Terpaksa Menikah Dengan Abang Angkat

Terpaksa Menikah Dengan Abang Angkat
100.


__ADS_3

Malam ini keluarga dio maupun dio datang ke mansion adrian, mereka sudah memberitahu jika mereka akan datang. Dan yang paling sibuk di sini adalah zee maupun mommy layla, sedangkan adrian masih di kamar angel dan tampak tak banyak bicara membuat angel pun sedih.


"Dad.... Apa daddy nggak suka jika angel bersama uncle dio?"


Kata angel saat menatap mata daddynya, angel begitu menyayangi adrian seperti ayah kanding nya sendiri.


"Kok ngomong seperti itu sih, daddy kan senang jika angel bersama uncle dio. Tapi daddy masih nggak nyangka aja putri daddy yang cerewet ini nggak lama lagi akan jadi milik orang, putri daddy sekarang udah besar. Jika angel di bawa oleh suami angel nanti, jangan pernah melawan uncle dio ya sayang bagaimana pun uncle dio adalah suami angel dan harus patuh ke uncle dio dan 1 lagi jangan pernah melupakan keluarga angel terutama mama zee dan daddy. Daddy kok jadi melow yah, maafkan daddy sayang jika daddy masih ada kekurangan selama daddy menjadi orang tua kamu."


Ucap adrian dengan suara yang sudah serak, jangan di tanya angel sekarang sudah menangis air matanya tumpah.


"Angel sayang daddy dan mama, angel janji akan berbakti pada uncle dio dan angel juga janji akan meminta uncle untuk sering-sering mengunjungi daddy mama opa dan saudara-saudara angel."


Dan di depan kamar angel ada zee dan dio yang mendengar semua pembicaraan adrian maupun angel, zee cepat-cepat mengusap air matanya dan berusaha tetap tersenyum.


Zee dan dio pun meninggal adrian dan angel yang masih di dalam kamar angel, mereka memberi ruang untuk angel dan sang daddy.


"Baiklah sayang hapus air mata kamu, lagian kita belum tahu kapan acara pernikahan kamu di adakan apakah masih lama atau secepatnya. Dan daddy nggak mau melihat angel menangis lagi, apalagi pas acara sakral kamu nantinya daddy nggak mau melihat air mata putri daddy jatuh putri daddy yang cantik ini harus tersenyum janji.."


Kata adrian yang masih memeluk putri sambungnya itu, dan mengangkat jari kelingkingnya melakukan pinky promse adrian dan angel akan melakukan hal seperti itu jika keduanya sepakat.


"Daddy juga jangan pernah melupakan angel, walaupun angel nggak di sini lagi nantinya angel masih berharap jika daddy akan tetap menyayangi angel terus seperti waktu angel pertama kali melihat daddy nya abang."


Lagi-lagi adrian memeluka putri nya itu, ia pun mengingat saat pertama kali bertemu dengan angel anak kecil yang sering memanggilnya daddynya abang saat ia dan zee masih adik kakak dan harus menikah karena permintaan sang papi dan sekarang dirinya di karuniai anak kembar yang salah satunya sangat mirip dengan dirinya dan yang satu lagi mirip istrinya itu maupun anak yang ada dalam pelukannya.


"Ya sudah, sepeetinya di bawa keluarga uncle dio sudah tiba hapus air mata putri daddy ini daddy nggak mau jika keluarga uncle dio melihat seorang putri kerajaan hilltons matanya bengkak dan jelek."


"Ih... Daddy......


Angel langsung mengusap air matanya sambil cemberut, dan adrian langsung menggandengan tangan sang putri.


Dan saat adrian dan angel datang, semua mata tertuju pada angel yang saat ini begitu cantik menggunakan dress putih dan make up yang natural ia terlihat dewasa membuat dio sama sekali tak berkedip menatap sang pujaan hati.


__ADS_1


Hmmmm...


"Mata luh kedipin, jangan menatap putri gue seperti itu."


"Is.. Dasar pengganggu banget sih."


Adrian langsung menuntun angel untuk duduk di kursi makan yang berada di antara dirinya dan zee, membuat dio menghela nafas kevin randy maupun derren tertawa melihat dio yang tampak tak bersemangat.


Papa dan mama dio tersenyum senang melihat sang putra yang tak bisa berkutip melawan adrian, yang sebentar lagi akan menjadi mertunya.


"Boy sini duduk, kamu mau di situ terus. Lagian apa kamu nggak bosan menempel ke angel mulu."


