Terpaksa Menikah Dengan Abang Angkat

Terpaksa Menikah Dengan Abang Angkat
23. I Love you


__ADS_3

Adrian yang selesai mandi tak melihat zee di kamar, segera memakai baju yang telah di siapkan zee. Saat adrian keluar zee sudah bersiap bersama anak-anaknya, adrian melihat zee yang masih cemberut ketika melihatnya tertawa geli.


"Wah.. anak-anak daddy udah siap semuanya, kamu kalau cemberut mirip angel saja."


"Biarin, jadi pergi tidak?"


"Jadi tapiiii...


"nggak ada tapi tapi...


"Iya iya gitu aja ngambek, bagaimana jika saya minta yang lebih."


"Isss .. menyebalkan."


Mereka berangkat dengan riang angel dan arthur menyanyi, zee yang memangku arthur sesekali menimpali lagu angel dan mengelitiki perut arthur hingga tertawa keras. Adrian yang melihat anak-anak dan istrinya begitu senang ia pun senang, dan sesekali mengusap kepala zee.


Tibalah mereka di pantai, adrian mengambil arthur di gendongan zee. Zee membantu anak-anaknya memakai sun block agar kulit mereka tak gosong bila bermain. Zee menemani angel dan arthur membangun pasir istana, sedangkan adrian Al dan niel pergi membeli cemilan untuk anak-anaknya.



Adrian yang melihat zee yang kembali ceria seperti waktu pertama kali ke mansion.


"Sayang kamu nggak mau berenang."


"nggak deh bang, zee nemenin arthur aja."


"Ya di bawa aja berenang, sini arthurnya abang yang gendong."


"Jangan jauh ya bang, dekat-dekat aja biar gampang awasin anak-anak."


"Iya dekat kok."


Adrian dan zee sangat senang melihat anak-anaknya terlihat bahagia di pantai, tetapi ada yang menyapa adrian dengan akrab.


"Eh.. rian lama nggak ketemu, kamu masih tampan aja seperti dulu."


"Eh iya sonia kan, kenalkan ini zee istri ku dan mereka anak-anak aku."


"Hah, kamu udah menikah dan sudah punya buntut empat.


"Iya.. Dan bentar lagi jalan ke 5 iyakan sayang. Sambil menahan tawa adrian melihat zee yang kaget."


"Hehehe... Iya bang."


Awas kamu bang, batinnya.


"Dad ayo al udah lapar."


"Kalau begitu kami pamit duluan ya sonia, anak-anak aku juga udah lapar.


Sambil menggandeng tangan zee dan menggendong arthur.


Sonia yang melihat adrian mengepalkan tangannya, sejak dulu ia sangat menyukai adrian tapi adrian tak perna meresponnya dan selalu menghindar jika sonia ingin mendekatinya.


"Aku harus merebut adrian dari perempuan itu, aku yang duluan mengincar adrian tetapi sedikit pun tak ada cela untuk mendapatkannya. Bertahun-tahun akhirnya kita berjumpa lagi adrian tunggu saja waktu itu tiba.


Zee yang terdiam, mengingat betapa kecewanya sonia melihat adrian sudah menikah dan memiliki 4 anak.


"Aku harus menjaga suami ku, cukup mantan suami ku yang di ambil pelakor jangan sampai abang pun di ambil. Atau aku memberikan abang hak nya ya, tapi bagaimana jika abang mengatai ku kegatalan aiss.. malunya aku.😭😭


Menggelengkan kepalanya lalu memukul kepalanya sendiri.


"Astaga apa yang aku fikirkan."


"Hayo.. apa yabg kamu fikirkan."


"Eh.. astaga bang zee kaget tau."

__ADS_1


"Cepat katakan apa yang kamu fikirkan sampai kamu pukul-pukul kepala kamu, kalau kamu hilang ingatan dan melupakan abang dan anak-anak kamu bagaimana."


