Terpaksa Menikah Dengan Abang Angkat

Terpaksa Menikah Dengan Abang Angkat
45. Setan nyosor dan setan modus


__ADS_3

Alicee berjalan dan di dampingi oleh zee dan viza di sisi kiri kanannya, sedangkan kania berada di belakangnya sesekali memperbaiki gaun alicee.


Kevin yang melihat wanita yang sebentar lagi menjadi istrinya tak sedikit pun berkedip sampai papi alicee menegurnya barulah kevin sadar dan pipinya memerah karena terlalu malu ketahuan mengagumi calon istsinya.


"Hmmmm.... Papi tahu jika putri papi sangat cantik, tapi mulut kamu di tutup nak."


Goda papi bram kepada calon menantunya.


"Sabar boy, menantu ayah juga akan kemari. Lagian kamu bisa puas-puasin nanti memandangnya."


Ayah dirga menepuk bahu kevin.


"Enggak sabaran banget sih, si kulkas 3 pintu itu yang sabar dong."


bisik randy ke derren yang berada disebelahnya, tapi di tatap menyeramkan adrian yang berada di sisi kiri derren.


"Hehehehe... piss, bercanda bro."


Randy tertawa menyengir sambil mengangkat kedua jarinya✌.


"Diam ran, atau kamu juga akan aku tarik kedepan untuk menikahi kania sekarang juga.


Ancam adrian kepada sahabat somplaknya.


"Oke... Gue enggak akan nolak..."


Perkataan spontan randy membuat adrian dan derren menganga tak percaya.


"Loe serius nih."


Huusss....


"Hubby jangan berdebat dulu.


Ucap zee yang telah berada di sampingnya.


Adrian yang melihat istri yang terlihat sangat cantik membuatnya resah sendiri.


"Aiss... yang jika bukan pernikahan kevin mungkin abang sudah mengurung mu di dalam kamar saja."


"Jangan buat macam-macam bang, zee sedang hamil kata dokter enggak boleh keseringan lagian abang sendiri kan yang bilangi zee waktu itu jika zee enggak boleh sering minta.


Adrian yang mendengar perkataan zee, membuatnya protes.


"Iya enggak boleh tapi, abang sudah enggak pernah di kasih selama 5 hari kamu enggak kasihan."


"Diam by jangan berisik."


Derren hanya memandang viza dengan pandangan sulit diartikan, apa lagi viza sama sekali tak menganggapnya seperti dulu.


Jangan di tanya randy saat ini ia sudah seperti pengantin pria yang terlihat gugup begitu melihat kania yang tampak lebih anggun lagu, tapi membuat randy agak kecewa saat ia tersenyum ke kania tapi kania malah memandangnya dengan acuh.


Randy langsung menarik kania saat ia melihat kania ingin duduk agak jauh darinya.


"Mau kemana kamu, duduk di sini dan awas jika kamu menghindar lagi."


Jika bukan karena misinya bersama viza zee dan alicee ia pasti akan melompat jingkrak saat ini juga, tapi ia punya misi untuk membuat randy yang mengejarnya.


"Bukannya kak randy senang jika kania enggak mengganggu kak randy."


Ucap kania dengan nada dinginnya.


Hahahahha...


Maafkan aku calon imam ku, aku akan membuat mulut mu sendiri bilang kamu sangat mencintai aku barulah kania menyambutnya. Gumam kania dalam hati.


Tapi tiba-tiba terdengar Sah begitu saja di telinga mereka, sampai ketiga pasangan yang di situ enggak mendengarkan kevin mengucap ijab kabulnya.


Adrian derren dan randy langsung berteriak serentak..


SAH..


SAH..


SAH..


"Ini semua karena hubby zee enggak mendengar apa yang kak kevin katakan tadi."


Zee menyalahkan suaminya, karena suaminya selalu mengajaknya berbicara.


"Itu tadi kak kevin sudah sah yah, kok kania enggak dengar iss... belum juga kania mengganggunya udah sah aja."


Kania yang terlihat cemberut, dan membuat randy geleng-geleng kepala.


"Aku fikir otak lalod kamu udah berubah, tapi masih tetap aja sama."


"Kak randy bicara dengan kania?"


Sambil menunjuk kepada dirinya sendiri.


"Astaga... Ini anak benar-benar bikin aku naik darah aja, Ya iyalah kania siapa lagi yang kak randy ajak bicara jika bukan kamu."


Randy begitu gemes terhadap kania.


"Oh...

__ADS_1


Kania cuman membulakan mulutnya, lalu kembali melihat kedepan.


Huff...


"Sabar randy."


Sambil mengelus dada nya.


Akat nikah kevin dan alicee telah berakhir tapi di lanjut pada malam harinya untuk acara resepsi, adrian mengajak keluarganya kembali ke mansionnya karena anak-anak mereka enggak ada yang ikut.


Viza yang kebelet pipis ia segera berdiri untuk ke toilet, tak lupa ia pamit ke randy dan kania menyuruh menunggu nya sebentar.


Dan derren yang melihat viza pergi dengan terburu-buru, ia pun mengikutinya dari belkang dan menunggu viza di samping pintu masuk toilet wanita sambil bersandar.


