Terpaksa Menikah Dengan Abang Angkat

Terpaksa Menikah Dengan Abang Angkat
103


__ADS_3

Seorang perawat muda menunjukkan jalan ke poli kandungan, zee sebenarnya tahu tapi zee sangat penasaran dengan perawat muda yang berada di sampingnya itu. Adrian maupun dio hanya diam, walaupun mereka juga penasaran ada apa dengan zee.


Dan saat mereka berada di depan pintu dokter spesialis kandungan, perawat itu langsung pamit dan tersenyum lembut membuat zee pun senang.


"Silahkan nyonya, yang ini ruangan dokter kandungannya."


Perawat itu berbalik ia kaget, dan ternyata ada dokter dio di belakangnya bersama dan seorang pria tapi Adrian langsung memandang tangan zee.


"Terima kasih ya Sus, oh iya nama kamu siapa? "


"Eh.. Nama saya feli nyonya, maaf dok saya nggak melihat dokter tadi."


"Sudah tak apa-apa, Terima kasih sudah melayani mertua saya."


Lagi-lagi perkataan dokter dio membuat feli terkejut, dokter dio sudah menikah ternyata fikirannya dan mertua dokter dio masih sangat cantik dan tampan.


"Sudah sana kamu bisa kembali ke aktifitas kamu."


"Baik dokter, permisi nyonya tuan."


Dan saat feli telah pergi barulah Adrian mencecar pertanyaan ke zee, sedangkan dio hanya diam dan menunggu jawaban zee.


"Sayang perasaan abang kamu udah hafal di RS ini, tapi kok kamu masih bertanya ke perawat itu?"


"Ya pengen aja, tapi saat zee masuk zee melihat feli dengan lembut menuntun salah satu pasien di lobby tadi ke mobil dengan senyuman yang tulus tanpa di buat-buat."


"Itu kan memang harus ia lakukan ke seluruh pasien yang."


"Nggak, zee tahu mana yang benar-benar tulus dan tidak by."


"Benar kata kak zee, feli beda dari yang lain dan anak itu juga sebenarnya anak orang terpandang di negeri ini tapi ayahnya menikah lagi dan ibu tiri nya menghasut suaminya untuk mengusir feli. Yah ayahnya pun mau tak mau harus mengusir feli tanpa memberikan sepeserpen uang, feli jadi perawat pun karena ia pintar dan mendapatkan beasiswa."


"Dari loh tahu?"


"Ayo lah rian, gue yang punya RS ini dan gue nggak akan menerima orang sembarangan tanpa tahu asal usulnya lagian ini semua yang gue lakukan demi angel."


"Hah.. Ada apa dengan angel yo?"


"Yah nggak ada apa-apa sih, tapi kan dio cuman mau buat angel tetap aman dan dio nggak mau terjadi sesuatu lagi kepada angel kak."


"Wah ini anak dasar bucin, ternyata seorang dio bisa bucin juga yah dan yang membuat gue syok putri gue sendiri yang bisa membuat dio bucin."

__ADS_1


"By.... Yah bagus dong jika dio menjaga angel dengan baik, dan itu adalah bukti jika dio beneran cinta sama angel."


"Iya iya... Dio mulu yang di belain sedari tadi."


Kata Adrian dengan cemberut, membuat dio tersenyum senang dan zee hanya menggeleng melihat sang suami yang seperti anak kecil dikit-dikit ngambek.


"Oh iya yo, nanti beri saya no ponsel feli yah. "


"Wah.. kalau yang itu kakak aja sendiri yang minta, mana mau saya meminta nomor cewe ada hati yang harus dio jaga kak."


"Ini anak dasar bucin, ya udah by nanti kita cari feli yah zee masih penasaran feli."


"Iya sayang, terserah kamu aja. Ya udah ayo kita masuk dan lalu menyusul anak-anak di mall."


Adrian pun menuntun sang istri masuk ke ruangan dokter untuk melakukan pemeriksaan, dan dio masih setia mengikutinya di belakang.