"Yeeeee... lebay banget sih bang."


"Cieee.. ngambek nih."


Zee terus cemberut melihat adrian yang mengejeknya, adrian yang melihat zee seperti itu langsung menyambar bibir zee dan ********** tapi zee diam saja mungkin karna kaget. Setelah adrian melepaskannya zee hampir saja merosot kebawah jika tidak ada adrian yang menahannya. Adrian yang melihat zee sperti itu langsung tertawa keras, zee yang sadar langsung memukul bahu adrian dengan keras.


"Hahaha... Begitu saja kamu udah lemas zee.


"Dasar tukang nyosor, abang menjengkelkan.


Buugh..


"Aduh zee tangan abang sakit, aduh aduh...


"Ehh... perasaan zee pukul nggak keras amat, kok expresi abang seperti itu."


"Tidak sakit kamu bilang, kamu pakai tenaga dalam begitu.


"Loh itu daddynya abang kenapa mah, daddynya abang sakit.


"Tidak sayang tidak apa-apa angel panggil daddy saja tanpa embel-embel, niel juga dong masa masih manggil uncle sih."


"I ya dad."


"Iya daddy."


"Nah gitu dong kan enak di dengar."


Makanan mereka sudah datang dan anak-anak makan dengan sangat lahap. Setelah makan mereka pulang dan di sambut dengan ardhan dan kevin, kevin datang membawa laporan untuk di tanda tangani zee.


"Eh.. kak kevin ada apa."


"Oh.. ini zee kakak cuman mau kamu tanda tangan berkas-berkas aja. Karna besok kakak ada acara keluarga dan kakak datang mengundang kalian semua bersama tuan ardhan."


"Panggil papi aja kevin, kamu itu seperti siapa saja."


"Ck.. gitu aja ngambek, dasar udah tua juga."


"Kalau begitu zee pamit ke kamar duluan ya pih kak, zee ingin bersih-bersih dulu anak-anak juga menunggu."


Zee membantu anak-anaknya membersihkan diri dan menyiapkan piyama untuk mereka berempat, kini giliran zee yang membersihkan dirinya. Zee yang keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk ia lupa membawa bajunya, dengan cepat-cepat zee keluar dan adrian yang baru masuk melihat zee hanya menggunakan handuk. Adrian langsung memeluk zee dari belakang, zee terdiam kaku sedikit pun tak bergerak.


"Sayang kalau abang menagih hak abang apa boleh."


"Hmmm... abang mandi dulu gih, abang belum mandi juga.


Sambil mengatur nafasnya karna terlalu grogi.


"Baiklah tunggu abang, kamu jangan tidur dulu kita sholat isya bareng.


Lalu mencium bahu mulus zee.


Zee membuka kado pemberian alicee, lingerie berwarna merah dan hitam. Zee mengambil lingerie berwarna merah, lalu memakai mukena untuk menutupi lingerie nya.


Adrian yang selesai mandi lalu memakai sarung dan baju kokoh yang telah di siapkan oleh zee lalu mereka sholat.


Zee menyalami tangan adrian dan menciumnya, adrian pun mencium kening zee.


"Maafkan abang ya jika kata-kata abang pernah menyakitiki kamu."


"Iya zee maafkan, tapi zee harap abang terbuka dengan zee."


Adrian mencium kedua mata zee lalu ke hidung dan leher. Adrian mencumbu zee begitu lama hingga bibir zee bengkak


"Zee abang masuk ya..

__ADS_1


Zee melihat adrian yang tidak bisa menahannya, zee mengangguk.


Adrian menarik lingerie zee dan melemparnya entah kemana. Adrian kembali ******* bibir zee dan tangannya meraba squizhi zee, adrian yang bersiap untuk masuk membuka paha zee lebar-lebar. Adrian yang masih susah untuk masuk padahal zee udah 2x melahirkan.


"Kamu melahirkan normalkan pada saat niel dan angel, susah banget zee."


