
...Hai hai hai...
...Setelah membaca nex partnya, ayo lah jangan lupa Like, Komen dan Vote....
...Mamak juga butuh bintang 5_nya juga nih......
...Mamak Diyah tambah semangat kalau kalian senang 🤭...
...Selamat membaca...
...Terima kasih sudah mampir...
●
●
●
Di tempat lain, Aksa sedang berada di kamarnya. Dia sedang mencetak foto terbaru Cherry dari ponsel Cherry yang ia retas.
"Kamu sangat cantik Cherry. Aku sudah tidak sabar bertemu dan memiliki kamu" Ucap Aksa tersenyum.
Aksa sudah benar benar tergila gila dengan Cherry. Sejak ia melihat Cherry di clubnya, dia sudah jatuh hati pada Cherry. Dia sengaja menangkap Cherry dengan alasan membuat keributan. Namun sebenarnya dia ingin memiliki Cherry dengan berbagai cara.
"Tunggu aku sayang, aku akan segera membawa kamu ke dalam pelukanku" Ucap Aksa tersenyum melihat foto Cherry yang mempesona.
Ke esokan harinya.
Aksa sudah berada di kampus Cherry. Dia sengaja datang lebih awal karena ingin melihat wajah cantik Cherry pagi ini.
Tak butuh waktu lama bagi Aksa untuk melihat Cherry. Cherry turun dari mobil bersama dengan Dewa. Aksa melihat Dewa yang mencium kening Cherry sebelum Cherry masuk ke dalam kampus.
"Sia***n Kenapa harus dia yang mendapatkan cinta dari Cherry" Guman Aksa marah.
"Aku tidak bisa tinggal diam. Aku harus segera mendapatkan kamu Cherry" Ucap Aksa.
Mobil Dewa mulai melaju. Cherry yang akan masukke dalam kampus mengurungkan niatnya. Dia ingin ke supermarket dulu untuk membelikan camilan Loli.
"Aku lupa beli camilan untul Loli. Dia bisa marah nanti jika dia tau aku lupa membelikannya" Guman Cherry. Cherry berjalan kaki untuk menuju ke supermaket yang berada di samping kampusnya.
Namun baru beberapa langkah dia berjalan. Cherry di hentikan sebuah mobil yang tidak ia kenal. Saat Aksa keluar dari mobil, Cherry tidak mengenal Aksa. Dia lupa dengan pemilik club yang dulu hampir memperkosanya.
"Halo Cherry" ucap Aksa yang tersenyum ke arah Cherry.
__ADS_1
Mendengar suara Aksa, Cherry teringat suara pemilik Club. Dia yeebelalak karen dia baru ingat Aksa adalah pria pemilik club itu.
"Jangan mendekati ku, aku akan teriak jika kamu berani mendekati ku" Ancam Cherry yang mulai melangkah mundur.
"Teriak lah sekeras yang kamu bisa, karena hal itu membuat ku semakin menyukai kamu" Ucap Aksa.
Cherry berbalik dan ingin pergi. Namun tangannya di cekal oleh Aksa dan Aksa membius Cherry dengan sapu tangan yang sudah ia siapkan.
"Maafkan aku Cherry, aku harus melakukan ini agar kamu bisa kembali dalam pelukan ku" Ucap Aksa.
Aksa menggendong Cherry masuk ke dalam mobilnya. Setelah itu dia pun masuk juga. Aksa mulai melajukan mobilnya ke arah vila miliknya uang juga ia pakai sebagai camp miliknya.
Di Vila Aksa.
Aksa menidurkan Cherry di ranjang miliknya. Dia pun ikut berbaring dia sebelah Cherry dan mengusap kepala Cherry lembut.
"Aku sangat bahagia melihat kamu lagi Cherry. Sudah sangat lama aku menantikan hari ini. Aku sangat menyukai kamu Cherry" Ucap Aksa lembut.
"Maafkan aku karena aku melukai kamu Cherry, tapi ini aku lakukan agar kita bisa bersama" Ucap Aksa.
Tak lama ponsel Cherry berdering. Aksa mengambil ponsel Cherry yang ada di dalam tas milik Cherry. Dia melihat nama Ardi yang sedang melakukan panggilan di ponsel Cherry.
"Jadi kamu juga berpacaran dengan Ardi, asisten Dewa. Hebat sekali kamu Cherry, kamu bahkan mampu melayani mereka berdua." Ucap Aksa.