Dokter dan perawat menyapa zee dan Adrian dengan ramah, beda dengan dio ia hanya diam seperti patung yah begitulah dio yang terkenal dengan sangat cuek dan dingin.


"Selamat siang nyonya, ada yang bisa kami bantu?"


Kata dokter yang berada di hadapan zee.


"Tapi dok saya belum pernah lepas spiral"


"Baiklah, kita akan melakukan USG dulu."


Zee pun berdiri dan menuntun zee ke bad, dan memakaikan zee selimut Adrian juga menyuruh dio berbalik membuat dokter dan perawat manahan senyum melihat kelakuan Adrian yang posesif.


"Permisi yah nyonya, bajunya saya angkat dulu."


Dan saat dokter menggerakkan alat usg nyabdi perut bawah zee, ia menatap Adrian dan menggeleng. Adrian menghela nafas panjang ia sebenarnya kecewa tapi, dirinya juga masih takut jika terjadi sesuatu kepada zee.


"Nyonya zee nggak hamil tuan, dan sepertinya nyonya zee hanya kecapean saja dan hormon nya lagi tak normal mungkin karena faktor fikiran."


Zee terdiam, ia pun sebenarnya sangat ingin hamil lagi tetapi ia juga nggak boleh egois karena sang suami masih trauma melihat dirinya yang melahirkan.


"Mungkin memang istri saya lagi banyak fikiran dok, karena putri kami akan menikah dengan si dokter tua itu."


Tunjuk Adrian ke dio, membuat dokter kandungan dan perawat itu membulatkan matanya tetapi dengan segera ia menormalkannya.


"By... Jangan ngomong sembarangan, sebentar lagi dio jadi menantu kita lagian angel juga kan yang begitu ingin menikah dengan dio."

__ADS_1


"Iya sayang maaf, luh dengar sendiri daritadi loh itu di bela mulu dari istri gue."


"Oh iya Sus, boleh saya minta tolong ke suster?"


Kata zee ke suster yang di samping dokter kandungan itu.


"Boleh nyonya ada apa?"


"Suster tahu feli, perawat di RS ini juga."


Awalnya sang suster heran mengapa pasien VVIP ini menanyakan feli sahabatnya sendiri tetapi ia nggak berani menanyakan hal tersebut.


"Saya tahu nyonya, dan kebetulan feli sahabat saya."


"Wah... Beruntung sekali saya bisa ketemu dengan sahabat feli, kamu punya nomor telfon feli boleh saya meminta nya. Kamu tenang aja, saya nggak macam-macam kok saya cuman mau berteman aja dengan feli begitu pun kamu kalau bisa."


"Eh... Iya nyonya bisa, ini nyonya nomor telfon feli."


Suster lilis pun memberikan nomor telfon feli ke zee, Adrian dan dio hanya geleng-geleng melihat kelakukan zee yang sangat senang hanya karna mendapatkan nomor telfon feli.


"Terima kasih yah Sus, ayo dok kami permisi dulu."


Pamit zee, dan di balas dokter maupun suster lilis.


"Berarti kita langsung ke mall aja yah yang, untuk obatnya biar dio aja yang mengambilnya."


"Iya by, oh iya yo sampai jumpa minggu depan yah dan maaf ponsel angel saya sita dulu untuk sementara lagian cuman seminggu doang nggak lama tuh."


"Iya kak zee.."


"Eelleehh... Lemas amat loh, kayak lontong udah sana kerja yang benar dan beri kehidupan mewah putri gue."


"Is.. Mertua nggak ada ahlak, uang gue banyak yah 7 turunan pun uang gue nggak ada habisnya."


"Ck.. Dasar sombong, ya udah gue pergi dulu kabari gue jika loh butuh sesuatu."


"Iya daddy mertua, mama mertua hati-hati jangan sampai kecapean dan banyak fikiran untuk angel nggak udah di fikirkan angel akan aman bersama dio."


Kata dio membuat zee dan Adrian tertawa, dan mereka pun melanjutkan perjalanannya ke mall karena putri bungsu nya sedari tadi menanyakan daddynya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2