Terjerat Cinta Dua Mafia

Terjerat Cinta Dua Mafia
23


__ADS_3

...Hai hai hai...


...Sebelum membaca nex partnya, ayo lah jangan lupa Like, Komen dan Vote....


...Mamak Diyah tambah semangat kalau kalian senang 🤭...


...Selamat membaca...


...Terima kasih sudah mampir...





"Memangnya aku harus bagaimana lagi? Ini lah diri ku, aku memang masih anak anak. Umurku saja baru 18 tahun, lalu kamu mau aku bagaimana?" Tanya Cherry marah.


"Hah, aku malas berdebat dengan kamu. Nanti kamu sendiri yang bicara dengan bayi besarmu itu. Aku sudah lelah sejak pagi ini dia terus marah marah tidak jelas" Ucap Ardi. Ardi menghentikan mobilnya tepat di depan kantor Dewa. Cherry turun dari mobil Ardi.


"Jika aku masuk ke dalam, aku akan goyah dengan keputusanku. Di tambah nanti jika dia bersikap lembut padaku, aku mungkin akan luluh lagi" Guman Cherry dalam hati.


Saat Cherry melamun, Dewa keluar dari kantornya. Dia heran karena Cherry tidak segera masuk untuk menemuinya.


"Cherry" Panggil Dewa.


Cherry menoleh dan melihat Dewa yang sedang berjalan menghampirinya.


"Tidak, aku harus pergi dari sini sekarang" Guman Cherry.


Cherry berbalik lalu berlari pergi dari kantor Dewa. Dewa terkejut melihat Cherry yang berlari pergi. Dia mengejar Cherry yang hampir masuk ke dalam bus.


"Cherry, kenapa kamu pergi? Ada apa?" Tanya Dewa yang mencekal tangan Cherry.


"Aku harus pulang sekarang. Aku akan temui kamu nanti" Ucap Cherry berbohong.


"Tapi ada apa? Kenapa harus nanti?" Tanya Dewa lagi.


"Aku tidak bisa jelaskan sekarang. Tolong lepaskan aku" Ucap Cherry melepas tangan Dewa dari lengannya.


Cherry masuk ke dalam bis. Bis mulai berjalan dan Cherry melihat sendu ke arah Dewa yang menatapnya penuh dengan tanda tanya.


"Maafkan aku Dewa, jika tidak dari sekarang aku menjauhi kamu, mungkin nantinya aku tidak akan bisa melapaskan kamu" Guman Cherry dalam hati.


Cherry sudah sampai di area dekat rumahnya. Saat dia turun dari bis, dia melihat Randi yang duduk di depan gang rumahnya.


"Kakak sedang apa di sini?" Tanya Cherry yang menghampiri Randi.


"Siapa dia Cherry?" Tanya Randi.


"Siapa maksud kakak?" Tanya Cherry balik.

__ADS_1


"Pria yang membawa mobil mewah itu siapa? Kenapa kamu ikut begitu saja dengan dia?" Tanya Randi.


"Maaf kak tapi aku belum bisa jelaskan sekarang ke kakak. Ayo kita pulang" Ucap Cherry.


"Apa dia pria yang sudah mengambil mahkota kamu Cher?" Tanya Randi.


"Kak hentikan! Apa kakak tidak malu bicara hal itu di sini?" Ucap Cherry marah.


"Maafkan kakak Cherry, kakak hanya khawatir dengan kamu" Ucap Randi tertunduk.


"Maafkan kakak yang tidak bisa melindungi kamu Cherry, untuk berjalan saja kakak kesusahan" Guman Randi dalam hati. Randi tertunduk sedih karena melihat dirinya yang tidak bisa apa apa.


"Hah" Cherry menghela nafasnya.


"Sudah lah kak, ayo kita pulang sekarang" Ucap Cherry


"Iya" Jawab Randi mengangguk. Cherry menggandeng Randi, mereka berjalan bersamaan untuk pulang ke rumah mereka.


"Kakak bawa makanan apa hari ini?" Tanya Cherry.


"Kakak tidak kerja hari ini karena khwatir dengan kamu tadi" Ucap Randi.


"Jangan terlalu khawatir kak, aku akan selalu baik baik saja. Soal pria itu, kakak juga tidak usah takut. Dia tidak akan mungkin menyakiti aku" Ucap Cherry tersenyum.


"Karena kami masih memiliki kontrak kak. Dia tidak akan melukai aku sebelum apa yang dia inginkan tercapai" Guman Cherry dalam hati.


