
...Nex partnya mau lagi nggak nih?...
...Kalau partnya ini suka nggak?...
...Harus komen ya.......
...Mamak mau minta maaf nih kalau ada typo banyak....
...Kalau suka dan seru dengan novelnya, jangan lupa ajak teman temannya buat baca juga 🤭...
...Salam sayang dari mamak Diyah...
...See you nex part ❤...
●
●
●
"Ya sudah, aku ke ruang rapat dulu" Pamit Dewa. Cherry mengangguk, lalu Dewa mencium kening Cherry dan keluar dari ruangannya meninggalkan Cherry.
Dewa dan Ardi melakukan rapat penting di ruang rapat. Sedangkan Cherry berada di ruangan Dewa, dia kebosanan karena tidak melakukan apa apa. Cherry mulai beranjak dari kursi kerja Dewa. Dia berjalan jalan melihat lihat isi ruangan Dewa.
Di saat bersamaan, terdengar keributan dari lobi kantor. Cherry keluar dari ruangan dewa untuk melihat apa yang terjadi di lobi.
"Ada apa sih kok ribut sekali?" Tanya Cherry pada salah satu pegawai Dewa.
"Itu Jihan mantan kekasih pak Dewa. Dia ingin masuk ke dalam untuk bertemu pak Dewa, tapi tidak di perbolehkan. Makanya dia menggila dan membuat keributan di sana" Ucap anak buah Dewa yang tidak tau siapa yang ia ajak bicara.
Cherry ingin maju untuk menghentikan Jihan, namun dia menghentikan langkahnya ketika melihat Dewa yang menghampiri wanita bernama Jihan itu.
"Kenapa banyak sekali wanita yang mengejar ngejar dia sih" Guman Cherry heran.
"Karena dia kaya" Sahut Ardi dari belakang Cherry.
"Dia akan sangat sibuk mengurus wanita itu, mau beli kopi bersama?" Tanya Ardi.
"Boleh" Jawab Cherry.
"Tidak usah khwatir, dia tidak akan melepaskan kamu hanya karena wanita itu" Ucap Ardi.
"Siapa peduli" Celetuk Cherry.
Cherry dan Ardi berbalik untuk keluar dan pergi ke kafe. Dewa melihat Cherry yang keluar bersama Ardi. Dia ingin mnegejar namun Jihan menahan Dewa.
"Aku mohon Dewa, antarkan aku. Hanya kamu yang bisa menolongku" Pinta Jihan.
"Sebenarnya untuk apa uang itu? Kenapa kamu sampai berhutang sebanyak itu?" Tanya Dewa yang kembali fokus pada Jihan.
__ADS_1
"Aku sakit Dewa. Aku harus memerlukan uang untuk mengobati luka ku itu" Jawab Jihan tertunduk.
"Ya sudah, ayo kita pergi" Jawab Dewa
"Iya" Jawab Jihan tersenyum puas. Dia tidak menyangka kalau Dewa akan tetap perhatian dan mau menolong dia padahal dia sudah menyakiti Dewa.
Cherry dan Ardi berada di kafe depan kantor Dewa. Cherry melihat jelas ketika Dewa pergi bersama Jihan keluar dari kantor. Dewa juga membukakan pintu mobilnya untuk Jihan masuk ke dalamnya.
"Mereka mau ke mana?" Tanya Ardi.
"Aku juga tidak tau" Jawab Cherry.
"Kamu tidak cemburu?" Tanya Ardi.
"Bohong jika aku tidak cemburu. Tapi ada prinsip dalam diriku untuk menguatkan diri ku sendiri" Ucap Cherry.
"Apa itu?" Tanya Ardi.
"Aku akan melepaskan orang yang aku cinta jika dia sudah memiliki orang yang ia cintai selain aku. Untuk apa memprtahankan sesuatu yang sudah jelas menyakitkan" Ucap Cherry mengangkat kedua bahunya.
"Aku suka dengan prinsip mu itu" Ucap Ardi.
"Tentu saja" Jawab Cherry berbalik untuk masuk kembali ke dalam kafe. Ardi tersenyum puas lalu mengikuti Cherry masuk juga.
Cherry bersendau gurau dengan Ardi. Ardi yang juga asik untuk diajak bercanda membuat Cherry nyaman. Tanpa terasa sore hari pun mulai terlihat. Ardi terus memandangi Cherry yang terlihat sangat cantik.
