
...Hai hai hai...
...Sebelum membaca nex partnya, ayo lah jangan lupa Like, Komen dan Vote....
...Mamak Diyah tambah semangat kalau kalian senang 🤭...
...Selamat membaca...
...Terima kasih sudah mampir...
●
●
●
Dewa memberikan sebuah pisau ke tangan Cherry.
"Lukai aku atau bahkan kamu bisa membunuh ku jika menurut mu itu bisa memuaskan kamu" Ucap Dewa mengarahkan pisau yang ada di tangan Cherry ke lehernya.
"Aku lebih baik mati dari pada harus melihat kamu seperti ini" Imbuh Dewa.
Cherry membuang pisau yang di berikan Dewa lalu menangis dengan memeluk Dewa.
"Kenapa harus aku? Kenapa aku yang kalian permainkan? Apa salah ku?" Tanya Cherry menangis.
"Aku tidak pernah mempermainkan kamu Cherry, aku tulus mencintai kamu. Aku hanya tidak ingin kamu terseret masuk ke lubang yang sama dengan ku. Maafkan aku sayang" Ucap Dewa lirih.
Tak lama Cherry sudah mulai tenang, Dewa menggendong Cherry keluar dari kamarnya untuk makan malam. Dia ruang makan sudah ada Ardi yang sedang kenata makanan di atas meja.
"Kemarin lah, aku sudah memaskkan makanan yang kamu sukai" Ucap Ardi tersenyum tampan.
Dewa mendudukkan Cherry ke kursinya. Ardi dan Dewa duduk berhadapan manatap Cherry.
"Makan lah" Ucap Dewa dan di angguki oleh Cherry.
Ardi mengambilkan lauk yang sudah ia masak keatas piring Cherry.
"Nah makan lah" Ucap Ardi tersenyum.
Cherry mulai muapkan makanan yang ada di depannya ke dalam mulutnya. Dia makan dengan lahap masakan yang di buat oleh Ardi. Ardi dan Dewa juga makan malam bersama dengan Cherry.
Setelah makan malam, Ardi menggendong Cherry ke ruang tengah. Dewa sudah menunggu mereka di ruang tengah.
"Sekarang aku ingin bicara jujur ke kamu Cherry, aku akan terima semua keputusan kamu setelah kamu mendengar ini dari kami" Ucap Dewa.
"Kami memang anggota mafia di negara ini bahkan aku adalah ketua mereka. Semua kekayaan yang aku miliki berasal dari pekerjaan itu" Ucap Dewa.
"Kami memang kejam dan tangan kami sudah sering terkena darah dari para musuh musuh kami. Kami sudah biasa melihat kekejaman yang belum pernah kamu bayangkan sebelumnya." Ucap Ardi.
"Kami menyembunyikan ini semua karena kami tidak ingin kamu terseret dalam masalah kami. Kami tidak ingin kamu menjadi target untuk melumpuhkan kami Cherry" Imbuh Ardi.
__ADS_1
"Seharusnya kami tidak boleh memiliki kelemahan sama sekali. Tapi saat ini kamu lah kelemahan kami Cherry. Jadi karena kamu sudah tau siapa kami, mulai sekarang tolong lebih berhati hati lah. Jika kamu bertemu orang yang asing jangan pernah dekati mereka apapun yang terjadi" Ucap Dewa
"Jadi kalian melakukan ini semua demi aku?" Tanya Cherry lirih.
"Iya Cherry, karena aku mencintai kamu" Ucap Ardi.
"Bersabar lah sayang, kami janji tidak akan membiarkan kamu terseret ke dalamnya" Ucap Dewa mengusap kepala Cherry lembut.
"Maaf karena aku sudah berpikiran buruk pada kalian, aku tidak memikirkan perasaan kalian sama sekali . Maafkan aku" Ucap Cherry tertunduk.
"Kamu tidak salah honey, jangan merasa bersalah begitu" Ucap Ardi.
"Terima kasih" Ucap Cherry tersenyum. Dewa dan Ardi pun tersenyum bahagia karena kini permasalahan mereka dengan Cherry sudah terselesaikan.
Cherry pun tampak lebih tenang, dia sudah bisa menerima pekerjaan Dewa dan Ardi. Walaupun sangat berbahaya, namun itu lah pekerjaan mereka, Cherry tidak bisa menyalahkan mereka sepihak.