"Baik lah, kakak akan percaya dengan kamu" Ucap Randi.


"Kamu mau makan apa?" Tanya Randi


"Enaknya apa ya kak? Em.....bagaimana kalau bakso" Ucap Cherry.


"Kakak setuju, ayo kita beli bakso" Jawab Randi.


"Ayo" Jawab Cherry bersemangat.


Ke esokan harinya.


Cherry masih belum selesai merias diri. Dia membuka jendela kamarnya agar udara bisa masuk ke dalam kamarnya. Namun saat Cherry melihat ke bawah. Dia melihat mobil Dewa yang berhenti tepat di depan rumahnya.


Dewa semalaman mencoba menghubungi ponsel Cherry. Namun tiba tiba pembantunya menghampiri dirinya yang ada di ruang tamu dan memberikan ponsel Cherry kepada Dewa.


Pembantu Dewa bilang kalau Cherry sudah menitipkan ponselnya sejak terakhir kali Cherry datang ke sini. Mendengar penjelasan pembantunya itu lah yang membuat Dewa nekad datang ke rumah Cherry.


Cherry segera keluar dari kamarnya untuk menemui Dewa. Namun terlambat, Randi sudah bertemu dengan Dewa di pintu utama.


"Kamu!" Ucap Dewa terkejut melihat orang yang dulu ia tembak berada di rumah Cherry.


"Ngapain kamu di sini?" Tanya Randi marah.


"Aku yang harusnya bertanya seperti itu pada kamu, kenapa kamu di rumah Cherry? Apa belum puas kamu merebut Jihan dari ku?" Ucap Dewa pun marah.

__ADS_1


"Aku tidak pernah merebutnya. Kami saling mencintai" Ucap Randi membela diri.


"Jangan bicara asal jika tidak ingin kaki sebelah mu itu ku hancurkan juga" Ucap Dewa yang mengancam Randi.


"Apa? Apa yang baru saja kamu bicarakan?" Tanya Cherry terkejut mendengar ucapan Dewa.


"Cherry" Ucap Randi dan Dewa bersamaan.


"Masuk Cherry" Ucap Randi.


Cherry berjalan menghampiri Randi dan Dewa.


"Ak.....aku tanya sekali lagi dengan kamu Dewa. Apa kamu yang melukai kakinya?" Tanya Cherry gemetaran.


"Kamu kenal dengan dia?" Tanya Randi.


Tapi Cherry tidak menjawab pertanyaan Randi. Dia menatap tajam ke arah Dewa dengan hati yang takut serta seluruh tubuhnya yang gemetaran.


"Dia yang sudah merebut mantan kekasihku Cher, wajar jika aku melakukan itu" Ucap Dewa membela diri.


Bruck.


Cherry terduduk di lantai mendengar jawaban dari Dewa. Air matanya tak bisa ia bendung lagi. Dia sejal awal sangat benci dengan orang yang sudah keji melukai kakaknya. Namun saat mengetahui bahwa Dewa lah yang melukai Randi hancur sudah perasaanya.


"Cherry kamu kenapa?" Tanya Dewa yang berlutut di samping Cherry.


Cherry yang mencintai Dewa setulus hatinya namun Dewa pula orang yang ia benci.


"Cherry, ada apa ini sebenarnya? Jelaskan pada kakak sekarang" Ucap Randi bingung.


"Ka....kakak?" Tanya Dewa terkejut.


Dewa melihat kearah Cherry dan Cherry pun mengangguk.


Dewa pun terkejut dengan apa yang dia dengar. Orang yang sudah dia lukai dan orang yang ia cintai adalah kakak adik kandung.


"Cherry tolong dengarkan penjelasan ku, aku akan jelaskan semunya ke kamu" Ucap Dewa memohon.


"Pergi" Ucap Cherry lirih.


"Tidak, kamu harus dengarkan penjelasan ku dulu" Ucap Dewa.


"Pergi" Teriak Cherry mendorong tubuh Dewa hingga terjatuh ke lantai.


"Jangan pernah temui aku lagi. Aku tidak ingin melihat kamu. Pergi kamu dari sini" Ucap Cherry marah.


"Tidak Cherry " Ucap Dewa ingin meraih tangan kecil Cherry namun Cherry menepisnya. Dia berlari naik tangga lalu masuk ke dalam kamarnya.


# Selamat membaca ya kak


# Terima kasih banyak

__ADS_1


😊😊😊🙏🙏🙏


__ADS_2