
"Kamu di mana Cher?" Guman Dewa kebingungan.
Dewa melangkah kembali ke arah mobilnya. Namun tanpa sengaja dia menginjak sesuatu. Dia mengambil benda yang ia injak itu dan ternyata benda itu adalah jepit rambut yang di pakai Cherry pagi tadi. Jepit rambut yang Dewa belikan khusus untuk Cherry dari pasar gelap dan harganya mencapai ratusan juta.
"Jadi dia benar di sini tadi" Guman Dewa menyesal.
Dewa berlari ke arah mobilnya. Dia mencoba mereka cctv yang ada di halte bis. Saat dia berhasil, dia melihat Cherry yang sejak siang hari sampai malam terus berada di halte bis itu. Dia duduk lalu berdiri melihat ke arah kanan dan kiri lalu dia duduk kembali. Itu yang di lakukan Cherry saat menunggu Dewa.
"Maafkan aku Cherry" Ucap Dewa.
Dewa melihat Cherry yang marah marah karena Dewa tidak kunjung datang. Sampai malam Cherry akhirnya pun pergi. Dia membuang jepit rambut miliknya lalu berjalan pergi dari halte bis.
"Maafkan aku Cherry" Ucap Dewa lirih.
Dewa mematikan leptopnya. Dia mulai menghidupkan mobilnya lalu menyusuri jalan untuk mencari di mana keberadaan Cherry.
Malam hampir berganti pagi. Namun Dewa belum juga menemukan keberadaan Cherry. Dia yang sudah lelah dan kepalanya yang pusing memilih untuk pulang lebih dulu.
Saat samapi di rumah, Dewa menjatuhkan dirinya ke atas sofa ruang tamu. Dia sangat lelah dan pusing karena minuman yang ia minum tadi malam cukup banyak.
"Tehnya tuan" Ucap pembantu Dewa menaruh teh di atas meja.
"Hubungi Ardi, minta dia mencari keberadaan Cherry sekarang" Ucap Dewa.
"Baik tuan" Jawab pembantu Dewa.
Dewa bangkit lalu meminum teh yang di buatkan oleh pembantunya. Lalu setelah itu dia berjalan ke arah kamar untuk istirahat di kamarnya.
Di sekolah Cherry.
Cherry ke sekolah seperti hari biasanya. Namun anehnya kali ini banyak anak anak lain yang menatap Cherry dengan tatapan aneh.
"Bukan kah itu anaknya?" Bisik anak lain.
"Iya, tidak menyangka ya dia bisa seperti itu"
"Padaha terlihat seperti anak baik baik"
Dan masih banyak lagi gunjingan anak anak lain yang Cherry dengar. Cherry bingung karena dia tidak tau apa yang terjadi.
Plack
__ADS_1
Anak laki laki yang kemarin menembak Cherry menyiram air ke wajah Cherry.
"Pantas saja kamu tidak menerima ku. Ternyata kamu bukan gadis baik baik" Ucap anak laki laki itu.
"Apa maksud kamu? Memangnya aku salah apa?" Tanya Cherry yang sudah terbawa emosi.
"Halah jangan pura pura tidak tau deh. Semua orang di sini sudah tau siapa kamu sebenarnya"
"Kamu bahkan lebih menjijikkan dari pada jal***g" Ucap anak laki laki itu.
Plack.
Cherry menampar keras pipi anak laki laki itu. Dia mencengkram kerah baju anak laki laki itu dan menatapnya tajam.
"Jaga ucapan kamu. Memangnya kenapa kalau aku lebih buruk dari jal***g. Memangnya kamu pikir kamu jauh lebih baik dari aku?" Ucap Cherry marah.
Brack
Cherry mendorong tubuh laki laki itu hingga terjatuh ke lantai. Cherry berjalan ke arah mading sekolah. Dia melihat foto fotonya yang sedang di ciumi oleh pemilik kafe.
"Siapa yang melakukan ini semua?" Guman Cherry.
Cherry tidak peduli dengan foto foto itu. Dia pergi dari depan mading dan berjalan ke arah kelasnya. Dia duduk di bangkunya tanpa peduli dengan anak anak lain yang menatapnya.