Ardi sejujurnya menyukai Cherry sejak pertama kali mereka bertemu. Wajah Cherry, keberanian Cherry dan juga keteguhan Cherry membuat hati Ardi tergerak. Jika saja Dewa tidak mengikat Cherry dengan kontrak yang awalnya dia tidak mengetahuinya. Mungkin Ardi akan sekuat tenaga meraih cinta yang di miliki Cherry untuk Dewa saat ini.
"Aku akan mengantarkan kamu" Ucap Ardi.
"Boleh" Jawab Cherry mengangguk.
Cherry dan Ardi keluar dari kafe, Cherry lebih dulu berjalan di depan Ardi. Karena tidak melihat jalan, Cherry terpeleset. Ardi menarik tangan Cherry namun karena dia yang juga tidak siap, Ardi jatuh di tindih Cherry.
"Hahahaha aku selamat" Ucap Cherry mentertawakan dirinya dan Ardi yang jatuh bertumpuan.
"Menyingkir dari tubuh ku, kamu berat" Ucap Ardi.
"Aku tidak berat" Ucap Cherry marah. Cherry bangkit dari atas tubuh Ardi. Ardi pun bangkit juga, dia membersihkan pakaiannya yang kotor terkena air kotor.
"Yah, baju kamu kotor" Ucap Cherry mencoba membersihkan pakaian Ardi.
"Ke rumah ku dulu saja ya, aku mau ganti baju" Ucap Ardi.
"Boleh deh" Jawab Cherry.
Akhrinya mereka segera masuk ke dalam mobil. Ardi mengajak Cherry untuk ke rumahnya dulu karena rumah Ardi tidak jauh dari kantor.
Di rumah Ardi.
__ADS_1
Cherry ikut masuk ke dalam kamar Ardi. Dia sengaja ke kamar Ardi karena penasaran dengan orang seperti apa Ardi itu.
"Wah, kamar kamu bagus juga" Ucap Cherry yang berkeliling melihat interior kamar Ardi.
"Bagus apanya. Namanya kamar cowok lajang pasti berantakan lah" Ucap Ardi.
"Tidak juga, ini bersih kok" Jawab Cherry duduk di pinggiran kasur.
Ardi ikut duduk di pinggiran kasur sebelah Cherry.
"Kamu benar mencintai Dewa?" Tanya Ardi.
"Ya bisa di bilang begitu, memangnya kenapa?" Tanya Cherry balik.
"Tidak, aku hanya cemburu dengan Dewa" Jawab Ardi.
"Apa yang kamu cemburukan? Dia tidak jauh beda dengan kamu" Ucap Cherry.
"Sangat berbeda Cher, dia bisa memiliki kamu. Sedangkan aku hanya bisa melihat kamu" Ucap Ardi.
"Kamu kenapa sih?" Tanya Cherry merasa tidak nyaman.
"Aku suka dengan kamu Cherry" Ucap Ardi.
"Aku juga" Jawab Cherry.
"Hahaha bercandaan kamu enggak lucu tau tidak" Ucap Cherry tertawa. Namun dia melihat Ardi yang serius menatapnya.
"Kamu serius Ar?" Tanya Cherry.
"Aku tidak pernah main main jika bicara soal perasaan Cherry" Jawab Ardi.
"Lebih baik kamu hapus perasaan kamu itu Ardi. Aku tidak ingin kamu dan Dewa bertengkar hanya karena aku" Ucap Cherry.
"Kenapa harus aku yang menghapus perasaan ini? Kenapa aku yang harus mengalah. Aku lebih dulu menyukai mu. Aku yang selalu ada untuk kamu" Ucap Ardi.
"Jadi ini yang kamu lalukan di belakang ku?" Ucap Dewa marah.
"Dewa" Ucap Cherry terkejut dan bangkit dari duduknya.
Dewa berjalan ke arah Ardi. Dia berhadapan langsung dengan Ardi. Cherry takut jika Dewa dan Ardi bertengkar hanya karena dirinya.
"Apa yang mau kamu lalukan Dewa. Jangan melakukan apapun yang membuat ku marah" Ucap Cherry.
"Memangnya aku bisa apa? Jika kamu ingin aku melennyapkan bedebah ini tentu saja akan aku lakukan" Ucap Dewa terus menatap tajam Ardi.
Cherry melihat Jihan yang berada di pintu kamar Ardi. Dia berganti menatap ke arah Dewa. Dia mendorong tubuh Dewa menjauh dari Ardi.
# Selamat membaca ya kak
__ADS_1
# Terima kasih banyak
🙏🙏🙏😊😊😊