Terjerat Cinta Dua Mafia

Terjerat Cinta Dua Mafia
53


__ADS_3

...💥💥💥...


...Hai hai hai......


...Gimana seru nggak nih ceritanya. ...


...Masih ada kelanjutannya lho. Ayo lanjut baca terus sampai akhir....


...Untuk uang parkirnya jangan lupa. Hanya butuh Like, Komen, Vote dan klik tombol Favoritnya. ...


...Kalau di tambah bintang 5 juga boleh ya ......


...Selamat membaca dan terima kasih banyak 🙏😊...





"Berbahagia lah sayang. Aku harap di hari ulang tahun mu kali ini, bisa membuat kamu lebih dewasa, lebih pengertian dan lebih segalanya yang terbaik untuk kamu" Ucap Aksa


"Terima kasih" Ucap Cherry tersenyum.


"Ayo masuk, aku sudah siapkan sesuatu di dalam" Ucap Aksa menggandeng tangan Cherry masuk ke dalam hotel.


Aksa dan Cherry sudah sampai di depan pintu kamar yang sudah di pesan Aksa. Aksa membuka pintu kamarnya lalu mempersilahkan Cherry untuk masuk lebih dulu.


Cherry melihat kelopak bunga berbentuk hati di depan ranjang. Dia juga melihat namanya yang tertulis di atas ranjang dengan kelopak bunga mawar kuning.


Cherry menaruh buket bunganya di atas meja. Dia mengambil kotak yang ada di atas ranjang.


"Apa ini juga untuk ku?" Tanya Cherry.


"Iya, buka lah" Jawab Aksa.


Cherry mulai membuka kotak tersebut. Saat dia membukannya terdengar suara musik dan dua angsa yang menari di dalamnya.


"Cantik sekali" Ucap Cherry tersenyum.


"Secantik kamu sayang" Sahut Aksa. Aksa mendekati Cherry. Dia meraih dagu Cherry dan mencium bibir Cherry.


Aksa meraih tengkuk Cherry dan menidurkan Cherry di atas ranjang.


"Apa aku boleh melakukannya?" Tanya Aksa lembut. Cherry mengangguk pelan. Aksa tersenyum lalu mencium kening Cherry setelah mendapat persetujuan Cherry.


Setiap Aksa mengingikannya, dia selalu bertanya pada Cherry. Dia tidak ingin membuat Cherry takut bahkan semakin benci padanya. Tapi Cherry selalu mengiyakan permintaan Aksa karena dia selalu berfikir bahwa dia saat ini adalah istri Aksa yang sah.


Beberapa hari telah berlalu.


Cherry merasa badannya tidak nyaman. Dia juga sering pusing dan lemas.

__ADS_1


"Cherry, hari ini kamu tidak masak?" Tanya Aksa yang masuk ke dalam kamarnya.


Dia mendekati Cherry, dia melihat wajah Cherry yang pucat.


"Sayang, kamu kenapa? Wajah kamu pucat sekali?" Tanya Aksa khawatir.


"Kepalaku pusing Aksa. Badan ku juga lemas" Jawab Cherry lemah.


"Aku akan bawa kamu ke rumah sakit sekarang" Ucap Aksa membuka selimut yang di pakai Cherry.


"Aku bantu kamu ganti baju dulu ya" Ucap Aksa lembut, Cherry hanya mengangguk marena dia benar benar lemas.


Aksa mulia mengganti pakaian Cherry. Setelah selesai, Aksa menyelimuti tubuh Cherry dengan selimut lalu menggendongnya keluar dari kamar.


"Bergahan lah sayang, aku akan bawa kamu ke rumah sakit" Ucap Aksa.


Aksa mendudukkan Cherry di kursi penumpang. Setelah itu dia berlari untuk masuk ke dalam mobil. Aksa melajukan mobilnya keluar dari area rumahnya.


Aksa menggenggam tangan Cherry dan satu tangannya lagi memegang setir mobil. Cherry melihat wajah Aksa yang benar benar cemas.


Cherry memegang punggung tangan Aksa agar Aksa tidak begitu khawatir.


"Jangan sampai kamu kenapa kenapa sayang, aku mohon" Guman Aksa menangis.


"Aku tidak akan kenapa kenapa Aksa, aku baik baik saja" Ucap Cherry lirih.


Aksa tanpa sengaja menabrak mobil yang berada di depannya saat lampu merah. Pemilik mobil keluar dan melihat mobilnya yang sudah rusak.


