
Saat ini mereka tengah sarapan, mommy layla yang terlalu bersemangat karena hari ini ia bisa melihat anak-anaknya berkumpul setelah penculikkan itu terjadi.
Mommy layla yang tengah menyuapi arthur, dan sesekali ia memberikan lauk kepada ketiga cucunya. Angel yang cerewet membuat mommy layla selalu tertawa, mommy layla juga meminta angel tinggal di istana saja.
Setelah sarapan mereka sedang bercengkrama di sebuah taman yang begitu indah yang berada di istana itu.
"Hmmm.. Ana, apa mommy bisa merawat angel saja atau niel.?"
Dengan nada memohon.
"Mom zee lebih senang di panggil zee aja yah, zee juga belum terbiasa dengan nama itu. Tapi jika zee di area istana nggak apa-apa kok jika zee dipanggil ana. Tapi untuk permintaan mommy untuk merawat angel atau niel zee sih terserah mereka berdua, zee juga belum pernah terpisah dengan anak-anak zee.
"Mommy sangat ingin merawat mereka, ayolah mommy janji tiap minggu mommy bawa mereka ke tempat kamu bersama daddy."
"Angel mau kok tinggal disini, tapi uncle derren tinggal di sini juga kan uncle?"
Angel yang antusias.
"Iya grandma akan menyuruh uncle kamu tinggal disini sampai iya menikah ia akan tetap disini."
Membuat derren tersedak yang sedang meminum teh.
"Loh.. kok bawa-bawa uncle tinggal disini sih, uncle kan juga punya mansion."
"Ya udah angel nggak mau tinggal disini juga, angel mau sama mama aja."
"Derren, pokoknya kamu tinggal disini. Kamu pernah berjanji jika adik kamu ketemu kamu akan siap menggantikan daddy nantinya.
Ucap edwind dengan nada tegas.
"Huff.. baiklah derren akan tinggal disini, kamu puas tuan putri cantik."
Derren membungkuk di hadapan angel.
"Hehehe... Angel akan jadi putri beneran, tapi mama dan daddy juga harus janji sering tengokkin angel disini. Abang al juga kak niel dan dedek arthur, pokoknya kalian harus sering tengokkin angel."
"Kak niel hanya ingin dekat mama saja, kakak niel janji kok jika ada waktu kakak niel dengan yang kainnya akan mengunjungi angel disini. Angel juga janji jangan buat onar lagi, karena angel kan udah jadi putri beneran malu dong jika angel udah jadi putri tapi masih bersikap bar-bar."
"Iya iya kak.. nggak usah di perjelas juga kali."
Hahahaha...
Edwind adrian dan derren tertawa mendengar ucapan angel yang menggerutu.
"Angel jangan buat grandma dan grandpa pusing ya nak, nggak boleh cerewet."
Angel mengangguk, dan mata nya berkaca-kaca mrlihat mamanya. Biar bagaimana pun angel belum pernah terpisah dengan zee.
"Daddy nggak mau kasih kata-kata mutiara untuk angel."
"Sayang kamu bisa saja, daddy akan kesepian nantinya. nggak ada lagi yang minta gendong ke daddy, karena abang al kakak niel dan dedek arthur hanya ingin bersama mama saja."
Sambil mengusap kepala angel, yang sedang berkaca-kaca.
__ADS_1
"Angel jadi sedih, angel titip mama yah dad. Daddy harus sering-sering kesini, bawa opa juga yah dad.
"Iya sayang, daddy janji."
Siang ini adrian dan zee beserta ke 3 putra akan pulang ke mansionnya, karena pekerjaan mereka sudah menumpuk. Mommy layla yang terlihat sedih, karena belum puas bersama putrinya. Tapi ia berjanji ia akan pergi ke tempat zee nanti bersama angel.
"Angel sayang mama dan daddy pergi dulu, jangan nakal ya jangan buat uncle ren dan Grandpa grandma pusing."
Nasehat zee kepada angel sebelum pergi.
"Angel jangan bikin ulah lagi, angelkan sudah jadi putri saat ini."
"Iya bang al, angel janji."
Saat mobil yang di tumpangi zee udah berjalan angel langsung di gendong oleh uncle nya.
Hahaha...
"Angel terbang seperti peri..."
"Loh.. Kok jadi peri lagi, kan kemarin-kemarin ingin jadi peri lagi sih."
Edwind dan layla mengikuti derren dan angel di belakang terlihat senang, saat melihat angel yang tampak senang tinggal di kerajaan.
Zee yang di mobil terlihat murung, sesekali niel berbicara dengannya agar ia tak terlalu sedih nantinya.
Kevim yang sedang membicakan hal serius dengan ayahnya saat ini di ruang kerja milik ayah dirga, ia juga membicarakan tentang kania yang begitu ingin menikah dengan randy. Membuat ayah dirga pusinh setengah mati di buatnya, bisa-bisanya putri kesayangannya menyuruhnya untuk melamar randy apa tidak terbalik fikirnya sambil memijit keningnya.
