
Zee menikmati bermain dipantai bersama dengan ke empat anaknya saat ini, mendengar suara tawa anak-anaknya zee ikut senang dan ia akan melupakan sekejap masalahnya jika bersama anak-anaknya tapi ketika ia sendiri pasti ia akan mengingat kembali suaminya. Walaupun zee sangat merindukan suaminya tapi ia tahan, karena zee juga butuh waktu sendiri.
Zee sedang termenung sendiri di balkon sambil melihat indahnya laut biru, dan angin yang bertiup membuat rambut indahnya menari-nari ia menikmati indahnya suara ombak yang dengar jelas di telinganya..
"Abang senangkan zee dan anak-anak sudah nggak ada lagi di sana, abang pasti lebih leluasa lagi dengan kesibukkan abang.
Zee bebicara sendiri dan memandang ombak.
Adrian yang seminggu pergi melihat proyeknya hari ini akan pulang, ia akan membicarakan baik-baik dengan zee. Adrian yakin zee udah tenang sekarang, dan adrian juga sangat merindukan istri nya itu.
"Randy kita langsung pulang saja."
Randy hanya diam tapi tetap menjalankan perintah yang di katakan bosnya sekaligus sahabatnya. Tak lama mereka tiba di mansion, adrian heran biasa anak-anaknya akan bermain di ruang kelurga kalau jam seperti ini. Ia kembali mencari anak-anaknya ke taman tetap tak ada juga, ia berfikir mungkin zee mengajaknya.
Adrian yang lelah langsung ke kamarnya, dan ia melihat kamarnya bersama zee ada yang beda tapi ia tak mau ambil pusing ia segera membersihkan dirinya lalu tertidur. Saat bangun ia merasakan lapar, dan melihat jam memang sudah waktunya makan malam ia heran tak biasa zee tak membangunkannya jika sudah waktunya makan malam.
Adrian menuruni tangga dan alis nya berkerut anak-anaknya kemana hanya papinya yang sendiri di meja istrinya pun tidak terlihat saat ini.
"Kamu sudah pulang? papi kira kamu nggak akan pulang ke sini lagi."
"Ya pulang lah pih, masa adrian nggak pulang. Oh iya pih zee dan anak-anak pada kemana?"
"Kamu makan aja dulu, nanti kita bicara saat sudah makan."
__ADS_1
Adrian yang sudah lapar, tanpa berkata apa-apa ia memakan makanan nya dengan lahap sedangkan ardhan sesekali termenung memikirkan anak menantunya di sana. Setelah makan ardhan mengajak putranya ke taman belakang, adrian sedikit heran dengan papinya tak biasa papinya seperti ini.
"Ada apa pih, kok papi terlihat serius banget."
"Bang, apa kamu menyesal menikahi zee selama ini. Jika iya papi akan sangat memohon maaf kekamu, papi yang salah hingga memaksa mu menikahi zee. Bang jika kamu memang nggak bisa membuka hati kamu untuk zee ceraikan lah dia, dan papi akan menerimanya kembali.
Ucap ardhan sambil terisak, dan mengatupkan tangannya di dada."
DEG....
"Papi kok ngomong begitu ke abang, abangkan sudah membuka hati abang untuk zee. Memang selama seminggu ini abang dan zee ada masalah, dan abang pergi bukan untuk meninggalkan zee selamanya. Abangkan ingin zee tenang dulu baru abang berbicara dengannya baik-baik, memangnya zee kenapa pih?"
"Bang zee mengeluarkan semua unek-uneknya, papi merasa bersalah ke zee seharusnya papi nggak membawanya kemari waktu itu dan membiarkannya hidup damai dengan kedua anaknya. Papilah yang bersalah dan dengan memaksa kalian untuk menikah, kamu yang belum bisa melupakan mommy al dan zee yang masih takut membina rumah tangga lagi."
"Pih.. Abang memang terpaksa dulu menyutujui permintaan papi, tapi abang sekarang ini memang menerima zee sepenuhnya."
Adrian sangat terkejut bagaimana bisa papinya mengetahui surat kontrak itu dan ia berfikir nggak mungkin zee yang melakukannya.
"Kamu kaget papi tahu itu semua, kamu manyalahkan zee. Zee pun sama dengan diri mu kaget waktu papi menanyai nya, papi tahu semuanya dari kevin dan papi begitu kecewa dengan kamu bang. Papi nggak pernah mengajarkan mu menyakiti istri mu, 2 kali kamu menikah dengan wanita yang beda 2 kali juga kamu menyakiti istri mu bang. Coba kamu fikir istri kamu sifah meninggalkan dirimu selamanya karna kamu lebih mengutamakan pekerjaan mu dan sekarang lagi-lagi kamu mementingkan pekerjaan mu sampai istri dan anak mu terluka, kamu tidak akan mendapat wanita sebaik zee bang wanita yang bisa menerima anak-anak kamu. Ia tak pernah sedikit pun mengeluh jika capek mengurus perusahaan, anak-anak kamu, papi dan kamh sendiri zee semua yang mengurusnya. Apa kurang nya zee bang hingga kamu membuatnya sperti itu, seharusnya kamu mendukungnya saat ia tak berdaya melihat kedua anaknya di rawat di RS."
