
Adrian yang masih penasaran apa yang di bicarakan angel dan dio saat dirinya berada di kamar mandi, ia melihat dio yang duduk di sofa menatap ponselnya sambil tersenyum-senyum membuat adrian semakin penasaran lalu menghampiri dio.
Dio yang masih asyik dengan ponsel nya, tak merasakan adrian yang sudah duduk di hadapannya dengan melipat kedua tangannya di dadanya.
Hemmm......
"Eh.. rian ada apa?"
"Loh lagi ngapain senyum-senyum sendiri seperti itu, dan apa yang loh bicarakan dengan angel hingga angel tadi begitu senang?"
Dio yang di beri pertanyaan seperti itu membuatnya heran, tak seperti biasanya adrian kepo dengan dirinya biasanya adrian akan bersikap acuh aja.
"Loh itu kenapa sih, akhir-akhir ini membuat gue heran dengan tingkah loh yang aneh."
"Luh bilang tingkah gue aneh, hei anak kecil umur loh itu dan gue beda 5 tahun ya dengan santainya loh ngatain gue aneh."
"Yah.. Akhir-akhir ini luh memang aneh, dan gue perhatiin luh sering diam-diam ngawasin gue."
"Ngarep banget loh, jawab pertanyaan gue loh dan angel cerita apa aja tadi?"
__ADS_1
"Nah.. luh aneh kan, perasaan gue cerita dengan angel biasa aja."
"Emang apa yang kalian bicarakan, sebagai seorang daddy yang sayang dengan putrinya gue harus tahu apa yang luh bicarakan dengan angel. Terutama dengan luh, apa lagi angel pernah berkata jika ia dewasa ia ingin menikah dengan luh."
Huk huk....
Dio yang mendengar penuturan adrian tersedak ludahnya sendiri, dan tertawa keras saat melihat adrian yang begitu serius menanggapi perkataan angel saat itu.
Hahahahhaa....
"Jadi luh akhir-akhir ini ngawasin gue cuman karena perkataan angel saat itu, astaga rian luh benar-benar aneh tahu nggak."
"Ckckck.. Jika angel dewasa gue tua tapi, tetap aja gue ganteng dan mapan."
"Tapi kasian angel nya, putri gue cantik tapi malah berjodoh dengan dokter cabul kyak luh."
"Ya nggak apa-apa, lagian unur gue masih 23 baru juga mau masuk 24."
Kata dio dengan tersenyum sambil berkhayal, membuat adrian semakin meradang dan ia begitu ingin menendang dio saat ini juga jika mereka bukan berada di RS.
__ADS_1
"Kau...."
Umpatan adrian terhenti saat ia mendengar suara angel yang memanggilnya.
"Daddy jangan marahi uncle dokter dad.."
Dio langsung tersenyum senang, saat angel membela nya. Adrian hanya menatap tajam ke dio, dan menghampiri angel. Dio yang tadi nya hanya ingin membuat adrian marah, tetapi mengapa dadanya berdetak begitu cepat dan sangat senang.
"Apa gue punya penyakit jantung yah, tetapi perasaan gue kok sangat senang ada apa sih. Batin dio dan meraba dadanya yang masih berdetak cepat."
"Atau gue periksa aja di ahli jantung, perasaan pola makan dan tidur gue atur dengan baik dan gue juga sering olahraga."
Dio masih berbicara sendiri, dan saat pintu ruangan angel di ketuk barulah dio kembali sadar dan saat melihat ke arah pintu ternyata kedua dokter yang akan menangani angel datang ingin memeriksa kondisi angel saat ini.
"Silahkan dokter, angel baru aja bangun."
Kata adrian yang bergeser untuk memberi jalan kedua dokter tersebut, para dokter itu berdiskusi membuat dio pun akhirnya ikut bergabung membicarakan soal kondisi angel.
Adrian yang memperhatikan ketiga dokter itu berbincang dengan serius membuat nya cemas, ia begitu takut dengan kondisi putrinya itu. Dio yang paham dengan apa yang di fikir oleh adrian saat ini, ia langsung menenangkan adrian dan membuat adrian legah.
__ADS_1
Bersambung...