
Derren yang sedari tadi muntah-muntah di wastafel membuatnya sangat lemah dan pucat, zack yang sedari tadi menunggu bos nya itu di ruangan derren tetapi tak juga muncul membuatnya menyusul derren ke toilet.
"Astaga bos, ada dengan diri mu?"
"Entahlah zack, tolong bantu saya ke sana."
Zack pun langsung memapah bos nya itu ke ruangannya kembali dan menelfon nyonya derren untuk segera ke kantor.
Trrt trrt...
"Halo ada zack, tumben kamu menghubungi saya?"
"Begini nona viza tuan derren sedari tadi muntah-muntah dan muka nya begitu pucat."
"Apaaaa... Kenapa nggak kamu hubungi dokter sih, baik lah saya akan segera kesana."
Tiit tit...
"Ckck.. Tidak suami nya tidak istrinya sama aja, suka banget matikan telfon."
Gerutu zack, dan langsung menghubungi dokter.
Dan tak lama setelah menghubungi viza, terdengar suara sepatu hak berbunyi seperti berlari tanpa mengetuk pintu viza langsung membuka pintu ruangan derren membuatnya membulatkan mata.
"Daddy..... Katanya sakit kok malah buka-bukaan bersama zack, apa mommy nggak cukup buat daddy hah...."
Cecar viza, saat melihat zack membuka kemeja derren yang terlihat pasrah. Padahal zack hanya membantu derren tadi untuk mengganti baju nya yang basah terkena muntahnya sendiri.
"Nona ini nggak seperti yang nona bayangkan, saya hanya membantu tuan derren mengganti baju nya yang terkena muntahnya sendiri."
Kata zack, yang terlihat kesal saat viza mencecarnya tadi.
"Oh... Sini biar aku aja yang membantunya, makasi yah zack kamu memang the best deh tapi kok sampai sekarang nggak nikah-nikah juga angel aja kalah ama kamu."
Kata viza dengan nada polosnya, membuat zack semakin kesal.
"Maaf nona viza, nanti juga saya akan menikah setelah proyek tuan derren selesai dan untuk putri angel dia nya aja yang terlalu cepat untuk menikah."
Jawab zack dengan cepat.
"Hoh yaaa... Wah dad sebentar lagi zack akan menikah, tapi kasihan dengan istrinya nanti zacj nya aja yang terlalu kaku begitu."
Viza dengan telaten mengganti baju suaminya yang terlihat pucat sambil menutup mata, tak lama dokter pun datang dan ternyata dokter dio yang datang bersama angel.
Angel langsung berlari, duduk di pangkuan derren membuat derren tersenyum ponakannya itu nggak pernah berubah sama sekali.
"Sayang kamu udah besar loh, kok masih mau di pangku sama uncle sih."
Kata derren dengan lemah, viza hanya bisa menggeleng melihat ponakannya itu.
"Ih... angel kan kangen dengan uncle, tapi kalau angel liat-liat bukan uncle nih yang di periksa tetapi aunty barbie yang harus di periksa."
Perkataan angel membuat semua yang berada di ruangan itu terlihat bingung, terutama viza dan derren.
__ADS_1
"Kok aunty sih sayang yang di periksa, kan uncle derren yang sakit lagian aunty baik-baik aja."
"Ih.. Aunty dan uncle nggak peka sih, itu kan di perut aunty ada calon adik bayi angel dan twins D."
HAH.....
"Kamu hamil yang, kok nggak bilang-bilang sih?"
Kata derren dengan terkejut, viza pun sama ia juga begitu terkejut jika dirinya hamil kembali.
Angel langsung menyingkir dan duduk di samping dio, derren langsung memeluk viza dan memberikan ciuman di pipi nya bertubi-tubi.
Hmmm..
"Kasian uncle zack nggak ada pasangan uncle, jadi hargai uncle zack yang jomblo itu."
"Ini anak nggak auntynya nggak dia sama aja, buat tekanan gue tinggi aja."