"Kamu tidak apa apa kan? Ada yang terluka?" Tanya Nada khawatir.
"Aku tidak apa apa kok Nad" Jawab Cherry.
"Siapa yang melakukan itu ke kamu? Apa kamu tau pelakunya?" Tanya Nada.
"Aku tidak tau dan tidak ingin tau. Terserah mereka mau melakukan apa saja, aku tidak perduli" Ucap Cherry santai.
"Tidak peduli dia bilang? Hahahah ada ya orang yang tidak punya muka seperti dia" Ucap teman sekelas Cherry.
"Entah lah dia punya muka setebal itu dari mana. Hahahaha"
"Iya harus dong, kalau tidak bagaiman bisa dia punya barang barang mahal itu kalau tidak jual diri. Hahahaha" Ucap teman sekelas Cherry.
Cherry yang sedari tadi sudah menahan emosinya kini sudah tidak bisa ia tahan lagi.
Brack.
__ADS_1
Cherry mendorong mejanya. Dia menghampiri anak anak yang mggunjingnga itu.
Plack plack plack
Cherry menampar satu persatu pipi teman temannya itu. Dia menjabak seorang temannya hingga menjerit kesakitan.
"Jal***g lepaskan tangan kamu. Rambutku sakit" Teriak teman Cherry.
"Memangnya kenapa kalau aku jual diri? Apa aku merugikan kalian? Atau aku sudah membuat kalian iri dengan barang barang mahal ku?" Ucap Cherry.
"Kalau memang iri, bilang saja. Aku akan ajak kalian untuk bekerja dengan ku dan mendapatkan uang yang sangat banyak. Uang uang itu sudah cukup untuk menyumpal mulut kotor mu itu" Ucap Cherry dengan terus menjambak rambut temannya.
"Cherry hentikan" Teriak guru wali kelasnya yang datang karena mendengar keributan di kelasnya.
Brack
Cherry mendorong temannya itu sampai menabrak meja. Cherry berjalan ke arah mejanya, dia mengambil tas miliknya lalu berjalan ke arah wali kelasnya.
"Aku keluar" Ucap Cherry melepas namanya dari seragam yang ia kenakan. Cherry berjalan keluar dari kelas. Semua anak anak yang melihat kejadian itu hanya diam mematung. Mereka tidak menyangka jika Cherry bisa sekejam itu.
"Cherry tunggu" Ucap wali kelasnya yang berlari mengikuti Cherry.
"Cherry tunggu dulu, kita bicara dulu di ruangan bapak" Ucap wali kelas Cherry ketika mereka berada di tengah tengah lapangan.
"Tidak pak. Saya tidak bisa di sini lagi, nama sekolah akan tercoreng jika saya tetap di sini" Ucap Cherry.
"Kamu tidak bisa keluar begitu saja, bapak akan bantu kamu untuk membersihkan nama kamu. Bapak yakin itu semua hanya editan" Ucap wali kelas Cherry.
"Tidak pak. Itu memang saya tapi saya tidak seperti yang mereka bicarakan. Ada suatu hal yang tidak bisa saya ceritakan ke bapak. Maaf pak tapi saya tidak bisa di sini lagi" Ucap Cherry melepaskan tangan wali kelas dari lengannya.
Cherry berjalan keluar dari gerbang. Dia melihat Dewa yang sudah berdiri di depan gerbang sekolahnya. Cherry menatap mata Dewa dengan matanya yang sudah berkaca kaca.
"Kemari lah" Ucap Dewa merentangkan tangannya agar Cherry memeluknya. Cherry berlari ke arah Dewa dan menghamburkan dirinya ke dalam pelukan Dewa.
"Iya tidak apa apa, menangis lah" Ucap Dewa yang mengusap punggung Cherry yang kini menangis dalam pelukannya.
...Next? Udah vote dan spam komen belum?...
... Yuk ges semangatin aku biar aku rajin up setiap hari....
...Votenya jangan pelit2 ya!!!!😊😊😊😊...
__ADS_1
...See u next part ❤...