
"Hubby sore ini jadikan antarin anak-anak beli perlengkapan sekolah?"
Tanya zee yang sibuk memasangkan dasi ke leher suaminya.
"Hmmm.. Iya jadi, kamu ke kantor hari yang?"
Jawab adrian
"Iya by, lagian pekerjaan zee menumpuk di meja. Kan kasian kak kevin jika dirinya yang mengerjakan padahal kak kevin harusnya sudah pergi berbulan madu."
"Iya sih, tapi kamu jangan sampai kecapean yah. Entar siang abang ke kantor kamu makan siang bersama."
"Iya, tapi nanti hubby bawain strawberry ya je zee jika kekantor."
"Hanya strawberry, nggak mau yang lain?"
Tawar adrian
"Hmmm. .. Sepertinya nggak by, zee hanya ingin strawberry."
"Baiklah, abang antar ya ke kantor. Dan mulai saat ini abang yang antar jemput kamu, nggak boleh lagi nyetir sendiri."
"Ehh.... Kok gitu, zee kan bisa sendiri."
Protes zee
"Masih ingin ke kantor nggak, jika kamu ngotot nyetir sendiri abang nggak akan ngizinin kamu ke kantor lagi. Lagian abang kan masih mampu hidupin kamu dan anak-anak kita, perusahaan papi biar kevin aja yang urus."
"Iya iya... nggak boleh begitu, biar bagaimana pun papi udah mempercayakan zee. Lagian itu untuk masa depan al dan arthur nantinya."
"Masa depan niel dan angel juga, ingat niel dan angel tetap anak abang biar bagaimana pun itu. Mereka semua anak-anak kita, abang sama sekali tak pernah menbeda-bedakan mereka."
Sambil membelai rambut panjang zee.
"Iya by, makasi udah mau menerima niel dan angel."
Zee yang langsung memeluk suaminya dengan erat.
"Iya.. Ingat tak lama lagi kita akan ke tambahan anggota, tambah ramai kita di mansion ini."
Zee dan adrian turun, dan sarapan bersama papi ardhan begitupun dengan anak-anaknya.
"Nak kamu jangan sampai kecapean di kantor ya, papi nggak mau kamu kenapa-kenapa begitupun calon cucu papi."
Ucap ardhan saat zee dan adrian akan berangkat.
"Iya pih, zee nggak akan sampai kecapean kok. Papi tenang aja oke.."
__ADS_1
"Ya udah kalian berdua hati-hati, jika kamu butuh sesuatu katakan pada papi ya nak."
"Baik pih, Anak-anak jangan nakal ya. Entar sore daddy dan mama jemput kalian kita akan berbelanja perlengkapan sekolah abang al dan kakak niel oke."
"BAIK MAAAA...
"Baiklah daddy dan mama berangkat kekantor dulu, al niel jaga adik kalian ya nak jangan bikin opa capek oke?"
"OKE DAD...
Adrian menggandeng tangan zee keluar dan membukakan pintu mobil untuk zee, ia pun menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang. Sesekali ia mengusap perut zee yang masih rata, dan saat mobil nya sudah sampai depan loby Alson company zee pun pamit mencium tangan suaminya dan adrian membalas mencium kening istrinya.
"Ingat kamu jangan sampai kecapean ya yang,"
"Iya by, zee ingat kok. Eh.. Buah strawberry nya ya by, jika hubby datang makan siang nanti."
"Iya sayang, ya udah kamu masuk. Pelan-pelan aja jalannya jangan jalan cepat."
"Iya iya...
"Kiss nya mana?"
Ummah....
Zee mencium bibir suaminya sekilas, dan segera turun tapi ia menyuruh suaminya melap bibir karena ada bekas lipstik zee di bibirnya.
"Kok masuk kak, kan masih cuti?"
Tanya zee dengan mengerutkan keningnya
"Ck.. Ini bumil udah mulai pikun, perasaan kakak udah bilang jika kakak akan masuk bulan depan baru kakak ambil cutinya. Kan 4 hari lagi kamu viza dan kania mengadakan fasion show begitu."
"Oh iya... Astaga kok zee lupa ya kak, masa karena zee hamil jadi mulai pikun sih."
"Sudah nggak usah di fikirkan, kamu alicee dan viza udah ketularan kania sih udah mulai lalod soalnya."