Batin zack, tetapi ia tahan.
"Ya udah kita ke RS aja yah, kita periksa dan daddy yakin sebentar lagi twins A dan D akan tiba."
Dan benar saja 4 orang bocah langsung membuka pintu dengan keras, membuat angel langsung menegurnya.
Braak...
"DADDY KAMI DATANG...."
"Eh.. Kak angel, kok kakak disini nggak langsung pulang."
"Di tanya malah nanya balik."
Ariella langsung berlari duduk di pangkuan derren begitupun Deliza, sedangkangkan Acxel dan Devin langsung duduk di samping viza.
"Mana baby twins kok nggak ikut?"
"Ada tuh, katanya kebelet pipis."
"Aku di sini kak, kak angel kok nggak pernah ke butik lagi padahal gaun mami baby baru-baru semua dan cantik."
Kata baby, dan bergabung dengan devin.
"Kalian semua udah pada makan?"
BELUM.....
"Astaga lama-lama telinga mommy tuli, gara-gara kalian teriak mulu."
Hahahaha....
"Baiklah ayo kita ke restoran aunty kania, katanya uncle randy juga di sana bersama daddy dan mama kalian."
Mereka pun berangkat menuju restoran kania dan randy yang baru-baru di buka.
__ADS_1
Ariella dan deliza ikut di mobil derren dan viza yang di supiri zack, sedangkan baby dan acxel maupun devin ikut di mobil angel dan dio.
"Baby nggak mau punya adik lagi, kok mami el nggak di suru hamil."
"Mau kak, tapi kata papi kevin mami nggak boleh hamil lagi papi takut katanya jika mami hamil lagi."
"Ck.. Uncle kevin mah, nggak pernah berubah padahal kan itu udah lama."
"Ya mungkin kevin benaran masih takut, jika sesuatu terjadi kembali pada el sayang."
"Emangnya mami dulu kenapa kak?"
"Hmmm... Mami kamu sempat pernah hamil lagi saat umur kamu belum 1 tahun, tapi mami kamu terjatuh dan koma selama 6 bulan jadi papi kamu trauma jika mami kamu hamil lagi."
"Oh yaa.. Kasian mami, pantas aja papi sering diam jika baby tanyaain kapan baby punya adik juga iya kan dev."
"Mana gue tahu baby, aku kan nggak ada saat kamu tanya seperti itu."
"Eh.. iya ya, kok baby lupa."
Hufft...
"Kumat lagi lalod nya nih anak."
Hahahahaha..
Angel dan dio tertawa mendengar gerutu acxel, yang sedari tadi diam.
"Dek jika mama hamil lagi, dan kita punya adik kamu mau?"
"Nggak mau, cukup ela aja adik acxel. Acxel nggk mau punya adik lagi, untung ela sabar nggak banyak neko-neko seperti caca."
Hmmm...
"Jangan terlalu benci caca dek, caca kan masih kecil jadi wajar."
"Caca rese kak, lalod juga seperti baby tapi masih bagus karena nggak rese."
"Oh.. acxel baik bangen sih, tapi caca itu suka kamu acxel loh dikit-dikit nanyaain acxel mulu."
"Diam kamu.."
Dio hanya bisa menggeleng kepala jika mereka anak-anak sahabat mereka berkumpul pasti ada aja yang di perdebatkan caca anak randy yang paling jahil dan anak adrian yang sangat dingin dan anak derren yang mulutnya kayak cabe berbeda dengan anak kevin yang nggak pernah marah tapi nggak pernah peka.
"Uncle kenapa senyum-senyum."
Tegur angel saat melihat dio yang tersenyum sambil geleng-geleng.
"Nggak sayang, uncle hanya nggak habis fikir dengan adik-adik kamu semua nya lucu jika mereka bertemu."
Angel pun sama ia langsung tertawa jika mengingat kelakuan adik-adiknya, angel lupa jika dirinya lah yang paling rese suka menjahili pipi adik-adiknya.
Bersambung...
__ADS_1