Terjerat Cinta Dua Mafia

Terjerat Cinta Dua Mafia
51


__ADS_3

...Next? ...


...Udah vote dan spam komen belum? ...


...Yuk ges semangatin mamak Diyah biar aku rajin up setiap hari....


...Like dan bintang 5 juga boleh lho ya......


...Votenya jangan pelit2 ya!!!!😊😊😊😊...


...See u next part ❤...





Cherry masuk ke dalam mobil Aksa. Dia diam di kursinya dengan wajah yang marah penuh emosi.


Aksa pun masuk ke dalam mobilnya. Dia melajukan mobilnya ke arah kantor miliknya. Di sepanjang jalan, Cherry hanya melihat kelur jendela. Dia sudah tidak peduli kemana Aksa akan membawanya pergi.


"Kita ke kantor ku dulu. Ada hal yng harus aku kerjakan" Ucap Aksa.


"Terserah" Jawab Cherry.


Aksa terdiam mendengar ucapan Cherry. Dia harus menerima sikap dingin Cherry karena ini lah hukuman untuknya.


Di kantor perusahaan Aksa.


Cherry turun dari mobil. Dia melihat gedung pencakar langit yang tinggi di depannya. Cherry melihat nama PTIA (Perusahaan Teknologi Informatika Aksa)


"Pantas saja dia bisa menyembunyikan ku dari Dewa" Guman Cherry kagum. Namun rasa bencinya jauh lebih besar.


"Ayo masuk" Ucap Aksa. Aksa masuk lebih dulu dan di ikuti Cherry. Saat masuk ke dalam perusahaan Aksa, dia sangat kagum dengan kecanggihan yang ada di dalam perusahaan.


Ada beberapa robot penjaga di depan pintu lobi ada alat pembersih otomatis yang terus berjalan mengelilingi lantai lobi. Ada juga beberapa robot lain yang membantu pekerjaan karyawan kantor Aksa.


Aksa mengajak Cherry masuk ke dalam ruangannya.


"Duduk lah, aku akan segera menyelesaikan pekerjaan ku" Ucap Aksa.


Cherry duduk di sofa. Dia melihat sekelilingnya yang banyak alat alat aneh yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Namun ia tertuju pada sebuah lukisan besar yang ada di depannya. Dia bangkit dari duduknya lalu berjalan mendekati lukisan itu.


"Ini lukisan diri ku?" Guman Cherry menyentuh lukisan besar itu. Lukisan itu adalah lukisan saat dia masih duduk di sekolah dasar.


Yang ada di dalam lukisan itu adalah Cherry saat berada di bukit yang ada di belakang rumah neneknya dulu. Itu adalah tampat rahasia Cherry dan teman masa kecilnya dulu. Hanya mereka berdua yang tau tempat itu.


"Siapa kamu sebenarnya?" Tanya Cherry yang berbalik menatap Aksa.

__ADS_1


Aksa tersenyum lalu berjalan mendekati Cherry.


"Apa kamu ingat siapa yang ada di dalam lukisan itu?" Tanya Aksa.


"Itu aku" Jawab Cherry.


"Iya sayang itu kamu" Jawab Aksa tersenyum.


"Jawab aku, siapa kamu sebenarnya?" Tanya Cherry lagi.


"Bukan kah kamu sudah mendapat jawabannya" Ucap Aksa.


"Iya Cherry, aku Azka teman masa kecil kamu" Jawab Aksa.


"Tidak mungkin" Ucap Cherry tidak percaya.


Aksa menarik tangan Cherry ke meja kerjanya. Dia membuka laci kerjanya dan mengeluarkan sebuah kotak.


"Buka lah" Ucap Aksa.


Cherry membuka kotak itu, dia melihat gelang kembarannya saat dulu dan foto mereka saat bermain. Ada juga foto Randi yang saat itu sudah duduk si bangku SMP.


"Jadi yang kamu ucapkan kemarin semuanya bohong?" Tanya Cherry menangis.


"Maafkan aku Cherry" Ucap Aksa.


"Kenapa kamu melakukan ini? Kenapa kamu tidak jujur tentang siapa diri kamu?" Tanya Cherry.


"Aku ingin mengubur nama Azka karena Azka dulu anak laki laki yang tidak bisa menyelamatkan kedua orangtua kamu. Aku tidak ingin mengingat kejadian itu lagi Cherry" Ucap Aksa sedih.


