
Tak lama Dokter masuk ke dalam ruang inap Cherry. Dewa menidurkan Cherry dan mencoba melepaskan tangan Cherry namun Cherry menggelengkan kepalanya.
"Iya iya, aku akan tetap di sini" Ucap Dewa.
Dokter membuka baju Cherry. Dokter melihat perban luka Cherry yang sudah basah karena darah.
"Kita harus melakukan oprasi ulang" Ucap Dokter.
"Baik Dok" Jawab suster.
"Tolong lepaskan suaminya dulu Nyonya. Kita harus ke ruang oprasi sekarang" Ucap Dokter.
"Enggak, aku tidak mau melepasnya" Ucap Cherry kesakitan.
"Biar saya ikut masuk Dok" Ucap Dewa.
"Baik lah kalau begitu" Jawab Dokter.
Akhirnya Cherry di bawa masuk ke ruang oprasi dengan Dewa yang terus menemaninya. Dewa selalu di samping Cherry dan terus menggenggam tangan Cherry.
"Jangan pikirkan yang lain dulu Cherry, fokus lah dengan kesehatan kamu dulu."
"Aku tau kamu sedih dengan kepergian Aksa. Tapi Aksa pun akan sedih jika kamu terluka seperti ini. Kamu harus kuat Cherry. Demi si kembar, mereka masih membutuhkan kamu" Ucap Dewa lembut.
"Iya kak" Jawab Cherry lirih.
Dewa mengusap kepala Cherry lembut. Dia sesekali mencium kening Cherry selama oprasi berjalan. Dia tidak berani melihat Dokter yang sedang melakukan oprasi pada perut Cherry. Dia terus di balik kain hijau dekat dengan kepala Cherry.
"Oprasinya telah selesai. Kami akan membawa kembali nyonya ke ruang inapnya" Ucap Dokter.
"Iya Dok. Terima kasih" Ucap Dewa tersenyum lega.
Dewa tersenyum ke arah Cherry. Cherry mulai mengantuk karena efek obat biusnya.
"Tidur lah, aku akan tetap di samping kamu" Ucap Dewa dan Cherry mengangguk pelan.
Setelah beberapa hari telah berlalu Cherry sudah boleh keluar dari rumah sakit. Dengan di temani Dewa, Cherry datang ke rumah duka.
Saat sampai di depan rumah duka, tubuh Cherry mulai gemetaran menahan tangis. Dewa mengusap bahu Cherry dan terus mendorong kursi roda Cherry masuk ke dalam rumah Duka.
"Cherry" Ucap Randi yang melihat kedatangan Cherry bersama Dewa.
Loli yang berada di rumah duka bangkit dari duduknya dan berlari ke arah Cherry. Dia menangis di dalam pelukan Cherry.
"Kak Aksa Cherry" Ucap Loli menangis. Cherry sudah tidak bisa menahan air matanya. Dia pun menangis berpelukan dengan Loli.
Randi menghampiri Loli dan membantu Loli bangkit karena dengan perut Loli yang besar membuat Loli sedikit susah bergerak.
"Biarkan Cherry memberi penghormatan terakhir untuk Aksa" Ucap Randi pada Loli.
"Biar aku bantu" Ucap Dewa yang melihat Cherry ingin bangun dari kursi rodanya.
"Aku bisa sendiri kak, biarkan aku ke sana sendiri" Ucap Cherry. Dewa pun melepaskan tangan Cherry dan membiarkan Cherry berjalan ke depan peti jenazah Aksa.
"Aku datang kak Aksa, aku sudah datang" Ucap Cherry menangis.
Cherry mulai memberikan penghormatan terakhir kali untuk Aksa. Walaupun tubuhnya masih kurang sehat, Cherry tetap memaksakan datang.
Cherry dengan susah payah bangun. Dia mengambil setangkai bunga lalu menaruhnya ke atas peti Aksa.
__ADS_1
"Semoga kamu bahagia di sana kak. Aku akan merawat anak kita dengan baik" Ucap Cherry menangis.
Randi menghampiri adiknya itu. Dia membantu Cherry untuk duduk kembali ke kursi rodanya.
"Maaf kakak tidak bisa menjenguk kamu di rumah sakit" Ucap Randi.
"Tidak apa apa kak, aku yang harusnya berterima kasih pada kakak karena sudah mengurus semua keperluan pemakaman ini" Ucap Cherry.
"Bukan kakak yang menyiapkan ini Cherry" Ucap Randi.
