Terpaksa Menikah Dengan Abang Angkat

Terpaksa Menikah Dengan Abang Angkat
30. Fakta Tentang Zee


__ADS_3

Adrian yang terbaring lemah di kasur, membuat ardhan tak tega melihat putra nya. Tapi ardhan masih ingin melihat sampai mana putra nya itu berusaha mencari istri dan anaknya, adrian yang bermimpi ketemu dengan sifah dan seakan sifah pun kecewa dengan dirinya.


"Sifah.."


"Sifah pernah mengatakan nya kepada abang jangan sampai abang menyesal kedua kalinya di tinggal istri, apa abang fikir sifah akan tenang melihat zee yang seperti itu. Tidak bang sifah pun pernah merasakan apa yang zee rasakan saat ini, ia butuh dukungan abang tapi abang malah meninggalkannya demi pekerjaan abang. Sifah belum tentu kuat seperti zee bang, zee bisa mengurus abang papi dan anak-anak sekaligus. Sifah mohon bang tolong jangan sakiti zee lagi."


"Sifaaaaah...."


Hufff ....


"Aku memimpikan sifah lagi, maafkan abang sif abang memang nggak perna becus. Aku harus kuat mencari zee dan anak-anak ku, maafkan abang zee abang memang bersalah abang harus mencari mu kemana lagi zee. Papi pasti tau zee kemana, tapi aku yang akan mencarinya sendiri."


Adrian mengabari ketiga sahabatnya untuk segera berkumpul di mansionnya, ia ingin zee harus di temukan dan anak-anaknya.


Zee yang menikmati hari-harinya bersama anak-anak, mendengar canda dan tawa anak-anaknya ia bisa melupakan masalahnya. Saat ini zee memasak bersama anak-anaknya, arthur yang udah sembuh ikut tertawa saat angel menggodanya.


"Mama kami ingin makan rainbow cake, yang toppingnya es cream strawberry...


Aaahh... angel ngiler jika membayangkannya."


Kata angel sambil melap ilernya.


"Abanng juga mau mah, tapi topping vanila."


"Baiklah mari kita sama-sama membuatnya yah, niel juga mau nak."


"Mau dong mah, iya dedek arthur juga mau kan."


Arthur yang belum mengetahui apa yang di katakan kakaknya iya mengiyakan nya saja.


"Ok kita masak sama-sama, kita persiapkan bahan-bahannya dulunya."


"Ada yang bisa saya bantu nona zee."


Kata kepala pelayan han.


"Eh... Pak han, kami ingin membuat rainboe cake apa bahannya ada?"


"Ada, tunggu sebentar biar kami yang membuatkannya."


"Pak han mama zee aja yang membuatnya kami ingin melihat cara membuatnya, pak han duduk saja oke."


"Tapi nona angel...


"Iya pak han biar kami saja yang membuatnya, persiapkan saja alat dan bahannya."


"Baiklah nona zee...."



Nyam nyam.....


Zee terlihat senang anak-anaknya menikmati cake bikinannya, zee meminta anak-anaknya jika sudah makan mereka semua akan sholat dhuhur dulu baru bobo siang.


"Jika sudah makan cakenya, kita sholat dhuhur dulu yah baru bobo siang."


"BAIK MAMA..."


Zee tersenyum anak-anaknya nggak pernah membantah perkataannya anak-anaknya semua sangat manis zee begitu beruntung baginya.


Setelah mereka sholat zee menemani anak-anaknya untuk bobo siang tapi permintaan niel dan al membuatnya berfikir.


"Mah apa abang dan kakak niel boleh sekolah, kami berdua ingin sekolah bersama. Walaupun umur kami beda 2 tahun boleh ya mah, abang dan kakak janji nggak akan nakal."


"Hmmmm... Nanti mama fikirkan yah sayang, mama akan mencarikan kalian sekolah bagus dan aman. Mama nggak mau terjadi apa-apa pada kalian cukup mama kemarin-kemarin menyesal meningglkan kalian."

