Terpaksa Menikah Dengan Abang Angkat

Terpaksa Menikah Dengan Abang Angkat
21. Kesembuhan Ardhan


__ADS_3

Dengan riang anak-anak di mobil saling menjahili zee sekali-kali menanggapi anak-anaknya, adrian menikmati kebersamaan dengan keluarga saat ini. Adrian berfikir apa betul aku akan bahagia bila bersama zee terus. Setelah sampai di RS mereka berjalan masuk banyak pasang mata melihat ke arah zee dan adrian yang masih terlalu mudah sudah memiliki 4 orang anak yang lucu-lucu.


Alfian Alexander Alson



Niel Jordan Hans



Zeefhana Angelina Hans



Arthur Alexander Alson



Beberapa menit menunggu nama Al di panggil masuk ke ruang dokter.


"Ayo sayang kita masuk. Tetapi al malah diam dan tak bergerak seakan iya takut."


"Mama zee jangan tinggalin al ya ma, al takut di dalam sendiri."


"Kamu tenang saja sayang daddy juga ikut kok menemani abang al ke dalam." Sambil berjongkok mensejajarkan tinggi al.


Setelah di ruangan terapi zee duduk bersebelahan dengan adrian, saat zee yang sedang memangku al adrian meminta al duduk dengan nya tetapi al menolaknya ingin duduk bersama zee saja. Dokter yang melihat al menolak adrian menjadi tersenyum.


"Wah, abang al nggak mau duduk dengan daddy ya. Al mau nya sama mama aja. Bagus tuh, anak lelaki lebih dekat dengan ibu itu memang lebih bagus begitupun sebaliknya.


"Iya dok anak saya memang seperti ini. Bagaimana dok dengan anak saya apa terapi nya bisa di mulai."


"Bisa, abang baring dikasur itu ya sayang nggak papa kok kan ada daddy disini sama mama nya."


Al berbaring tapi iya ingin zee berada dibsamping selama terapinya di mulai.


"Apa yang kamu rasakan sayang, ceritakan saja atau keluarkan apa yang sering membuat al takut. Dokter itu bertanya saat al sedang menutup matanya.


"Al melihat mommy di siksa oleh aunty hana setiap aunty datang berkunjung ke rumah, jika daddy pergi bekerja pasti aunty hana datang dan selalu menyiksa mommy. Dan aunty hana mengatakan jika iya akan merebut daddy dari kami, al juga melihat aunty sering mendorong mommy sampai terpental al takut jika aunty hana akan membawa daddy dan membunuh al dan mommy waktu itu. Tetapi saat al melihat aunty hana datang dan mendorong mommy di tangga al.


Belum selesai cerita yang al ceritakan al sudah sesak dan keringat tangan dan kakinya sudah terlalu dingin zee bangun dan langsung menyuruh dokter berenti terlebih dahulu.


"Al hei sayang ini mama, bangun sayang ada mama disini."


"Mama al takut mah, aunty hana datang lagi mah. Al sangat takut mah. Sambil menangis keras al menceritakan ke zee jika iya melihat hana datang ingin membunuhnya.


Adrian yang melihat anaknya menangis ternyata selama ini anaknya sangat menderita, dan adrian melihat zee dengan sabar menenangkan al dan zee menggendong al saat al sudah bergetar. Adrian langsung memeluk al yang ada di gendongan zee, Zee yang kaget apa yang di lakukan adrian ia hanya diam. Mukanya bersemu karena adrian terlalu dekat dengannya seperti ini.


"Sudah sayang al sudah aman sama daddy dan mama. Al turun dong apa al nggak kasian melihat mama zee yang keberatan menggendong al."


"Maafkan al mama zee, al sangat takut aunty hana datang ingin membunuh al mah."


"Iya sayang nggak papa, mama zee kuat kok."


Terapi al untuk hari ini cukup karna al masih belum sanggup melawan rasa takutnya. Saat mereka keluar angel yang sedang menggandeng arthur seperti ibu-ibu yang menggandeng anaknya sambil membawa tas. Adrian ngakak melihat angel sambil memegang perutnya, adrian langung menciumi pipi angel hingga angel ke gelian karna adrian tak berenti menciumi nya.


"Stop daddy nya abang stop nanti bedak angel lunturr tau, ini bedak mahal yang di belikan opa waktu itu."


"Alla.... bedak mahal apaan, paling bedak tabur doang yang kamj pakai."


"Isss.. deddy nya abang sok tau sih. Dan kembali tertawa karna adrian menggelitiki perut angel.


Hahahahaha....


"Oh nooo... Abang al kakak niel tolongin angel, tolong.."


"Sudah, ayo kita ke tempat opa dulu. Mama udah kangen dengan opa kalian." zee menggendong arthur dan menggandeng niel

__ADS_1


Adrian menggandeng angel dan al sesekali menggoda angel.


"Assalamualaikum opa."