Dengan sekali hentakan adrian melakukannya, zee mencakar punggung adrian. Suara-suara laknat yang terdengar begitu jelas.


Maafkan author, cerita nya nggak boleh melewati batas.😙😙


"Terima kasih sayang, maafkan abang yang begitu bernafsu sampai membuat mu lelah.


Lalu memeluk zee dengan erat dan di balas oleh zee.


Zee terbangun saat mendengar alaram handphone untuk sholat subuh, zee membangunkan adrian untuk sholat. Baru saja zee ingin berdiri, tetapi zee meringis untuk berjalan dengan hati-hati iya berjalan ke kamar mandi. Adrian yang mencari zee ternyata zee di kamar mandi ikut menyusulnya, zee was-was melihat adrian yang menyusulnya mandi.


"Abang kenapa nggak tungguin zee selesai sih baru masuk."


"Kenapa memang kan abang juga mau mandi, biar cepat."


"Mandi saja nggak ada acara mandi-mandian."


"Hahaha... pede banget kamu, abang kan memang ingin mandi tapi jika kamu mau abang masih kuat kok."


"Sudah bang zee berjalan saja sudah tidak mampu, nanti sembuh yah.."


"Iya abang cuman bercanda doang, maafkan abang sudah mandi cepat baru kita sholat bareng."


Setelah sholat zee turun menyiapkan sarapan untuk keluarganya, zee memakai baju yang bisa menutupi lehernya karna terlalu banyak bekas stempel disana. Adrian yang kembali tidur karna terlalu lelah dengan pertempuranya...😂😂😂


Zee memanggil anak-anaknya untuk sarapan, papi ardhan sudah duduk siap untuk sarapan. Zee membangunkan suaminya untuk sarapan dan menyiapkan bajunya.


"Bang bangun sarapan dulu, ini kenapa bajunya belum di ganti."


"Abang nggak masuk hari ini, abang masih lelah.


Dengan suara serak baru bangun, dan menarik zee untuk ikut berbaring.


"Abang apa nggak lapar, zee aja lapar loh bang. Sudah ayo kita turun kasian papi dan anak-anak menunggu."


"Eh.. tunggu ada yang abang ingin bicarakan dengan kamu. Adrian mengambil berkas di laci tempat tidur zee, dan memberikannya ke zee. Itu surat kontraknya, tetapi belum sempat adrian bicara zee sudah memotongnya."


"Jadi abang mau menceraikan zee sekarang karna abang sudah mengambil hak abang begtu."


TUK....


"Aw... sakit bang apaan sih."


"Kamu itu kebiasaan belum sempat juga abang bicara malah langsung di potong. Abang kan mau bilang itu surat kontraknya kamu robekin aja dan akan memulai dari awal lagi, kita akan tetap bersama mau suka dan duka bersama anak-anak. Abang ingin hidup tenang dengan anak-anak dan papi juga, jika ada masalah kita saling terbuka tanpa ada yang harus di tutupi itu kamu mau janji kan.


"Iya bang zee janji, abang juga janji jangan ada yang di tutupi okeee...


"Terima kasih sayang kamu mau memberikan abang kesempatan dan abang sangat beruntung mendapatkan mu. I LOVE YOU ZEEFANYA ALISYAH ALSON.


"I LOVE YOU TO ADRIAN ALEXANDER ALSON."


Adrian mencium bibir zee begitu lama...😘😘


"Iya sudah ayo kita turun sarapan dulu, abang butuh tenaga lagi untuk menggarap mu. Bisik adrian di telinga zee..


"Cukup bang zee lelah, zee hari ini ada berkas yang perlu di tanda tangani di kantor.


"Abang yang mengantar mu."


"Hmmm.. ya sudah."


__ADS_1



Maafkan aurtor belum bisa memberikan yang hot-hot takut dosa, maaf yaa....😁😁😁


__ADS_2