
Alicee dan kevin saat ini di taman mansion orang tua alicee, mereka terdiam karena pernikahannya harus di majukan dan minggu depan adalah hari H nya. Alicee yakin jika kevin belum siap saat ini dan sedangkan ia tidak tahu harus bagaimana, alicee yang melihat respon kevin yang dari tadi diam akhirnya ia segera berdiri dari bangku taman ingin ke para orang tuanya yang sedang berbincang dengan orang tua kevin. Tapi kevin yang baru sadar jika ada alicee dari tadi di sampingnya barulah segera menarik tangan alicee dan duduk kembali lalu menggenggam tangannya.
"Eh .. Kamu mau kemana?"
"Mau ke dalam, mau ketemu sama orang tua kita?"
"Untuk, Kamu mau ninggalin aku disini?"
"Aku mau bilangin ke mereka jika kita batalkan saja pernikahan ini."
"Apaaa maksud kamu?"
Dengan mata yang menatap tajam ke alicee.
"Kamu dari tadi diam setelah mengetahui jika pernikahan kita di majukan, jika kamu tidak siap aku bisa mengatakannya langsung kepada mereka. Dan aku yakin jika mereka bisa memakluminya, jika kamu belum siap ngomong yang jelas jangan diam saja.
Alicee berkata sambil menatap tajam kembali kevin."
Hufff...
"Bukan begitu alicee aku siap kok, aku juga udah nyaman sama kamu. Maaf aku melamun, mungkin pekerjaan ku terlalu banyak saat ini karena zee pergi berbulan madu."
Langsung memeluk alicee dan memberi kecupan beberapa kali ke pucuk kepala alicee.
"Habisnya kamu diam saja dari tadi, aku fikir kamu nggak siap ya aku akan katakan kepada mereka jika kita tak bisa....
Belum selesai ucapan alicee kevin langsung segera membungkam bibir alicee dengan menciumnya, dan alicee yang mendapat serangan mendadak diam mematung dan membulatkan matanya terlihat begitu syok.
"Hei.. bernafas lah, jika kamu menahan nafas mu bisa-bisa kamu pingsan. Bisik kevin ke telinga alicee.
Alicee yang sudah sadar dari syok nya, dengan muka yang memerah langsung mendorong dada kevin dari dirinya dan berlari masuk ke dalam mansion.
Kevin yang melihat alicee yang berlari karena malu ia pun tertawa geli melihat muka alicee pada saat ia menciumnya.
"Hei.. alicee kamu kok sendiri, kevin mana. Loh pipi kamu kok merah apa kamu sakit."
Tegur mami sasa ke alicee, baru saja mami alicee ingin menyentuh dahi alicee tapi alicee segera menghindar.
"Eh.. Tidak mami, alicee baik-baik saja."
Kevin yang tiba-tiba muncul di belakang mami sasa, tersenyum melihat alicee yang salah tingkah ketika ia muncul.
"Nak kevin, alicee sepertinya sakit kok pipinya merah begitu. Mami ingin memeriksanya tapi alicee nggak mau."
"Mih.. alicee nggak apa-apa, ayo kita kedepan dulu."
Alicee segera menggandeng tangan mami nya, tanpa melirik kevin karena ia masih terlihat malu.
"Kamu itu kenapa sih nak, kamu benar nggak apa-apa kan."
"Ia mih, alicee baik-baik aja kok."
__ADS_1
Di Maldives
Zee dan adrian saat ini menikmati makan malam nya berdua, adrian yang terlihat tampan dan zee yang terlihat sangat cantik dan anggun. Adrian yang memotongkan steak untuk zee, dan dengan semangat zee memakannya.
"Pelan-pelan yang, nggak ada akan merebut punya kamu."
"Zee lapar bang, abang juga makan jangan liatin zee mulu nggak akan ada kenyangnya."
Sambil menyuapi steak ke mulut adrian.
"Iya abang nggak akan kenyang kalau makan steak, tapi jika kamu yang abang makan mungkin abang langsung kenyang malah abang minta nambah."
Pipi zee seketika menyebar merah, karena malu mendengar perkataan suaminya. Zee bukan lah tidak tahu maksud perkataan adrian, ia pernah berumah tangga sebelumnya.
