Terpaksa Menikah Dengan Abang Angkat

Terpaksa Menikah Dengan Abang Angkat
46. Resepsi


__ADS_3

Mansion Alson


Zee dan adrian baru saja tiba, dan mereka berdua mencari anak-anaknya tapi tak terdengar suara mereka berempat akhirnya zee menanyai ke pelayan di mansion itu.


"Anak-anak di mana bi, kok nggak ada suara mereka?"


Tanya zee


"Tuan muda dan nona muda ada di ruang anak nyah."


Zee pun segera ke ruang anaknya, tapi ia berpapasan dengan adrian yang sedang mencari anak-anaknya.


"Yang jangan buru-buru seperti itu, nanti kamu kepeleset bagaimana pelan-pelan aja jalannya."


Tegur adrian yang terlihat khawatir


"Maaf by, zee dari tadi mencari anak-anak tapi kata bibi pelayan mereka berada di ruang anak."


"Ya udah ayo kesana, abang juga kangen dengan mereka."


Betul saja saat ini anak-anak mereka sedang bermain, angel yang bermain dengan barbie nya al nie dan arthur bermain mobil-mobilan.


"Assalamualaikum sayang mama pulang."


"MAMA.....


Arthur yang berjalan dengan lincah mengahampiri zee, niel dan al menuntunnya dari belakang. Angel tetap di tempat ia masih sangat sibuk dengan barbie nya, tapi adrian langsung memeluknya lalu menggelitik perut angel yang terlalu serius dengan barbie nya.


"Sibuk banget sih nak, daddy kok enggak di peluk."


"Astaga kaget aku, ih daddy suka banget ngagetin angel kalau angel nya jantungan bagaimana."


Dengan lebay nya.


"Ck... lebay kamu, kamu nggak dengar mama tuh dari tadi manggilin kamu."


sambil menunjuk zee.


"Oh angel terlalu serius dad mah, maafkan angel. Tapi angel mau peluk mama dulu dan dedek twins nya."


"Kamu mainnya serius banget nak, sampai mama datang nggak kamu dengar."


"Maafkan angel mah, sini perut mama angel mau peluk dedek bayinya. Dedek twins kalian jangan nakal yah, jangan buat mama kita kecapean ok buat abang al dan kakak niel aja capek dan daddy juga tapi jangan mama."


Adrian al dan niel, langsung protes kok mereka bertiga yang harus di susahin.


"Angel kok kami yang harus capek, angel nggak?"


Protes al kepada angel


"Ih... kalian kan pria kalau arthurkan masih kecil iya kan dek."


Arthur menggagguk di pangkuan zee dengan lucunya.


"Dasar kamu, abang al dan kakak nggak pernah menang melawan kamu jika berdebat."


Ucap niel


"Hahahhaha... Angel nggak boleh seperti itu ke kakak nya, angelkan adik jadi harus menghormati kakak-kakaknya nak."


Zee yang menasehati angel.


"Iya mam, eh bentar malam kita pergi acara resepsi uncle kevin dan aunty alicee kan mah. Angel enggak sabar banget, angel ingin memakai baju princess yang aunty alicee bagi."


"Iya sayang kita pergi, tapi minggu depan abang al dan kakak niel udah masuk sekolah ya nak."


Ucap adrian.


"Wah... Kita berdua akan masuk sekolah ya dad, makasi ya dad."


Al dan niel memeluk adrian lalu zee.


"Tapi peralatan sekolahnya belum ada dad, kami berdua belum punya perlengkapan apa-ap."


ucap niel.


"Tenang aja besok siang kita pergi ke mall berbelanja, sekalian kita main di sana udah lamakan kita nggak main."


Yeeee....


"Terima kasih dad."


Mereka berenam bermain sesekali bercanda membuat angel tertawa renyah, dan membuat adrian semakin semangat menggelitiki perutnya.


*****


Di Hotel


Kevin yang lagi membersihkan badannya di kamar mandi, dan alicee yang sibuk menghapus riasannya dan saat ia ingin membuka resleting gaunnya ia kesusahan. Kevin baru selesai mandi keluar dengan lilitan handuk di pinggang dan menampilkan perut yang terpampang jelas ABS nya, alicee yang belum sadar jika kevin sudah berada di belakangnya ia masih saja sibuk ingin melepas resliting gaunnya.


