
"Kakak sangat sayang sama kamu Cherry" Ucap Randi.
"Aku juga sayang sama kakak" Jawab Cherry.
Randi melepaskan pelukannya. Dia menghapus air mata Cherry dan tersenyum.
"Sekarang kita pulang ya, kita makan makanan yang kakak bawa" Ucap Randi.
"Iya kak" Jawab Cherry tersenyum. Cherry menggandeng lengan Randi. Dia menyandarkan kepalanya pada lengan kekar Randi.
"Kenapa hari ini kamu sangat manja" Ucap Randi
"Aku ingin manja terus sama kakak, tapi aku malu" Jawab Cherry tersenyum.
"Biasanya juga malu maluin" Celetuk Cherry.
"Kakak kok gitu" Ucap Cherry cemberut.
"Hahahaha maafkan kakak ya adik kecil ku" Ucap Randi mencubit hidung Cherry gemas.
Mereka berjalan bersamaan untuk menuju ke rumah. Di selingi tawa ringan mereka tampak bahagia memiliki satu sama lain.
Di sisi lain, Dewa sedang bekerja di ruang kerjanya. Dia sudah merasa rindu dengan Cherry padahal baru saja Cherry pulang.
"Arght, kenapa aku sudah merindukan dia sih" Ucap Dewa frustasi.
Di Saat bersamaan, Dewa menerima telfon dari Vera. Sejak kajadian kemarin, Vera terus menghubungi Dewa. Dia mencari Dews dan mengajaknya berkencan.
"Dia lagi" Ucap Dewa lelah.
"Apa aku terima saja ya untuk mengalihkan pikiranku dari Cherry" Guman Dewa.
Dewa mengangkat panggilan dari Vera. Dan benar saja Vera mengajaknya berkencan. Dia sudah menunggu Dewa di hotel Xx.
Setelah selesai bicara dengan Vera, Dewa mematikan ponselnya. Dia berjalan keluar dari ruang kerjanya.
"Jangan tunggu aku pulang. Malam ini sepertinya aku tidak pulang" Ucap Dewa pada pembantunya.
"Baik tuan" Jawab pembantu Dewa.
Dewa berjalan keluar dari rumah. Dia menaiki mobil kesayangannya menuju ke hotel Xx untuk menemui Vera.
Tak lama Dewa sudah sampai di hotel. Dia turun dari mobilnya lalu berjalan ke arah lift untuk menuju ke kamar yang Vera tempati.
Saat sampai di kamar, Dewa melihat Vera yang sudah memakai pakaian yang sangat minim dan berwarna merah menyala. Vera tampak terlihat sangat sexy dan menggoda.
"Aku sudah lama menunggu mu" Ucap Vera yang menghampiri Dewa.
"Apa aku terlalu lama?" Tanya Dewa yang memeluk pinggang Vera.
__ADS_1
"Sangat lama hingga aku ke dinginan sekarang" Ucap Vera menggambar lingkaran di dada bidang Dewa.
"Aku akan bantu menghangatkan mu" Bisik Dewa ke telinga Vera.
Dewa membawa Vera ke arah ranjang. Dewa menindih tubuh Vera dan berniat menciumnya. Namun baru saja dia mendekat, dia teringat akan kemarahan Cherry.
"Arght sia***n" Ucap Dewa yang bangkit dari atas tubuh Cherry.
"Ada apa Dewa?" Tanya Vera yang bingung dengan sikap Dewa.
"Aku benci bau parfum kamu" Ucap Dewa duduk di sofa lalu meminum anggur yang ada di depannya.
"Apa? Hanya karena bau parfum ku kamu mengabaikan ku?" Tanya Vera marah.
"Memangnya kenapa? Kamu saja yang memiliki selera rendahan. Bau parfum mu itu seperti air comberan" Ucap Dewa.
Dewa bangkit dari duduknya dia melemparkan uang yang cukup banyak pada Vera.
"Untuk bayar kamar ini" Ucap Dewa. Dewa berjalan keluar dari kamar hotel meninggalkan Vera yang marah marah di dalamnya.
"Dewa sia***n. Kalau bukan karena uang kamu. Aku pun tidak akan sudi menghubungi kamu" Teriak Vera marah marah.
"Ahhhh" Teriak Vera menggila.
Dewa berjalan keluar dari hotel. Dia mencoba menghubungi Cherry namun Cherry tidak mengangkat panggilannya.
