
...Hai hai hai...
...Sebelum membaca nex partnya, ayo lah jangan lupa Like, Komen dan Vote....
...Mamak Diyah tambah semangat kalau kalian senang 🤭...
...Selamat membaca...
...Terima kasih sudah mampir...
●
●
●
"Aku sedang makan sekarang. Kalian berdua tunggu aku di ruang tengah. SEKARANG" Ucap Cherry dan seketika kedua pria itu bangkit dari duduknya. Mereka berjalan ke arah ruang tengah seperti yang di ucapkan Cherry.
"Hah, aku bisa benar benar gila jika hidup ku selalu di hantui mereka berdua" Ucap Cherry lemas.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang?" Guman Cherry.
"Lagian kenapa aki bisa bicara seperti itu sih kemarin?" Guman Cherry lagi.
"Aku ingin hilang dari semua ini rasanya" Ucap Cherry.
Tak lama Cherry menghampiri Dewa dan Ardi. Dia duduk di sofa yang berhadapan dengan Dewa dan Ardi yang duduk berdampingan.
"Ok, sekarang kita bicarakan masalah ini" Ucap Cherry.
"Iya, kamu harus segera putuskan hubungan mu dengan dia" Ucap Dewa.
"Kenapa harus aku? Kenapa tidak kamu saja yang putus dengan Cherry" Ucap Ardi
"Karena aku lebih dulu menjalin hubungan dengan Cherry" Ucap Dewa.
"Aku yang lebih dulu menyukainya" Ucap Ardi.
"Tapi aku yang memenuhi kebutuhan dia" Ucap Ardi.
"Tapi aku yang menyelamatkan dia" Ucap Ardi.
"Hentikan" Teriak Cherry.
Cherry menarik nafas panjang lalu tersenyum ke arah 2 pria itu.
"Sebelumnya aku ingin minta maaf pada kalian, aku sudah membuat hal yang bisa saja membuat kalian bertengkar" Ucap Cherry.
"Untuk masalah kemarin, aku memang terbawa emosi hingga bisa bicara seperti itu pada kalian. Aku tidak bermaksud untuk mempermainkan kalian, sungguh aku sam sekali tidak memiliki pemiliran seperti itu" Ucap Cherry.
"Langsung ke intinya saja Cherry" Ucap Ardi.
"Maafkan aku Ardi, aku sudah memanfaatkan kamu kemarin" Ucap Cherry.
"Jadi maksud kamu, kamu ingin mengakhiri hubungan kita ini?" Tanya Ardi.
"Bukan kah sudah jelas dengan apa yang dia ucapkan" Ucap Dewa tersenyum puas.
__ADS_1
"Kenapa harus aku yang mengalah? Tidak, aku tidak akan melepaskan kamu Cherry" Ucap Ardi tegas.
"Tapi dia sudah memutuskannya" Ucap Dewa.
"Tapi aku tidak menyetujuinya, aku rela menjadi yang ke 2 untuk kamu Cherry. Aku tidak keberatan jika kamu bersama dia" Ucap Ardi.
"Tapi ini akan sangat menyakitkan Ardi. Kita semua akan tersakiti" Ucap Cherry.
"Jadi kamu pikir jika aku yang mengalah, aku tidak tersakiti?" Ucap Ardi marah
"Tidak begitu Ardi, tolong dengarkan penjelasan ku dulu" Ucap Cherry.
"Semuanya sudah jelas Cherry, kamu mengorbankan aku demi kebahagian kalian bukan" Ucap Ardi yang bangkit dari duduknya.
"Sudah lah Ardi, jangan berulah" Ucap Dewa.
"Berulah kamu bilang? Ini semua gara gara siapa? Ini semua gara gara kamu Dewa. Aku yang lebih dulu bertemu dengan dia, aku yang lebih dulu menyukainya. Tapi karena kamu mengikatnya dengan kotrak sia***n mu itu hingga dia rela bersamamu" Ucap Ardi marah.
"Memangnya kenapa kalau aku melakukan itu? Itu urusan ku dan tidak ada hubungannya dengan kamu" Ucap Dewa yang sudah bangkit dari duduknya dan berhadapan dengan Ardi.
"Hentikan" Teriak Cherry lagi.
"Kalian duduk lagi atau aku akan melakukan hal yang tidak pernah kalian duga" Ancam Cherry.
"Sudah lah, percuma juga aku di sini. Kamu juga tidak akan memandang ku" Ucap Ardi yang berniat pergi namun di cegah oleh Cherry.