__ADS_1


"Iya mah, abang dan niel juga ingin di ajarkan karate."


"kalau itu besok pagi-pagi kita akan latihan."


"Terima kasih ya mah, kami menyayangi mama."


"Iya sayang mama juga sayang banget dengan kalian."


Angel jangan di tanya lagi sudah sholat ia langsung naik kasur dan ngorok begitupun arthur yang ngorok sambil memeluk botol susunya.


Di lain tempat adrian yang sedang kumpul bersama sahabatnya membahas pencarian zee, derren sudah mendapatkannya tapi ia ingin adrian berjanji tak membuat zee menderita lagi dari pertama iya melihat zee derren sangat menyayanginya dan zee mengingatkan adik kecilnya dulu.


"Rian, ada yang mau gue omongin ke loe."


"Apa itu, tentang zee."


"Iya ini tentang gue harap loe nggak akan membuatnya sakit hati lagi, jika itu memang terjadi loe akan gue buat menderita lagi kalau perlu zee akan gue bawa sampai loe nggak akan bertemu dengannya lagi."


"Apa maksud kamu, jangan bilang kamu menyukai istri ku yang ini juga.


Tangan adrian mengepal ingin meninju derren tapi kevin menahannya.


"Kau ingin memukul kakak ipar mu rian.


Sambil tersenyum mengejek"


Adrian randy dan kevin heran mendengar penuturan derren, kenapa bisa derren mnggaku jika iya kakak ipar adrian.


"Kau jangan bercanda derren, itu tidak lucu."


"Siapa yang bercanda, aku sudah mencari tahu tentang zee dan aku juga sudah melakukan tes DNA dengan nya. Apa kamu tahu jika uncle ardhan pun tahu semua itu tapi entahlah kenapa sampai saat ini ia belum memberitahukan aku. Zee adalah adik kandung ku adik ku yang di culik oleh musuh grandpa ku, mommy ku hingga saat ini tak pernah sehat semenjak putrinya hilang di culik waktu itu. Aku sempat kecewa mengapa uncle ardhan belum memberitahukan aku jika zee adalah Queen Anastasya Adianata, tapi aku diam masih menunggu alasan kenapa uncle masih menyembunyikannya."


"Uncle tak menyembunyikannya derren tapi uncle masih mencari apa penyebab zee hingga bisa di bawa ke indonesia, yang uncle tahu yang merawat zee waktu itu adalah sepasang parubaya yang tak punya apa-apa. Dan kedua orang tua zee yang merawatnya dulu tewas begitu saja saat zee masih kecil, zee di titip ke tetangganga dan orang tua angkat menyuruh tetangganya untuk membawa zee ke panti asuhan biar ia aman. Dan yang menculik zee waktu kecil ia fikir zee sudah tewas terbakar si rumahnya waktu itu."


"Jadi papi tahu jika zee adalah adik derren pih, kenapa abang tak mengetahui nya. Memang kamu ada waktu untuk kami, kamu terlalu sibuk bang."


"Jadi benar zee adalah adik derren pih, terus aku adik iparnya derren."


"Wah... Ternyata dunia begitu sempit ya bro.


Celetuk randy tapi dapat pelotan dari kevin, dan di balas cengengesan oleh randy sambil menggaruk tekuknya yang tidak gatal."


"Gue harap loe tak pernah membuat zee sedih lagi adrian gue orang pertama yang akan membunuh mu, dan zee berada di villa yang baru uncle ardhan beli."


Derren memberitahukan ke sahabatnya dengan tersenyum mengejek."


"Jadi papi beli villa lagi, untuk apa pih?"


"Ya untuk putri papi lah, memangnya siapa lagi."


"Kamu tenang saja ren gue akan menjaga zee dan tak akan pernah membuatnya sedih lagi, maafkan kan gue yang pernah membuat zee terluka."


