
Keesokan harinya, adrian terbangun dan mencari istri nya tetapi ia tak menemukan istrinya berada di dalam kamar. Ia segera mencari istrinya ke kamar anak-anaknya tapi al dan niel berkata mama zee tak pernah ke kamar mereka hari ini, adrian pun pergi ke dapur ia begitu takut jika zee terjadi sesuatu saat di dapur.
"Istri saya kemana bi', kok nggak ada dari tadi saya cari?"
Tanya adrian ke salah satu pelayan yang di dapur.
"Nyonya zee nggak pernah ke dapur pagi ini tuan."
"Baik lah kalian lanjut saja pekerjaan nya."
Adrian pun kembali ke kamarnya, dan saat ia ingin ke kamar mandi ia melihat sang istri lagi asyik berendam dengan mata yang tertutup.
"Astaga sayang ternyata kamu disini, kamu tuh udah bikin abang keliling nyariin kamu tahu. Lain kali bangunin abang, abang terlalu takut jika sesuatu terjadi kepada kamu.."
"Eh.. Maafkan zee bang, habis tadi zee udah bangunin abang tapi tak juga bergerak. Abang jika tidur seperti mayat hidup, zee juga nggak tega gangguin abang jika tidur."
"Terus kamu ngapain berendam pagi-pagi begini, nggak dingin."
"Nggak malah zee gerah aja, zee udah setting Ac nya yang paling dingin tetap aja gerah jadi zee berendam aja."
"Ya udah abang ikut, sini abang gosok punggung kamu ya."
Dengan senyum penuh maksud adrian.
"Boleh, tapi pelan-pelan aja ya by."
"Iya tenang aja, abang palibg jago soal itu."
"Hah...??"
"Sudah kamu diam aja dan nikmati."
Adrian pun menggosok punggung zee secara perlahan, dan adrian juga menggosok bagian depan zee hingga membuat zee geli, berbeda dengan adrian ia sengaja memancing nafsu istrinya ia ingin istri nya sendiri yang memintanya. Benar saja zee langsung berbalik dan langsung mengalungkan tangan nya ke leher dang suami, dan di balas dengan suka rela oleh adrian.
__ADS_1
Adrian membiarkan zee berada di atas, ia begitu takut jika zee berada di bawa. Dan zee pun tak pernah menolak kerena zee juga takut jika perutnya ketindis jika ia yang berada di bawa.
Setelah melakukan olahraga di kamar mandi hampir 1 jam adrian langsung menggendong sang istri ke kasur lalu dengan cepat ia mengambil handuk kecil untuk mengeringkan rambut zee.
"Maafkan sayang, kamu udah kedinginan pasti lihat bibir kamu udah pucat."
"Nggak apa-apa by, udah nggak udah panik zee baik-baik aja. Malah zee yang harus minta maaf ke abang, jika zee jarang melayani abang dan zee sangat memohon ke abang jika abang menginginkannya jangan pernah abang bermain perempuan di luar sana zee sanggup melanyani abang.
"Hei.. Kamu ngomong apa sih, abang nggak pernah ada fikiran mau bermain perempuan di luar sana. Cukup abang pernah berbuat kesalahan yang pernah menyakiti kamu saat itu, abang nggak mau lagi menyakiti kamu dan anak-anak dengan berselingkuh."
"Iya by, maafkan zee."
"Kamu mau sarapan apa, atau sarapan di sini aja entar agak siangan dikit kita bersama anak-anak berangkat ke istanah pasti angel dan arthur lagi kangen dengan kita."
"Iya by, zee juga kangen dengan mommy dan daddy zee mau makan di sini aja by zee capek turun ke bawah"
"Baiklah abang telfon ke pelayan dulu, biar dia anterin sarapan kita ke sini.
Adrian meminta pelayan mengantarkan sarapannya dan zee ke kamar, dan tak lupa ia mengabari papi ardhan untuk sarapan duluan bersama yang lainnya karena ia akan menemani zee sarapan di kamar saja.
begitupun kevin dan alicee beserta keluarganya.
