
Adrian yang melihat sang istri meringis saat kontraksi itu datang membuat adrian nggak tega dan menyarankan zee untuk SC saja, tapi zee menolak.
"Sayang kamu SC aja yah, abang nggak tega melihat kamu seperti ini."
Kata adrian dengan berlinang air mata.
"Zee nggak mau by, zee kuat kok yang penting hubby tetap di samping zee. Lagian jika zee SC yang ada sembuhnya lama, ini ketiga kalinya zee melahirkan by jadi hubby tenang yah."
"Tapi abang nggak sanggup melihat kamu menderita, sudah cukup ya kamu hamil setelah ini lagian anak kita udah banyak abang juga nggak melihat kamu menderita seperti ini."
Zee hanya tersenyum, dan menutup matanya jika kontraksinya mulai datang. Pintu perawatan zee terbuka dan ternyata daddy edwind dan momny layla baru aja tiba, mommy layla langsung memeluk zee dan memberi kekuatan.
Tak lama pintu perawatan zee kembali terbuka ternyata papi ardhan yang datang bersama randy, ia memeluk adrian karena adrian sudah terlihat pucat ardhan tahu jika putra nya itu masih ada trauma saat istri pertamanya meninggal melahirkan arthur.
"Nak kamu harus kuat, dan beri istri kamu dukungan lawan rasa takut kamu."
"Pih, abang takut pih bujuk zee SC aja pih. Abang nggak kuat melihat zee kesakitan begitu pih, lagian ini ada 2 anak abang yang harus keluar pih."
"Hei.. Kamu harus beri dukungan untuk istri kamu, jangan membuat dia stress melihat kamu yang panik seperti ini."
Kata ardhan, sambil menepuk bahu putra nya.
"Iya pih.
Daddy edwind pun langsung memeluk menantunya yang tampak masih takut, membuat adrian menumpahkan air matanya.
"Dad abang takut dad, abang nggak mau kehilangan orang yang abang cintai dad."
"Percayalah nak, istri kamu itu kuat. Jadi kamu juga harus bisa melawan rasa takut mu."
Tak lama dokter pun masuk yang ternyata mamu sasa lah yang akan menolong persalinan zee, dan itu mommy layla sendiri yang memintanya.
Mami sasa meminta yang lain untuk keluar terlebih dahulu karena zee ingin di periksa, sudah pembukaan berapa. Tapi adrian sedikit pun nggak mau melepaskan zee ia ingin menemani zee apa pun itu.
"Baiklah sayang kamu tarik nafas dulu ya, aunty priksa pembukaan nya dulu."
Zee mengangguk, dan menggenggam erat tangan suaminya membuat adrian kembali takut tapi ia tahan karena saat ini zee lah butuh dukungan darinya.
"Ternyata sudah pembukaan hampir lengkap yah, baik lah sus sekarang pindahkan pasien ke ruang tindakan."
Zee pun di pindahkan ke ruang tindakan, zee tersenyum melihat sang suami yang masih setia menemaninya.
"By...
"Iya sayang ada apa?"
"Zee senang, dan akhirnya permintaan zee di kabulkan."
"Permintaan kamu apa sayang?"
__ADS_1
Ssssttth...
"Zee senang akhirnya, ada yang menemani zee dan menggenggam tangan zee saat proses persalinan. Zee begitu beruntung, suami zee setia menemani dan memberi dukungan untuk zee."
"Sayang abang akan terus menemani kamu, dan akan membantu kamu untuk menrawat anak-anak kita nanti hingga kita berdua tua."
Zee hanya mengangguk, dan ternyata ketuban zee sudah pecah membuat dokter sasa segera membimbing zee untuk mengatur nafas dan menguruhnya mengedan.
Oek oek.....
DEG...
Adrian meneteskan air matanya saat mendengar suara tangis yang begitu menggelegar di ruang persalinan itu.
"Wah ternyata baby cowo ya...
"Alhamdulillah...
Ucap adrian dan mengecup kenibg istrinya, dan di balas senyum yang cantik oleh zee.
