Terpaksa Menikah Dengan Abang Angkat

Terpaksa Menikah Dengan Abang Angkat
43. Alvizah Diandra Malik


__ADS_3

Saat ini zee sudah di baringkan di bad untuk melakukan pemeriksaan USG, zee yang sangat terharu melihat orang tua kandung nya turut ikut menemani zee melakukan peneriksaan begitupun suami dan anak-anaknya, zee menggengam tangan adrian begitu erat.


"Baiklah kita akan melakukan pemeriksaan yaitu USG, ya nyonya maaf saya angkat baju nya yah."


"Iya dok, silahkan."


Saat ini dokter menuangkan gel ke perut putih mulus zee, dan mengarahkan alat transducer ke kulit perut zee dokter tersenyum dan melihat ke anak-anak zee yang begitu senang saat muncul di komputer ada titiik tapi angel terlihat kecewa ketika adik nya terlihat seperti kacang.


"Yah.. daddy kok bilang ada dedek bayi di perut mama, tapi pas di priksa kok cuman titik dua lagi."


Dengan wajah di tekuk nya.


"Wah.. ternyata kakak cantik sudah melihat 2 titiik yah, itu berarti dedek bayinya di perut mama 2 dong."


Sang dokter menjelaskan kepada angel yang yerlihat protes."


"Oh yaa... Dad cucu kita beneran bertambah 2 lagi, oh astaga beruntung nya kita dad."


Mommy layla yang begitu senang saat mengetahui jika anaknya hamil kembar.


"Alhamdulillah, yang anak kita akan bertambah 2 lagi."


Adrian yang mengucap syukur dan menggengam tangan istrinya dengan lembut.


"Iya by, kita akan bertambah rame ya..."


"Tapi kok kayak titik begitu dedek bayinya."


Protes angel kembali.


"Itu karena masih kecil kakak cantik, dedek bayinya masih usia 7 minggu. Sabar ya kakak cantik dedek bayinya akan berkembang kok nantinya.


Ucap dokter memberi penjelasan ke angel.


"Tapi beneran kan, kami akan punya dedek bayi twins?"


"Iya kakak cantik, sus tolong di bantu nyonya alexander."


Saat suster membantu melap perut zee dengan pelan, adrian segera menutup perut istrinya dan membantu turun dari bad.


Saat zee dan adrian duduk di hadapan dokter, dan zee di tanya apa keluhannya.


"Apa yang bunda rasakan saat ini?"


Tanya dokter.


"Hmmm.. Cuman gampang lelah aja sih dok, dan ingin sering ngemil."


Jawab zee sambil berfikir.


"Itu wajar dalam masa kehamilan bun, tapi hindari dari mengangkat berat dan terlalu capek juga hindari stress berat. Kan kasian janin nya jika bunda nya stress pertumbuhan janinnya akan terhambat."


"Iya dok."


"Resep obat nya di tebus di loket farma ya tuan."


Dokter memberikan resep obat zee untuk di tebus.


Saat semua sudah keluar, barulah adrian mendudukkan zee kembali dengan hati-hati. Dan membuat zee keheranan sambil melirik kebadrian.


"Ada apa tuan, ada yang masih belum jelas?"


Tanya dokter saat melihat sepasang suami istri kembali duduk.


"Hmmm.. Begini dok, apa tidak akan berpengaruh jika kami melakukan olahraga jika tiap malam."


Zee yang mendengar pertanyaan adrian yang engak ada malu-malunya langsung membulatkan mata, berbeda dengan dokter dan suster di depannya terlihat menahan tawa.


"Kalau yang itu, kalau bisa di kurangi dulu olahraga malamnya. Jika keseringan melakukan olahraga dapat menyebabkan kontraksi dan membahayakan janin di perut bundanya, Dan yang paling aman melakukan hubungan suami istri 3 kali seminggu selama 3 bulan sampai janin-janin bunda kuat."


Adrian yang mendengar penjelasan dokter terlihat lesu tapi, ia di kagetkan sat zee mencubit pahanya ingin segera keluar dari sana karena malu.


"Baik dok sus kami permisi, ayo by kita keluar zee lapar."


"Iya bunda, selamat siang."


"Siang dok, abang bikin zee malu aja ngapain sih pakai tanya itu segala kan bisa di cari di internet."


Ucap zee dengan nada kesal.


"Loh.. Kenapa harus malu, itu kan memang wajiv di tanyakan tahu. Lagian abang bertanya seperti itu biar kamu dengar agar tak sering minta kan kasian anak kita.


Membuat mulut zee menganga tak percaya perkataan adrian.


"Astaga jadi abang bertanya seperti itu ke dokter biar zee dengar, jadi abang dari kemarin-kemarin engak mau saat zee yang mau. Baiklah zee engak akan minta lagi."


Zee langsung pergi meninggalkan adrian begitu saja.