Tegur mama sheze saat dio masih saja diam mematung di situ, dan dio langsung tersadar lalu duduk di samping arthur.


"Uncle kakak angel cantikkan, di kampus kakak angel itu banyak fans nya sama kayak arthur tapi kakak sama sekali nggak pernah meladeni yang ingin mendekati kak angel karena kak angel juga galak."


Dio pun tersenyun senang saat mendengar celotehan arthur, yang sebntar lagi akan menjadi adik iparnnya padahal dulunya dio adalah uncle mereka.


Hmmm...


"Saya sebagai papa dio sangat berterima kasih telah menjamu kami dengan sekeluarga, dan maksud kedatangan kami kesini untuk melamar putri angel untuk putra kami yang tua itu."


Perkataan papa chen yang tadi teedebgar serius membuat yang berada di sana tampak terdiam, tetapi saat papa chen mengatakan dio yang sudah tua membuat randy tertawa keras begitupun mommy layla sehingga yang lain pun ikut tertawa berbeda dio yang lagi-lagi terlihat kesal.


"Pah jangan menghina putra kita, walaupun dirinya memang tua."


Hmm..


"Maaf tadi saya hanya bercanda, tetapi sepertinya dio lebih berhak mengatakan hal seperti langsung didepan orang tua nak angel."


Dio pun langsung memperbaiki posisi duduknya dan menatap langsung angel, membuat angel salah tingkah tetapi angel tahan saat adrian menggenggam tangannya begitupun zee.


"Angel saya datang kesini untuk melamar kamu didepan seluruh keluarga kita, maaf jika saya tak bisa melamar kamu dengan romantis karena saya bukanlah pria romantis seperti daddy kamu tapi saya akan berusaha untuk tetap melakukan hal seperti itu nanti jika kita berdua telah resmi menjadi suami istri. Apakah kamu bersedia menerima lamaran saya, dan hidup berdua dengan saya dalam suka maupun duka."

__ADS_1


Angel sebenarnya ingin tertawa melihat dio yang tampak serius berbicara tetapi lagi-lagi adrian maupun zee mengodenya untuk tetap tenang.


"Apakah angel bisa bertanya dulu uncle, sebelum angel menjawab pertantaan uncle."


"Iya silahkan sayang."


"Jika kita menikah nanti, apa angel masih bisa kuliah dan sering pulang ke mansion jika angel kangen daddy dan mama angel uncle?"


"Bisa sayang, kamu tenang aja kalau kuliah memang seharusnya kamu kuliah dan untuk bertemu dengan daddy dan mama kamu uncle akan terus menemani kamu kemana pun itu."


"Baiklah, Bismillahirahmanirahim.. Angel bersedia menerima lamaran uncle, dan angel juga bersedia menjadi istri uncle."


Papa chen dan mama sheza langsung memeluk dio, karena angel menerima lamaran putra itu.


Adrian pun langsung memeluk putri nya itu saat angel dan zee berpelukkan. Daddy edwind maupun papi ardhan hanya tersenyum senang, mommy layla pun sama ia duduk bersama viza yang saat ini mengandung cucunya.


"Jadi untuk tanggal pernikahan nya saya sangat berharap di percepat, karena hanya saya belum mendapatkan cucu sepertinya tuan edwind dan tuan ardhan sangat beruntung cucunya sekarang sudah mau 10 yah. Lah saya 1 pun tak ada, saya fikir putra saya yang satu-satu ini tak normal."


"Papa apaan sih, sedari tadi mengejek dio mulu."


Hahhahaha.....


"Baiklah seperti yang tuan chen minta pernikahan nya di percepat bagaimana jika minggu depan, tetapi resepsinya berada di istanah karena ini juga permintaan cucu saya yang sedari kecil ingin menggelar penikahan di istana. Tenang saja saya akan meminta anak buah saya untuk mengurus semua nya, dan untuk dio saya harap kamu jangan dulu pernah bertemu dengan angel sampai acara akad di adakan."


Kata dengan tegas daddy edwind, adrian yang mendengar perkataan tegas sang mertua tak bisa berkutip dan tak bisa menolak begitupun dio yang tak sanggup bila sehari saja tak bertemu belahan jiwanya.


"Baik dad...."


Ya, dio memanggil daddy edwind daddy karena itu permintaan daddy edwind sendiri.


Adrian mengajak dio berbicara di taman belakang, tang di ikuti derren kevin dan randy. Berbeda angel yang masih duduk bersama sang mama dan calon mertunya begitupun para aunty maupun grandma nya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2