Terpaksa Menikah Dengan Abang Angkat

Terpaksa Menikah Dengan Abang Angkat
106.


__ADS_3

Hai kakak kakak, author cuman ingin menyapa para pembaca aja. Dan Terima kasih yah Kak untuk like dan komennya, Terima kasih sampai saat ini kakak kakak masih setia mengikuti TMDAA.


Dan author juga cuman ingin memberitahukan jika novel ini sepertinya author akan tamatkan, dan akan fokus ke novel MY TULALIT'S WIFE.


Sekali lagi Terima kasih telah sudi membaca novel author, dan semoga kakak puas dan senang dan jangan lupa kak mampir di novel aku yang Satu.



Dan untuk cerita anak-anak Adrian dan sahabatnya novelnya juga baru author liris yah, jadi kakak kakak mohon bersabar... 😂😘🥰🙏🙏


*********


Acara resepsi angel maupun dio berlanjut pada malam hari, dan saat ini angel tengah di pakaikan gaun yang begitu mewah hasil pilihan zee maupun mami shera mereka begitu kompak memilihkan gaun untuk angel. Dio yang sedari tadi telah siap hanya duduk di sofa memperhatikan istri kecilnya di dan dani begitu cantik.




Dan saat angel telah selesai, dio menghampiri istri kecil nya itu lalu menggandeng sang istri dengan hati-hati.


"Istri kecil uncle sangat cantik."


Puji dio ke angel, da di balas senyum yang begitu cantik oleh angel.


"Uncle juga tampan, pasti di sana banyak yang melirik uncle."


"Sudah nggak usah cemberut, uncle nggak akan berpaling dari mamu. Lagian kamu nggak tahu apa sejak kamu kecil uncle lebih menatap kamu di banding cewe-cewe diluar sana."


"Iya angel percaya, ayo kita jalan pasti para tamu daddy dan yang lain pasti udah menunggu."


Angel dan dio berjalan bergandengan menuju pelaminan, para tamu berdecak kagum menatap kedua mempelai. ray yang melihat putri yang begitu bahagia ia pun ikut senang, sesekali ia mengusap matanya yang tampak basah.


Dan saat zee sedari tadi menunggu seseorang di akhirnya muncul juga dengan menggunakan gaun penberiannya, zee segera memanggil Al putra pertamanya.


"Al temani mama yuk kesana, tamu spesial mama udah datang tuh."


"Ya udah ayo mah, Al temenin."


Zee tersenyum lalu menggandeng tangan putra nya itu, dan saat zee menghampiri menghampiri tamu spesialnya Adrian dan niel hanya geleng-geleng melihat kelakuan wanita tercintanya.


"Hai sayang akhirnya kamu datang juga, eh iya perkenalkan ini putra pertama aunty."


Feli tercengang menatap ak lalu menatap zee kembali, karena menurutnya Al lebih cocok menjadi adik zee.


"Hah... Ini putra aunty, Feli fikir adik aunty. Maaf aunty tuan saya tidak bermaksud."


Feli baru tersadar apa yang baru saja ia katakan, dan merasa tidak enak saat Al menatap nya dingin.


"Al jangan liatin tamu mama seperti itu, ini Feli perawat di RS uncle dio yang mama ceritakan ke kamu waktu itu."


"Oh... Ayo kesana mah, jangan sampai daddy nyariin mama lagi."


"Ya udah ayo Feli kita kesana, aunty perkenalkan ke kamu anak-anak aunty."


Zee menggandeng tangan kiri Feli dan sedangkan al berada di sisi kiri zee, Adrian yang melihat istrinya datang ia langsung menghampirinya. Karena sedari tadi para tamu matanya hampir keluar menatap zee yang saat ini sangat cantik dan seksi.


"Yang besok-besok nggak usah gunakan gaun ini deh, tuh lihat para tamu matanya hampir keluar menatap bahu kamu tahu."


"Apaan sih by, ya udah besok-besok zee pakai mukena aja biar nggak ada yang mau lihatin zee.*

__ADS_1


" Nah.. itu lebih cocok, biar abang aja yang bisa lihatin semua ini ini dan ini."


Kata Adrian sambil menunjuk bahu zee punggung dan betis zee yang terekspos.


Alice dan kevin baru saja tiba bersama baby, Ella yang melihat baby datang ia langsung memanggilnya dan duduk bersama liza. Feli yang menatap anak-anak zee dan ponakannya membuatnya bingung.


"Ada apa?"