"Dia di mana sih?" Guman Dewa marah.
Ke esokan harinya.
Cherry masih berada di rumah sedangkan Randi sudah berangkat ke tempat kerjanya pagi pagi buta untuk membantu di warung lebih dulu.
Cherry senang melihat Randi yang kembali bahagia di dengan pekerjaannya. Walaupun hanya sebagai tukang parkir tapi Randi tidak malu ataupun minder.
"Aku harus segera siap siap ke rumah Dewa sekarang" Ucap Cherry.
Cherry masuk ke dalam kamar mandi.
Tak lama Cherry keluar dari kamar mandi dengam handuk yang melilit badanya serta rambutnya yang basah sehabis keramas.
"Ahhhh" Teriak Cherry ketika melihat Dewa yang berada di dalam kamarnya.
"Dari mana kamu tau rumah ku? Dan sejak kapan kamu di sini?" Tanya Cherry terkejut.
Dewa menghampiri Cherry, dia terus mendekati Cherry, sedangkan Cherry yang takut melangkah mundur.
Duk
Cherry sudah mentok di pintu kamarnya. Dewa semakin mendekatkan dirinya ke tubuh Cherry.
__ADS_1
"Ada apa Dewa? Kenapa kamu begini?" Tanya Cherry takut.
Dewa menyandarkan kepalanya pada bahu Cherry yang masih basah karena terkena air dari rambut Cherry yang basah.
"Aku hampir mati semalaman" Ucap Dewa.
"Ada apa?" Tanya Cherry.
"Paluk aku" Pinta Dewa. Cherry memeluk kepala Dewa yang masih bersandar di pundaknya.
"Kenapa tubuh kamu sangat harum. Aku bahkan benci dengan parfum wanita lain saat berpapasan dengan mereka. Parfum apa yang kamu pakai hingga membuatku seperti ini?" Guman Dewa.
"Aku belum memakai parfum, aku baru saja selesai mandi" Ucap Cherry.
"Aku menginginkan mu" Ucap Dewa lirih.
Dewa memeluk pinggang Cherry, dia lebih mendekatkan tubuh Cherry pada tubuhnya. Dia mencium bibir Cherry dan semakin dalam. Dewa menggendong Cherry dan membawanya ke ranjang Cherry.
Dewa menidurkan tubuh Cherry ke tas ranjang. Dia melihat tubuh Cherry yang hanya di balut handuk pendek dan memperlihatkan pahanya yang putih.
"Kamu sungguh menggoda Cherry, setiap aku melihat mu ingin sekali ku menerkam mu saat itu juga" Ucap Dewa.
"Apa yang membuatmu tergoda?" Tanya Cherry malu.
"Semuanya, seluruh tubuhmu bahkan tingkah manja mu pun mampu menggoda ku" Jawab Dewa.
Dewa melepaskan pakaian yang ia kenakan. Dia mulai menindih Cherry dan meberikan kecupan kecupan ringan untuk Cherry.
"Aku menginginkan mu Cherry" Ucap Dewa tersenyum sangat tampan pada Cherry. Cherry melingkarkan tangannya ke leher Dewa. Dewa yang mendapat respon dari Cherry pun memulai aksinya.
Siang harinya.
Cherry masih tertidur pulas di atas ranjangnya. Dia tidur dalan keadaan selimut tebal yang menutupi seluruh tubuhnya.
"Sayang, aku ke kantor dulu ya, asa kerjaan yang harus aku selesaikan" Ucap Dewa pada Cherry yang masih tidur.
"Hem" Jawab Cherry berguman.
Dewa mengusap kepala Cherry lembut lalu mencium kening Cherry.
"Aku pergi dulu" Pamit Dewa.
Dewa keluar dari rumah Cherry. Dia berjalan ke arah mobilnya yang ia tinggalkan di tepi jalan. Dia memekai kaca matanya lalu masuk ke dalam mobil.
Di kantor.
Dewa masuk ke dalam kantornya. Dia selalu jadi pusat perhatian siapapun jika dia berjalan. Dewa yang memang tampan dengan badan tegap berotot dan wajah tampan serta rambut hitam panjangnya membuatnya semakin mencolok.
# Selamat membaca ya kak
__ADS_1
# Terima kasih banyak
😊😊😊🙏🙏🙏