
Cherry menutup pintu kamar Dewa. Dia berpindah tidur di kamar sebelah kamar Dewa. Dewa ingin mengejar Cherry namun dia takut jika Cherry semakin matah padanya.
Saat tengah malam. Dewa sudah tidak bisa membendung rasa rindunya pada Cherry. Dia keluar dari kamarnya lalu berjalan ke arah kamar Cherry. Dia membuka pintu kamar Cherry yang sudah gelap. Namun saat Dewa mendekat ke arah ranjang Cherry. Dia mendengar Cherry yang menangis di bawah selimut tebalnya.
"Maafkan aku Cherry" Guman Dewa dalam hati. Dia merasa menyesal telah menyakiti Cherry namun dia tidak bisa membiarkan Cherry pergi.
Dewa memilih duduk di sofa yang ada di dalam kamar Cherry. Dia terus menatap Cherry yang masih menangis di balik selimut tebalnya.
"Aku tidak peduli jika kamu bersikap dingin pada ku Cherry. Yang terpenting sekarang adalah kamu yang sudah berada dalam genggamanku" Guman Dewa dalam hati.
"Maafkan aku Cherry, tapi mulai saat ini aku tidak akan melepaskan kamu" Guman Dewa.
Ke esokan harinya.
Cherry bangun dari tidurnya. Dia duduk bersandar pada sandaran ranjangnya dan mengusap matanya yang sembab.
"Mau kamu apakan mata panda mu itu" Ucap Dewa.
Cherry melihat Dewa yang duduk di sofa kamarnya. Dia turun dari ranjang dan berjalan ke arah kamar mandi.
"Sejak kapan kamu di situ?" Tanya Cherry yang menggosok giginga di dalam kamar mandi.
"Aku tunggu kamu di bawah untuk sarapan. Aku juga sudah meminta embok menyiapkan es untuk mengompres mata kamu" Ucap Dewa yang berjalan keluar dari kamar Cherry.
Cherry menghentikan aktifitasnya. Dia melempar sikat giginya karena marah.
"Jadi dia di sini sejak semalam" Guman Cherry.
Cherry kembali menyikat giginya.
"Dasar cowok bre***k" Guman Cherry marah marah.
Tak lama Cherry turun ke bawah. Dia duduk di kursi meja makan berhadapan dengan Dewa. Dewa memberikan sebuah kotak ke depan Cherry.
"Apa ini?" Tanya Cherry.
"Barang barang yang kamu butuhkan, buka saja" Ucap Dewa.
Cherry membuka kotak tersebut. Dia melihat ponsel edisi terbaru dengan beberapa kartu kredit serta sebuh kunci mobil mewah.
__ADS_1
"Untuk apa semua ini?" Tanya Cherry bingung.
"Itu semua milik kamu sekarang. Mobilnya aku pilihkan yang warna merah dan sudah ada di garasi. Kamu bisa langsung pakai sesuka jati kamu" Ucap Dewa.
"Aku tidak butuh ini semua" Ucap Cherry mengembalikan barang barang itu pada Dewa.
"Ini milik kamu, jika kamu tidak membutuhkannya buang saja semua" Ucap Dewa.
"Aku sudah bilang tadi malam ke kamu. Aku tidak akan mengekang kebebasan kamu. Kamu bebas ke mana saja, terserah kamu"
"Untuk kelanjutan pendidikan kamu juga, aku akan memanggil guru ke sini. Mulai besuk kamu home schooling" Ucap Dewa.
"Aku bisa sekolah lagi?" Tanya Cherry tidak percaya.
"Iya. Kamu bisa sekolah lagi sampai kamu lulus. Jika kamu ingin kuliah pun aku mengijinkannya. Bahkan jika kamu ingin kuliah ke luar negri pun aku akan turuti" Ucap Dewa.
"Aku akan lakukan apapun untuk kamu Cherry . Yang terpenting kamu harus bahagia. Kamu harus tetap meraih apa yang sudah manjadi cita cita kamu" Ucap Dewa.
"Aku akan terus mendukung mu" Imbuh Dewa meraih tangan Cherry.
"Terima kasih" Ucap Cherry tersenyum.