"Pih maafkan abang, abang akan menemui zee dulu pih zee pasti berada di kamar anak-anak."
"Duduk bang papi belum selesai, apa kamu tahu waktu kamu pergi meninggalkan zee sendiri memikul masalahnya sendiri. Zee harus membagi waktunya Pagi ia akan pulang dari RS untuk ke perusahaan sebelum ashar ia harus pulang ke mansion menemani al dan niel di rumah sambil mengurus papi, malam hari ia akan ke RS menjaga angel dan arthur sendiri. Kadang papi bertanya apa ia sudah makan belum, dengan santainya ia berkata eh zee lupa pih. Papi melihat agak kurusan, di bawa matanya terlihat gelap dan ia pucat waktu itu."
"Pih zee di kamar anak-anakkan, abang mau menemuinya pih."
__ADS_1
"Kamu terlambat bang zee dan anak-anak mu pergi."
DEG..
"nggak mungkin pih, kenapa zee membawa anak-anak abang jika zee ingin pergi."
"Anak-anak kamu sendiri yang menangis ingin ikut dengan zee, zee nggak mau membawa nya membuat al marah. Apa kamu mau tahu al bilang apa ke zee, al bilang ke zee daddy nggak perna ada waktu untuk kita akhir-akhir ini. Coba kamu fikirkan anak kamu yang masih kecil saja tahu, papi yang mengizinkan al dan arthur untuk ikut dengan zee.
"Pih abang mohon beritahu abang istri dan anak-anak abang kemana, abang akan membawanya kembali dan abang akan menperhatikan keluarga abang dan mementingkan keluarga abang daripada pekerjaan. Abang mohon pih beritahu abang dimana zee pih, abang betul-betul memperbaikinya.
"Berusahalah bang jika kamu benar-benar mencintai istri kamu."
Adrian langsung berlari ke kamarnya sempat ia mendapatkan petunjuk zee dan anak-anaknya, tapi sedikit pun ia tak mendapatkannya ia juga menghubungi kevin untuk memberitahu zee ada dimana kevin berkata zee sudah seminggu nggak masuk kantor dan papinya lah yang menggantikan zee e seminggu. Tapi saat adrian menscroll chat yang masuk berkerut derren mengirim sebuah video rekaman, dan betapa kagetnya dia melihat zee yang mematahakan tangan sonia dan membuatnya tak berdaya. Adrian juga mendengar perkataan zee, jika ia nggak akan memaafkan orang yang telah menyakiti anak-anaknya.
"Segitu sayangnya kah kamu zee kepada anak-anak ku hingga kamu rela tangan mu sampai kotor mengenai darah sonia."
"Tunggu abang sayang, abang akan menjemput mu lalu kita pulang bersama. Abang akan lebih mengutamakan keluarga kita di banding pekerjaan, dan abang juga menyimpan semua tentang sifah di gudang."
Adrian masuk kekamar anak-anaknya lalu adrian duduk di kasur al dan ke kasur niel tapi adrian mendapatkan sebuah buku gambar lalu ia membukanya, betapa tersenyumnya adrian melihat niel melukis dirinya dan zee yang sedang terlihat bahagia berada di taman. Tapi pada saat adrian membuka lembarannya lagi, adrian melihat lukisan mereka bertujuh dirinya zee papinya dan ke empat anaknya. Dan ia membuka lembaran kertas selanjutnya lagi hatinya begitu sakit saat melihat dirinya sudah nggak ada lagi ketika ia membuka lembaran selanjutnya ia melihat dirinya dengan sifah saling berpegang tangan dengan senyum yang bahagia tapi yang membuatnya penasaran dengan tulisan kecil saat ia perhatikan ternyata tulisan di balik DUNIANYA UNCLE.
DEG...
"Apa selama ini zee dan niel tahu jika aku sering ke kamar sifah, tapi kenapa zee tak menegur ku. Astaga lagi-lagi aku menyakiti istri ku, maafkan abang zee."
Adrian tertidur memeluk buku lukisan niel dan ia tertidur di kasur niel juga.
__ADS_1
Keesokan harinya adrian segera mencari istri dan anak-anaknya sampai ia memohon kepada 3 sahabat, dan awalnya sahabat muak dengan adrian tapi melihat adrian yang putus asa akhirnya mereka membantu adrian. Adrian yang tak lagi mementingkan style nya menjadi berantakan, ardhan yang melihat putra tak terurus membiarkannya saja sedikit pun ardhan tak membantunya ia membiarkan adrian berusaha mencari istri dan anak-anaknya sendiri tanpa di bantu oleh dirinya.
Hampir seminggu adrian dan ketiga sahabatnya mencari zee tapi tak ada 1 pun petunjuk ia temukan, adrian yang di tumbuhi bulu-bulu halus ia sangat berantakan. Makan pun adrian tak berselera hingga ia sampai jatuh sakit saat ini, papi ardhan yang melihat anaknya sakit akhirnya memfoto adrian yabg terbaring lemah di kasur dengan infus yang tertancap di tangannya.