"Gue belum bisa maafkan loe, jika zee belum kamu ajak ke istana orang tua ku."


DEG..


Apa zee akan di tahan disana jika aku membawanya ke istana nya orang tua derren, apa yang harus aku lakukan. Tidak-tidak aku harus mempertahankan zee apa pun itu, batin adrian.


Zee termenung sambil duduk di ayunan, memandang laut biru yang indah.



"Zee merindukan abang..."


Dengan mata yang berkaca-kaca zee sangat merindukan suaminya.

__ADS_1


Pak han yang mengawasi zee dari jauh memfoto zee lalu mengirimkan ke ardhan.


Ponsel ardhan berbunyi, dan ardhan segera melihat pesan yang masuk tapi adrian langsung menyambarnya.


"ADRIAAAAN.. dasar nggak sopan banget sih kamu ke papi, ponsel papi kamu main rebut aja."


"Abang pinjam dulu pih.."


Adrian tersenyum melihat zee yang begitu cantik di sedang melamun, adrian segera ke villa itu tanpa berkata apa-apa ke ardhan.


"Kamu mau kemana bang, memang nya kamu tahu zee ada di mana sekarang."


"Abang sudah tahu pih.. Abang berangkat dulu.."


"Anak itu begitu mengetahui istrinya dimana kita di tinggal aja seperti ini."


"Ran kamu mau membalas adrian tidak?


Kata derren sambil tersenyum penuh arti.."


"Mau mau gue mau banget membalasnya..."


"Ayo kita menyusulnya, gue kangen dengan ponakan gue. Dan loe kevin kamu mau ikut dengan kita uncle juga ikut aja uncle pasti kangen dengan cucu-cucu uncle kan."


"Iya gue ikut, tapi gue kabarin alicee dulu sempat iya ingin ikut juga."


"Iya uncle juga .."


"Hahahhaa... Tunggu saja rian kami akan mengganggu mu."


Semua yang berada di situ tertawa....


Adrian yang sudah tiba di tempat zee, tapi tak menemukan zee ia melihat anak-anaknya bermain di taman khusus anak ada perosotannya. Ia melihat arhtur yang berlari dengan lincah menaiki permainan tersebut tapi adrian mengangkatnya arthur yang melihat adrian langsung berteriak dad...


"Daddy datang daddy datang abang al kakak niel daddy datang.


Angel dan arthur begitu senang melihat adrian datang, tapi al dan niel diam saja tanpa berkata apa-apa mereka berdua masih kesal dengan adrian."


"Abang dan kakak niel nggak kangen daddy, daddy sangat merindukan kalian dan mama zee."


"Tapi kenapa daddy buat mama zee tiap malam nangis dan sedih, al sering melihat mama zee menghapus air matanya."


"Maafkan daddy nak, daddy janji tidak akan meninggalkan kalian lagi dan tak akan membuat mama zee sedih lagi."


"Daddy sering berjanji tapi tetap melakukannya."


"Iya nak, daddy betul-betul berjanji nggak akan membuat mama zee sedih lagi. Oh iya mama zee kemana"


"Hmmm.. kalau jam seperti ini mama ada di pinggir pantai melamun."


"Baiklah daddy akan melihat mama dulu, kalian lanjut mainnya ya nanti daddy kesini lagi oke."


Adrian segera berlari ke pinggir pantai, ia melihat zee menyelursuri pantai dengan pelan sambil memakai topi pantai.



Adrian berlali lalu memeluk zee dari belakang, zee yang mendapat serangan mendadak tiba-tiba ia membanting adrian dengan kuat.


Auw....


"Sayang kenapa abang di banting sih, kamu engak kangen begitu dengan abang kamu masih marah hingga abang kamu banting."


"Eh... abang kenapa bisa disini, lagian abang sih yang tiba-tiba meluk zee. Zee reflex jadi zee banting lah."


__ADS_1


__ADS_2