Aksa mematikan ponsel Cherry lalu menghancurkan ponsel Cherry. Dia membuang ponsel Cherry ke tempat sampah.
"Kerjaan ku bertambah sekarang" Ucap Aksa.
Aksa keluar dari kamar Cherry. Dia tidak lupa untuk mengunci pintu kamar Cherry agar Cherry tidak kambur saat dia bangun.
Aksa mengambil leptopnya, dia mulai mengacaukan posisi Cherry terakhir kali agar Dewa dan anak buahnya tidak bisa menemukan di man keberadaan Cherry. Aksa cukup bekerja keras untuk melakukan hal itu karena Dewa juga termasuk peretas yang handal.
Tak alam Aksa mendengar ketukan pintu yang sangat keras. Dia menutup leptopnya lalu kembali ke kamar Cherry. Dia membuka pintu kamar Cherrydan seketika itu juga Cherry ingin kabur dari tampat itu.
"Mau ke mana kamu?" Tanya Aksa.
"Tolong lepaskan aku Aksa. Biarkan aku pergi, aku mohon" Ucap Cherry menangis.
"Maafkan aku Cherry, tapi aku tidak bisa melakukan itu" Jawab Aksa lalu menarik Cherry masuk kembali ke dalam kamarnya.
"Ahhh" Teriak Cherry ketika Aksa melempar tubuh Cherry ke atas ranjang.
Aksa kembali mengunci pintu kamarnya. Dia berjalan ke arah Cherry namun terlihat jelas oleh kedua matanya bahwa Cherry tampak ketakutan dengan dia.
__ADS_1
Dia tau jika Cherry pasti trauma dengan apa yang dulu pernah ia lakukan padanya. Aksa perlahanmenghampiri Cherry. Dia meraih tubub Cherry dan memeluknya.
"Jangan takut Cherry, aku tidak akan menyakiti kamu" Ucap Aksa lembut.
"Lepaskan aku" Ucap Cherry mendorong tubuh Aksa. Aksa yang sudah tidak sabar pun melayangka tamparannya pada wajah Cherry.
Plack
"Jangan mengujiku Cherry, aku bukan Dewa yang selalu memanjakan kaml9u" Ucap Aksa marah.
"Aku tidak akan melepaskan kamu Cherry, karena aku sangat mencintai kamu. Kamu harus menjadi milik ku" Ucap Aksa.
"Aku tidak mau, lepaskan aku sekarang juga" Teriak Cherry.
"Diam" Bentak Aksa dan itu mampu membuat Cherry ketakutan.
"Diam lah Cherry, tetap lah tenang" Ucap Aksa lembut.
"Cherry dengar lah, aku tidak akan menyakiti kamu sayang, aku sangat mencintai kamu. Dengarkan ucapan ku dan tetap lah di sini. Aki mohon" Ucap Aksa lembut.
"Aku hanya ingin bersama kamu sayang, hanya itu yang ku inginkan" Ucap Aksa memeluk tubuh Cherry.
Cherry masih diam mematung, dia tidak berani membantah Aksa. Dia hanya menangis dan terus menangis tanpa berani bicara sepatah katapun.
Sore harinya, Cherry masih duduk terdiam di sofa. Dia sudah mencoba untuk kabur namun Aksa selalu menamparnya jika dia melangkah keluar dari kamarnya.
Tok tok tok
Seseorang mengetuk pintu kamar Cherry. Saat orang yang mengetuk itu masuk. Cherry melihat gadis muda yang membawa makanan di tangannya.
"Waktunya makan malam nona" Ucap gadis itu. Namun Cherry tidak bergeming, dia tetap duduk di sofa dan menatap keluar jendela.
Gadis itu berjalan ke depan Cherry. Dia memegang dagu Cherry dan melihat luka lebam di wajah Cherry.
"Saya akan mengompres luka anda" Ucap gadis itu.
Gadis itu keluar tidak lupa dia juga mengunci kembali pintu kamar Cherry. Hanya butuh beberapa menit saja dia sudah kembali masuk ke dalam kamar Cherry. Dia duduk di sebelah Cherry untuk mengompres luka Cherry.
# Selamat membaca ya kak
# Terima kasih banyak
😊😊😊🙏🙏🙏
__ADS_1