
Saat ini derren telah sampai di pintu utama di kerajaannya, zee yang menggendong arthur tangannya mulai dingin. Dan sesekali menghirup nafas lalu membuangnya, adrian yang melihat istri nya tampak grogi ia menggenggam tangan istri dan memberi kekuatan pada zee.
Derren yang menggendong angel dan menggadeng al berjalan terlebih dahulu, para pengawal dan pelayan yang berpapasan dengan derren membungkukkan badannya. Niel yang di gandeng adrian sesekali melirik ke arah zee yang terlihat gugup, pada saat mereka sudah sampai di ruang keluarga derren meminta salah satu pelayan memanggilkan daddy dan mommy jika ia sudah tiba.
"Tolong kabari daddy jika aku, telah tiba dan jangan lupa panggilkan juga mommy ku.
"Baik pangeran."
"Hmmm."
Angel yang medengar pelayan tadi memanggil derren dengan sebutan pangeran langsung memandang derren tanpa berkedip.
"Wah... uncle seorang pangeran.."
"Hehehhe.. Iya sayang dan mama kamu adalah seorang putri.."
Tak Tak Tak...
Suara sepatu pantofel dan sepatu hak terdengar jelas dari tangga, dan membuat zee semakin gugup.
"Ada apa nak, kamu memanggil daddy dan mommy di jam seperti ini."
"Maafkan derren dad, mom. Tapi ada yang derren ingin perlihatkan."
Derren menggeser tubuhnya dan terlihatlah zee yang sedang menggendong arthur dan adrian yang mengenggam tangannya.
DEG...
Air mata raja edwind dan ratu layla mengenang di matanya, zee yang melihat orang tua kandungnya pun berkaca-kaca mata sangat mirip dengan daddynya sedangkan wajahnya bagaikan pinang di belah dua dengan mommynya.
Layla yang tak bisa berkata diam mematung begitupun edwind tapi ia langsung sadar dan berlari memeluk zee dan menangis histeris lalu memeluk zee begitu erat seakan ia tak ingin anaknya pergi lagi. Arthur yang terjepit dan menangis tiba-tiba membuat layla sadar dan langsung berjalan cepat ke zee dan memeluknya adrian segera mengambil arthur karena adrian mengerti bagaimana anak dan ibu yang terpisah lama baru ketemu setalah 23 tahun.
__ADS_1
"Derren ini adik kamu kan, ini bukan mimpikan nak. Ini anastasya kan ren, jangan bangun kan mommy jika ini mimpi mommy hanya ingin memeluk putri mommy."
"Sayang ini bukan mimpi, ini kenyataan putri kita sudah pulang. Aku sangat bahagia melihat keluarga kita bisa utuh lagi."
Kata edwind yang terlihat bahagia ia memeluk derren begitu erat sesekali menupuk pelan belakangnya.
"Apa kalian mommy and daddy zee?"
Edwind dan layla menggangguk cepat, dan membuat zee menangis keras lalu memeluknya.
Saat mereka sudah tenang layla masih memeluk zee dan belum mau melepaskannya.
"Eh.. suami zee dan anak-anak zee mana?"
"Kami disini sayang."
Kata adrian yang masih menggendong arthur.
tanya layla yang tak percaya lalu manandang niel yang begitu mirip dengan zee.
"Wah.. dad kita udah punya cucu 4 lagi."
"Oh yaa.. Tapi tunggu bukannya kamu adrian alexander anaknya ardhan alson kan?"
tanya edwind ke adrian
"Iya yang muliah.."
"Sudah panggil daddy saja, tapi aku masih bingung. Bukannya istri mu meninggal kenapa bisa putri ku yang menjadi istri mu?"
Derren mengambil arthur dan mengajak keempat ponakannya ke kamar karena pasti saat ini sedang lelah.
__ADS_1
"Sebenarnya aku dan zee sama-sama pernah menikah sebelumnya dengan pasangan kami masing-masing dan memiliki 2 orang anak, sebenarnya zee adalah adik angkat ku yang di bawah oleh papi ku dari indonesia."
"Apa zee janda di tinggal mati juga?"
Adrian terdiam dan lalu menggeleng, dan melirik ke arah zee.
"Hmmm.. sebenarnya mantan suami zee masih ada, tapi mereka berpisah karna mantan suaminya menghianati zee."
"Apaaaaa.... Kurang ajar laki-laki itu, kurang apa dengan putri ku ini."
Tiba-tiba ratu layla berteriak saat mendengar perkataan adrian.
"Mom tenang dulu, putri mu sampai kaget seperti itu."
"Maafkan mommh sayang, mommy kesel mendengar cerita suami kamu. Ya sudah kamu istirahat dulu gih, besok aja di lanjut lagi ceritanya."
"Baiklah mom dad, zee dan suami zee ke kamar dulu."
Saat zee dan adrian ke kamar yang telah di siapkan, layla menitihkan air matanya kembali. Seakan tak percaya jika putri nya yang hilang 23 tahun lalu telah kembali dan edwind langsung memeluk layla ia tak kalah bahagianya bisa melihat putrinya lagi.
"Ayo kita istirahat juga mom, daddy juga lelah."
"Baiklah ayo kita tidur."
Dereen yang barusan pulang ke istanah dan memasuki kamarnya, begitu banyak foto dan lukisan sifah di sana.
"Sif, aku sudah membawa kembali adik ku. Seandainya kamu pun bisa ku bawa kembali, aku akan melakukan apapun itu. Tapi sayang nya tidak bisa, dan sepertinya aku harus mengiklaskan mu seperti adrian yang mengiklaskan mu."
Derren menuju ke kasurnya untuk segera mengistirahatkan tubuhnya.
__ADS_1
Yang kangen daddy adrian..😘