa melangkah kembali ke arah mobilnya. Namun tanpa sengaja dia menginjak sesuatu. Dia mengambil benda yang ia injak itu dan ternyata benda itu adalah jepit rambut yang di pakai Cherry pagi tadi. Jepit rambut yang Dewa belikan khusus untuk Cherry dari pasar gelap dan harganya mencapai ratusan juta.


# Selamat membaca ya kak


# Terima kasih banyak

__ADS_1


😊😊😊🙏🙏🙏


__ADS_2