"Duduk" Ucap Cherry.
"Tidak" Tolak Ardi yang menepis tangan Cherry.
"Jika kamu pergi, aku pastikan kamu tidak akan pernah melihatku lagi" Ancam Cherry.
Ardi berbalik dan terkejut melihat pistol miliknya sudah di tangan Cherry.
"Apa yang kamu lakukan Cherry, berikan pistol itu pada ku" Ucap Dewa yang berjalan mendekati Cherry.
"Tetap diamdi tempat mu" Ucap Cherry mengarahkan pistolnya ke Dewa.
Dewa menghentikan langkahnya, kini Ardi yang mencoba menghampiri Cherry.
"Berikan itu pada ku Cherry" Ucap Ardi.
"Kenapa kamu pergi begitu saja sebelum aku selesai bicara?" Ucap Cherry.
"Tapi apa yang harus aku dengar lagi Cherry? Semuanya sudah jelas kalau kamu memilih Dewa" Ucap Ardi.
"Tapi aku juga mulai suka dengan kamu. Aku suka dengan perhatian dan kelembutan yang kamu berikan." Ucap Cherry.
"Aku memang egois jika mengingkan kalian berdua, tapi apakah kalian mau menerima ku yang seperti ini?" Tanya Cherry lirih.
"Jika kalian tidam menerimanya, maka aku yang akan mundur. Aku yang akan melepaskan kalian berdua sekaligus" Ucap Cherry.
Dewa berjalan mendekati Ardi.
"Jika itu yang kamu inginkan, kami akan mengikutinya Cherry. Bukan kah lebih bagus jika kamu memiliki kita berdua? Kita berdua bisa menjaga kamu lebih baik dari siapapun" Ucap Dewa menepuk bahu Ardi.
"Iya Cherry, aku setuju dengan ucapan Dewa. Tolong berikan pistol itu padaku" Ucap Ardi.
__ADS_1
Cherry meneteskan air matanya, dia mengembalikan pistol Ardi lalu memeluk kedua kekasihnya itu.
"Aku janji akan berusaha adil. Maafkan keegoisan ku" Ucap Cherry menangis.
"Aku sangat mencintai kamu Cherry" Ucap Ardi dan Dewa bersamaan dengan senyuman menawan mereka.
Kini permasalahan mereka bertiga lun telah teratasi. Cherry sudah putuskan untuk berhubungan dengan dua pria tampan yang sudah membuat perasaanya berantakan campur aduk tak beraturan. Hanya satu hal yang Cherry tidak ketahui dari mereka adalah mereka berdua seorang mafia kejam yang terkenal.
Beberapa bulan telah berlalu.
Cherry sudah menyelesaikan sekolahnya dan kini ia telah di nyatakan lulus.
"Akhirnya aku bukan anak kecil lagi sekarang" Ucap Cherry yang kini sedang bersantai dengan Dewa dan Ardi di taman belakang rumah Dewa.
"Kamu tetap wanita kecilku" Ucap Ardi menyuapi Cherry buah.
"Kamu sudah dewasa dari umur mu" Ucap Dewa.
Plack
Cherry memukul bahu Dewa.
"Bilang saja wajah ku terlihat tua" Ucap Cherry.
"Tidak begitu, maksud Dewa. Maksud Dewa, kamu lebih dewasa dalam hal sifat dan sikap" Jelas Ardi.
"Kamu memang yang selalu mengertikan ku" Ucap Cherry memeluk erat tubuh Ardi.
"Jangan membuat ku marah" Ucap Dewa.
Cherry tersenyum lalu berbalik memeluk Dewa.
"Kamu pangeran terbaik ku" Ucap Cherry tersenyum.
"Jangan menggodaku" Ucap Dewa.
Cherry melepaskan pelukan dari Dewa. Dia kembali dudukdi tempatnya.
"Lalu apa yang akan kamu lakukan selanjtnya?" Tanya Ardi.
"Aku ingin kuliah ke luar negri" Jawab Cherry tersenyum.
●
...Nex partnya mau lagi nggak nih?...
...Kalau partnya ini suka nggak?...
...Harus komen ya.......
...Mamak mau minta maaf nih kalau ada typo banyak....
...Kalau suka dan seru dengan novelnya, jangan lupa ajak teman temannya buat baca juga 🤭...
...Salam sayang dari mamak Diyah...
...See you nex part ❤...
__ADS_1