
...Hai hai hai...
...Sebelum membaca nex partnya, ayo lah jangan lupa Like, Komen dan Vote....
...Mamak Diyah tambah semangat kalau kalian senang 🤭...
...Selamat membaca...
...Terima kasih sudah mampir...
●
●
●
"Pergi" Teriak Cherry mendorong tubuh Dewa hingga terjatuh ke lantai.
"Jangan pernah temui aku lagi. Aku tidak ingin melihat kamu. Pergi kamu dari sini" Ucap Cherry marah.
"Tidak Cherry " Ucap Dewa ingin meraih tangan kecil Cherry namun Cherry menepisnya. Dia berlari naik tangga lalu masuk ke dalam kamarnya.
Dewa ingin menyusul Cherry namun di cegah oleh Randi.
"Pergi, Cherry tidak ingin melihatmu lagi" Ucap Randi.
"Biarkan aku masuk" Ucap Dewa tegas.
"Tidak, kamu sudah melukai adik ku. Aku tidak akan pernah membiarkan kamu bertemu dengan dia lagi." Ucap Randi. Randi menutup pintu rumahnya dan membiarkan Dewa yang masih berdiri di depan pintu utama rumah Cherry.
"Cherry keluar kamu" Teriak Dewa.
Cherry mendengar suara teriakan Dewa. Namun hatinya benar benar sakit saat ini. Dia merasa bersalah dengan Randi karena mencintai orang yang sudah melukai Randi.
Cherry terus menangis di dalam kamarnya. Dia tidak bisa manahan perasaannya namun dia juga tidak bisa melukai kakaknya.
Randi menghampiri Cherry di kamarnya. Nanun saat dia akan mengetuk pintu kamar Cherry, dia mendengar suara Cherry yang menangis. Randi pun tidak tega melihat adiknya seperti ini, tapi dia juga tidak ingin Cherry bersama dengan Dewa yang seorang mafia.
Randi tau jika Dewa adalah mafia saat dia tanpa sengaja mendengar Jihan bicara dengan temanya melalui sambungan telefon mengenai Dewa yang saat itu masih menjadi kekasihnya.
Randi mengurungkan niatnya untuk menghampiri Cherry, dia ingin memberi waktu pada Cherry untuk menenangkan dirinya.
Malam harinya, Cherry keluar dari kamarnya. Dia menghampiri Randi yang berada di ruang tengah.
"Cherry" Ucap Randi yang tidak menyangka kalau Cherry akan menghampirinya secepat ini.
"Aku mau pergi dari sini, aku tidak ingin tetap tinggal di sini" Ucap Cherry menangis.
Randi menarik tangan Cherry dan membawa Cherry ke dalam pelukannya.
__ADS_1
"Iya Cherry, kita akan pergi dari sini. Kakak tidak akan membiarkan dia menemukan kita lagi" Ucap Randi.
"Aku sangat sakit kak, aku sakit" Ucap Cherry menangis.
"Iya, kakak tau sayang" Jawab Randi sedih melihat adiknya yang terluka sampai seperti ini. Dia tidak menyangka kalau Cherry menyukai Dewa sedalam ini.
Malam itu juga Randi dan Cherry berencana pergi dari rumah mereka. Namun saat mereka keluar dari rumah, sudah banyak anak buah Dewa dan Ardi yang berdiri di depan rumah mereka.
"Apa yang kalian mau? Kenapa kalian berada di depan rumahku?" Tanya Randi yang menyuruh Cherry kebelakang tubuhnya.
"Maaf kawan, tapi aku ke sini untuk membawa Cherry" Ucap Ardi.
"Aku tidak mau ikut kamu" Ucap Cherry.
"Maaf Cherry, tapi aku tidak menerima penolakan" Ucap Ardi. Ardi memberi isyarat pada anak buahnya.
Lalu anak buah Ardi menghampiri Randi. Mereka menjauhkan Randi dari Cherry.
"Kakak" Teriak Cherry ketakutan.
"Jangan pergi dengan dia Cherry" Ucap Randi.
Duack
Anak buah Ardi menendang kaki Randi yang tidak sakit hingga Randi terjatuh ke lantai.
"Lepaskan kakak ku" Teriak Cherry.
Cherry memberontak dan lepas dari anak buah Ardi. Dia berlutut di depan Ardi agar Ardi melepaskan kakaknya.
"Aku mohon lepaskan kakakku" Pinta Cherry memohon.