Tegur al yang memperhatikan Feli sedari tadi bingung.


"Itu adik tuan kembar? "


"Iya mereka kembar, yang memakai gaun princess biru adik bungsu saya dan yang memakai tuxedo navy itu kembarannya."


"Wah pantas yang 1 mirip aunty zee dan yang 1 lagi mirip uncle dan yang itu."


Tunjuk Feli ke arah arthur, yang tengah sibuk bersama niel,


"Yang itu adik aku yang keempat yang di sebelahnya kedua lalu angel sang pengantin."


"Jadi aunty punya anak 6 dong."


"Iya memangnya kenapa? "


"Eh.. nggak cuman masih nggak percaya aja, aunty masih sangat muda seperti itu tapi sudah memiliki anak 6."


"Umur mama baru 45, tapi udah punya anak 6."


"Whaat... Maaf tuan, tapi umur tuan berapa? "


Al langsung menatap Feli heran.


Feli lagi-lagi syok saat mengetahui umur angel.


"Mereka berdua udah sedari kecil pacaran, dan uncle dio itu sahabat daddy tetapi angel sangat menyukai uncle dio dan hanya ingin menikah dengan uncle."


"Kalau boleh tahu, umur angel saat itu berapa?"


Hmmm..


"Kalau nggak salah 3 tahun."


Saat ini kepala Feli benar-benar pusing dan ia langsung terdiam.


"Masih banyak lagi, nggak udah kamu tahu semua entar pingsan lagi."


"Eh... iya maaf tuan."


"Saya bukan tuan kamu, dan kamu sendiri umur berapa? "


"19 tuan."


"Ckkk.. Di bilang jangan panggil tuan juga, panggil Al aja atau abang."


"Eh... Al aja.."


Tiba-tiba randy datang duduk di hadapan Al dan menatap Al dengan mengejek.


"Wah ponakan uncle udah punya gebetan nih, pantas aja di perusahaan nggak pernah ngelirik cewe ternyata udah punya toh."

__ADS_1


"Uncle nih sok tahu."


Muka Feli memerah dan sangat malu saat randy menatapnya lalu mengejek Al, jika dirnya berpacaran dengan Al.


"Terus apa ding? "


"Ini tamu mama, Al di suru temenin feli."


"Teman atau teman."


"Terserah uncle, caca papi randy tadi gombalin cewe nih."


Ucap al saat melihat caca yang menghampirinya, membuat randy Gelagapan.


"Eh.. nggak sayang, papi sayang mami dan kamu mana berani papi gombalin cewe."


"Awas yah pih, aku dan mami minggat biar papi di rumah sendiri di temani kucing aja."


"Eh.. Jangan dong sayang, kamu nggak kasian sama papi jika kamu pergi dan mami papi sendiri dan di ambil tuyul bagaimana. "


"Biarin aja, papi kan suka banget gangguin caca."


"Ini anak semakin hari semakin cerewet, udah sini papi kiss dulu pipinya yang montok ini."


Caca malah lari dan duduk di pangkuan al membuat randy sangat gemas terhadap putrinya itu.


"Uncle acxel boleh minta tolong nggak? "


"Apa nak, acxel mau apa? "


"Acxel ada tugas, tapi tugas nya agak susah sih uncle ajarin yah."


"Gampang itu mah, besok aja yah."


"Oke uncle.."


"Kamu itu manggil uncle kadang uncle kadang papi, yang benar mana sih? "


"Entahlah acxel juga bingung."


"Manggilnua papi aja kak acxel, kan jika dewasa nanti kakak acxel kan akan jadi suami caca."


WHAAT.....


Al feli dan randy kaget mendengar ucapan spontan caca, lalu randy menepuk dahi dan memijat nya.


"Kamu tuh masih terlalu kecil nak."


"Kan kata caca jika dewasa, iya kan kak acxel."


"Nggak mau, caca nya rese dan jahil yang ada acxel setiap hari masuk RS di rawat karena tingkah kamu."


Feli dan al yang mendengarnya tertawa, sedangkan randy masih memijat kepalanya.


Zee datang dan memanggil semua keluarga besarnya berfoto bareng pengantin, sehingga pelaminan menjadi full para anak-anak duduk di depan dan orang tua yang sudah berumur mereka paling di belakang tetapi menggunkan kursi tinggi dan sahabat Adrian dan istri-istri mereka saling berpasangan tak ketinggalan Feli berada di samping al.


Chees.......


#TAMAT#...

__ADS_1


__ADS_2