
"Ayo bilang Dewa" Tiriak Fiona.
"Kenapa? Apa karena kamu masih mencintai wanita itu hingga kamu tidak bisa menjawab ku?" Tanya Fiona marah.
"Maaf Fiona, tapi aku memang masih mencintai dia. Aku memang masih mencintai Cherry" Jawab Dewa.
Cherry yang mendengar ucapan Dewa pun mulai marah. Dia menghampiri Dewa lalu menampar keras pipi Dewa.
Plack
"Cherry" Ucap Dewa lirih
"Apa yang kamu ucapkan kak? Apa kamu gila bicara seperti itu pada istrimu sendiri?" Ucap Cherry marah.
"Tapi ini lah kenyataannya Cherry, aku memang masih mencintai kamu" Jawab Dewa lembut.
Plack
Cherry menampar pipi Dewa lagi.
"Tamparan itu agar kamu sadar dengan apa yang kamu ucapakan tadi" Ucap Cherry marah.
"Laku aku harus bagaimana Cherr? Aku memang masih mencintai kamu. Dari dulu sampai detik ini aku masih tetap mencintai kamu" Ucap Dewa juga marah.
Duack
Aksa memukul wajah Dewa hingga Dewa tersungkur jatuh ke lantai.
"Kak Aksa, apa yang kamu lakukan?" Ucap Cherry terkejut.
"Cherry istri ku dan dia akan tetap menjadi milikku" Ucap Aksa marah.
"Milikmu kamu bilang, tanya pada Cherry sekarang. Apa benar dia sudah tidak mencintai ku? Apa benar dia mencintai kamu seperti dia mencintai ku?" Teriak Dewa marah.
"Hentikan" Teriak Fiona.
"Cukup Dewa, jika memang kamu masih mencintai Cherry, ceraikan aku. Lepaskan aku Dewa. Biarkan aku pergi"
"Sudah cukup aku menjadi pengganti Cherry. Aku lelah Dewa, tolong lepaskan aku" Ucap Fiona menangis.
Cherry pun terkejut dengan ucapan Fiona. Dia tidak menyangka jika Dewa menikahi Fiona hanya karena pengganti dirinya.
"Apa benar yang Fiona ucapkan kak?" TanyaCherry.
Dewa terdiam tidak berani menjawab pertanyaan Cherry karena dia takut jika Cherry akan semakin membencinya.
"Jadi benar? Kamu menikahi Fiona karena dia mirip denganku?" Tanya Cherry lagi.
"Ahh.....sakit" Ucap Cherry memegangi perutnya yang terasa sangat sakit.
Aksa memegang tubuh Cherry yang mulai lemas karena kesakitan. Dewa ingin mendekati Cherry namun dia tidak berani. Fiona yang melihat air ketuban Cherry yang sudah keluar segera menghampiri Cherry dan Aksa.
"Cepat panggil ambulance. Cherry harus segera di bawa ke rumah sakit" Ucap Fiona.
"Tapi rumah sakitnya sangat jauh jaraknya dari sini" Ucap Aksa.
__ADS_1
"Kita cari saja rumah sakit terdekat" Ucap Fiona.
"Tidak bisa, Dokter bilang dia harus melahirkan di rumah sakit itu karena bayi kami kembar dan ada salah satu bayi yang memiliki kelainan jantung" Ucap Aksa.
"Dewa pinjamkan helikopter kamu. Cherry harus segera di oprasi" Ucap Fiona.
"Iya" Jawab Dewa mengangguk.
Dewa segera menghubungi anak buahnya untuk segera membawa helikopternya ke tempat lelang.
"Cherry dengarkan aku, tarik nafas panjang lalu hembuskan perlahan. Ayo Cherry lakukan" Ucap Fiona.
Cherry mengangguk perlahan. Dia mulai mengikuti intruksi dari Fiona.
"Ahhhh" Teriak Cherry kembali merasakan sakit di perutnya.
"Bertahan lah sayang, aku mohon bertahan lah" Ucap Aksa menangis.
"Tarik nafas lagi Cherry, buat diri kamu setenang mungkin" Ucap Fiona.
Tak lama Dewa kembali menghampiri mereka.
"Helikopternya sudah siap" Ucap Dewa.
"Iya" Jawab Fiona. Fiona ingin menyuruh Aksa menggendong Cherry namun dia melihat Aksa yang gemetar karena khawatir. Jika dia memaksa Aksa menggendong Cherry itu akan sangat membahayakan Cherry.