"Apaa... Anak itu, apa ia gila seharusnya randy yang melamarnya kenapa jadi dia yang melamar randy. Tapi randy mau sama adik ajaib kamu tuh?"
"Randy hampir pingsan ayah, karena kania menyuruh kevin melamar randy di tepat di hadapannya saat itu."
"Astagaa... memalukan sekali adik kamu itu, nanti kita tanya bunda dulu apa tanggapannya."
Tok Tok...
"Yuhuuu... Bunda bawa teh dan cemilan untuk kalian."
Bunda sarah yang baru masuk dengan hebohnya.
"Bun masuk aja, nggak usah heboh gitu."
Protes suaminya ke dia, tapi bukan bunda sarah jika ia tak bisa membalas perkataan suaminya.
"Ya iyalah bunda harus masuk, kalau nggak masuk ya keluar kan.
"Bunda nggak ada nyambung-nyambung nya di ajak ngomong, ih ayah sampai pusing."
"Loh.. ayah pusing kenapa, kevin cepat kamu panggil dokter sam segera ayah pusing kayanya."
"Bunda ayah nggak pusing, cuman ah.. sudah lah tak perlu di bahas, ada yang ayah ingin katakan ke bunda ini masalah kania."
__ADS_1
"Ada apa dengan kania ayah?"
"Kania menyuruh kita ke rumah tuan ardhan untuk melamar randy..
Krik krik......
"Ya sudah bunda akan dandan dulu baru kita pergi melamar randy..
Bunda sarah langsung tersadar apa yang suaminya katakan, putrinya meminta dirinya melamar pria.
"Kok diam bun, udah sadar apa yang kania inginkan."
Bunda sarah yang masih syok lalu menangguk, kevin menahan tawa melihat bundanya memang sangat lalod begitupun kania.
"Tapi, bunda juga dulu yang melamar ayah saat itu."
Uhuk uhuk uhuk....
"Jadi bunda yang melamar ayah saat itu, astaga kenpa bunda yang melamar ayah kenapa bukan ayah aja yang melamar bunda?"
"Jika ayah kamu yang mau melamar bunda, yang ada bunda sampai sekarang akan masih perawan menunggunya. Ayah kamu itu kaku banget, udah gitu jika bukan bunda yang memaksa ayah kamu saat udah nikah kamu nggak akan jadi."
Jangan di tanya ayah dirga lagi, ia segera ingin lari dari ruangan itu. Mukanya yang sudah merah hingga ke ke telinga nya. Kevin melihat ayah nya sangat malu, karena mulut bundanya enggak bisa di rem hanya tersenyum mengejek ke ayahnya.
"Bunda kalau ngomong di filter, kok ngomong nya sampai meleber kemana-mana sih."
"Upsss... astaga ayah malu ya? Kevin anggap aja kamu nggak pernah dengan perkataan bunda tadi, kasian ayah jadi malu."
Huff...
Tidak istri tidak putri ku semua nya lalod dan terlalu polos, sepertinya bisa dikatakan istri tulalit dan polos. Batin ayah dirga.
Di kediaman Ardhan
Adrian zee dan ke tiga putra nya udah tiba, ardhan langsung menyambutnya tapi ardhan mencari cucu cantiknya tapi tak ia temukan.
"Loh.. Angel mana, kok nggak ada."
"Angel tinggal sama grandpa edwind dan grandma layla opa "
"Yah.. kita kesepian dong, nggak ada lagi yang mendrama sebelum tidur."
"Hahaha.. iya ya opa, kita pasti merindukan angel."
Kata niel sambil tertawa.
"Oh.. Iya nak ada yang ingi papi katakan kepada kalian berdua, papi dan derren sudah merencanakan resepsi pernikahan kalian. Dan papi harap kalian jangan menolaknya, ini juga untuk rumah tangga kalian biar nggak ada lagi yang bisa gangguin kehidupan kalian berdua."
"Hmmm.. Zee sih tergantung suami zee, jika ia mau zee juga mau tapi jika tidak ya zee ikut aja."
"Abang sih, juga ingin jika ada resepsi biar seluruh negara pada tahu jika kita berdua suami istri dan nggak ada lagi kejadian seperti kemarin-kemarin.
"Baiklah nanti papi, akan mengurusnya kalian nggak usah fikirkan biar papi aja yang urus. Anak buah papi banyak, dan lagian derren bilang ia juga akan turun tangan mengurusnya."
__ADS_1
"Iya pih, abang ke kamar dulu. Sepertinya zee juga udah capek dan ia butuh istirahat, loh arthur udah bobo di gendongan mama yah sini sama daddy dulu nak. abang al dan kakak niel istirahat dulu jika capek ya nak."
" IYA DAD...."