"Maafkan aku Cherry. Aku sudah banyak membohongi kamu. Tapi aku harap hanya kamu yang tau bahwa aku adalah Azka" Pinta Aksa. Cherry mengangguk pelan.


"Terima kasih" Ucap Aksa mencium kening Cherry.


"Aku sangat mencintai kamu Cherry" Ucap Aksa tersenyum.


"Aku bisa menerima kamu tapi aku tidak bisa melupakan apa yang sudah kamu lakukan" Ucap Cherry


"Iya aku tau, ini memang hukuman buat ku" Jawab Aksa.


"Untuk Dewa dan Ardi, aku sudah membawa mereka ke luar negri untuk pengobatan mereka. Kamu tidak usah khawatir" Ucap Aksa.


Cherry melihat map yang berada di bawah kotak tadi. Dia membaca tulisan yang ada di depan map tersebut.


"Kamu sakit?" Tanya Cherry mengambil map itu dan mulai membukanya.


"Hanya masalah sepele saja" Ucap Aksa tersenyum.


Cherry membaca hasil pemeriksaan kesehatan Aksa. Dia terkejut melihat Aksa memiliki penyakit keturunan Bipolar.

__ADS_1


"Jadi ini sebabnya kamu tidak bisa mengotrol emosi kamu?" Tanya Cherry.


"Iya, di saat aku sedang banyak pikiran dan tertekan aku pasti akan kambuh. Tapi kamu tidak usah takut karena aku rutin meminum obat dari Dokter ku" Jawab Aksa


"Berapa banyak lagi rahasia yang kamu sembunyikan dari ku Aksa? Kenapa kamu malakukan ini semua?" Tanya Cherry.


"Tidak ada" Jawab Aksa mengambil hasil pemeriksaannya dari tangan Cherry.


"Aku istri kamu Aksa, jadi aku berhak tau apa yang kamu sembunyikan?" Tanya Cherry marah.


"Aku sudah jujur semuanya ke kamu Cherry, bukan kah kamu juga sudah tau dari hasil penyelidikan Dewa dulu" Ucap Aksa


"Duduk lah, aku akan menyelesaikan pekerjaan ku" Ucap Aksa.


Cherry kembali duduk di sofa. Dia menatap Aksa yang sedang mengerjakan pekerjaannya dengan tatapan tajam.


Beberapa bulan berikutnya.


Walaupun Cherry masih belum bisa mencintai Aksa, namun dia tetap melakukan tugasnya sebagai istri. Dia setiap pagi selalu menyiapkan sarapan untul Aksa namun tidak pernah sekalipun dia makan bersama dengan Aksa.


Aksa tidak menuntut lebih karena dia tau jila Cherry masih belum bisa memaafkannya. Aksa duduk di kursi meja makan. Dia tersenyum ketika melihat makanan yang sudah tertata rapi di atas meja.


Aksa mulai makan dengan lahap. Dia selalu menghabiskan makanan yang sudah di siapkan Cherry dengan susah payah.


"Nyonya melihat anda dari lantai atas tuan" Bisik Juli pada Aksa saat kenuangkan air putihke gelas Aksa.


"Biarkan saja, lalukan apapun yang nyonya perintahkan ke kamu. Jangan membantahnya tapi ingat kamu harus selalu di sampingnya" Ucap Aksa.


"Baik tuan" Jawab Juli.


Aksa kembali melanjutkan sarapan paginya. Di saat bersamaan, ponsel Aksa berdering.


"Iya halo" Jawab Aksa.


"Ada kabar tentang Dewa dan Ardi tuan. Mereka akan segera kembali" Ucap anak buah Aksa.


"Biarkan saja, nanti kita bahas di kantor. Sebentar lagi aku akan berangkat" Ucap Aksa.


"Baik tuan" Jawab anak buah Aksa.


Aksa segera menghabiskan makanannya. Setelah selesai, dia kembali ke kamarnya untuk berpamitan pada Cherry.


Saat melihat Aksa bangkit dari duduk ya, Cherry berlari masuk ke dalam kamar. Dia duduk di depan meja riasnya dan mulai menyisir rambutnya.


"Kamu sudah cantik, tidak perlu di sisir terus rambutmu" Ucap Aksa menghampiri Cherry.


# Selamat membaca ya kak


# Terima kasih banyak

__ADS_1


😊😊😊🙏🙏🙏


__ADS_2