
"Sudah, lanjutkan" Ucap Dewa.
"Dia juga membawa kabur mobil kita. Tapi pagi ini kita sudah menemukan mobil kita itu di pelabuhan. Aku pikir dia pergi dengan naik salah satu kapal yang berangkat pagi tadi" Jelas Ardi.
"Jadi dia bukan orang sembarangan. Terus selidiki dia, dia sudah melihat kita dan kelinci ku. Jika kamu menemukan dia, habisi dia" Ucap Dewa tegas.
"Kelinci? Siapa maksud kamu?" Tanya Ardi bingung.
"Mainan baru ku" Jawab Dewa berjalan keluar dari ruang kerjanya.
"Kelici dia bilang? Sejak kapan dia punya silap yang menggelikan seperti itu" Guman Ardi.
Ke esokan harinya.
Cherry mulai membuka matanya. Dia merasakan tangan kekar yang melingkar di perut ratanya. Tangan kekar denga penuh tato yang ia tau jika itu adalah tangan Dewa.
"Dewa, ngapain kamu tidur di sini? Singkirkan tangan kamu, barat tau" Ucap Cherry berusaha menyingkirkan tangan kekar Dewa dari atas tubuhnya.
"Berisik sekali sih, ini masih pagi. Jangan buat kegaduhan" Ucap Dewa marah.
"Sudah tau kalau ini pagi kenapq tidak cepat bangun. Awas tangan mu ih......" Ucap Cherry berusaha keras menyingkirkan tangan Dewa.
Dengan susah payah Cherry menyingkirkan tangan Dewa dari tubuhnya. Dia turun dari ranjang dengan nafas yang ngos-ngosan.
"Dewa bangun" Ucap Cherry menarik tangan Dewa agar bangun.
"Arght" Dewa menepis tangan Cherry hingga Cherry terjatuh ke lantai.
"Ah....." Teriak Cherry kesakitan. Mendengar teriakan Cherry, Dewa segera bangun. Dia melompat dari atas ranjang lalu menghampiri Cherry yang masih terduduk di lantai.
"Kamu tidak apa apa kan kelinci?" Tanya Dewa khawatir.
"Sakit tau, lagian kamu ngapain sih tidur di sini?" Tanya Cherry yang di bantu bangun oleh Dewa.
"Ini kamar ku, memangnya aku harus tidur di mana lagi" Ucap Dewa.
__ADS_1
"Kalau memang ini kamar kamu, ya sudah aku akan pindah kamar" Ucap Cherry.
"Siapa yang menyuruh kamu pindah" Ucap Dewa marah.
"Ya.... ya aku sendiri lah. Aku tidak mau tidur seranjang dengan kamu" Ucap Cherry.
"Berani kamu pindah kamar, aku patahkan kaki kamu" Ancam Dewa. Dewa balik naik ke ranjangnya. Dia yang bertelanjang dada terlihat jelas oleh Cherry otot otot tubuh Dewa. Di tambah dengan tato naga yang melingkar di punggung Dewa membuat Dea semakin terlihat sexy.
"Kenapa dia semenyeramkan itu saat dia marah" Gukan Cherry takut.
"Hah sudah lah, aku lebih baik mandi sekarang" Ucap Cherry yang tidak ambil pusing dengan sikap Dewa.
Cherry masuk ke dalam kamar mandi, dia membersihkan dirinya untuk bersiap berangkat ke sekolah. Tak lama Cherry selesai mandi. Dia duduk di depan meja rias yang baru di siapkan Dewa kemarin. Dia mulai mengeringkan rambutnya dan sedikit mengoleskan riasan di wajahnya.
"Dewa di mana seragam sekolahku?" Tanya Cherry yang menggoyang goyangkan tubuh Dewa. Dewa mnunjuk ke arah lemari pakaian. Tanpa membuka matanya.
Cherry berjalan ke arah lemari pakaian, dia membuka lemari itu dan ternganga ketika melihat baju baju baru yang ada di dalam lemari. Satu lemari besar itu penuh dengan pakaian wanita yang memiliki ukuran tubuh Cherry.
"Wah hebat" Ucap Cherry kagum.