Setelah viza selesai, viza berjalan keluar tapi tangannya tiba-tiba di tarik begitu saja ke lorong yang agak sepi.


Viza tahu siapa yang telah menariknya, ia ingin segera pergi dari sana tapi derren mengurungnya dengan kedua tangannya dan membuat viza menahan nafas saat derren begitu dekat dengannya.


"Kenapa kamu menghindar, biasa nya kamu akan menempel kepada ku terus."


Tanya derren, sambil menelisik wajah viza yang terlihat cantik hidung mancung bibir yang tipis.


"Maaf tuan derren sepertinya anda salah orang, permisi saya harus segera pergi."


Jawab viza dengan dingin, sambil mendorong pelan dada derren tapi derren yang begitu kekar sedikit pun ia tak terdorong.


"Wah.. Alvizah Diandra Malik, ternyata begitu sombong sekarang. Yang dulunya selalu mengikuti ku bisa di bilang sering menempel kepada ku kemana pun diri ku pergi ia akan tetap setia menemani ku, tapi lihat lah sekarang ia begitu mudah melupakan aku."


Sambil tersenyum mengejek ke viza.


"Hmmm.. Itu karena viza yang dulu terlalu bodoh, ia begitu mencintai seorang Derren Adianata. Tapi sedikit pun ia tak pernah di anggap ada, cih murahan sekali bukan. Hingga tiba saatnya ia di usir begitu saja dan menyuruhnya untuk tak pernah lagi muncul di hadapannya atau suatu saat ia bertemu mereka harus tak saling tegur atau mengenal. Apa kamu lupa sendiri dengan ucapan mu tuan Derren Adianata terhormat, atauu.....


Belum sempat viza melanjutkan pembicaraannya derren membungkam bibir viza dengan bibirnya begitu saja, membuat viza syok dan meneteskan air matanya.


"Sekali lagi kamu berbicara seperti itu, aku akan membungkam mu lebih dalam lagi."


ucap derren sambil mengusap bibir viza dan air mata yang jatuh di pipinya.


Viza yang masih syok, diam mematung dan saat ia sadar viza menatap tajam derren tapi derren membalasnya tersenyum begitu manis.


Viza sebenarnya ingin tertawa melihat bibir derren yang terlihat memerah dan bekas lipstik viza menempel pada bibir derren, tapi ia sekuat tenaga menahan bibir nya untuk tidak tertawa. viza segera mengambil tissu dalam tas nya lalu menempelkan pada bibir derren lalu pergi begitu saja, lalu kembali berbalik mengejek derren dan melanjutkan jalannya.


"Bersihkan bibir kamu pangeran, makanya jangan langsung nyosor seperti itu."


Tersenyum mengejek.


Derren yang baru sadar jika ternyata bibirnya saat ini merah akibat lipstik viza ia segera melap bibirnya sambil tersenyum.


"Awas saja kamu, kita lihat sendiri sampai mana kamu akan menghindari ku terus."


Randy dan kania masih di tempatnya yang tadi sambil menunggu viza ke toilet, sesekali randy mengisengi kania dengan menarik rambut panjang kania dari belakang dan saat kania berbalik ke brlakang randy dengan cepat menarik kembali tangannya dengan pura-pura sibuk dengan ponselnya.


"Kok enggak ada orang, apa ada hantunya di sini yah. Kak viza mana sih, bikin kania takut aja. Gumamnya tapi masih terdengar oleh randy


"Kak randy, kak viza mana ayo kita cari kak viza kok dari tadi belum juga muncul apa kak viza nya di ambil setan ya kak. Soalnya dari tadi rambut kania di tarik mulu, apa setannya iri melihat rambut kania yang cantik."


Ajak kania.


"Sembarangan kamu, mana ada di hotel keren begini ada hantunya."


"Kania serius kak, ayo deh kita cari."


"Mana ada setan atau hantu di siang-siang begini kania cantik, lagian ini hotel berbintang lagi."


Saat terdengar pecahan gelas begitu keras, kania tiba-tiba meloncat ke pangkuan randy dan membuat randy kaget.


"Astaga kania apa yang kamu lakukan, turun tidak jika kamu begini terus yang ada sekarang juga kita di nikahkan."


"Kak ayo kita cari kak viza, kania takut kak."


Mata kania sudah memerah menahan tangisnya.


Randy yang melihat kania seperti itu, ia tak tega sambil menenangkan kania. Tapi viza datang lalu menarik telinga randy menuduhnya berbuat mesum.


Addeee..deh.


"Sakit viza, kenapa kamu tarik telinga kakak sih."


Ucap randy dengan mengusap telinga nya yang memerah


"Ngapain kakak pangku-pangkuan dengan kania memangnya enggak ada kursi apa di sini, lah ini kenapa menangis kania nya kak randy apain kania hah.."


"Ih.. kamu tuh nuduh nya sembarangan, kania nya aja yang langsung lompat ke pangkuan kakak katanya setan lah hantu lah."


"Serius kania..