(Ya maksud nya janda lebih berpengalaman🤣🤣)
"Abang kok zee seperti ingin makan salad buah yah seperti nya enak, dan di tabur keju yang banyak."
Sambil membayangkannya zee terlihat ngiler, adrian yang melihat zee akhir-akhir ini seperti ada yang aneh ia sering ngemil keju.
"Sayang kamu yakin, kok akhir-akhir ini kamu sangat suka yang berbau keju apa pun itu perasaan sebelumnya kamu nggak suka yang namanya keju."
"Zee juga nggak tahu, tapi zee sangat ingin memakannya."
"Hmm.. baiklah akan abang pesankan untuk istri abang."
"Makasi sayang."
"Sayang coba ulangi lagi, tadi kamu manggil abang apa."
"Abang."
"Bukan yang kamu bilang makasi apa tadi."
"Makasi sayang.."
Sambil mengerutkan keningnya, zee berfikir memang ada yang salah.
"Abang suka dengan panggilan itu, mulai saat ini jangan panggil abang lagi lah. Kamu seperti bukan istri abang, kamu lebih seperti adik aku saja."
"Hmmm.. Bagaimana daddy saja."
"Tidak mau, nanti ada dengar mereka pasti bilang wah ia jalan dengan anaknya sendiri."
"Kalau hubby?"
"Boleh, itu aja. Abang lebih suka jika kamu manggil abang dengan sayang."
"Baiklah hubby sayang, wah saladnya udah datang by ayo kita makan."
Adrian yang mendengar panggilan nya dari zee senang, dan sesekali ia mengusap bibir zee yang terkena saus salad.
__ADS_1
"By ayo kita kembali ke villa, sepertinya mata zee sudah nggak tahan."
"Baiklah ayo kita kembali."
Zee memeluk pinggang adrian dan sesekali mengendus bau adrian.
"Abang pakai parfum apa, kok zee suka. Jangan pernah di ganti ya bang."
"Eh.. abang kan memang nggak pernah ganti parfum yang, itu panggilannya kok abang lagi."
"Hehehe.. Zee lupa bang, cepat by jalannya zee udah nggak sabar."
Adrian pun mempercepat jalannya, fikirannya zee segera ingin kembali karena istri kebelet pipis.
Setelah sampai di kamarnya, zee segera membuka blazer adrian dan membuka kancing adrian satu-satu. Adrian yang melihat zee sangat agresif terlihat kaget, dan tak biasanya istri nya seperti ini tapi ia juga terlihat senang karena tanpa di minta zee duluan yang memulai.
"Hubby, cepat buka iss.. Keburuh nggak mood nih jika hubby bengong mulu."
"Eh.. iya.."
Adrian yang langsung tersadar, dan langsung membantu zee membuka dress nya.
"Sayang kamu terlalu sering membuat abang syok dengan kelakuan mu akhir-akhir ini, tapi abang sangat menyukai mu jika kamu yang agresif.Batin adrian"
................
.............
2 Hours Later
Zee yang tertidur pulas setelah membuat suami syok dengan tingkah agresifnya, berbeda dengan adrian yang terlihat begitu senang. Ia memeluk zee dengan erat, dan mencium pipi zee dengan gemas.
Saat zee terbangun tengah malam jam 2 malam, zee segera bangun karena ingin pipis tapi adrian memeluknya dengan erat."
"By, lepas dulu zee ingin pipis.
Sambil mengguncang bahu suaminya."
"Hmmm.. Kenapa mau lagi?"
"Iss.. lepas dulu zee ingin pipis."
Setelah adrian melepasnya, baru lah zee berlari tanpa menggunakan sehelai benang pun ke kamar mandi. Adrian yang melihat zee seperti itu langsung on kembali.
Zee yang telah selesai pipis, segera naik ke kasurnya tapi memakai handuk kimono nya. Adrian yang merasakan zee telah kembali dengan segera ia menindih zee, dan melepas kimono zee.
"Eh.. Kenapa hubby bangun lagi, tidur kembali."
"Engak bisa sayang, kamu yang membangunkan nya jadi kamu harus bertanggung jawab."
Mereka kembali melakukannya hingga hampir sholat subuh, barulah mereka membersihkan diri lalu sholat subuh berjamaah.
__ADS_1
Hai-hai ini dia mama zee😘😘