Saat mobil adrian memasuki halaman depan istana, para mengawal mau pun pelayan menyambut mereka, dan zee menbalas nya dengan senyuman begitupun adrian.
"Kamu udah datang nak, mommy fikir sebentar malam ada apa? Kamu mau makan sesuatu mommy bisa masakkan kamu sesuatu."
"Entahlah mom zee kangen aja mommy dan daddy, oh iya daddy mana kok nggak kelihatan?"
"Daddy di belakang mengajarkan angel berpanah, karena dari kemarin anak kamu itu merengek."
"Benar mom, anak itu rian udah larang tetap aja ngeyel."
"Udah nak, biarin aja biar ia ada pegangan buat jaga-jaga. Apa kamu lupa istri kamu ini lebih parah lagi, lagian mommy aja bisa sniper."
__ADS_1
"Astaga, tidak istri tidak mertua semua nya mengerikan. Ini malah anak aku lagi yang ikut-ikutan, gumam adrian tapi bisa di dengar yang lain dan membuat mereka tertawa."
"Udah nggak usah di fikirkan, kamu nyusul aja mereka di belakang ada derren juga kok?"
"Baiklah mom rian ke belakang dulu deh liatin putri cantik rian yang sering buat rusuh itu. Sayang kamu sama mommy aja yah, abang ke tengokin putri kita dulu."
"Hmmm.. Jangan gangguin angel bang, biarkan saja lagian zee udah pernah ngajarin angel dan niel karate."
"Tuh kan kamu juga yang buat putri kita bisa karate seperti itu, yang abang takutkan angel membanting anak orang jika ia di ganggu sedikit."
"Nggak akan, sudah sana."
"Kamu mau apa nak, mommy masakkin deh untuk kamu"
"Hmmm.. Zee ingin cake yang banyak stawberry nya, dan keju nya mom?"
Hampir saja zee meneteskan air liurnya saat membayangkan cake yang ia inginkan, dan membuat mommy layla tertawa dan senang akhirnya zee meminta masakkan nya sendiri karena kemarin-kemarin zee hanya ingin masakkan suami nya saja.
"Baiklah, kamu mau tunggu di kamar kamu atau tunggu mommy di belakang kamu gabung dengan daddy kamu aja."
"Nggak mau zee ingin melihat mommy masak, karena itu cita-cita masak bersama mommy zee dan waktu ibu angkat zee masih hidup zee ia sering memasakkan zee dan zee sering membantunya menyalakan api karena kami memasak menggunakan kayu bakar. Ah zee juga kangen ibu ia sangat baik mom, ia rela melindungi zee hingga membuat dirinya meninggal."
"Sudah sayang, jika ada waktu mommy ingin ke rumah peristihat terakhir ibu kamu dan bapak angkat kamu. Mommy ingin berterima kasih telah mengurus dan membimbing putri mommy dengan baik, hingga putri mommy sekarang menjadi kuat."
"Iya mom, tapi zee takut membawa anak zee ke negara I di sana ada mantan mertua zee yang ingin mengambil anak-anak zee mom."
"Kamu tenang aja, nggak ada yang berani gangguin kamu lagi. Dan mantan mertua kamu sekarang stroke di RS dan menantu kesayangannya malah melarikan surat-surat penting perusahaan nya hingga perusahaan nya bangkrut."
"Oh ya.. Jadi sekarang, beliau bersama siapa mom? Biar bagaimana pun beliau oma niel dan angel mom. Zee nggak mau mereka membenci oma nya, karena beliau begitu sayang dengan cucu nya meskipun zee di benci."
"Udah sayang nggak usah di ingat, sekarang ayo kita ke dapur. Kamu pasti udah mau memakan cake buatan mommy, mommy akan masakkin putri mommy dan calon cucu-cucu mommy ini.
Mommy layla mengusal lembut perut zee yang masih rata.
__ADS_1
Mommy layla yang nampak sibuk dengan me mixer adonan cake nya, dan zee membantu mengiris-iris buat strawberry nya bukan membantu tapi memakan buahnya sih.🤣🤣
Bersambung...