"Tidak Cherry, jangan lakukan itu. Kakak tidak apa apa" Ucap Randi. Namun Cherry melihat dengan jelas jika kakaknya sedang kesakitan saat ini.
"Keputusan ada di tangan kamu Cherry. Kamu ikut dengan ku atau melihat anak buah ku melakukan tugasnya" Ancam Ardi. Cherry semakin menangis melihat kakaknya yang semakin kesakitan.
"Tidak Cherry, jangan pergi dengan dia. Kakak mohon Cherry" Ucap Randi.
"Maafkan aku kak, tapi aku tidak bisa mihat kakak kesakitan. Maafkan Cherry kak" Ucap Cherry menangis.
"Ikut dengan ku sekarang?" Tanya Ardi dan Cherry pun mengangguk pelan.
"Tidak" Teriak Randi berusaha melepaskan diri. Dia mencoba menghalangi Cherry namun dengan keadaanya saat ini dia tidak bisa apa apa.
Ardi mengulurkan tangnnya agar Cherry berdiri. Cherry menerima tangan Ardi dan dia bangun. Ardi memakaikan jas miliknya ke tubuh Cherry. Dia memeluk bahu Cherry dan membawa Cherry masuk ke dalam mobilnya.
"Jangan bawa adik ku" Teriak Randi.
"Cherry kakak mohon jangan ikut dia" Teriak Randi lagi.
__ADS_1
Cherry menoleh ke arah Randi. Dia menangis melihat kakaknya yang merangkak menghampirinya.
"Jangan seperti ini kak, Cherry mohon kak" Ucap Cherry menangis.
"Mereka tidak akan menyakiti Cherry kak jadi Cherry mohon jangan menyakiti diri kakak sendiri" Ucap Cherry menangis.
"Tidak Cherry, jangan pergi" Pinta Randi menangis.
Cherry masuk ke dalam mobil. Ardi menutup pintu mobilnya. Dia juga masuk ke dalam mobil lalu melajukan mobilnya meninggalkan rumah Cherry.
"Cherry" Teriak Randi. Cherry tidak melihat ke belakang. Dia tidak tega melihat kakaknya yang seperti itu.
"Tolong obati kakak ku" Ucap Cherry.
"Jangan khwatir, mereka akan membawa kakak kamu ke rumah sakit nanti" Jawab Ardi.
Cherry masih sedih memikirkan kakaknya. Dia melihat keluar jendela mobil untuk mengalihkan pikirannya.
Tak lama mereka telah sampai di vila. Cherry turun dari mobil dan melihat Dewa yang memakai piayama sedang merokok di balkon kamarnya dan melihat dirinya yang baru saja datang.
Cherry merasa benci dengan sikap Dewa yang sekarang. Dia merasa asing dengan sosok Dewa yang seperti itu.
"Ayo masuk" Ucap Ardi.
"Aku bisa masuk sendiri" Ucap Cherry menepis tangan Ardi. Dia masih menatap tajam ke arah Dewa yang berdiri di balkon kamarnya.
Cherry berjalan masuk kendalam. Dia berjalan menaiki tangga dan menyambar pisau yang ada di atas buah buahan. Dia membawa pisau itu masuk ke dalam kamar Dewa.
Brack.
Cherry membuka pintu kamar Dewa sangat kencang. Dewa menoleh lalu berjalan masuk ke dalam kamarnya. Dia melihat Cherry yang membawa pisau di tanganya.
"Dari mana kamu mendapatkan pisau itu" Ucap Dewa melipat tangnnya ke depan dada.
"Kenapa kamu melakukan ini? Apa belum puas kamu menyakiti kakak ku?" Ucap Cherry marah.
"Sejujurnya aku memang sangat membenci dia. Aku bahkan ingin menghabisi dia dengan tangan ku sendiri" Ucap Dewa.
Cherry berlari ke arah Dewa dan berniat menakut nakuti Dewa. Namun Dewa malah memegang pisau itu dengan tanganya sendiri hingga darah segar menetes ke lantai kamar.
"Hah" Cherry terkejut melihat darah Dewa yang menetes tepat di sebelah kakinya.
"Kalau kamu berniat menusuk ku, tepatkan pisaunya ke sini" Ucap Dewa mengarahkan pisau yang di bawa Cherry ke dadanya.
# Selamat membaca ya kak
# Terima kasih banyak
🙏🙏🙏😊😊😊
__ADS_1