Dewa sangat senang kini Cherry sudah mau tersenyum kembali padanya. Walaupun dia tau jika Cherry masih marah dengan dia. Namun dengan apapun caranya dia berusaha merebut kembali hati Cherry.
Cherry teringat dengan luka Dewa semalam. Dia melihat Dewa yang makan kesusahan dengan luka di tangannya itu. Cherry bangkit dari duduknya. Dia berpindah duduk di sebelah Dewa.
"Kemarikan piring mu" Pinta Cherry. Cherry mulai menyuapi Dewa makan.
"Aku melakukan ini bukan berarti aku sudah memaafkan kamu. Aku hanya merasa bersalah karena sudah menyakiti kamu" Ucap Cherry.
"Aku tau itu, tidak akan mudah bagi kamu untuk memaafkan kesalahanku. Tapi aku akan terus berusaha untuk mendapat maaf dari kamu" Ucap Dewa.
"Temui kakak ku, minta maaf lah pada dia" Ucap Cherry.
Mendengar ucapan Cherry, Dewa kembali terbawa emosi.
"Aku sudah selesai makan" Ucap Dewa bangkit dari duduknya. Dia meninggalkan Cherry yang masih duduk di kursinya.
Dewa berjalan keluar dari rumahnya untuk ke kantor. Dengan perasaan tidak senang dia berangkat ke kantor.
__ADS_1
Cherry melihat sedih melihat Dewa yang marah. Dia merasa bersalah karena memaksa Dewa untuk menemui kakaknya.
"Tangannya" Ucap Cherry yang baru teringat dengan tangan Dewa yang harus di bawa ke rumah sakit untuk menerima tindakan yang lebih baik.
Cherry berlari turun dari kamar. Dia mencoba mengejar Dewa, namun terlambat. Dewa sudah pergi ke kantornya.
"Apa aku harus ke sana?" Guman Cherry.
"Hah baik lah, sepertinya aku memang harus ke kantornya sekarang" Ucap Cherry.
Cherry kembali masuk ke dalam kamarnya. Dia mulai membuka lemari bajunya dan memilih pakaian yang menurutnya bagus untuk tubuhnya.
"Apa aku pakai ini saja ya" Ucap Cherry yang memegang mini dress tanpa lengan berwarna hitam.
"Aku pakai ini saja lah" Ucap Cherry. Cherry menaruh baju yang ia pilih ke ranjang. Lalu dia mulai merias diri. Dia menata rambut panjangnya dan mulai memakai pakaian yang ia pilih tadi.
Cherry memakai sepatu kets berwarna putih lalu dia keluar dari rumah menuju ke garasi mobil. Cherry memencet tombol kunci mobilnya untuk mencari di mana mobilnya berada.
"Wah, hebat. Ini mobil ku" Ucap Cherry tercengang dengan mobil pemberian Dewa yang super mewah dan sangat cocok jika dia yang memakainya.
Cherry sudah bisa menyetir sejak lama karena dulu saat masih di kantor, Randi sering membawa mobil kantornya pulang. Sejak itu Cherry mulai belajar menyetir dari Randi.
Cherry masuk ke dalam mobilnya. Dia mulai menyalakan mesin mobilnya dan melajukan mobilnya meninggalkan area vila.
Di kantor Dewa.
Dewa dan Ardi saat ini sedang berada di kantor. Mereka berjalan keluar ruangan karena akan pergi ke rapat penting untuk perjalanan kapal pesiar mereka.
Saat sampai di lobi kantor. Mereka berhenti di depan pintu utama untuk menunggu supir yang sedang mengambil mobil untuk kendaraan mereka.
Tiba tiba sebuah mobil mewah berhenti tepat di depan Dewa dan Ardi. Ardi mencoba melihat siapa pengemudi mobil mewah itu. Cherry membuka atap mobilnya dan tersenyum cantik ke arah Dewa dan Ardi.
"Cherry" Ucap Ardi terkejut.
Cherry turun dari mobilnya. Dia berjalan ke arah Dewa dan berhenti di depan Dewa.
"Sedang apa kamu di sini?" Tanya Dewa tersenyum senang karena Cherry berinisiatif datang ke kantornya dan memberikan dia kejutan yang tidak pernah dia duga.
# Selamat membaca ya kak
__ADS_1
# Terima kasih banyak
🙏🙏🙏😊😊😊