"Kalau mau minta tolong itu bilang, ini udah kayak cacing kepanasan ke sana sini tetap nggak bisa bukanya kan.


Kevin langsung membantu alicee menurunkan resletingnya, dan saat menurunkan resleting alicee nampak lah kulit putih bersih alicee kevin hanya bisa menahan yang di bawa sana udah bangkit. Ia tak mau jika alicee kaget nantinya, biarlah perlahan-lahan tapi pasti🤣🤣🤣


Pipi alicee jangan di tanya lagi sudah mengeluarkan semburan merah karena ia tahu kevin sedang menatap serius belakangnya, ia segera ingin membersihkan badannya yang terasa lengket.


"Makasi kak, alicee mandi dulu."


Tanpa mendengar jawaban kevin alicee lari terbirit karena terlalu malu.


"Ck.. anak itu, nggak ada romatis-romantis nya."

__ADS_1


Kevin hanya menggeleng dan tersenyum


Huff...


"Santai alicee, kamu harus melawan rasa gugup kamu. Jangan sampai kak kevin kecewa jika kamu menolaknya, oh astaga kenapa begitu memalukan sekali his..."


Alicee yang memukul-mukul kepalanya.


Setelah alicee mandi dan ingin keluar tapi tiba-tiba ia lupa jika dirinya melupakan baju gantinya, terpaksa ia memakai handuk kimono dan rambutnya di bungkus dengan handuk kecil. Alicee berjalan keluar langsung duduk di meja rias dan mengambil hairdryer untuk mengeringkan rambutnya, kevin yang melihat alicee yang sibuk sendiri ia pun berdiri dan mengambil hairdryer di tangan alicee lalu mengeringkan rambutnya.


"Eh kak kevin, mau apa?"


"Sini biar kakak aja yang mengeringkannya, kamu itu sekarang istri aku tapi kok masih manggil kakak sih emang nya kamu adik aku."


Ucap kevin sambil mengeringkan rambut alicee.


"Maafkan alicee kak, soalnya alicee malu di perlakukan seperti itu."


"Malu kenapa, apa kamu nggak pernah pacaran dulu."


"Ckckck.. Alicee nggak suka pacaran, jika bukan karena papi dan mami mana mau alicee dekat dengan cowo. Upsss.."


Alicee menutup mulutnya yang keceplosan.


"Jadi istri aku belum pernah pacaran nih, ya bagus dong nggak ada saingannya suami kamu."


"Tapi kak kevin pasti udah pernah pacaran kan?"


"Siapa bilang, bunda menjodohkan aku karena bunda fikir kakak suka sesama jenis makanya kakak di jodohkan deh."


Alicee langsung memutar tubuhnya menghadap ke kevin karena terkejut, tapi ia tak sadar jika tali kimononya sudah kendor.


"Jadi kak kevin suka sesama jenis."


Tukk..


"Aaaw.. sakit kak."


"Kamu tuh sembarangan kalau ngomong, kayak bunda aja belum selesai juga langsung di potong pembicaraan kakak. Kakak nggak mau pacaran karena terlalu sibuk dengan urusan kantor, dan saat ayah yang memegang perusahaan ayah mengundurkan diri dari alson company ayah meminta kakak yang menggantikannya. Kakak hanya punya teman rian derren dan randy jika sama cewe yang kakak dekat viza kania dan zee karena mereka adik-adik kakak jika sifah kita juga sahabat dulunya tapi nggak terlalu dekat sih."


"Oh alicee kirain kakak suka dengan sesama jenis, Hahahaa."


"Kamu pakai baju gih, jangan sampai kakak hilap melihat ..


ucap kevin sambil menunjuk dada alicee yang terlihat sedikit.


"Hah... is memalukan saja, gumamnya."


"Sudah sana, kita makan dulu baru istirahat sebentar. Entar malam kita resepsi pasti akan lebih banyak tamu yang datang."


"Iya kak, tunggu alicee di sofa aja dulu."


Tok Tok Tok...


"Kak lepas dulu, ada yang ketuk pintu sepertinya bunda dan mami."


"Hmmmm...


Benar saja bunda sarah dan mami sasa bersama Mua telah menunggu depan pintu kamar mereka.