"Dewa, gendong Cherry ke helikopter" Ucap Fiona yang mengesampingkan perasaannya saat ini.
"Tidak, biar aku saja" Ucap Aksa.
"Jangan, kamu saja gemataran seperti itu. Cherry akan dalam bahaya jika kalian jatuh" Ucap Fiona.
"Iya" Jawab Dewa.
Sejujurnya Dewa juga khawatir dengan keadaan Cherry namun dia lebih bisa mengendalikan dirinya dari pada Aksa.
"Tolong pelan pelan" Ucap Aksa.
Cherry merasakan kembali sakit di perutnya. Dia mencengkram kemeja Dewa hingga Dewa merasa perih terkena kuku panjang Cherry.
"Bertahan lah Cherry, sebentar lagi kita akan ke rumah sakit" Ucap Dewa berjalan ke arah helikopter dengan Cherry di dalam gendongannya.
Fiona melambatkan jalannya ketika melihat Dewa yang memggendong Cherry. Dia merasa tidak pantas bersama Dewa karena Dewa dan Cherry tampak serasi.
"Fiona apa yang kamu lakukan? Ayo cepat naik" Teriak Dewa yang sudah naik ke helikopternya.
"I....iya" Jawab Fiona berlari ke arah helikopter.
"Aku akan menyusul dengan mobil. Tolong jaga Cherry dengan baik. Selamatkan anak kami" Ucap Aksa memegang tangan Dewa.
"Aku akan berusaha membawa Cherry secepatnya ke rumah sakit" Jawab Dewa.
"Terima kasih" Ucap Aksa lirih.
Setelah Fiona masuk ke dalam helikopter, Aksa melangkah mundur. Helikopter mulai melayang meninggalkan area lelang.
__ADS_1
Aksa segera berlari ke arah mobilnya. Dia melajukan mobilnya untuk mengikuti helikopter menuju rumah sakit.
Aksa melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Tanpa dia sadari ada orang yang sudah mengincar nyawa Aksa karena Aksa sudah meretas komputer perusahaannya dan melaporkan penghindaran pajak oleh perusahaan itu.
Ban mobil Aksa di tembak oleh orang suruhan dari perusahaan musuhnya. Karena saat itu Aksa dalam kecepatan tinggi membuat Aksa tidak bisa mengendalikan mobilnya saat ban mobilnya pecah.
Brack duarrrr
Mobil Aksa menabrak bahu jalan dan meledak.
Di saat bersamaan, Dewa dan Fiona mendengar suara tangisan bayi dari dalam ruang oprasi. Dewa bisa bernafas lega karena Cherry sudah melahirkan. Fiona melihat jelas wajah Dewa yang tidak lagi khawatir.
"Dewa" Panggil Fiona lirih memegang bahu Dewa.
Dewa menoleh pada Fiona. Dia tersenyum pada Fiona karena dia mengira Fiona sudah memaafkannya.
"Tolong ceraikan aku Dewa" Ucap Fiona lirih. Wajah Dewa seketika berubah dingin. Senyumannya hilang mendengar ucapan Fiona tadi.
"Aku tidak bisa bersama kamu lagi Dewa. Aku tidak ingin tersakiti lagi dan aku juga tidak mau melihat kamu tersiksa dengan pernikahan ini. Tolong lepaskan aku Dewa. Biarkan aku mengubur perasaanku ini."
"Aku mohon Dewa, aku sungguh tidak pantas di sisi kamu. Aku merasa dunia kita jauh berbeda"
"Aku memang mencintai kamu Dewa, tapi aku tidak bisa memaksakan kamu untuk mencintaiku juga karena aku tau di hati kamu hanya ada Cherry" Ucap Fiona menangis.
"Maafkan aku Dewa, tapi tolong ceraikan aku. Kejar lah kabahagiaan kamu Dewa. Coba lah untuk bicara dengan Cherry." Ucap Fiona lagi.
"Maafkan aku Fiona. Aku sudah melukai kamu sedalam ini. Bahkan selama kita menikah pun aku sama sekali tidak menyentuh mu. Maafkan aku" Ucap Dewa menyesal.
●
●
●
💥💥💥
Hai hai hai...
Gimana seru nggak nih ceritanya.
Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.
Uang parkirnya kaka, jangan lupa ya..😁
👍 Like
♥️ Favorit
💬 Komen
⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.
Selamat membaca ya kak
Terima kasih banyak
__ADS_1
See you next part
😊😊😊🙏🙏🙏