Terjerat Cinta Dua Mafia

Terjerat Cinta Dua Mafia
14


__ADS_3

"Cherry, kamu mau kan jadi kekasihku?" Tanya anak laki laki itu lagi.


"Hah kakak tampan" Teriak teman wanita Cherry yang melihat Dewa yang berdiri di depan pintu gerbang.


Cherry ikut menoleh karena semua anak anak gadis lain pun histeris melihat Dewa.


"Dewa" Guman Cherry terkejut.


Cherry bingung harus melakukan apa sekarang. Dia takut jika Dewa marah tapi dia juga tidak enak dengan anak laki laki itu yang akan malu jika ia tolak di depan teman temannya.


Dewa kelihatan sangat marah. Matanya yang menatap tajam Cherry dan wajahnya yang mulai memerah menahan amarahnya.


Anak laki laki itu meraih jemari Cherry. Dia ingin Cherry segera menjawabnya. Cherry awalnya terkejut karena anak laki laki itu menggenggam tangannya. Lalu dia menoleh lagi ke Dewa, tapi Dewa sudah berbalik dan akan masuk ke mobilnya.


"Maaf, aku tidak bisa menerima perasaan kamu. Terima kasih karena kamu sudah menyukaiku. Tapi aku sudah ada orang lain yang kini bersama ku. Maaf" Ucap Cherry.


Cherry menegembalikan bunga bunga yang anak anak gadis lain memberikannya kepadanya tadi. Dia berbalik dan keluar gerbang sekolah untuk mengejar Dewa. Namun Dewa sudah pergi jauh tanpa mau mendengarkan penjelasan Cherry.


Cherry mengambil ponselnya di dalam saku. Namun ternyata ponsel Cherry tertinggal di rumah. Cherry kebingungan harus menghubungi Dewa menggunakan apa.


"Haduh kenapa ponselku ketinggalan sih" Guman Cherry frustasi.


Cherry akhirnya masuk ke dalam sekolahnya lagi. Dia lebih memilih untuk sekolah dulu baru nanati bicara lagi dengan Dewa.


Di sisi lain Dewa masih sangat marah. Dia yang baru sampai di kantornya berjalan ke arah ruanganya dengan wajah yang marah.


"Kamu kenapa Wa?" Tanya Ardi yang sudah berada di ruangan Dewa.


"Sia****n Arght" Teriak Dewa frustasi.


"Kamu kenapa sih Wa? Datang datang seperti orang kesetanan saja" Ucap Ardi.


"Lebih baik kamu diam atau aku akan menghajarmu" Ancam Dewa marah.


"Hei tenang Men, ada apa?" Tanya Ardi.


"Aku sudah bilang jangan bicara lagi" Ucap Dewa.


Duack.


Dewa memukul wajah Ardi hingga Ardi jatuh ke lantai.

__ADS_1


"Kamu gila ya Wa, kalau memang ada masalah bicarakan baik baik, tidak dengan cara begini" Ucap Ardi pun marah.


"Arght" Teriak Dewa lagi memukul tembok kantor hingga tangnya berdarah. Dewa duduk di lantai, dia mengusap wajahnya kasar.


"Kamu kenapa?" Tanya Ardi lagi lebih pelan.


"Aku tidak tau dengan apa yang aku rasakan ini Ardi. Aku sangat marah, aku benci, aku sangat emosi. Jantungku berdetak lebih cepat. Bahkan saat aku menghadapi musuh kita yang paling berbahaya pun aku tidak pernah merasakan seperti ini. Aku takut Ardi" Ucap Dewa.


"Apa ini soal Cherry?" Tanya Ardi.


"Iya, dia baru saja di tembak temannya" Jawab Dewa.


"Apa? Di tembak?" Ucap Ardi terkejut.


"Lalu bagaimana keadaannya? Apa yang nembak itu antek antek dari pemilik club? Aku akan coba cari tau siapa pelakunya. Kamu jangan khawatir" Ucap Ardi yang bangkit lalu ke arah leptop Dewa dan mulai melacak anak yang menembak Cherry.


Namun saat Ardi melihat cctv yang ada di sekolah Cherry. Dia terkejut lalu melihat ke arah Dewa.


"Tembak ini maksudnya?" Tanya Ardi polos.