Tak lama Cherry keluar dari kamar mandi. Dia berjalan menunduk karena membenarkan dasi seragamnya. Dia tidak sadar jika Dewa sudah bangun dari tidurnya. Cherry berdiri di depan kaca lalu menyeprotkan parfum ke badanya. Setelah itu dia menyisir rambutnya.
"Kamu harum sekali" Ucap Dewa yang memeluk Cherry dari belakang.
"Lepaskan aku Dewa" Ucap Cherry merasa geli dengan pelukan Dewa. Namun Dewa semakin mempererat pelukannya. Dia menyingkirkan rambut panjang Cherry ke samping lalu menciumi leher Cherry.
"Ah.... Dewa hentikan" Ucap Cherry yang tanpa sengaja mengeluarkan desahanya.
Dewa yang mendengar ******* Cherry semakin terpancing. Dia semakin menciumi leher Cherry dan membuat beberapa tanda merah di leher bagian belakang Cherry.
"Dewa hentikan" Ucap Cherry lirih.
Dewa membalikkan tubuh Cherry hingga Cherry menghadap pada dirinya. Dia menarik dasi Cherry dan membuka 2 kancing bagian atas baju Cherry.
"Jangan Dewa" Ucap Cherry lirih. Dewa tidak mendengarkan ucapan Cherry sama sekali. Dia membawa Cherry ke ranjang dengan terus menciumi leher Cherry.
__ADS_1
"Tidak Dewa, jangan lalukan itu" Ucap Cherry lirih. Cherry mencoba mendorong tubuh Dewa namun entah kenapa tubuhnya bekata lain.
Cherry merangkul kepala Dewa yang masih asik membuat tanda tanda merah pada leher Cherry. Mendapat respon dari Cherry, Dewa mulai membuka semua kancing baju Cherry. Kini dia beralih mencium kedua bagian sensitif Cherry.
Cherry semakin melayang dengan apa yang di lakukan Dewa padanya. Dewa yang sudah tidak tahan pun mulai melakukan aksinya.
Cukup lama Dewa melakukan hal itu pada Cherry dan saat selesai dia baru mengatahui jika ini pertama kalinya untuk Cherry. Ada becak darah pada seprei ranjang. Seluruh tubuh Cherry penuh dengan tanda cinta dari Dewa.
"Tidurlah, untuk 2 hari ke depan tidak usah ke sekolah. Untuk urusan sekolah kamu serahkan saja kepadaku" Ucap Dewa lembut.
Cherry yang lemas karena kelelahan hanya diam menuruti ucapan Dewa. Dewa menyelimuti tubuh Cherry dengan selimut. Lalu dia turun dari ranjang untuk ke kamar mandi membersihkan dirinya.
Tak lama dia keluar dari kamar mandi, dia hanya memakai handuk kimono lalu duduk di sofa dengan memandangi Cherry yang terlelap tidur. Dewa tersenyum ketika mengingat apa yang sudah ia lakukan dengan Cherry tadi.
"Ini pertama kalinya aku mendapatkan yang terbaik Cherry" Ucap Dewa tersenyum.
Dewa mengambil roko yang ada di atas meja. Dia menyalakan rokoknya dan mulai menghisapnya. Dia terus memandang Cherry yang hanya berselimut tebal.
Siang harinya.
Cherry bangun dari tidurnya. Dia merasakan seluruh tubuhnya yang sakit terutama di bagain intimnya.
"Ah sakit" Ucap Cherry kesakitan ketika ia berjalan turun dari ranjang. Dia mencari cari keberadaan Dewa namun ia tidak menemukannya di dalam kamar.
Dia dengan susah payah berjalan ke arah kamar mandi. Dia mulai membersihkan dirinya dan ketika melihat pantulan diringa di kaca kamar mandi dia mulai mengumpat Dewa.
"Dasar Dewa baj***n. Pria tua sia***n. Apa yang sudah dia lakukan kada ku. Apa dia tidak punya ot**k. Aku kan masih sekolah, kenapa dia harus sebuas itu padaku" Gerutu Cherry ketika ia membersihkan dirinya.
"Aduh sakit sekali" Ucap Cherry ketika ia berjalan lagi keluar dari kamar mandi.
# Selamat membaca ya kak
# Terima kasih banyak
😊😊😊🙏🙏🙏
__ADS_1