"Waalaikumsalam masuk nak, opa kengen banget kalian.


"Kalau dengan zee nggak kangen nih, sama cucu papi aja anak sendiri di lupa."


"Sekarang kamu menantu sekaligus anak papi, lagian udah ada abang yang gantiin papi zee. sambil tertawa.


"Papiiii... Zee menunduk menyembunyikan pipinya yang merah."


"Memang betulkan bang, udah ada kamu. Kapan papi di kasih cucu lagi papi ingin punya cucu yang banyak biar ada yang menemani papi."


DEG....


"Hemmm... papi udah makan sepertinya belum bubur papi masih ada, ayo makan zee suapin yaa."


"Opa makan dong biar cepat sembuh angel kangen tau."


"Gayaan banget kamu kangen dengan opa, paling kamu kangen di belikan opa baju princess."


"Hus... daddy nya abang jangan souzon ngak baik kata mama zee."


"Hahahhaha.... Angel cerita dong, opa kangen nih dengan cerita angel."


"Opa kangen angel, uuu so sweet angel juga kangen opa kok."


Al dan niel mendorong kening angel, adrian yang melihat angel cemberut lalu tertawa. Zee menyuapi papi ardhan dengan sabar, sesekali melap bibir ardhan yang terkena bubur.


"Papi cepat sembuh ya, zee kangen papi. Zee ingin papi seperti dulu lagi."


"Iya nak doakan papi minggu depan papi udah keluar kok insya allah."


"Iya pih."


Adrian yang mendengar pembicaraan papi ardhan dan zee langsung menoleh ke arah zee, apa benar zee terlihat kurusan..


"Apa zee terlihat kurus. batinnya.


"Daddy kapan kita ke mall, al ingin bermain di sana. lagian cat warna abang dan niel sudah habis, Iya kan niel. Niel hanya mengangguk dan melihat adrian tapi niel langsung pura-pura sibuk.


"Tunggu sebentar lagi ya bang."


"Hmmmm.. iya dad, ayo niel kita main lagi."


1 jam mereka menemani ardhan lalu zee dan adrian mengajak anak-anaknya bermain di mall..


Zee dan adrian duduk mengawasi dari jauh anak-anaknya. Adrian bertanya ke zee mengapa akhir-akhir ini zee terlihat menghindari dirinya, dan adrian juga meminta zee jika papinya pulang kerumah berarti dirinya akan 1 kamar.


"Zee, kenapa akhir-akhir ini kamu lebih menghindar dari abang. Dan minggu depan papi akan pulang jadi mau tidak mau kita berdua tetap sekamar, abang nggak mau jika papi mengetahuinya jika kita berdua pisah kamar."


"Iya nanti zee usahakan barang-barang abang zee pindahkan ke kamar zee sebagian, zee juga nggak menghindar zee hanya membiasakan diri jika kontrak kita selesai kita pun selesai zee nggak berat meninggalkan abang bagaimana pun abang tetaplah suami sah zee.


DEG...


"Memangnya kamu mau kemana, kamu tetap jadi anak papi dan adik abang kan. Abang ingin kita cerai tapi kita berdua tetap jadi adik kakak.


Zee tersenyum menyedihkan ke arah adrian dengan mata yang berkaca-kaca.


"Tak semudah itu bang, namanya kita pernah menjadi suami istri jika kita sudah bercerai nantinya apa abang bisa bersikap biasa seperti dulu lagi. Itu nggak akan terjadi bang, abang duda ketemu dengan zee yang janda tapi abang duda ditinggal mati tapi zee janda di hianati setelah kita ber cerai zee jadi janda apa lagi. Jika zee nggak memikirkan anak-anak zee mengkin zee lebih baik mati saja, orang tua zee saja sampai sekarang nggak tau mereka siapa. Jika waktunya tiba zee tetap akan pergi menjauh dari abang dan papi, aku harap sih kita nggak akan perna ketemu lagi. Dan aku juga berharap Al dan arthur tetap menjadi anak yang baik nantinya biar kak sifah bangga mempunyai anak yang seperti mereka berdua. Sudahlah nggak usah di fikirkan lagi, doakan papi saja mudah-mudahan papi cepat sehat dan berkumpul lagi.


"Apa kamu tega ninggalin papi dan anak-anak."


"Jika abang menemukan istri lagi yang cocok dengan abang dan bisa sayang dengan papi dan anak-anak abang mereka akan lupain zee juga nantinya. Zee sih berharap abang akan bahagia nanti, dan juga papi tetap sehat apapun itu.


Adrian terdiam lama, apa zee betul-betul ingin meninggalkan nya setelah kontrak nya habis. Dan adrian seakan tidak iklaz zee pergi meninggalkan adrian pun seperti sudah nyaman bersama zee tetapi semenjak adrian memberikan surat kontrak pernikahan zee mulai berubah.