Dewa tetap duduk di lantai dengan wajah frustasi. Dia masih sangat marah ketika mengingat kejadian itu. Dia merasakan perasaan takut yang belum pernah ia rasakan.


"Dewa, kamu serius suka dengan Cherry?" Tanya Ardi yang kini sudah berlutut di depan Dewa.


"Tapi Cherry masih sangat muda Dewa. Dia masih anak kecil yang mencari jati dirinya. Kamu tidak bisa mengikatnya karena rasa takut mu itu" Ucap Ardi.


"Jika kamu memang suka dengan Cherry, cobalah bicarq dengan dia. Utarakan perasaan kamu ke dia" Ucap Ardi.


"Kalau dia menolakku bagaimana?" Tanya Dewa khawatir.


"Ya kamu harus tanggung resikonya karena memang itu lah yang akan kamu dapat jika Cherry tidak memiliki perasaan apapun ke kamu" Ucap Ardi.


"Arght" Ucap Dewa


"Kenapa aku merasakan perasaan aneh ini sih!" Ucap Dewa marah.


"Julukan kamu saja pria yang suka gonta ganti wanita. Tapi kenyataannya hanya pria tua yang di mabuk asmara dengan anak kecil" Celetuk Ardi.


Duk.


Dewa memukul belakang kepala Ardi karena mengejeknya.

__ADS_1


"Ok sorry. Sudah jangan di pikirkan lagi. Lebih baik kita bersenang senang sekarang" Ucap Ardi tersenyum.


"Ke mana?" Tanya Dewa.


"Cari hiburan, biar kamu lupa dengan masalah kamu. Jangan di pikirkan terus, lebih baik kita bersenang senang dulu" Ucap Ardi.


Dewa akhirnya pun mengangguk. Dia memang butuh hiburan sekarang. Ardi dan Dewa keluar dari ruangan kerja mereka. Mereka berjalan keluar kantor untuk menuju ke kafe untuk mencari ketenangan di sana.


Hanya butuh waktu kurang lebih 45 menit saja untuk sampai di kafe. Dewa dan Ardi memesan tempat khusus yang tertutup untuk mereka berdua.


"Sediakan minuman dan beberapa gadis ke sini" Ucap Ardi pada pelayan kafe.


"Baik tuan" Jawab pelayan kafe.


Setelah memesan apa yang dia inginkan, Ardi duduk di sebelah Dewa. Dewa terus memandangi ponselnya karena dia masih berharap Cherry akan segera menghubunginya untuk menyelesaikan permasalahan mereka.


"Sudah, jangan di pikirkan lagi. Nanti setelah kamu pulang juga Cherry akan mendatangi mu" Ucap Ardi yang merampas ponsel Dewa.


"Nikmati saja kesenangan kita" Ucap Ardi.


"Iya" Jawab Dewa datar.


Ardi dan Dewa asik minum dengan di temani beberapa gadis sexy di samping mereka. Namun Dewa masih saja kepikiran dengan Cherry.


"Mau yang lain?" Tanya gadis penghibur yang bersama Dewa.


"Menjauh dari ku, aku tidak suka dengan bau parfum mu" Ucap Dewa mendorong tubuh gadis penghibur itu menjauh.


Gadis yang menemani Dewa merasa tersinggung. Dia keluar dari ruangan khusus itu tanpa bicara sepatah kata pun.


"Ayo lah Dewa, kenapa sih kamu? Kita memang hidup dalam lingkaran ini. Kenapa sekarang kamu seperti sudah terbuai dengan anak SMA itu" Ucap Ardi.


"Jangan ikut campur jika kamu masih ingin aku tetap di sini" Ancam Dewa.


"Ok ok terserah kamu" Ucap Ardi menyerah.


Seharian penuh mereka di tempat itu. Malamnya mereka berganti ke club malam milik Dewa yang tidak jauh dari kafe tersebut.


Cherry menunggu Dewa di halte bis sampai matahari tenggelam. Namun Dewa tidak kunjung datang. Karena sudah lelah menunggu Cherry memilih untuk pulang ke rumahnya. Dari yang di bicarakan Nada, hari ini Randi keluar dari rumah sakit.


# Selamat membaca ya kak

__ADS_1


# Terima kasih banyak


🙏🙏🙏😊😊😊


__ADS_2