__ADS_1


"Eh... Salah ngomong akunya, astaga aku lupa zee akhir-akhir ini emosinya naik turun. gumamnya


Sayang tunggu abang dong, maaf jika abang salah ngomong."


Adrian masih mensejajarkan jalannya ke zee, tapi zee sama sekali tak meresponnya dan langsung masuk ke dalam mobil saat pengawal kerajaan membukannya pintu.


"Pak tolong di tebus ya obatnnya, saya pulang duluan."


Perintah adrian ke pengawalnya.


"Baik tuan muda."


"Sayang jangan ngambek dong, maaf jika abang salah ngomong tadi lagian abangkan cuman bercanda. Kamu lupa kata dokter tadi kamu engak boleh stress."


"Hmm... iya zee engak boleh stress jadi lebih baik zee diam aja.


Uvap zee sambil menutup matanya.


Adrian yang melihat zee diam membuatnya tidak tenang, sesekali ia melirik ke istrinya yang tampak diam Adrian mengendarai mobilnya menuju ke swalayan.


"Yang kita masuk dulu yuk, ada yang abang yang ingin beli."


"Hmmm.. "


Zee membalasnya berdehem saja, membuat adrian menghela nafas.


"Udah dong yang marah nya, abang minta maaf jika abang salah."


Adrian memeluk pinggang zee sambil berjalan masuk swalayan dan mengambil troli, adrian mengajak zee ke rak susu hamil.


"Yang kamu mau yang rasa apa?"


Tanya adrian


"Hmmm.. strawberry aja bang dengan vanila."


"Baiklah, cuman itu aja enggak mau rasa lain?"


"Iya itu aja, zee ingin buah strawberry sekalian buah untuk salad buahnya."


Adrian dengan patuhnya mengambil apa yang zee minta, tapi adrian melihat seorang wanita dan membuatnya marah zee yang melihat adrian tiba-tiba marah mencari apa yang membuatnya seperti itu. Zee langsung melepaskan tangan adrian dari pinggang nya, baru saja zee ingin meninggalkan adrian tapi adrian langsung menariknya kembali.


"Kamu ikut aku yang, aku mau menghukum anak itu bisa-bisa nya engak pernah ke mansion padahal ia berada di kota ini."


Sambil menggandeng zee ke arah wanita yang tengah sibuk memilih buah tak jauh darinya.


"VIZAAAAAA....."


"Eh.. aa bang...."


Adrian langsung menarik telinga seperti anak kecil, dan membuat zee langsung menarik tangan adrian dari telinga viza.


"Hubby lepas by, telinga nya bisa putus tuh."


Zee berusaha melepaskannya, dan pada saat zee mengucapkan kata kramat barulah adrian melepaskannya.


"Hubby lepas tidak, kalau engak zee engak mau tidur dengan abang malam ini."


Barulah adrian melepaskannya.


"Abang sakit tahu, viza bukan anak kecil lagi."


Ucap viza sambil mengusap telinganya yang memerah.


"Biar abang tarik sampai putus aja kalau bisa, kamu pasti udah lama di kota ini tapi belum pernah pulang ke mansion kamu sekarang tinggal di mana hah."


Bentak adrian ke viza.


"Bukan begitu, viza masih mengurus kontrak kerja makanya viza belum sempat pulang. Papi sehat bang, oh iya ini kakak ipar baru viza ya wah cantik banget kok bisa mau sama abang yang kayak beruang kutub."


oceh viza tanpa melihat adrian yang wajahnya sudah merah jika bisa di lihat telinga dan hidungnya sudah mengeluarkan asap seperti banteng.


Jangan di tanya zee yang sudah tak kuasa menahan tawanya akhirnya pecah begitu saja.


"Yang kok abang di ketawain sih, suaminya di hina begitu malah senang."


Protes adrian ke zee


"Sudah-sudah ayo kita ke sana zee sepertinya sudah lapar.


Sambil menunjuk restoran yang diserang jalan.


Viza langsung menggandeng tangan zee dan meninggalkan adrian yang sedang kesal dari tadi.


"Kok abang di tinggal sih, lalu belanjaannya abang yang antri begitu."


"Cepat by, zee lapar apa hubby mau buat twins kelaparan."

__ADS_1


"Baiklah tunggu abang di bangku itu, abang bayar dulu baru belanjaannya abang bawa ke mobil."


Zee dan viza duduk di bangku sambil menunggu adrian, viza membuka suara memperkenalkan dirinya.


"Aku viza kak, aku adik sepupu abang."


"Oh ya aku zee, aku fikir kamu tadi wanita masa lalu abang. Karena aku melihatnya sangat marah pas ia melihat mu di sana."


"Abang memang seperti itu, viza sebenarnya merasa bersalah dengan abang viza pergi saat abang menikah dengan sifah. Sudahlah engak usah di bahas nanti kak zee ada waktu baru viza cerita kisah malang viza, hehehee..."