"Tunggu aku sebantar ya sayang" Ucap Aksa menghapus air matanya. Dia membuka pintu mobilnya untuk menemui pemilik mobil.


"Kartu nama untuk apa? Kamu harus ikut saya ke kantor polisi." Ucap pemilik mobil.


"Pak saya akan bertanggung jawab, tapi saya harus membawa istri saya ke rumah sakit" Ucap Aksa yang semakin khawatir dengan keadaan Cherry.


"Saya mohon pak, biarkan saya pergi. Istri saya sedang sakit" Ucap Aksa memohon.


Pemilik mobil merasa kasihan. Dia mengambil kartu nama Aksa.


"Ya sudah, saya akan bawa, tapi ingat jangan ingkar janji dan tanggung jawab " Ucap pemilikmobil.


"Iya pak, pasti. Terima kasih banyak" Ucap Aksa tersenyum. Aksa segera masuk kembali ke dalam mobil. Dia melihat Cherry yang semakin lemas.


"Sayang bertahan lah" Ucap Aksa lirih mengusap kepala Cherry.


Aksa mulai melajukan mobilnya lagi. Cherry melihat tangan Aksa yang gemetaran memegang setir mobil.


"Kamu sampai sebegitu khawatirnya dengan ku Aksa. Apa kamu benar benar mencintai ku seperti yang kamu ucapkan?" Guman Cherry dalam hati.


Di rumah sakit.


Aksa menggendong Cherry keluardari mobil. Dia berlari membawa Cherry masuk ke dalam rumah sakit. Para petugas rumah sakir langsung membawakan ranjang dorong untuk Cherry.

__ADS_1


"Kita bawa ke IGD" Ucap petugas rumah sakit.


"Bapak, tolong lakukan pendaftaran dulu di sana" Ucap petugas.


"Iya" Jawab Aksa.


Aksa melakukan pendaftaran di tempat pendaftaran rjmah sakit. Sedangkan Cherry di bawake IGD untuk pemeriksaan.


Setelah selesai melakukan pendaftaran, Aksa berjakan ke ruang IGD. Dia menunggu Dokter yang sedang melakukan pemeriksaan pada Cherry.


"Suami dari nyonya Cherry" Panggil petugas.


"Saya suaminya" Jawab Aksa.


"Silahkan masuk, Dokter ingin berbicara dengan anda" Ucap petugas.


"Baik" Jawab Aksa.


Aksa ikut masuk ke dalam IGD, dia melihat Cherry yang sudah duduk di kursi depan meja Dokter.


"Kamu tidak apa apa kan?" Tanya Aksa khawatir.


"Aku baik baik saja. Sudah jauh lebih baik" Jawab Cherry tersenyum.


Aksa terpesona dengan senyuman Cherry karena ini kali pertama Cherry tersenyum tulus padanya.


"Dokter, bagaimana keadaan istri saya? Dia tidak sakit yang terlalu berat bukan?" Tanya Aksa.


"Tidak apa apa tuan Aksa, istir anda hanya lemas biasa karena hamil muda" Jawab Dokter.


"Apa?" Tanya Aksa belum percaya.


"Istri anda hamil tuan Aksa. Selamat anda sebentar lagi akan menjadi ayah" Ucap Dokter tersenyum.


Mendengar jawaban Dokter, Aksa sampai menitihkan air matanya. Dia menoleh ke arah Cherry lalu memeluk Cherry.


"Terima kasih sayang, terima aksih banyak." Ucap Aksa terharu.


"Aku janji akan menjadi suami yang lebih baik lagi. Aku akan membuat kamu lebih bahagia lagi. Aku janji" Ucap Aksa.


"Iya" Jawab Cherry tersenyum.


"Jika anda berkanan kita bisa melalulan USG juga untuk melihat janin nyonya" Ucap Dokter.


"Iya Dok, saya ingin melihatnya" Ucap Aksa.


"Kamu tidak keberatan kan sayang?" Tanya Aksa. Cherry mengangguk. Dia terus tersenyum melihat wajah Aksa yang terlihat sangat bahagia dengan kehamilannya itu.


"Awalnya mamah belum ingin mengandung, tapi setelah mengetahui kamu ada di dalam perut mamah, mamah merasa dunia mamah semakin berwarna sayang. Semoga dengan adanya kamu, mamah bisa menerima papah kamu dan menjadi istri yang lebih baik untuk papah kamu" Guman Cherry dalam hati.


# Selamat membaca ya kak

__ADS_1


# Terima kasih banyak


🙏🙏🙏😊😊😊


__ADS_2