__ADS_1


Hari-harinya zee menjalani kehidupannya tiap selesai sholat subuh zee akan bangun memasak dan menyiapkan baju adrian mengurus segala nya sendiri. Hari ini zee akan menjemput papi ardhan di RS bersama kevin karna adrian tidak bisa menemani zee, adrian ada rapat penting hari ini di perusahaan nya jadi ia tidak bisa menemani zee.


"Zee abang nggak bisa menemani kamu jemput papi yah, hari ini abang ada rapat di perusahaan abang. Oh iya nanti abang yang minta ke bibi untuk memindahkan sebagian barang-barang abang ke kamar kamu. Adrian bicara tapi iya sibuk mengancing kemeja di tangannya dasinya saja belum terpasang, zee yang melihat dasi adrian masih belum terpasang dengan cepat zee memasangkannya. Dan adrian membiarkannya saja, malahan adrian menatap dalam wajah zee lebih dekat ternyata zee memang sangat cantik tak ada yang cacat di wajahnya, zee sadar jija adrian memperhatikan nya begitu dekat zee tetap dan segera cepat menyelesaikan simpulan dari adrian.


"Terima kasih."


"Sama-sama bang."


Adrian yang menuju mobilnya di ikuti zee di belakang dan memberikan bekal ke adrian karna adrian tidak sempat sarapan lalu menyalim tangan adrian dan menciumnya. Adrian yang sudah terbiasa dengan apa yang di lakukan zee, dan adrian juga sudah tergantung pada zee padahal baru 1 minggu mereka sudah menikah.


Kevin datang dengan alicee, lalu zee berangkat bersama mereka untuk menjemput ardhan hari ini. Zee sangat bahagia, karna ardhan hari ini sudah bisa pulang.


"Zee apa kamu baik-baik aja, apa rian masih tetap ingin menceraikan kamu nanti.


"Iya kak, zee baik-baik aja kok. Kalau itu sepertinya iya abang akan tetap ingin bercerai."


"Sialan tu rian, bisa-bisa ia berbuat seperti itu ke kamu."


"Gue akan buat iya menyesal nanti liat aja."


"Sudahlah kak, zee nggak papa. Buktinya zee baik-baik aja tuh."


"Hmmm.. kalau kamu butuh sesuatu kamu bilangin kakak ya, ada alicee juga bisa bantu kamu nanti."


"Iya kak."


Sampai di RS mereka langsung ke ruangan ardhan, diruangan ardhan ada dokter yang sedang memeriksa nya.


"Assalamualaikum papi."


"Waalaikumsalam nak, sini masuk. Eh ada kevin sama alicee. wah sebentar lagi ada acara nih."


"Apa papi sudah selesai, kalau udah ayo kita pulang cucu-cucu papi udah kangen dengan papi mereka sudah nggak sabar dirumah."


"Loh kok adrian kemana, kok nggak ikut."


"Abang ada rapat penting pih, nggak boleh di tinggl."


"Oh.. ya sudah engak papa, kirain papi anak itu kenapa."


#Skip aja


Tiba dirumah ardhan di sambut dengan pelayan dan cucunya di depan mansion, cucu-cucu ardhan sangat bahagia melihat ardhan yang sudah sembuh dan bisa kembali berkumpul.


"Selamat datang opaaa...


"Selamat datang tuan besar...


Ardhan sangat bahagia bisa berkumpul kembali dengan anak dan cucu-cucunya.


Malam harinya adrian yang baru datang saat semua pada tidur, zee baru keluar dari kamar mandi hanya menggunakan dress satin sepertinya zee lupa jika mulai malam ini adrian akan sekamar dengan nya. Zee kaget adrian sudah ada di kamarnya lalu duduk di sofa dengan muka letihnya.


"Eh.. abang kok masuk kamar zee..


"Astaga zee apa kamu lupa jika mulai malam ini kita berdua harus sekamar. Dan adrian baru sadar jika zee memakai baju yang sangat seksi, imam adrian di uji malam ini.


"Ehh... zee lupa bang, tunggu zee siapkan air hangat untuk abang."


"Iya.


Setelah zee masuk kekamar mandi, adrian mengacak-acak rambutnya.


Kamu mau menguji abang zee dengan baju tidur mu, gumamnya."


"Abang air hangatnya udah zee siapkan, mandi sana."


Zee mengambilkan baju piyama untuk adrian, dan zee juga mengambil selimut dan bantal yang ada di lemari lalu tidur disofa. Zee yang memang sudah lelah akhirnya tertidur lelap tanpa menunggu adrian.

__ADS_1


Adrian yang baru keluar dari kamar mandi hanya menggunakan lilitan handuk di pinggangnya, lalu memakai piyama yang di siapkan oleh zee. Adrian yang ingin mencari zee ternyata zee udah terlelap di sofa, adrian berfikir apa zee memang manghindarinya.


__ADS_2