Tanya viza ke kania


"Iya kak viza, ayo kita pulang aja di sini banyak setannya."


Derren yang tiba-tiba muncul dari belakang viza, dan melihat kania yang habis menangis. Randy yang tersenyum tapi dengan cepat ia menormalkan mukanya, viza dapat melihat jika randy lah yang mengerjain kania tadi.


"Ayo cantik kita pergi dari sini, sepertinya di sini memang banyak setannya tapi yang kak viza bisa lihat sekarang hanya 2 yang satu setan modus dan yang satu setan nyosor.


Sambil menunjuk ke randy di katain setan modus dan derren setan nyosor, lalu menarik tangan kania meninggalkan para pria yang terbengong.

__ADS_1


"Viza kamu mau kemana, tunggu kakak viz kita itu harus pulang bareng kamu mau papi memarahi ku jika kamu pulang sendiri."


Randy yang segera mengejar viza yang masih menenangkan kania.


Derren pun ikut mengejar viza, ia ingin mengantar viza pulang.


"Randy sini gue yang nyetir, loe tenangin sana kania."


"Wees... Tumben loe baik hari ini."


"Sudah sana cepat mau enggak, kalau enggak gue pulang nih tapi gue bawa viza."


"Awas loe jika macam-macam dengan viza."


"Emang koe mau apain gue."


"Ya gue laporin lah ke adrian dan papi ardhan biar loe di nikahin juga."


"Yah.. lebih bagus lagi."


Viza yang menunggu randy sambil menenangkan kania di luar mobil, saat kunci mobil terbuka barulah viza membukakan pintu lalu menyuruh kania masuk. Pada saat viza ingin masuk, lengan nya di tarik lalu derren menurup pintu belakang mobil randy dan membawa viza masuk duduk di depan karena ia ingin viza duduk di sampingnya. Randy masuk di pintu belakang dan menangkan kania yang masih terlihat takut.


"Eh.. Kamu mau apa."


Tapi derren tak menggubrisnya, ia membukakan pintu viza lalu mendorongnya masuk dengan pelan dan berusaha melindungin kepala viza agar tak kejedot.


Derren pun duduk dan menyetir, viza yang melihat derren seperti itu hanya terlihat kesal.


"Dasar seenaknya...


Umpat viza ke derren, tapi derren diam saja.


"Kenapa kak randy enggak bilang jika ada setan tadi 2 lagi setan modus dengan setan nyosor kan kania takut tahu."


Ucapan kania membuat viza tertawa keras, ia lupa jika ada derren di sampingnya.


Hahahahha...


"Iya kania sayang, tadi itu memang ada setan modus dan setan nyosor sekarang pun setannya pada ikut."


"Apa jadi kak randy dan kak derren itu setannya kenapa kakak bilang begitu."


Tanya kania yang masih belum mengerti, maklum lah kania kan lalod.


"Sembarang jangan dengar viza ya kania, kak randy enggak modus kok. Tapi enggak tahu kalau derren yang setan nyosor. Eh.. tunggu, kenapa kamu katain derren setan nyosor apa dia menyosor mu hingga kamu mengatainya setan nyosor."


Tanya randy dengan penasaran.


Viza yang masih tertawa tadi, akhirnya tersedak lalu terbatuk mendengar ucapan randy.


"Makanya jangan sembarang katain orang, kamu sendiri yang kena kan."


Ucap derren sambil menepuk pelan belakang viza.


"Hey.. aku tanya, apa benar derren nyosorin kamj viz?"


"Kalau iya kenapa, kamu mau apa ke saya?"


Tantang derren ke randy.


"Apaaa... loe ren benar-benar brengsek, ngapain kamu nyosor-nyosor ke viza. Apa loe lupa, jika loe pernah membuatnya menghilang begitu lama.


Geram randy, dan kania yang memang agak lalod ia masih berfikir apa maksud mereka bertiga.


"Gue ingat, dan gue berjanji akan memperbaikinya."


"Tunggu-tunggu memangnya kak derren nyosor ke kak viza apanya."


Tanya kania dengan nada polos.


Randy yang mendengar pertanyaan kania membuatnya tepuk jidat, ia lupa jika kania yang polos bin lalod masih ada di sampingnya.


"Bukan apa-apa kania, jadi enggak usah di dengar oke."


Randy yang berusaha memberi pengertian kania


"Tapi kania terlanjur dengar kak randy, apaan sih. Kak viza emangnya kak derren nyosorin apa nya kakak?"


Kania langsung memajukan badanya kedepan untum melihat ke viza, jangan di tanya viza saat ini ia begitu ingin menghilang begitu saja dan pipinya sudah memerah seperti tomat.


"Kania kamu duduk yang baik, kak randy mau tanya ke kamu?"


Randy yang berusah mengalihkan pertanyaan kania.


"Kenapa, mau aku kasih pintu doraemon atau tongkat sihir harry potter biar kamu bisa menghilang sekarang juga."


Goda derren ke viza.


"Cih.....


Viza langsung menghadap ke jalanan, dan membelakangi derren.


Derren yang melihat viza seperti itu, ia mengusap pelan kepala viza dengan lembut.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2