Terpaksa Menikah Dengan Abang Angkat

Terpaksa Menikah Dengan Abang Angkat
92.


__ADS_3

Angel tak henti-hentinya mencium pipi bulat twins A saat ia melihat sang adik yang saat ini tertidur nyenyak, dan arthur pun sama tak hentinya mengusap tangan adiknya itu.


"Mah kok angel pengen banget gigit pipinya twins A ya mah."


kata angel, dan adrian yang mendengarnya pun ikut tertawa karena adrian juga sangat gemes dengan pipi baby twins nya.


"Daddy pun sama nak, daddy juga begitu gemes dengan pipinya.."


"By, angel jangan di ganggu baby twins nya entar acxel nya rewel."


"Iya iya mah... Mama kapan kita jenguk anaknya uncle kevin dan aunty alicee...?"


Hmmm...


"Bagaimana besok aja, kan angel dan daddy baru aja pulang loh apa nggak capek apa?"


"Kalau angel nggak capek mah kan angel sedari berangkat dari sana kesino di gendong mulu dengan calon pangeran angel."


Uhuk uhuuk..


Adrian langsung terbatuk, membuat zee heran memang siapa yang di kata pangeran oleh putrinya itu.

__ADS_1


"Ih.. Daddy kenapa sih, setiap angel mengatakan calon pangeran atau calon suami daddy selalu batuk apa daddy sakit?"


"Oh yaaa... Emang siapa calon suami angel nak, kol mama nggak di beritahu.?"


"Biasa sayang angel suka banget ngawur, kamu tahu sendirikan putri kita ini..."


"Nggak yah dad, angel nggak sama sekali bercanda atau ngawur. Itu memang kenyataan jika uncle dokter adalah calon suami angel, dan uncle dokter juga sudah berjanji akan menunggu angel hingga dewasa dan akan menikahi angle."


"Aaaapaaaaa...... Si cabul itu bilang begitu ke kamu nak, awas saja loh cabul gue akan memberi loh pelajaran besok."


"Hubby kenapa sih, pake teriak-teriak twins lagi tidur juga. Emang apa yang hubby tahu tentang angel dan dio, kok nggak ada sama sekali zee tahu tentang itu."


"Nanti aja abang jelaskan, sayang emang angel sangat ingin dengan uncle dio apa angel nggak malu jika uncle cabul itu udah tua angel nya masih kecil loh sayang umur angel aja belum 4 tahun sedangkan uncle cabul itu udah 25 beda banget jauhnya nak."


Kata adrian yang lagi memberi pengertian angel, tetapo angel malah cemberut dan protes saat sang daddy mengatakan cabul pada calon pangeran atau calon suami nya itu.


"Daddy nggak boleh ngomong seperti itu ke uncle dokter nggak sopan tahu, iya kan mama daddy mah jahat ngatain uncle dokter cabul."


Adrian langsung meringis melihat sang putri yang begitu membela dio di bandingkan dengan diri, zee yang sedari tadi diam akhirnya mulai tahu permasalahannya walaupun masih belum jelas.


"Emang angel tahu apa arti dari kata calon suami dan lagian uncle dio itu hampir seumuran mama loh nak."

__ADS_1


"Emangnya jika uncle tua, uncle nggak boleh jadi suami angel yah mah?"


"Boleh sayang, tetapi keluarga uncle pasti akan keberatan nak. Pasti keluarga uncle dio ingin segera uncle dio menikah dan jika uncle dio menunggu angel hingga dewasa keluarga uncle pasti nggak akan ada yang setuju, apa lagi mereka pasti akan menjodohkan uncle dengan wanita yang seumurab dengan uncle dio."


"Gitu ya mah, jadi angel nggak ada harapan yah mah?"


"Sayang nggak usah di fikirkan, angelkan baru aja sembuh angel istirahat gih biar daddy yang antar ya nak."


"Nggak usah dad, angel bisa sendiri."


Angel langsung meninggalkan adrian maupun zee, tak seperti biasa nya angel akan memberi salam atau kecupan di pipi sang daddy saat ingin tidur.


"Bang zee pernah mengatakan kepada abang jika angel nggak boleh di kasih pilihan atau nggak boleh terlalu di turutin maunya, abang jangan selalu menuruti kemauan angel biarkan zee yang mengajari nya nanti dan jika abang pernah berjanji akan selalu menuruti kemauan angel cukup abang simpan aja."


Huff....


"Maafkan abang sayang, abang nggak tahu akan terjadi seperti ini jadinya."


"Sudahlah, nanti zee yang akan memberikan pengetian lagi ke angel. Lagian angel juga masih sangat kecil, tetapo jika takdir angel adalah dio yah zee nggak bisa apa-apa."


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2