"Mana kevin nak, ia nggak membuat kamu capekkan?"


Cerocos bunda sarah


"Hah.. emangnya kak kevin alicee hingga membuat alicee capek?"


Alicee yang masih belum mengerti, berbeda mami sarah dan para MUA yang terlihat menahan tawa.


"Ah.. sudahlah, nggak usah dibahas bunda tahu kok kamu malu mana suami kamu nak?"


"Ada di dalam bun, sepertinya masih tidur."


"Astaga anak itu."


Bunda sarah masuk, dan melihat kevin yang masih tertidur membuatnya mengguncang bahu kevin dengan kuat.


"Kevin cepat bangun, kamu pasti membuat menantu bunda capekkan?"


"Hmmm.. Menantu bunda capek apa, kevin nggak apa-apain. Belum juga di apa-apain udah lari duluan."


"Hahahahah... astaga, berarti menantu bunda takut dong sama ular piton kamu."


"Ih... Bunda kalau ngomong suka seenaknya, bunda ngapain kesini."


"Bunda tuh kesini... Eh mau apa ya jeng, tadi kita berdua kesini mau apa yah?"


Ucap bunda sarah yang terlihat bingung.


"Mau mangantar MUA nya untuk merias alicee sebentar lagi acaranya mulai jeng."


jawab mami sasa yang masih tertawa melihat besannya.


"Oh iya yah, kok bunda bisa lupa yah kevi."


"Mana kevin tahu bun, astaga bunda kok nggak hilang-hilang sih lalodnya"?


Kevin membersihkan dirinya saat alicee telah selesai, dan alicee di dandani oleh oara MUA.



__ADS_1


Berbeda tempat yang masih terlihat sibuk, zee yang masih merapihkan dari adrian dan anak-anaknya angel yang masih memegang cerminnya melihat apakah bajunya udah cantik.


"Udah dong yang, entar kita terlambat lagi."


"Ya udah ayo, kita berangkat angel cepat nak kamu udah cantik nggak usah bercermin terus."


MAMA ZEE




DADDY ADRIAN



Abang AL



Kakak Niel



Tuan putri angel



Dedek arthur



Derren yang baru saja datang dan berpapasan dengan adrian dan zee, membuat mereka berdua sedikit heran dengan kehadiran derren.


"Ngapain loe kemari, bukannya langsung ke hotel aja."


Tanya adrian


"Yang sopan loe ke gue, gue itu kakak ipar loe. Gue mau jemput viza lah siapa lagi."


"Maksud loe, loe mau jemput viza loe mau berangkat bareng begitu. Awas loe jika membuat viza tersakiti lagi."


Ancam adrian


"Sudah by, kak derren jangan kasih harapan viza jika kakak belum bisa melupakan masa lalu kakak."


Nasehat zee ke derren.


"Iya sayang, kakak nggak akan lakuin itu lagi. Kakak janji, kamu semenjak hamil semakin cerewet."


Sambil mengusap kepala zee dengan lembut lalu mencubit pipi zee dengan lembut.


"Kakak jangan di sentuh tahu, nanti pipinya melar sudah sana jemput viza."


"Iya iya.."


Derren pun masuk ke mansion dan mencari viza, viza yang sudah selesai ia baru saja ingin memanggil randy tapi derren sudah menyambutnya di ujung tangga.


Uncle Derren



Aunty Viza



"Ayo kita berangkat bersama, randy dan uncle ardhan udah duluan tadi."


"Hah.. Kok viza di tinggal sih, ya sudah ayo."


Viza berjalan dan melewati derren begitu saja, tapi derren langsung menarik pinggangnya dari belakang dan mensejajarkan jalannya.


Randy yang saat ini bersama ardhan menuju mansion dirgantara, tapi membuat ardhan bingung tapi ia hanya diam.


Kania yang baru keluar dengan anggunnya membuat randy tak berkedip.


"Hmmm.. ran kedip ran, papi tahu jika kamu udah jatuh hati ke kania."


"Eh.. Papi bisa aja."


Sambil mengusap belakang leher terlihat malu.


"Kak randy udah lama, eh ada papi. Kania duduk dengan papi aja ah di belakang."


Hahahha...


"Kania lebih memilih papi ran, di banding kamu."


Papi ardhan



Uncle Randy



Aunty Kania lalod



Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2