Tak lama perut zee kembali sakit, dan dokter sasa segera membimbingnya kembali.
Oek oek....
"Baby kedua kalian cewe, ternyata sepasang yah?"
Kata zee dengan suara yang lemah, tak lama zee menutup matanya dan genggaman di tangan adrian pun melemah.
Adrian yang kaget saat zee tiba-tiba melamah membuatnya tambah panik, dan menyuruh dokter sasa segera menangani istrinya.
"Sudah zee nggak apa-apa, istri kamu kelelahan. Kamu azani dulu baby twins kamu."
Adrian pun segera mengazani anak-anaknya, walaupun masih terlihat khawatir dengan sabg istri yang menutup matanya.
Adrian keluar dari ruang persalinan, dan di sambut oleh mommy layla.
"Bagaimana dengan istri kamu dan anak-anak kamu nak, apa mereka baik-baik aja kan."
"Mom.. Abang dapat twins sepasang mom, zee kelelahan dan kata aunty sasa zee cuman tidur tapi abang masih nggak bisa tenang jika zee belum bangun."
"Sudah kamu ganti baju kamu dulu, sepertinya istri kamu juga nggak lama lagi di pindahkan."
Randy pun memapah adrian ke kamar perawatan zee untuk mengganti bajunya yang kelihatan basah karena berkeringat saat menemani zee melahirkan.
Zee pun di pindahkan ke kamar perawatannya saat 2 jam setelah melahirkan, dan melakukan IMD kepada sang bayi.
Mommy layla menggendong bayi laki-laki dan daddy edwind sesekali mengelus pipi sang cucu, begitupun papi ardhan yang menggendong cucu perempuannya yang sangat mirip dengan zee maupun angel nggak ada sama sekali mirip putranya tapi ternyata bayi laki-laki yang di gendong mommy layla begitu mirip dengan adrian maupun arthur saat kecil.
Adrian masih setia duduk di samping sang istri yang tampak masih tertidur, tak lama zee pun membuka matanya lalu tersenyum melihat sang suami yang masih setia menemani dirinya.
__ADS_1
"By...
"Sayang kamu udah bangun, ada apa kamu butuh sesuatu?"
"Zee ingin minum"
Adrian pun langsung sigap memberikan air minum ke istrinya.
"Anak kita mana by?"
"Itu ada sama mommy dan papi.?
Anak yang di gendong mommy layla pun menangis dan sepertinya ingin menyusu, padahal baru 30 menit yang lalu ia sudah menyusu.
Mommy layla pun memberikan zee dengan perlahan-lahan.
"Ini sayang putra kamu, dan yang di gendong papi kamu itu putri kamu."
"Kok nggak ada mirip-miripnya zee ya, ini mah mirip hubby semua dan arthur."
Kata zee dengan cemberut, membuat adrian tertawa.
"Terimalah sayang, lagian kita impas putri kita mirip angel ataupun kamu sangat mirip nggak ada mirip-miripnya abang.
"Oh yaa... Berarti kita impas dong, hai boy pasti abang dan kakak-kakak kalian bakalan senang karena kehadiran kalian berdua."
Pintu ruangan zee di ketuk ternyata keempat bocah datang bersama sang uncle dan auntynya.
"Assalamualikum mama...
"Sayang jangan teriak nanti adiknya kaget."
Tegur viza, ya mereka datang karena sebelumnya derren ingin ke mansion adrian untuk bermain dengan ponakannya tapi ternyata sang adik di larikan ke RS karena ingin melahirkan.
Mata angel langsung tertuju pada bayi yang di gendong opa ardhan.
"Opa apa angel bisa melihat dedek bayi nya?"
"Boleh dong sayang."
"Wah.. Mirip mama yah opa."
"Iya mirip mama kamu, dan mirip kamu juga sayang."
"Yeay... Akhirnya dedek bayi angel lahir dan mirip angel dan mama ya opa."
Randy yang gemes melihat angel tampak senang langsung menggendongnya dan mengkelitiki perut angel hingga tertawa keras.
Bersambung...
__ADS_1