"Baiklah kakak siap mendengarnya, tapi kamubtahu jika kak sifah meninggal dan abang menikah lagi?"


"Iya viza tahu hal itu doang kalau yang lain engak tahu."


Adrian menghampiri mereka berdua dan mengajaknya ke restoran dekat itu, Zee dan viza bergandengan tangan sampai-sampai melupakan adrian yang terlihat dongkol di belakang mereka.


"Abang cepat zee lapar..."


"Oh astaga, kenapa hari ini aku sial banget sabar rian kamu harus sabar bumil maha benar."


Sambil mengusal dada nya.


Adrian zee dan viza memesan makanan, sesekali viza membuat adrian kesal dan zee tertawa di buatnya.


"Abang kok, makin ganteng aja tapi masih tetap dingin sih."


"Diam kamu, bikin kesel aja pokoknya kamu harus tinggal di mansion hari ini juga engak ada alasan tinggal di luar mansion randy aja tinggal di mansion saat ini."


"Iya iya... kejam banget sih ke adiknya."


Pesanan mereka sudah datang dan zee langsung melahapnya, sesekali adrian mengusap rambutnya. Tapi suara pria yang menyapa adrian dan zee membuat viza menegang dan matanya berkaca-kaca.


"Kalian disini, wah adik kakak juga disini kalian dari mana?"


"Satu-satu nanyanya kali, gue baru aja datang dokter kandungan periksa zee kami akan punya bayi twins hebatkan gue."


Dengan bangga adrian memberitahukan sahabat sekaligus kakak iparnya.


"Wah.. kakak akan dapat ponakan twins ya dek."


Derren mengusap kepala zee yang tampak sibuk dengan makanannya, dan zee cuman memeluk derren lalu kembali dengan makanannya.


"Ini anak kakaknya datang malah di cuekin."


"Zee lapar kak, ayo duduk zee kangen kakak juga jadi temani zee makan."


Derren yang baru saja ingin duduk di hadapan zee tapi ia melihat wanita yang pernah ia tolak dan membuat wanita itu hilang bak di telan bumi.


DEG...


Derren melihat viza yang tampak biasa saja, dan terkesan dingin tanpa menyapanya hanya sibuk dengan makanannya saja. Derren duduk di sebelah viza, adrian yang melihat viza dan derren ia menghela nafas adrian tahu apa permasalahan kedua orang di hadapan nya.


"Viza makan yang banyak, lepas tu kita pulang anak-anak zee pasti sedang protes di mansion."


Ucap zee.


"Iya kak.."


Singkat viza dan membuat zee heran, tiba-tiba viza berubah diam.


"Viza ke toilet dulu kak."


Viza segera berdiri langsung pergi ke toilet, dan derren yang melihat viza seperti tak mengenalnya sebenarnya ia juga menyesal waktu itu ia membentak dan mengusir viza saat diri patah hati di tinggal sifah menikah dan melampiaskan ke viza kemarahannya.


"Kamu lihatkan viza sekarang telah berubah, ia sedang berusaha menghindari kamu saat ini dan semoga saja ia bisa benar-benar melupakan kamu kerena aku yakin kamu belum bisa melupakan sifah untuk saat ini."


Ucap adrian ke derren yang tampak terdiam melihat prrubahan viza.


"Ada apa bang, kak derren apain viza dulu?"


"Udah yang kamu makan aja, entar abang cerita."


"Hmmm...


Derren hanya berdehem, tak lama viza kembali dengan muka yang agak cerah sedikit.


"kamu dari mana viza, makanan kamu masih banyak tuh."


"Iya bang viza kebelet, viza duluan ya bang viza masih ada urusan setelah selesai udah magrib viza janji pulang ke mansion."


Pamit viza ke adrian dan zee lalu memeluk zee dengan lembut, umur mereka sama-sama 25 tahun jadi mereka sangat cocok.


Viza pergi begitu saja tanpa melirik derren dan seperti tak pernah saling kenal, derren yang melihatnya sadar jika ia memang salah waktu itu viza selalu ada untuknya tapi derren dengan kejamnya dan mengusir viza begitu saja.


Alvizah Diandra Malik


Alvizah Diandra Malik 25 tahun, biasa di panggil viza dengan wajah begitu cantik dan berprofesi sebagai model. Viza yang begitu ceria dan mudah akrab dengan sekelilingnya, ia adalah sepupu adrian mami mama viza saudarah dengan mami adrian. Viza begitu mencintai derren tetapi derren sama sekali tak pernah menganggap nya ada hanya sifah yang ia lihat tetapi viza tetap tak menghiraukannya hingga pada saat sifah ingin menikah dengan adrian, derren yang patah hati malah menyalahkan viza dan mengusir nya begitu saja. Dari situlah viza menghilang dan tak pernah kembali, ia juga sudah berubah dingin bila bertemu dengan derren.

__ADS_1



__ADS_2