Ke esokan harinya.
Malam ini akan ada acara kampus. Karena bingung harus datang dengan siapa, Cherry memutuskan untuk datang bersama Randi, kakaknya.
Pagi ini Cherry datang ke rumah Randi dengan di temani Ardi karena Dewa ada rapat penting yang tidak bisa dia tinggalkan.
"Kamu tidak membawa buah tangan untuk kakak mu?" Tanya Ardi yang melihat Cherry datang dengan tangan kosong.
"Sudah tidak apa apa, kakak bisa membelinya sendiri. Ayo masuk" Ucap Cherry yang sudah tidak sabar bertemu dengan Randi.
Ardi hanya tersenyum melihat tingkah Cherry yang menggemaskan jika ada maunya. Cherry turun dari mobil lalu masuk ke dalam rumah Randi. Sedangkan Ardi mengambil buah tangan di bagasi mobil untuk ia berikan pada Randi.
"Kamu tidak perlu repot repot jika ke sini" Ucap Randi.
"Hanya hal kecil saja tidak apa apa" Ucap Ardi.
"Duduk lah aku akan buatkan kalian minum" Ucap Randi.
"Terima kasih" Ucap Ardi yang berjalan kembali ke ruang tamu.
Tak lama Randi kembali ke ruang tamu dengan minuman di tangannya.
"Ayo di minum" Ucap Randi.
"Kakak, aku mau minta bantuan" Ucap Cherry yang mamaluk lengan Randi.
"Apa yang kamu inginkan?" Tanya Randi.
"Tamani aku ke acara pesta dansa kampus kak" Ucap Cherry.
"Kenapa harus kakak? Kamu bisa mengajak salah satu pangeranmu itu" Ucap Randi.
"Kami ada kerjaan malam ini, kami tidak bisa menemaninya" Ucap Ardi.
"Baik lah kalau begitu, kakak akan temani kamu pergi" Ucap Randi.
__ADS_1
"Terima kasih kak" Ucap Cherry tersenyum bahagia
Malam harinya. Cherry sudah memakai dress panjang berwarna gold dengan sepatu hak tinggi berwarna putih. Randi memakai jas hitam yang sudah Cherry siapkan sebelumnya.
Di saat bersaman ponselCherry berdering. Dia melihat nama Dewa yang tertera di layar ponselnya.
"Halo Dewa, ada apa?" Tanya Cherry.
"Apa kamu sudah siap?" Tanya Dewa.
"Sudah, ini kami sudah mau berangkat" Ucap Cherry.
"Maafkan aku tidak bisa menemanimu malam ini" Ucap Dewa merasa bersalah.
"Tidak apa apa, uang lebih penting untuk ku" Ucap Cherry bergurau.
"Hahaha baik lah, aku akan mencari uang yang sangat banyak untuk kamu" Ucap Dewa tertawa.
"Selamat bekerja sayang" Ucap Cherry lembut.
"Teriman kasih sayang, selamat bersenang senang" Ucap Dewa.
"Iya" Jawab Cherry tersenyum. Cherry mematikan ponselnya, dia berjalan keluar dari kamarnya dan mihat Randi yang sangat tampan dengan setelan jasnya.
"Wah, kakak ku benar benar tampan" Ucap Cherry kagum.
"Jangan menggoda kakak Cherry" Ucap Randi malu.
"Tapi kakak benar benar tampan malam ini" Ucap Cherry.
"Memangnya selama ini kakak tidak tampan?" Tanya Randi menyelidik.
"Ya tampan sih, tapi malam ini lebih tampan" Ucap Cherry bergelayutan manja di lengan Randi.
"Sudah ah, ayo berangkat. Kamu sudah siap kan?" Tanya Randi.
"Sudah dong" Jawab Cherry. Cherry dan Randi keluar dari rumah. Randi melihat mobil mewah berwarna merah terparkir di depan rumahnya.
"Ini mobil kamu?" Tanya Randi tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
●
●
...Next? ...
...Udah vote dan spam komen belum? ...
...Yuk ges semangatin mamak Diyah biar aku rajin up setiap hari....
...Votenya jangan pelit2 ya!!!!😊😊😊😊...
__ADS_1
...See u next part ❤...