Cherry pikir Randi yang menyiapkan semua ini namunmendengar jawaban tadi Cherry ganti tertuju pada Dewa. Dia menoleh ke belakang namun dia tidak menemukan Dewa.
"Dewa sedang keluar, dia mendapat telfon tadi" Ucap Randi.
Loli berdiri di sebelah Cherry. Cherry menggenggam tangan Loli untuk mereka saling menguatkan.
Di luar tempat duka. Dewa mendapat telfon dari anak buahnya.
"Halo ada apa?" Tanya Dewa
"Kami sudah menemukan pelakunya tuan. Tapu dalang dari kecelakaan itu saat ini berada di dalam penjara" Jawab anak buah Dewa.
"Tunggu aku aku di rumah. Aku akan pulang sekarang" Ucap Dewa.
"Baik tuan" Jawab anak buah Dewa.
Dewa menutup telfonnya. Dia berjalan ke arah mobil untuk pulang ke rumahnya.
Di rumah Dewa.
Dewa sudah sampai di rumahnya. Dia keluar dari mobilnya lalu melangkah masuk ke dalam rumahnya.
"Apa yang kamu dapatkan dari penyelidikan kemarin?" Tanya Dewa yang duduk di sofa.
"Saya menemukan dalang dari kecelakaan itu adalah mantan rekan kerja Aksa. Aksa yang sudah di tipu oleh orang itu lalu membalas dendam dengan meretas komputer kantor. Dia menemukan bahwa mantan rekan kerjanya itu melakukan penghindaran pajak" Jelas anak buah Dewa.
"Jadi dia sekarang ada di penjara?" Tanya Dewa.
"Iya tuan" Jawab anak buah Dewa.
"Bereskan dia. Aku ingin dia menerima akibat karena telah membuat Cherry sedih kehilangan suaminya" Ucap Dewa.
"Baik tuan, saya akan melakukannya" Ucap anak buah Dewa.
"Kalian boleh pergi sekarang" Ucap Dewa.
"Kami permisi tuan" Pamit anak buah Dewa.
Beberapa hari telah berlalu.
Dewa datang ke panti asuhan untuk menemui Fiona di sana. Dia datang dengan membawa mainan yang sangat banyak untuk ia berikan kepada anak anak panti.
"Dewa, kapan kamu datang?" Tanya Fiona.
"Baru saja sampai" Jawab Dewa
"Oh begitu, ayo masuk" Ucap Fiona.
"Fiona tunggu" Ucap Dewa yang mampu menghentikan langkah Fiona.
__ADS_1
Fiona sejujurnya ingin menjauhi Dewa karena perasaanya terhadap Dewa masih sama seperti dulu. Dia masih mencintai Dewa dan dia tidak ingin jika nanti dia semakin terluka karena dekat dengan Dewa.
"Ayo kita bicara di luar" Ucap Dewa.
"Baik lah" Jawab Fiona.
Akhirnya mereka memutuskan untuk keluar dari panti. Mereka berjalan ke arah danau yang letaknya tidak jauh dari panti asuhan.
"Ada apa?" Tanya Fiona yang mulai tidak nyaman.
Dewa msngeluarkan amplop besar dari jasnya. Dia memberikan amplop besar tersebut kepada Fiona.
"Ini surat perceraian kita. Maaf aku baru bisa memberikannya pada mu sekarang" Ucap Dewa.
"Bagaiman keadaan Cherry?" Tanya Fiona.
"Dia masih berduka dengan kepergian suaminya" Ucap Dewa.
"Apa? Suaminya meninggal?" Tanya Fiona terkejut.
"Iya, dia meninggal dalam kecelakaan saat akan menyusul Fiona ke rumah sakit" Ucap Dewa.
"Kasihan Cherry, dia pasti sangat terpukul" Ucap Fiona sedih.
"Iya, tapi dia jauh lebih baik karena anak anaknya yang membuatnya semangat menjalani hidup kedepannya" Ucap Dewa tersenyum.
Terlihat jelas dari senyuman Dewa yang Fiona lihat, Dewa tampak bahagia ketika membicarakan anak anak Cherry. Fiona kembali merasakan sakit di hatinya.
●
●
●
💥💥💥
Hai hai hai...
Gimana seru nggak nih ceritanya.
Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.
Uang parkirnya kaka, jangan lupa ya..😁
👍 Like
♥️ Favorit
💬 Komen
⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.
Selamat membaca ya kak
Terima kasih banyak
See you next part
😊😊😊🙏🙏🙏
__ADS_1