Hahahhahha...
"Terserah kakak aja, dan bagaimana perkembangan progek kita yang waktu itu?"
"Sudah mulai ada hasilnya, dan laporanya pun udah ada di meja kamu. Tinggal kamu yang memeriksanya, ingat jika butuh sesuatu bilang ke kakak oke."
"Oke kak, makasi yah."
"Iya."
Kevin dan zee berpisah mereka berdua 1 lantai cuman beda ruangan, ruangan zee dan kevin saling berhadapan.
__ADS_1
Zee yabmng tengah serius memeriksa laporan-laporan kantor di hentikan mendengar suara ketokkan pintu.
Tok Tok Tok...
"Masuk."
Zee menyuruh masuk tapi ia tak melihat siapa yang datang, ia masih sibuk dengan pekerjaannya.
"Serius amat dek.."
Dan ternyata yang datang adalah derren, sambil membawa salad buah kesukaan zee.
"Eh kak derren kok nggak bilang-bilang mau datang, ada apa kak mommy dan daddy baik-baik aja kan?"
"Iya mereka baik-baik aja, satu-satu dong tanyanya."
"Eh.. Maafkan, Kak derren ada perlu apa kesini nggak mungkin cuman bawaan zee salad buah pasti ada sesuatu nih."
Tebak zee dengan curiga
"Hmmm.. Zee kakak boleh tanya nggak sama kamu, apa kakak salah mendekati viza. Padahal kakak udah menyadari perasaan kakak, kakak udah nyaman saat bersama viza tapi viza seperti tak ingin kakak dekati."
"Hmmm.. Kalau zee tanya kakak, bagaimana perasaan kakak saat ini ke viza?"
"Kakak menyagangi viza, tapi viza tak mempercayai kakak. Kakak semalam nggak bisa tidur memikirkan viza, jika perasaan kakak ke sifah kan udah lama hilang semenjak sifah udah memiliki anak bersama rian kakak mulai melupakannya tapi kakak membenci rian saat itu kakak fikir penyabab kematian sifah ya rian. Tapi ternyata saudara sifah sendiri, apa yang harus kakak lakukan zee biar viza kembali seperti dulu lagi."
"Apa kakak benar-benar serius melupakan kak sifah dan mulai mencintai atau menyayangi viza, jika kakak benar-benar serius langsung tanya papi ardhan biar bagaimana pun viza itu tanggung jawab papi sekarang. Dan aku harap kakak nggak akan menyakiti viza lagi, ingat kak viza selalu ada untuk kakak. Ia sekarang mati-matian memghindari kakak, via nggak mau jika suatu saat kakak menghusirnya kembali seperti dulu. Kakak memang kakak kandunga ku, tapi viza udah aku anggap adik aku walaupun viza dan aku seumuran.
"Iya zee, kakak serius kakak malah mau meminfa daddy dan mommy melamar viza. Tapi viza nya masih belum mempercayai kakak zee, kakak harus bagaimana lagi."
"Berusaha lah kak, masa kakak udah nyerah aja. Ingat kak bagaimana viza dulu mendekati kakak, jadi kakak lakukan begitu lah ke viza nya."
"Apa bisa kakak melakukannya, kok kakak gugup duluan yah"
Huff...
Hahahha...
"Kakak ini lucu amat sih, ya kakak harus berusaha lah buktikan jika kakak benar-benar serius mencintai viza. Zee mendukung kakak apapun itu, tapi ingat jangan pernah lagi kakak membuat viza menitihkan air mata cukup zee yang merasakan nya seperti dulu. Zee nggak mau terjadi seperti kisah ke keluarga zee yang lainnya, zee yakin mereka nggak akan kuat kak zee aja sangat ingin menyerah waktu itu."
"Iya dek, kakak janji nggak akan melakukan kesalahan lagi seperti dulu ke viza kakak udah begitu menyayangi nya zee."
"Ingat kak jangan samapi kakak nggak bisa membedakan rasa sayang atau cinta dengan rasa bersalah kakak."
"Nggak zee kakak serius, kakak mencintai viza saat ini hingga saat akan datang.
Pembicaraan mereka berdua zee merekamnya dengan tanpa di sadari derren lalu zee mengirinkan viza.
__ADS_1
Bersambung...