
Adrian masih kefikiran ucapan spontan angel, membuatnya merasa takut dan begitu cemas. Berkali-kali adrian menghela nafas panjang dan mengusap lembut kepala angel, adrian menatap dalam wajah putri sambungnya itu yang begitu mirip dengan istrinya.
"Nak-nak kamu udah enak-enakkan tidur, setelah membuat daddy kefikiran dengan ucapan mu tadi."
Huff.....
Derren yang baru tahu jika sang ponakan di larikan ke RS ia pun menunda rapat nya untuk menjenguk sang ponakan, derren memasuki kamar perawatan angel dengan ngos-ngosan akibat berlari.
"Woi pelan-pelan dong, jangan berisik putri gue baru aja tidur."
"Sorry sorry, kata mommy angel masuk RS makanya gue langsung ke Rs. Dan luh udah tahu siapa wanita yang membuat angel seperti ini?"
Adrian hanya menggeleng, karena dirinya memang belum mengetahui siapa wanita yang membuat angel seperti itu.
"Siapa memang?"
Tanya adrian lagi, dengan nada penasaran.
Hufff....
"Dia yang pernah merebut papa niel saat masih bersama zee, yaitu bella. Kata jack bella pindah negari ini setelah dirinya berhasil mendapatkan seluruh harta Hans, dan bella juga bermaksud merebut lagi kebahagian zee maka dari itu bella mencari tahu zee saat ini di mana tetapi ia tak mengetahui jika zee adalah keturunan Adianata Hilltons."
Adrian terdiam mendengar penuturan derren, ternyata wanita yang pernah membuat istri dan anak sambung nya menderita itu kembali lagi untuk menghancurkan kehidupan zee membuat nya bertekad akan membalas semua perilaku bella apa yang telah bella lakukakan ke zee maupun anak-anak sambungnya itu.
__ADS_1
"Gue sendiri sih yang ingin menyiksa nya, tetapi mommy nggak mengizinkan gue katanya sebentar lagi anak-anak gua juga lahir."
"Betul kata mommy, zee pun sangat ingin menghajar wanita itu tetapi entahlah apa zee sudah mengetahui siapa pelaku yang membuat angel seperti ini."
"Apa kata dokter saat memeriksa ponakan cantik gue..?"
Tanya derren begitu penasaran, dan adrian langsung terdiam dengan muka yang begitu sedih.
"Angel di diagnosa tulang ekornya sedikit retak dan ada pergeseran sedikit, karena angel pernah mengalami hal serupa seperti ini saat sonia mendorongnya. Dan sekarang wanita itu pun kembali mendorong angel begitu keras hingga tulang ekornya ada yang retak, jika panas angel tak bisa surut akan berpengaruh ke sarafnya hingga membuat nya akan mengalami kecacatan."
"Apa.. Jadi kata dokter harus bagaimna?"
"Entahlah mereka masih berusa membantu angel, biar demamnya nggak kembali naik."
"Boleh-boleh, jika bisa sekarang pun loh harus mengurus nya. Gue nggak mau terjadi sesuatu pada putri gue ren, gue nggak sanggup meskipun angel bukan anak kandung gue tetapi gue begitu menyayangi angel."
Derren yabg mendengar ucapan adrian ia begitu bangga terhadapa sahabatnya itu, Adrian yang hanya ayah sambung bagi ponakannya tetapi sahabatnya itu begitu menyayangi sang ponakan melebihi anak kandung.
"Oke.. Kamu tenang aja, biar nanti jack yang mengurus nya dan jack sendiri yang akan mengantar kamu dan angel tetapi dio juga harus ikut karena dio lebih mengerti persyaratan memindahkan pasien ke RS luar negri."
"Tapi...
Adrian takut jika angel ketemu dio, angel akan beneran suka dengan dokter dio. Derren yang melihat adrian seperti sedang berfikir membuatnya juga penasaran.
__ADS_1
"Tapi kenapa rian?"
"Angel tadi berkata jika ia dewasa, ia begitu ingin menikah dengan dio.."
"Apaaaa.... Ponakan gue masih kecil, dan dio udah 27 tahun yang ada mereka seperti ayah dan anak."
"Itulah yang membuat gue kefikiran dari tadi ren, apa yang harus gue lakukan jika angel dewasa nanti ia beneran suka dengan dio.."
"Ckckck... Sudah nggak usah luh fikirkan masalah yang itu dulu, saat ini yang luh harus fikirkan bagaimna angel bisa sembuh dan kembali ceria seperti biasanya."
"Iya, gue juga harus mengatakan hal ini ke zee."
"Nggak perlu biar gue aja yang mengatakannya, sekalian gue mau ke mansion luh gue kangen dengan ponakan gue viza juga ada di mansion luh saat ini."
"Baiklah, terima kasih. Oh iya jangan pernah mengatakan hal dio ke zee maupun yang lain, gue nggak mau mereka tahu hingga membuat zee strees karena kefikiran."
"Hmmm... Gue cabut dulu kalau begitu, kabari gue jika loh butuh sesuatu."
"Iya, thanks."
Derren langsung mengecup kening ponakannya yang terlihat pucat, dan sedikit meringis jika angek bergerak.
Bersambung...
__ADS_1