
Adrian dan zee berjalan ke mobil untuk pulang menjemput anak-anaknya yang sudah ia janji untuk mengajak anak-anaknya pergi berbelanja perlengkapan sekolah, karena besok abang al dan kakak niel udah mulai bersekolah.
Umur al dan niel beda 2 tahun yah, tapi mereka berdua meminta untuk sekelas saja.😂
"By sepertinya mommy layla akan menjemput angel besok, al dan niel pun besok udah sekolah jadi zee kasian dengan arthur jadi zee bawa aja yah beserta baby sister. Soalnya zee nggak tega ninggalin arthur di rumah sendirian, pasti ia merasa kesepian angel kan udah mulai belajar di istanah.
Ucap zee
"Hmmm... Apa kamu tidak repot nantinya, kalau abang sih boleh-boleh aja kan abang akan datang ke kantor kamu tiap jam istirahat jika abang nggak ada pekerjaan yang banyak.
"Nggak akan repot, arthur enteng soalnya paling zee kasih kertas dan mainan. Lagian kan ada baby siter yang nemenin arthur, jadi boleh ya zee bawa arthur."
"Iya tapi kamu janji nggak akan sampai lelah."
Sambil mengusap rambut panjang zee.
Mobil adrian dan zee sudah tiba di mansion, dan membuat mereka geleng-gelang anak-anaknya menunggu dirinya sambil di temani pelayan dan baby sister arthur.
"DADDY... MAAMAAAA...
Serentak mereka bersamaan, dan angel segera berlari kepelukkan adrian sedangkan arthur buru-buru menghampiri zee.
"Wah.. anak-anak daddy udah pada nggak sabaranya nunggguin daddy dan mama datang?"
"Iya lah dad, angel kirain daddy dan mama lupa jika hari ini akan pergi ke mall."
Ucap angel.
"Ya jadi dong, jadi langsung berangkat aja nih?"
__ADS_1
"Les't goooo...
"Nggak usah teriak juga angel, tuan putri kok kayak tarzan."
Protes al yang berada di samping angel.
"Ehh... Maafkan angel bang, soalnya angel kan mau main di sana udah lama kita nggak main di mall."
"Iya sudah nggak usah berdebat ayo berangkat, abang al dan kakak niel ambil keperluan sekolah secukupnya saja nggak boleh banyak-banyak mubazir nantinya."
Nasehat zee kepada kedua putranya.
Mereka pun berangkat dengan di supiri oleh supir, adrian mau bercengkrama dengan anak-anaknya jadi ia ingin duduk dengan anak-anak dan istrinya.
Setelah mereka sampai di lobby mall, adrian memegang tangan zee lalu menggandeng tangan angel sambil menggendong arthur, zee menggandeng tangan al dan niel dan di ikuti baby sister dan supirnya.
Zee memasuki toko perlengkapan sekolah, zee mengajak kedua putra ke rak pensil dan buku sesekali zee memberi opsi kepada putranya mau pilih yang mana A atau B, tapi zee langsung mengambil pensil dan buku untuk angel tanpa memberi tahu ke angel mau yang mana.
"Dad kok bengong sih, ayo udah selesai ayo kita ajak anak-anak main dulu entar udah mainnya baru kita makan."
Ajak zee ke adrian
"Oh udah selesai yah, ya udah ayo kita ajak mereka bermain tapi kamu nggak capek kan?"
"Nggak dad, zee baik-baik aja."
Zee akan memanggil suaminya daddy jika berada di hadapan anak-anaknya tapi jika ia berdua atau dengan orang yang lebih dewasa ia akan memanggilnya hubby atau by.
Saat zee duduk dan adrian sambil memantau dari jauh anak-anaknya bermain adrian yang masih penasaran dengan perlakuan zee tadi mengapa putri nya zee yang harus pilih sendiri berbeda dengan putra nya.
__ADS_1
"Hmmm.. Yang abang boleh nanya nggak?"
Tanya adrian tapi masih berfikir, jangan sampai ia salah bicara hingga membuat zee tersinggung.
"Apa by, tanya aja?"
Ucap zee dengan alis berkerut
"Tapi kamu jangan tersinggung yah, abang hanya penasaran aja. Tadi pas kita belanja perlengkapan anak-anak kamu menuntun al dan niel lalu menanyakan apa putra kita suka dan tidak, berbeda dengan angel kamu langsung memilihnya tanpa bertanya ke angel terlebih dahulu.
Zee terdiam lalu menatap serius adrian, lalu tersenyum.
"Begini kita berdua mempunyai anak laki-laki dan perempuan, cara mendidiknya berbeda jika anak perempuan kita beri opsi seperti contohnya ya. Angel sayang kamu mau pilih A atau B, dan zee udah memberinya opsi seperti itu ia akan terus memilih apa yang ia mau dan suatu saat jika kita berdua mengajaknya ke acara atau pertemuan keluarga ia pasti akan menangis jika anak perempuan kita tak memakai baju yang ia inginkan. Maka dari itu, dari kecil zee yang selalu memilihkan angel apa pun itu dan angel nggak pernah sama sekali menolaknya. Angel anak perempuan kita memang fitrahnya untuk patuh.
Adrian yang mendengar penjelasan zee mengangguk menegerti.
"Dan untuk anak laki-laki mengapa zee memberinya opsi atau pilihan karena dia seorang pemimpin kelak ia yang akan memimpin perusahaan contohnya dan ia yang akan memimpin keluarganya nanti pada saat ia sudah menikah, tapi abang lihat kan bagaimana putra kita sudah zee tanya mau pilih yang A atau B pasti mereka akan bilang mama aja deh yang pilihkan. Jika angel yang zee kasih pilihan yang ada ia akan terus memilih dan ujung-ujung nya membantah perkataan kita atau suami nya kelak, mendidik anak memang harus begitu makanya perempuan fitrahnya harus di latih untuk patuh pada hal-hal yang tidak melanggar agama tentunya.
"Kamu tahu dari mana yang, cara mendidik anak perempuan dan laki-laki seperti itu?"
Tanya adrian dengan penasaran.
"Zee pernah dengar dari ustazah sih saat zee ikut pengajian waktu masih di indonesia, kalau tidak salah waktu zee hamil angel kalau tidak salah."
Ucap zee sambil mengingat masa kelam nya waktu itu.
"Abang salut sama kamu sayang, kamu bisa mendidik anak-anak kita dengan baik dan mudah-mudahan calon anak kita juga bisa mengikuti kakak kakak nya. Dan terima kasih kamu sudah mau menyayangi al dan arthur seperti anak kandung kamu sendiri tanpa membedakan niel dan angel.
"Ternyata benar kata sifah waktu aku memimpi kan ya saat itu, sifah berkata aku akan menyesal jika menyia-nyiakan wanita sebaik zee saat itu, batin adrian"
__ADS_1
Saat keempat anaknya sudah lelah bermain, baru lah adrian mengajak keempat anaknya untuk makan di restoran favorit anak-anaknya zee pun mengajak baby sister arthur dan supir nya tadi walaupun mereka sempat menolaknya.
Bersambung...